HATI RIANG JIWA TENANG (18 MAR 2017)

Jika hati kita riang, maka jiwa kita pun tenang. Itulah alasan pemilihan tema pertemuan “Hati Riang Jiwa Tenang” dengan kata acuan “Bahagia” oleh Pengarah Acara, TM Azka. TM Azka dibantu oleh Penilai Umum, TM Lies dan timnya.

Tim Penilai Umum terdiri dari TM Ikhsan sebagai Pemerhati Tata Bahasa, TM Welly sebagai Pemerhati Bunyi Tanpa Makna, TM Agus sebagai Pencatat Waktu, dan TM Dony sebagai Pengumpul Kertas Suara.

Pertemuan dibagi menjadi 3 sesi yaitu Sesi Pidato yang Dipersiapkan, Sesi Pidato Dadakan, dan Sesi Penilaian Umum. Pembicara pertama Sesi Pidato yang Dipersiapkan adalah TM Fitriani Ulpah dengan judul pidato “Menjadi MC”. TM Ulpah berbagi tips bagaimana menjadi MC yang baik. Pembicara berikutnya adalah TM Maharani dengan “Arti Sebuah Nama” yang menceritakan tentang asal muasal namanya dan pengalaman yang ia peroleh berkat nama itu.

Pembicara ketiga adalah TM Silvia yang membawakan pidato berjudul “Liburan”. TM Silvia bercerita mengenai kisah liburannya ke Ambon. Pembicara keempat, TM Teguh dengan pidatonya “Riwayat Hidup Daring” berbagi ilmu dan pengalaman bagaimana untuk mempermudah kita mencari pekerjaan dengan menggunakan media sosial Linkedin. Pembicara terakhir adalah ACB, ALB Iin yang membawakan BPL High Performance Leadership “Menuju PDA” yaitu upaya-upaya yang harus dilakukan untuk mencapai President Distinguish Area.

IMG-20170318-WA0019Acara lalu dilanjutkan ke Sesi Pidato Dadakan yang dipandu oleh TM Cynthis. Sesi ini melatih kemampuan berpikir cepat para pembicara. Setelah Sesi Pidato Dadakan, acara berlanjut ke Sesi Penilaian Umum. Di sesi ini, ACB, ALB Hariadi menilai TM Ulpah dan ACB, ALB Iin, TM Lambang memberi masukan untuk TM Maharani, dam ACB, ALB Indri menilai TM Teguh.

Di akhir acara dilakukan Panggung Kehormatan dimana pembicara terfavorit setiap sesi diumumkan. TM Maharani, DTM Poppa, dan ACB, ALB Hariadi keluar sebagai pemenang favorit.

Demikianlah pertemuan Jabat. Terima kasih kepada para pemegang peran dan pembicara. Sampai jumpa di pertemuan Jabat yang inspiratif berikutnya.

IMG-20170318-WA0024

MEMILIH YANG PANTAS (4 MARET 2017)

Memilih kadang membuat kita kebingungan. Memilih mana yang pantas dan tidak pantas juga membutuhkan waktu yang cukup panjang. Begitulah alasan yang disampaikan Pengarah Acara pertemuan hari ini TM Anthony diawal menjelaskan tema “Memilih yang Pantas” dengan kata acuan “Selaras”.

Sesi kali ini terdiri dari empat sesi utama. Pertama yaitu sesi pidato dipersiapkan, sesi pidato dadakan, sesi penilaian umum dan sesi panggung kehormatan. Pada pertemuan kali ini tentunya TM Anthony tidak bisa bekerja sendiri. Ia dibantu oleh Penilai Umum, TM Nila. Tim penilai umum kali ini antara lain TM Paisal (Pemerhati tata bahasa), TM Wahyu (Penghitung bunyi tanpa makna), TM Rani (Pencatat waktu), dan TM Agus (Pengumpul kertas suara).

Pembicara pertama dalam sesi pidato dipersiapkan adalah TM Lies yang dinilai oleh TM Teguh. Pidato yang dibawakan berjudul “Mengobati Rindu”. Pidatonya kali ini adalah proyek pidato ke-3 nya dari buku panduan dasar komunikator handal. Pada pidatonya ia bercerita mengenak kerinduannya yang sangat dalam. Rindunya sulit diobati, hanya ada satu cara yang bisa dilakukan untuk mengobatinya adalah “ketemuan”. Ternyata rindu yang dimakud adalah rindu untuk menuntut ilmu. Sehingga dalam pidatonya TM Lies menyatakan keinginannya untuk terus belajar, belajar, dan belajar dimanapun kapanpun dan kepada siapapun.

Pembicara kedua adalah TM Iron. Kali ini dalam proyek pidato ke-4, TM Iron membawakan pidato dengan judul “Cinta yang Bertumbuh”. TM Iron bercerita mengenai pengalaman pribadinya mengenai cinta terhadap profesi yang dipilihnya dan berbeda dengan jurusan pada saat ia berkuliah. Ia mengatakan bahwa cinta pada pekerjaannya membuat TM Iron bersemangat terus untuk bekerja. Penilai individu TM Iron adalah TM Cynthis.

Pembicara terakhir dalam sesi pidato dipersiapkan adalah TM Raja. Setelah lama tidak muncul, TM Raja akhirnya melanjutka proyek pidato ke-7 nya yang berjudul “Ada Apa dengan Radio?”. TM Raja menceritakan mengenai kondisi radio masa kini yang sudah tergerus oleh kehadiran Televisi dan Internet. Tetapi, melalui pidatonya ini TM Iron menyampaikan fakta menarik dari Nielsen bahwa pendengar radio memiliki kehidupan yang jauh lebih bahagia daripada penonton Televisi ataupun pengguna internet.

Sesi berikutnya adalah sesi pidato dadakan yang dipandu oleh TM Vania. Pertanyaan yang cukup sulit membuat banyak anggota dan tamu menjadi gugup. Hal ini sesuai dengan tujuan pidato dadakan yaitu melatih seseorang untuk mampu menjawab dengan tepat dan cepat terhadap pertanyaan yang secara mendadak diberikan.

Sesi berikutnya adalah sesi penilaian umum. Pada sesi ini penilai umum melakukan penilaian secara keseluruhan terhadap pertemuan yang berjalan tepat waktu. Tak lupa juga pada sesi ini akan diberikan penilaian individu dari para pembicara pidato dipersiapkan dan laporan dari tim penilai umum terkait pertemuan.

IMG-20170304-WA0033Tiba saatnya disesi terakhir, yaitu sesi panggung kehormatan. Sesi yang dipimpin oleh TM Agus ini merupakan sesi untuk mengapresiasi pembicara terbaik ditiap pertemuan. Pemenang pada sesi ini adalah TM Iron sebagai pembicara pidato dipersiapkan terbaik, TM Rahmat dan TM Sindy sebagai pembicara pidato dadakan terbaik serta TM Cynthis, TM Sasti dan TM Teguh sebagai penilai individu terbaik.

Pada pertemuan kali ini, seluruh anggota Jabat juga mengucapkan selamat ulang tahun untuk TM Cynthis. Semoga selalu sehat dan berbahagia.

IMG-20170304-WA0038
IMG-20170304-WA0036

BERBAGI ITU INDAH (25 FEBRUARI 2017)

Kamu hanya dapat memperoleh lebih untuk dirimu dengan memberi apa yang kamu miliki kepada orang lain.” ~ Brian Tracy

Beberapa minggu sebelumnya terdapat perayaan hari Valentine di mana para pasangan saling berbagi waktu dan kado istimewa. Selain hari Valentine, banyak hari-hari khusus yang mendorong orang untuk berbagi seperti Imlek, Natal, dan bulan Ramadhan. Namun berbagi tidak harus menunggu waktu khusus dan dapat dilakukan kapan saja. Oleh karena itu, Pengarah Acara, TM Cynthis memilih tema “Berbagi itu Indah” dengan kata acuan “Peduli” untuk pertemuan hari itu.

Acara pada Sabtu itu dibagi menjadi 3 sesi yaitu Sesi Pidato yang Dipersiapkan, Sesi Pidato Dadakan, dan Sesi Penilaian Umum. Dalam membawakan pertemuan, TM Cynthis dibantu oleh Penilai Umum, TM Wenny dan timnya. Tim Penilai Umum terdiri dari TM Silvia sebagai Pemerhati Tata Bahasa, TM Masyitha sebagai Pemerhati Bunyi Tanpa Makna, TM Wahyu sebagai Pencatat Waktu, dan TM Lies sebagai Pengumpul Kertas Suara.

Sesi Pertama, Sesi Pidato yang Dipersiapkan akan menghadirkan 3 pembicara yang akan membawakan naskah yang telah mereka susun sebelumnya. Pidato yang dibawakan juga harus memenuhi tujuan dari buku panduan masing-masing pembicara.Pembicara pertama sesi ini adalah TM Azka dengan judul pidatonya “Melukis Impian“. TM Azka membuka pidatonya dengan menceritakan kebingungannya dalam mencari arti hidup saat dia baru tamat kuliah. Di tengah kebingungannya, dia membaca buku The Secret yang mengajarkan tentang kekuatan pikiran. Buku tersebut mengajarkan TM Azka bahwa selama ia percaya maka semua aspek alam semesta akan membantunya mengapai cita-citanya. Berbekal pengetahuan itu, TM Azka mulai membuat papan impian yang berisi gambar tentang apa yang ingin dia capai, tempat-tempat yang ingin dia kunjungi, dan kegiatan-kegiatan yang ingin dia coba. Papan impian itu membantunya untuk melihat dan mempercayai mimpi-mimpinya. Selain itu, TM Azka juga berbagi tips akan hal-hal yang dapat membuat mimpi lebih mudah dicapai yaitu buatlah impian yang bersifat spesifik, dapat diukur, dan memiliki tenggat waktu.

Pembicara berikutnya adalah TM Anthony, yang membawa pidatonya yang berjudul “Bertarung Melawan Ketakutan“. Dalam pidatonya, TM Anthony mengatakan banyak orang takut untuk berbicara di depan umum dan akibat dari ketakutan itu, orang tidak dapat mengembangkan potensi maksimal dirinya. Ketakutan tersebut disebabkan oleh kuatir akan ditolak, dikucilkan, atau tidak didengar. TM Anthony menggambarkan dirinya sebagai orang yang suka tantangan. Ia senang dengan kegiatan yang dapat memacu adrenalin mulai dari menyusuri gua, berbicara di depan umum, dan tidur dengan ular peliharaan temannya. Ia bercerita bagaimana ia mengumpulkan keberanian untuk berbicara dengan wanita baik secara tidak langsung (basa basi) atau langsung (langsung menyatakan suka). TM Anthony juga berbagi tips jika kita ingin berani melakukan sesuatu maka kita harus memikirkan apa yang kita inginkan.

Pembicara berikutnya adalah TM Ulfah dengan pidatonya yang berjudul “Mari Bertamasya ke Negeri Seberang“. Pidato ini mengangkat cerita TM Ulfah saat berjalan-jalan ke negeri Singapura bersama rekan-rekan sekantornya. Awalnya, TM Ulfah dan rekan-rekan sempat diselimuti kesedihan karena ketika baru tiba di Singapura, salah satu rekan yang turut dalam perjalanan itu menerima telepon bahwa suaminya baru meninggal. Setelah berdiskusi, akhirnya TM Ulfah dan rombongan lainnya sepakat untuk mengantarkan rekan mereka itu ke bandara dan kembali melanjutkan perjalanan mereka. Di Singapura, TM Ulfah berkunjung ke Garden by the Bay  dan tempat-tempat menyenangkan lainnya. Di Singapura, TM Ulfah sempat kesulitan menggunakan kartu MRT dan harus memasak sendiri untuk menghemat budget. Selain itu, TM Ulfah juga berbagi tips agar berjalan-jalan menjadi lebih menyenangkan.

Setelah Sesi Pidato yang Dipersiapkan, acara dilanjutkan ke Sesi Pidato Dadakan. Sesi ini dipandu oleh TM Lambang. Dengan caranya yang unik, TM Lambang membuka sesi dengan memperlihatkan selembar foto keluarga Jokowi. Ia mengatakan foto tsb ibarat keluarga istrinya yang status sosialnya lebih tinggi dari darinya. Suatu hari, TM Lambang bermaksud untuk meminang calon istrinya dan para peserta sesi pidato dadakan akan secara acak berperan sebagai anggota keluarga si calon istri serta menyampaikan reaksi mereka terhadap pinangan TM Lambang itu. Calon TM Agus, TM Raja, TM Bagus, TM Silvi, dan TM Rani pun diminta berperan sebagai calon ibu mertua, kakak ipar, ayah, adik ipar, dan TM Lambang sendiri. Sesi berlangsung seru dan banyak mengundang gelak tawa.

Berikutnya acara berlanjut ke Sesi Penilaian Umum. Di sesi ini para penilai individu memberikan masukan untuk para pembicara Sesi Pidato yang Dipersiapkan. DTM Harlina menilai TM Azka dan TM Ulpah sedangkan TM Sasti menilai TM Anthony. Di sesi ini juga, Penilai Umum, TM Wenny dan tim menyampaikan laporannya. Di sesi ini setiap pembicara dan pemegang peran mendapat masukan untuk performa mereka selama pertemuan.

Akhirnya pertemuan tiba di bagian yang ditunggu-tunggu yaitu panggung kehormatan dimana pemenang setiap sesi diumumkan. Di pertemuan ini, TM Azka dan TM Bagus keluar sebagai pembicara Sesi Pidato yang Dipersiapkan dan Sesi Pidato Dadakan terfavorit sedangkan TM Sasti dan DTM Harlina berbagi piala untuk gelar Penilai Individu terfavorit.

Dengan demikian, sampailah pertemuan di penghujung acara, TM Cynthis menutup acara dengan kutipan “Kepuasan terbesar datang dari berbagi dengan orang lain. Oleh karena itu, semakin banyak kita berbagi semakin banyak yang kita peroleh.

Terima kasih untuk setiap pemegang peran dan pembicara. Tanpa kerjasama semuanya acara tidak dapat berlangsung apik dan menyenangkan. Sampai jumpa di pertemuan JABAT berikutnya.

img-20170226-wa0001

Dari kiri atas: Rio, Masyitha, Winona, Lambang, Azka, Agus, Silvia, Wenny (Penilai Umum), Cynthis (Pengarah Acara), Sasti, Anthony, Wahyu, Raja. Dari kiri bawah: Meidy, Welly, Harlina, Rani, Ulpah, Lies

LOMBA KOLABORASI JABAT & SCBD (20 FEBRUARI 2017)

Lomba selalu menjadi hal yang paling menyenangkan. Lomba biasanya juga menjadi ajang pembuktian dari banyaknya persiapan dan latihan, akankah diri akan menjadi juara? Pada hari ini bertempat di Merchantile WTC 1 Jakarta, lomba bilingual gabungan kolaborasi Jakarta Bahasa Toastmasters dan SCBD Toastmasters diadakan.

Pada lomba kali ini diadakan dua jenis kompetisi. Pertama adalah lomba pidato dipersiapkan dan lomba pidato dadakan. Total peserta masing-masing lomba adalah 5 peserta. Sejak pagi semua panitia dan kontestan sudah bersemangat berkumpul. Ada yang sibuk mempersiapkan kelengkapan lomba adapula yang bersiap untuk berlomba.

Ketua kontes kali ini adalah TM Sasti dari klub Jakarta Bahasa Toastmasters dan TM Corina dari klub SCBD Toastmasters. Kontest gabungan ini berlangsung sangat meriah. Dimulai pada pukul 09.00 WIB kontes diawali dengan lomba pidato dipersiapkan oleh Jakarta Bahasa Toastmastes kemudian dilanjutkan dengan sesi lomba pidato dadakan.

Selama sesi pidato dipersiapkan, para kontestan menampilkan penampilan terbaiknya. Ada yang bercerita mengenai kehidupan pribadinya, keinginannya terhadap candu sekolah, target kehidupan dan pengalaman hidupnya. Pada sesi ini pidato yang dibawakan telah dipersiapkan dengan baik jauh hari sebelum lomba berlangsung. Berbeda dengan sesi pidato dipersiapkan, sesi lomba berikutnya yaitu sesi lomba pidato dadakan sifatnya spontan. Pertanyaan yang sebelumnya sudah dipersiapkan secara rahasia oleh ketua lomba TM Sasti baru dibacakan oleh pemandu acara lomba TM Azka pada saat pembukaan sesi lomba kedua ini. Pertanyaan yang diberikan adalah “Jika anda mempunyai kesempatan bertemu orang penting di Negeri ini, siapakah orang tersebut? Apa yang akan anda lakukan setelah bertemu?” Sesi ini banyak mengundang tawa tamu yang hadir karena jawaban dari para kontestan. Ada yang menjawab Presiden RI Jokowi, ada yang menyebut Andy F. Noya, ada yang menyebut Ayahnya, hingga jawaban yang paling unik adalah menyebut “dirinya sendiri sebagai orang penting di negeri ini”.

Setelah sesi lomba ini, acara dilanjutkan dengan lomba dari tingkat klub SCBD Toastmasters. Format yang diberikan sama dengan lomba tingkat klub Jabat. Hanya saja lomba klub SCBD menggunakan bahasa inggris.

Sesi yang ditunggu akhirnya tiba, yaitu pengumuman pemenang lomba. Pada sesi ini ada pengumuman menarik. Pemenang lomba tingkat klub Jabat akan langsung berlomba ditingkat divisi pada bulan April 2017 mendatang. Hal yang berbeda adalah pemenang lomba pidato dipersiapkan dan pidato dadakan dalam bahasa Indonesia tingkat divisi nanti akan mengikuti lomba tingkat distrik di Kota Kinabalu pada bulan Mei 2017. Pengumuman ini langsung membuat peserta lomba dari klub Jabat berteriak dan bertepuk tangan.

Pada lomba kali ini, pemenang dari pidato dipersiapkan tingkat klub Jakarta Bahasa Toastmasters adalah TM Cynthis (Juara I), TM Cephi (Juara II) dan TM Lambang (Juara III). Di lomba pidato dadakan pemenangnya adalah TM Indri (Juara I), TM Ikhsan (Juara II) dan TM Masyita (Juara III).

Selamat kepada para pemenang! Terima kasih kepada para panita lomba! Sampai jumpa di lomba berikutnya…

Foto Lomba 1

Foto pemenang lomba (dari sebelah kiri): TM Indri (Juara I pidato dadakan), TM Ikhsan (Juara II pidato dadakan) dan TM Masyita (Juara III pidato dadakan), TM Cynthis (Juara I pidato dipersiapkan), TM Cephi (Juara II pidato dipersiapkan) dan TM Lambang (Juara III pidato dipersiapkan) 

Foto Lomba 2

Foto : Keseluruhan peserta, panitia, dan tamu dalam lomba kolaborasi pidato dipersiapkan dan pidato dadakan tingkat klub Jabat dan SCBD 2017.

Foto Lomba 3

Foto: Panitia Lomba pidato dipersiapkan dan pidato dadakan tingkat klub Jabat dan SCBD 2017

MEMBIASAKAN DIRI MENJADI PEMENANG (11 Feb 2017)

Pertemuan Jabat kali ini mengusung tema yang sesuai dengan musim kompetisi Toastmasters yaitu “Membiasakan Diri Menjadi Pemenang” dengan kata acuan “Tantangan”. Dalam memimpin jalannya pertemuan, Pengarah Acara, TM Silvia dibantu oleh Penilai Umum, TM Masyitha beserta timnya yaitu TM Lies sebagai Pemerhati Tata Bahasa, TM Anthony sebagai Pemerhati Bunyi Tanpa Makna, TM Cephi sebagai Pencatat Waktu, dan TM Aisyah sebagai Pengumpul Kertas Suara.

Pertemuan dibagi menjadi 3 sesi yaitu Sesi Pidato yang Dipersiapkan, Sesi Edukasi & Simulasi Kontes Pidato Dadakan, dan Sesi Penilaian Umum.

Pembicara pertama Sesi Pidato yang Dipersiapkan adalah TM Lambang yang membawakan judul “Bahagia”. TM Lambang bercerita mengenai resolusi tahun 2017 nya yaitu menjadi lebih bahagia yang dibumbui dengan kisah-kisah menarik dalam hidupnya. Pembicara kedua adalah TM Cynthis yang melalui judul pidatonya “Resolusi” berbagi tips mengenai bagaimana membuat resolusi tahun baru yang tepat. Pembicara terakhir adalah ACB, ALB Indri yang membawakan pidato yang luar biasa lucu yaitu “Suka Duka Seorang Jomblo”. Pidato tersebut mengambungkan retorika, anekdot, dan pengalaman pribadi yang jenaka.

Setelah Sesi Pidato yang Dipersiapkan, acara dilanjutkan ke sebuah sesi yang sangat istimewa yaitu Sesi Edukasi yang dibawakan oleh pemenang lomba pidato dadakan Jabat sebelumnya yaitu CC, CL Diana. Dalam sesi tersebut, CC, CL Diana berbagi tips bagaimana memenangkan lomba pidato dadakan. Menurutnya jawaban Pidato Dadakan haruslah memiliki pesan, tidak boleh menyinggung isu politik/SARA/seksual, serta harus memiliki struktur pembukaan, isi, dan penutup. Usahakan untuk menghabiskan beberapa detik pertama merangkai ide pertama yang muncul di kepala dan sadar kapan harus berhenti dengan tetap memperhatikan waktu. Adapun 3 tips untuk membuat jawaban yang menarik dan berkesan adalah buatlah jawaban yang anti mainstream, gunakan analogi yang terkenal dan selipkan cerita pribadi. Selalu ingat SEED dalam menjawab yaitu State (Katakan), Explain (Jelaskan), Example (Contoh), dan Draw (Kesimpulan).

Setelah Sesi Edukasi, diadakan simulasi Kontes Pidato Dadakan yang dipandu oleh CC Sasti. Kontes tersebut melibatkan calon peserta lomba pidato dadakan yaitu TM Lambang, TM Anthony, dan beberapa anggota Jabat yang lain.

Acara lalu dilanjutkan ke Sesi berikutnya yaitu Sesi Penilaian Umum. Di sesi ini para penilai individu yaitu ACB, ALB Iin, DTM Harlina, dan ACB, ALB Hariadi memberikan masukan untuk TM Lambang, TM Cynthis, dan ACB, ALB Indri. Di sesi ini juga Penilai Umum, TM Masyitha dan timnya memberikan laporan mereka.

IMG-20170211-WA0027Acara pun tiba di bagian yang ditunggu-tunggu yaitu Panggung Kehormatan. TM Cynthis, TM Lambang, dan ACB, ALB Hariadi keluar sebagai pemenang setiap sesi. Selamat untuk para pemenang.

 

 

Demikianlah acara pada hari itu. Terima kasih kepada semua pembicara dan para pemegang peran. Sampai jumpa di pertemuan Jabat yang menyenangkan berikutnya.

IMG-20170211-WA0022

 

MENJADI DIRI SENDIRI (21 Jan 2017)

Menjadi Diri Sendiri” dan “Citra” itulah tema yang diusung dalam pertemuan Jabat, Sabtu tgl 21 Jan 2017. Melalui tema tsb, Pengarah Acara, TM Masyitha ingin mengajak semua hadirin untuk menghargai dan bersyukur menjadi diri mereka sendiri.

Pertemuan dibagi menjadi 3 sesi yaitu Sesi Pidato yang Dipersiapkan, Sesi Pidato Dadakan, dan Sesi Penilaian Umum. Di Sesi Pidato yang Dipersiapkan, semua pembicara akan menyampaikan pidato yang telah disusun sebelumnya sedangkan di Sesi Pidato Dadakan, para peserta justru harus berpidato menjawab pertanyaan yang baru mereka dengar. Sesi Penilaian Umum merupakan sesi di mana para penilai individu memberi umpan balik kepada seluruh peserta pidato yang dipersiapkan.

Pembicara pertama Sesi Pidato yang Dipersiapkan adalah TM Anthony yang menceritakan pekerjaannya sebagai pembicara di penjara melalui judul pidatonya “Merajut Mimpi dari Balik Jeruji Besi“. Pembicara berikutnya, TM Sofyan dengan judul pidatonya “Stress” bercerita tentang dirinya ketika menghadapi stress dan bagaimana cara mengatasinya.

Pembicara ketiga, TM Teguh membawakan pidato jenaka namun penuh makna yaitu “Bodoh itu Anugrah“. TM Teguh juga membagikan kalimat nasehat yang pernah diberikan neneknya yaitu “Lebih baik kamu tahu kamu tidak tahu daripada kamu tidak tahu bahwa kamu tidak tahu”. Pembicara terakhir, TM Fauzan membawakan pidato seolah-oleh sedang membuat video blog melalui judul pidatonya “Fenomena Vlog“.IMG-20170121-WA0011.jpg

Acara kemudian dilanjutkan ke sesi pidato dadakan yang melibatkan anggota Jabat dan para tamu. Pada sesi berikutnya yaitu Sesi Penilaian Umum, Penilai Umum, DTM Harlina beserta timnya (CC Ikhsan sebagai Pemerhati Tata Bahasa, TM Azka sebagai Pemerhati Bunyi Tanpa Makna, CC, CL Aji sebagai Pencatat Waktu dan TM Iron sebagai Pengumpul Kertas Suara) masing-masing menyampaikan laporannya. Selain itu, pada sesi ini juga, CC Cephi, TM Cynthis, ACB, ALB Indri, dan ACB, ALB Hariadi memberikan masukan untuk TM Anthony, TM Sofyan, TM Teguh, dan CC Fauzan.

Akhirnya acara sampai di bagian yang ditunggu-tunggu yaitu Panggung Kehormatan. Pada pertemuan hari itu, CC Fauzan, calon TM Hanny, dan ACB, ALB Hariadi keluar sebagai peserta favorit untuk Sesi Pidato yang Dipersiapkan, Sesi Pidato Dadakan, dan Sesi Penilaian Umum.

Demikianlah pertemuan pada hari itu. Terima kasih kepada para pemegang peran dan pembicara. Tanpa kerja keras semuanya, acara Jabat tidak akan berlangsung menarik dan inspiratif. Sampai jumpa di pertemuan Jabat berikutnya.

IMPIAN SELUAS LANGIT BIRU (14 Jan 2017)

“Mimpi adalah kunci untuk kita meraih dunia”.

Itulah sepenggal kutipan dari buku Laskar Pelangi yang menjadi tema pertemuan. Pengarah Acara, TM Azka menyampaikan pentingnya untuk mempunyai impian yang “Tanpa Batas” untuk mengapai mimpi kita. Dalam pertemuan ini, TM Azka dibantu oleh Penilai Umum, TM Raja dan timnya (TM Fauzan sebagai Pemerhati Tata Bahasa, TM Lambang sebagai Pemerhati Bunyi Tanpa Makna, TM Sofyan sebagai Pencatat Waktu, dan TM Aswandi sebagai Pengumpul Kertas Suara)

IMG-20170114-WA0020Pertemuan dibagi menjadi 3 sesi yaitu Sesi Pidato yang Dipersiapkan, Sesi Pidato Dadakan, dan Sesi Penilaian Umum. Pembicara pertama Sesi Pidato yang Dipersiapkan adalah TM Ikhsan yang mengenalkan dirinya dan hobinya melalui pidato “Hobiku yang Kucinta”. Pembicara berikutnya adalah TM Wenny yang menceritakan tentang kehidupan keluarga, pekerjaan, dan hobi nontonnya dalam pidato “Semua Tentang Saya”

Pembicara ketiga, TM Masyitha dengan judul pidatonya “Tak Kenal Maka Tak Sayang” membawa hadirin untuk menyelami masa kecilnya hingga masa penuh dilemanya saat mencari pekerjaan. Pembicara keempat adalah TM Lies yang berbagi tips dalam pidatonya yang berjudul “Bagaimana Menjadi Pembicara yang Baik”. Pembicara terakhir ialah TM Silvia yang membawakan pidato “Perubahan”.

Sesi berikutnya adalah Sesi Pidato Dadakan yang dipandu oleh TM Ulfa. Di sesi ini, TM Ade, TM Maulida, TM Iron, Calon TM Anthony dan Anggi saling berlomba untuk memberikan jawaban paling kreatif atas pertanyaan yang baru mereka dengar sebelumnya.

Sesi terakhir adalah Sesi Penilaian Umum. Di sesi ini masing-masing Penilai Individu akan memberikan masukan bagi para pembicara Pidato yang Dipersiapkan. CC Sasti, TM Cephi, TM Cynthis, ACB, ALB Iin, dan ACB, ALB Indri masing-masing menilai TM Ikhsan, TM Wenny, TM Masyitha, TM Lies, dan TM Silvia. Di sesi ini juga Penilai Umum dan timnya menyampaikan laporan mereka.

IMG-20170114-WA0035Di akhir pertemuan, diadakan Panggung Kehormatan di mana pembicara terfavorit setiap sesi akan diumumkan. TM Masyitha, TM Anthony, dan ACB, ALB Indri keluar sebagai pembicara terfavorit setiap sesi.

Dengan panggung kehormatan berakhir pulalah pertemuan Jabat pada hari itu. Terima kasih kepada setiap pembicara dan pemegang peran. Sampai jumpa di pertemuan Jabat yang asyik berikutnya.

IMG-20170114-WA0030

Menyongsong Tahun Baru (17 Desember 2016)

Akhir tahun selalu menjadi momen yang tepat untuk mengevaluasi prestasi tahun ini dan menyiapkan target tahun depan. Pada pertemuan JABAT hari ini, tema yang diangkat adalah “Menyongsong Tahun Baru” dengan kata acuan ”Target”. Pertemuan kali ini dipimpin oleh pengarah acara TM Fauzan yang sangat bersemangat memandu acara. TM Fauzan dibantu oleh seorang penilai umum yaitu TM Ulfa. Penilai umum tentu tidak bekerja sendirian. Kali ini TM Ulfa dibantu oleh timnya. Antara lain TM Azka sebagai pemandu pidato dadakan, TM Martie sebagai pemerhati tata bahasa,TM Lies sebagai penghitung bunyi tanpa makna, CTM Bagus yang berperan sebagai pencatat waktu dan CTM Lidya sebagai pengumpul kertas suara.

Acara pada pertemuan kali ini dibagi kedalam empat sesi, yaitu sesi pidato dipersiapkan, sesi pidato dadaka, penilaian umum dan panggung kehormatan. Pembicara pertama dalam sesi pertama adalah TM Sofyan yang mengangkat judul pidato “Semangat Hidup”. Pidatonya kali ini merupakan pidato dari proyek pidato dasar kedua “Menyusun naskah pidato”.

Pembicara pidato kedua adalah TM Sasti. Pidatonya kali ini adalah pidato ke-10 dari proyek pidato buku panduan dasar. Pidatonya kali ini mengangkat judul “Kita Bersaudara”. Menggunakan kesan teatrikal, TM Sasti menyampaikan pidatonya dengan banyak menggunakan cerita pribadi dan keadaan sekarang terkait perpecahan di Indonesia. TM Sasti melalui pidatonya kali ini menyoroti mengenai perpecahan yang mengakibatkan bangsa Indonesia lupa bahwa “kita bersaudara”. Pidatonya juga mengajak pendengar untuk mengingat kembali alasan untuk tetap menjadi “Bhineka Tunggal Ika”. Penilai individu TM Sasti adalah Hariadi Suripto, ACB, ALB.

Pembicara terakhir dalam sesi pidato dipersiapkan adalah TM Cephi. Sama seperti TM Sasti, TM Cephi hari ini pun membawakan pidato ke-10 dari buku panduan dasar. Pidatonya kali ini seperti biasa dibawakan dengan santai dan penuh humor. TM Cephi menggunakan alat bantu seperti baju dan jaket berwarna merah untuk menambah kesan kepada pendengar pidatonya.Pidato TM Cephi berjudul “Memilih Sesuai Kebutuhan” ini membawa pesan agar kita selalu memilih sesuatu sesuai apa yang menjadi kebutuhan bukan sesuai keinginan. Termasuk juga dalam memilih pasangan. Penilai individunya kali ini adalah Indri Lesmana, ACB, ALB.

Sesi selanjutnya adalah sesi pidato dadakan yang dipandu oleh TM Azka. Pada sesi ini, TM Azka berhasil membuat ramai dan penasaran para pendengar. TM Azka membuat anggota dan tamu yang hadir merasa cemas jika ditunjuk sebagai pembicara pidato dadakan oleh TM Azka. Seperti biasanya, sesi ini selalu membuat setiap pertemuan Jabat semakin hidup! Sesi berikutnya adalah penilaian umum. Disini saatnya TM Ulfa dan timnya memberikan penilaian terkait dengan pertemuan hari ini.

Akhirnya, sesi yang paling ditunggu-tunggu yaitu sesi panggung kehormatan. Pada sesi ini pembicara yang sudah maju ke panggung sebagai pembicara pidato dipersiapkan ataupun pidato dadakan dan juga penilai individu, akan diberikan penghargaan bagi yang terfavorit! Pembicara pidato dipersiapkan terfavorit diraih oleh TM Sasti, pembicara pidato dadakan diraih oleh CTM Anthony, dan untuk penilai individu terfavorit diraih oleh Hariadi Suripto, ACB, ALB. Pada sesi ini juga terdapat seremonial penyematan pin distrik 87 Toastmasters Internasional oleh Area Direktur I3 Hariadi Suripto, ACB, ALB kepada TM Sasti dan TM Cephi yang telah berhasil menyelesaikan proyek buku panduan dasar dan meraih gelar Competent Communicator (CC).

IMG-20161217-WA0033

IMG-20161217-WA0015

Atas (dari kiri) : CTM Lidya, TM Azka, TM Lies, TM Ulfa, Indri Lesmana, ACB, ALB, TM Sasti, CTM Bagus

Bawah (dari kiri): CTM Anthony, CTM Ade Hermawan,Hariadi Suripto, ACB, ALB, TM Fauzan, TM Cephi, TM Sofyan.

Menyambut Libur Akhir Tahun (10 Desember 2016)

Tiga minggu menjelang akhir tahun tentu banyak yang sudah memikirkan akan liburan akhir tahun ke mana termasuk rekan-rekan Jakarta Bahasa Toastmasters (JABAT). Oleh karena itu, Pengarah Acara pada hari itu, TM Wiwie memilih tema “Menyambut Libur Akhir Tahun” dengan kata acuan “Imajinasi” untuk pertemuan Sabtu itu.

Dalam menjalankan tugasnya TM Wiwie dibantu oleh Penilai Umum, TM Paisal dan timnya yang terdiri dari Pemerhati Tata Bahasa, TM Sasti, Pemerhati Bunyi Tanpa Makna, TM Wenny, Pencatat Waktu, TM Wicak, dan Pengumpul Kertas Suara, TM Dedy.

Pertemuan pada hari itu dibagi menjadi 3 sesi yaitu Sesi Pidato yang Dipersiapkan, Sesi Pidato Dadakan, dan Sesi Penilaian Umum. Pembicara pertama Sesi Pidato yang Dipersiapkan adalah TM Lies dengan pidatonya yang berjudul “Pembicara Hebat”. TM Lies menceritakan bahwa sehari-harinya, ia bekerja di bagian ekspor impor. Namun setelah lama bekerja di bidang itu, ia pun mulai merasa bosan dengan pekerjaannya akibat tidak adanya evaluasi maupun tantangan baru. Saat berada dalam kondisi itu, TM Lies mendengar suatu seminar dari pembicara terkenal Indonesia, Tung Desem Waringin yang menginspirasinya untuk terbuka dan terbagi. Ia mengikuti seminar yang bertema “Financial Revolution” itu dari pagi hingga jam 11 malam sampai bersedia untuk menahan diri tidak ke toilet agar tidak ketinggalan satu bagianpun. Sejak itu, TM Lies pun berjuang untuk mengikuti langkah Tung Desem Waringin untuk menjadi pembicara hebat dengan membaca buku, menghadiri seminar, dan bergabung dengan organisasi Toastmasters. TM Lies menutup pidatonya dengan mengatakan bahwa ketrampilan bukan hanya untuk profesi tertentu saja namun setiap orang dapat belajar selama ada kemauan.

Pembicara berikutnya adalah TM Iron dengan pidatonya “Jadi Karyawan Bisa Kaya”. Banyak orang menganggap bahwa hanya pengusaha saja yang bisa kaya padahal karyawan juga bisa kaya. Hal itu tergantung pada pengaturan pengeluaran bukan hanya dari besarnya penghasilan saja. TM Iron membagikan tips dari berbagai sumber yang dapat membantu karyawan menjadi kaya. Yang pertama adalah memaksimalkan pendapatan. Pendapatan kita hendaknya dibagi menjadi 10% amal, 20% menabung/investasi, 30% pengeluaran/cicilan, dan 40% biaya hidup. Fokuslah di depan untuk menambah asset yang menghasilkan dan kekayaan. Tips kedua adalan perbanyaklah harta produktif bukan harta konsumtif. Harga produktif adalah harta yang dapat menambah penghasilkan kita. Misalnya komputer jika digunakan untuk bermain saja maka itu menjadi harta konsumtif namun apabila digunakan untuk bisnis online maka itu menjadi harta produktif.

IMG-20161210-WA0014Pembicara terakhir pada sesi pertama adalah TM Cynthis dengan judul pidatonya “Dataran Pembelajaran”. TM Cynthis mengatakan bahwa banyak sekali orang kesulitan untuk menguasai suatu keahlian hingga tahap professional. Menurut TM Cynthis, hal ini dikarenakan pola pembelajaran seseorang seperti kurva di mana ketika kita baru mulai belajar sebuah keahlian maka awalnya kita akan bersusah payah, kemudian terjadilah akselerasi progres hingga sampailah keahlian kita di tahap mumpuni atau dataran pembelajaran. Mulai dari tahap ini, progres akan kembali melambat dan segala sesuatu mulai dikerjakan secara autopilot. Kunci untuk melepaskan diri dari tahapan ini adalah dengan latihan yang disengaja di tahap yang di luar kemampuan kita saat ini. TM Cynthis menceritakan bagaimana ia juga pernah terjebak di dataran ini saat belajar bahasa Inggris. Ia kemudian melakukan latihan yang disengaja karena ia ingin sekali membaca buku Harry Potter bahasa Inggris yaitu dengan mencatat dan mengulang kembali kata-kata bahasa Inggris yang tidak diketahuinya.

Setelah Sesi Pidato yang Dipersiapkan, pertemuan dilanjutkan ke Sesi Pidato Dadakan dimana setiap pembicara harus menjawab pertanyaan yang baru mereka dengar sebelumnya. Sesi ini bertujuan untuk melatih kemampuan berpikir dan menyampaikan pendapat dengan efektif. Pemandu Sesi Pidato Dadakan hari itu adalah TM Lambang. TM Sasti, TM Paisal, TM Dedy, TM Wenny, Calon TM Lydia, dan Poppy harus berusaha menjelaskan mengenai berbagai objek wisata yang ada di Jakarta seperti Kota Tua, Ancol, Kebun Binatang Ragunan, Pasar Ikan, Monas, dan Pelabuhan Sunda Kelapa. Sesi Pidato Dadakan ini berlangsung menarik dan menghibur.

Selanjutnya acara diteruskan ke sesi terakhir yaitu Sesi Penilaian Umum. Dalam sesi ini, para penilai individu akan menyampaikan poin-poin positif dan masukan untuk setiap pembicara Sesi Pidato yang Dipersiapkan. TM Teguh akan menilai TM Lies, DTM Harlina akan memberi masukan untuk TM Iron, serta ACB, ALB Iin akan menilai TM Cynthis. Selesai mendengar penilaian dari para penilai individu, Penilai Umum, TM Paisal dan timnya menyampaikan laporan mereka masing-masing.

IMG-20161210-WA0011Akhirnya acara sampai di bagian yang ditunggu-tunggu yaitu Panggung Kehormatan. Di pertemuan hari itu TM Cynthis dan TM Paisal menjadi pembicara favorit untuk Sesi Pidato yang Dipersiapkan dan Sesi Pidato Dadakan sedangkan TM Teguh menjadi penilai individu terfavorit. Selamat untuk semua pemenang.

Terima kasih juga kepada seluruh pemegang peran yang bertugas, para pembicara, dan penilai individu. Tanpa jerih payah semua, maka acara tidak akan berlangsung lancar dan menyenangkan. Sampai jumpa di pertemuan JABAT berikutnya.

IMG-20161210-WA0012

Melihat ke Belakang (3 Desember 2016)

Tidak terasa akhir tahun 2016 sudah tinggal 1 bulan lagi. Saat yang tepat untuk melihat ke belakang, melihat progres di tahun 2016. Apa yang sudah dicapai dan apa yang masih diupayakan? Untuk itu, Jakarta Bahasa Toastmasters (JABAT) mengadakan pertemuan dengan tema “Melihat ke Belakang” dengan kata acuan “Progres

Pengarah Acara, TM Cynthis kemudian memperkenalkan Penilai Umum pada hari itu yaitu TM Iron yang lalu memperkenalkan timnya yaitu Pemerhati Tata Bahasa, TM Martie; Pemerhati Bunyi Tanpa Bahasa, TM Sofyan; Pencatat Waktu, TM Lambang; dan Pengumpul Kertas Suara, TM Masyitha.

Pertemuan dibagi menjadi 3 Sesi yaitu Sesi Pidato yang Dipersiapkan, Sesi Pidato Dadakan, dan Sesi Penilaian Umum. Di Sesi Pidato yang Dipersiapkan, para pembicara akan membawakan pidato yang telah dipersiapkan sebelumnya sedangkan di Sesi Pidato Dadakan, para pembicara harus menjawab pertanyaan yang baru mereka dengar sebelumnya. Sementara di Sesi Penilaian Umum, para penilai individu akan memberikan masukan bagi para pembicara Sesi Pidato yang Dipersiapkan.

Pembicara pertama Sesi Pidato yang Dipersiapkan adalah TM Charles yang membawakan pidato yang berjudul “Selalu Bersyukur“. Dalam pidatonya, TM Charles menceritakan tentang dirinya yang berasal dari keluarga sederhana di kota Palembang. Sewaktu kecil, TM Charles selalu iri melihat teman-temannya yang bisa keluar kota seperti Bandung dan Yogyakarta namun akhirnya ia juga dapat ke Bandung setelah memberanikan diri untuk mengikuti ujian masuk perguruan tinggi negeri dan diterima di Institute Teknologi Bandung (ITB) jurusan Teknik Elektro. Selesai kuliah, ia mendapatkan beasiswa S2 ke Jepang. Saat pertama kali menginjakkan kaki ke Jepang, TM Charles mengatakan ia sangat terpesona dengan keindahan dan modernnya negara Jepang. TM Charles juga banyak menghabiskan waktu untuk berkeliling Jepang mengunjungi Shizuku, Akihabara, dan berbagai tempat lainnya di tengah-tengah kesibukan kuliahnya. Setelah bekerja 2 tahun di Jepang, TM Charles kembali ke Indonesia, untuk mengabdikan diri bagi tanah air dan saat ini ia bekerja di sebuah perusahaan yang sering mengirimnya ke luar negeri.

Pembicara selanjutnya adalah ACB, ALB Iin yang membawakan Buku Panduan Lanjutan Interpretasi Cerita. Cerita yang dipilih ACB, ALB Iin adalah cerita pendek yang sama judulnya dengan judul pidatonya “Arsenikum“. Dalam pidato ini, ACB, ALB Iin menceritakan mengenai seorang pemuda yang memiliki seorang nyonya yang telah didiagnosa dokter hanya dapat hidup 6 bulan lagi. Mendengar kabar tersebut, timbullah sifat tamak si pemuda yang juga merupakan salah satu ahli waris dari sang nyonya. Menurutnya waktu 6 bulan itu terlalu lama. Untuk mempercepat kematian sang nyonya, si pemuda membeli arsenikum dan menaburkannya secara sedikit demi sedikit dalam makanan sang nyonya. Bulan berganti bulan, sang nyonya bukannya meninggal melainkan semakin sehat hingga dokter akhirnya menyatakan ia sembuh total. Beberapa hari berselang, sang nyonya pergi sendiri seharian ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan. Sekembalinya ke rumah, sang nyonya memanggil si pemuda dan memberitahunya bahwa dia telah dicoret sebagai ahli waris dan polisi akan datang menangkap si pemuda. Dalam pemeriksaan rumah sakit, dokter ternyata menemukan bahwa ada zat arsenikum dalam jumlah besar di tubuh sang nyonya yang langsung menyadari niat buruk si pemuda.

Sesi Pidato yang Dipersiapkan kemudian diteruskan ke pembicara ketiga, TM Azka dengan judul pidatonya “Zona Nyaman“. “Kehidupan dimulai saat anda keluar dari zona nyaman” itulah kutipan pembuka dari TM Azka. TM Azka menceritakan bagaimana ia menyadari hal itu setelah disuruh mengikuti wajib militer selama 2 minggu sebagai bagian pelatihannya di perusahaan listrik negara, tempatnya bekerja. Awalnya TM Azka bingung dengan tujuan dari kegiatan tsb. Apalagi menurut dirinya, ada sebagian instruksi yang aneh dari komandannya misalnya dia diminta untuk menyayangi senjata kayu yang harus dibawa ke mana-mana karena itu akan menyelamatkan hidupnya. Selain itu, TM Azka juga diminta berguling-guling dan melakukan berbagai aktivitas fisik di atas aspal panas. Pada akhir wajib militernya, TM Azka baru menyadari bahwa tujuan dari kegiatan itu adalah untuk melihat reaksinya saat keluar dari zona nyaman. Sebagai penutup, TM Azka memberikan sebuah cerita mengenai seekor ikan dalam toples yang berada di atas sebuah danau. Jika ikan tsb tidak melompat dari toples tsb, maka ia tidak akan tahu betapa luas dan bebasnya kehidupan di danau.

Pembicara berikutnya, TM Teguh membawakan pidato dengan judul “Candu Sekolah“. Pidato ini terinspirasi dari buku yang berjudul “Sekolah itu Candu” yang berisi kritikan atas sistem pendidikan di Indonesia yang bobrok. Buku tsb dibacanya 15 tahun yang lalu saat gundah gulana menentukan tujuan pendidikan berikutnya. Saat itu, guru pembimbing TM Teguh menyarankan jurusan agrobisnis dan psikologi karena nilai biologi dan kemampuan mengamati prilaku TM Teguh yang dinilai bagus oleh sang guru. Ternyata kedua jurusan itu mendapat tentangan dari ayahnya. Akhirnya, TM Teguh memilih Teknik Informatika sebagai jurusannya. TM Teguh mengingatkan bahwa kita sebaiknya tidak memilih perguruan tinggi untuk alasan yang bobrok seperti supaya terlihat bagus di undangan pernikahan atau supaya mendapatkan pasangan yang setara. TM Teguh juga berbagi informasi mengenai beberapa negara dengan sistem pendidikan terbaik yaitu Finlandia, Swiss, dan Belgia.

Pembicara terakhir Sesi ini adalah ACB, ALB Indri yang membawakan materi Kepemimpinan dengan Performa Tinggi dengan tujuan membagi visi. Sebagai judul pidatonya, ACB, ALB Indri memilih berbagi mengenai acara yang diketuainya yang akan diselenggarakan tanggal 4 Februari 2017 yaitu “Toastmaster Summit 2017“. Visi acara tersebut adalah mengedukasi masyarakat supaya lebih paham mengenai Toastmaster dan kepemimpinan. ACB, ALB Indri mengajak para anggota JABAT untuk bergabung sebagai panitia dan anggota. Susunan acaranya meliputi demo pertemuan dalam 4 bahasa, tes kepribadian MBTI, dan belajar kepemimpinan menggunakan alat musik angklung. Selain itu, ACB, ALB Indri juga menjelaskan manfaat dari menjadi panitia acara tersebut yaitu belajar kepemimpinan, memperoleh sertifikat dan menemukan pasangan.

Pertemuan kemudian diteruskan ke Sesi Pidato Dadakan. Pemandu Sesi Pidato Dadakan pada hari itu membagi pertanyaan dalam kategori waktu yaitu SD, SMP, SMA, Kuliah, Bekerja, Tahun lalu, dan Tahun ini. Para pembicara Sesi Pidato Dadakan yaitu TM Lambang, TM Lies, TM Fauzan, TM Sofyan, dan TM Iin diminta untuk menjawab pertanyaan dari masing-masing kategori.

Setelah itu, pertemuan masuk ke Sesi Penilaian Umum. Di sesi ini, TM Sasti memberikan masukan bagi TM Charles dan TM Teguh, ACB, ALB Hariadi menilai ACB, ALB Indri dan ACB, ALB Iin serta TM Fauzan mengevaluasi TM Azka. Sehabis masukan dari para penilai individu, Penilai Umum, TM Iron dan tim pun memberikan laporannya.

img-20161203-wa0026Akhirnya acara tiba di bagian yang ditunggu-tunggu yaitu Panggung Kehormatan di mana para pembicara terfavorit akan diumumkan. Pada hari itu TM Teguh keluar sebagai pembicara Sesi Pidato yang Dipersiapkan Terfavorit, TM Fauzan sebagai pembicara Sesi Pidato Dadakan terfavorit dan TM Sasti sebagai Penilai Individu Terfavorit.

Demikianlah pertemuan pada hari itu. Terima kasih untuk para pembicara, penilai individu, dan para pemegang peran yang telah menjalankan tugasnya masing-masing dengan baik. Berkat semuanya, pertemuan dapat berlangsung lancar dan menyenangkan.

img-20161203-wa0021

Dari Atas: TM Martie, TM Iron (Penilai Umum), TM Azka, TM Masyitha, TM Charles, TM Cynthis (Pengarah Acara), ACB, ALB Indri, ACB, ALB Iin, TM Lies, ACB, ALB Hariadi

Dari Bawah: TM Sofyan, TM Lambang, TM Teguh, TM Raja, TM Sasti