MEMBAGI WAKTU (20 MEI 2017)

Pertemuan kali ini kembali diadakan di Menara Kuningan Jakarta. Walaupun hari Sabtu selalu identik dengan bermalas-malasan, tetapi anggota dan tamu yang hadir hari ini menunjukkan semangatnya untuk terus belajar dan mengasah kemampuan berkomunikasi dan kepemimpinan.

Hari ini, 20 Mei 2017pertemuan diarahkan oleh TM Bagus selaku pengarah acara. Tugasnya kali ini akan dibantu oleh TM Hanni sebagai penilai umum dengan tim TM Wenny (pemerhati tata bahasa), TM Wicak (penghitung bunyi tanpa makna), TM Neli (pencatat waktu), dan TM Ulfa (penghitung kertas suara). Pertemuan kali ini mengangkat tema “Membagi Waktu” dengan kata acuan “Komitmen”.

Sesi dalam pertemuan ini dibagi menjadi empat sesi. Sesi tersebut adalah sesi pidato yang dipersiapkan, sesi pidato dadakan, sesi penilaian umum dan sesi panggung kehormatan. Pada sesi pertama yaitu sesi pidato yang dipersiapkan Jabat memiliki empat pembicara.

Pembicara pertama adalah TM Vania. Pidatonya kali ini diambil dari proyek buku panduan dasar ke-4 “Ucapkan dengan Benar”. Dokter yang memiliki ciri khas pidato dengan istilah medis ini, pada pertemuan kali ini membawakan pidato dengan judul “Narsisme Membunuhmu”. Pidato ini menarik karena mengungkap fakta bahwa seseorang yang terbiasa berlaku narsis memiliki kecenderungan terkena sindrom gangguan kepribadian. Pidatonya ini mengajak agar kita semua yang mendengarkan untuk mengurangi narsisme tersebut dengan menyadari bahwa di atas langit masih ada langit. Di atas diri kita masih banyak hal baik dari orang lain. TM Vania dinilai oleh penilai individu, TM Sasti.

Pembicara kedua adalah TM Teguh. Hari ini adalah hari yang menggembirakan bagi TM Teguh, karena tepat di pertemuan ini, TM Teguh akan menyelesaikan proyek buku panduan dasar ke-10 “Menghilhami Pendengar”. Kali ini TM Teguh sangat kreatif. Mengangkat tema “Pengubah suasana hati, TM Teguh bercerita mengenai musik yang mampu merubah suasana hatinya. Ia juga membuka fakta bahwa “kebanyakan dari manusia cenderung mendengarkan genre music yang sama dengan suasana hati pada saat mereka mendengarkan. Semisal: pada saat sedih mendengarkan musik sedih.”. Padahal, hal ini sangat tidak baik karena justru akan memperburuk suasana hati. TM Teguh dalam pidatonya ini mengajak pendengarnya untuk mulai mendengarkan music yang bersemangat ketika memiliki suasana hati yang buruk atau sedih. TM Teguh dinilai oleh penilai individu, TM Indri.

Pembicara ketiga adalah TM Bima. Kali ini TM Bima membawakan pidato dari proyek buku panduan dasar ke-4 “Ucapakan dengan Benar”. Judul pidatonya adalah “Bertindak dengan Cepat”. Dalam pidatonya kali ini TM Bima menceritakan kisahnya pada saat mengadakan pertemuan luar ruangan Jabat di Ragunan. Ia bercerita bahwa perlu persiapan yang matang dan kesigapan dalam menentukan pilihan juga keputusan pada saat melaksanakan kegiatan. Pesan yang disampaikan TM Bima pada pidato kali ini adalah agar pendengarnya mampu mengambil keputusan tegas pada saat genting. TM Bima dinilai oleh penilai individu, TM Cephi.

Pembicara ke empat adalah TM Iin. TM Iin kali ini membawakan proyek dari buku panduan lanjutan dengan judul ”The Roast”. Pidatonya kali ini berjudul “DTM”. Hal yang menarik dari pidato ini adalah ternyata maksud dari pidato ini adalah TM Iin harus mampu membayangkan dirinya sedang dalam acara besar dan memberisambutan selama 3 menit maksimal dengan mengejek atau menjahili salah satu orang di dalam acara tersebut. Pada proyek kali ini TM Iin berhasil menunjukkan bahwa sambutan dengan gaya lucu mengejek salah satu tamu undangan sangat efektif untuk menarik minat pendengar di ruangan tersebut. TM Iin dinilai oleh penilai individu, TM Harlina.

Sesi kedua adalah sesi pidato dadakan. Sesi ini dipimpin oleh TM Lies. Ia memberikan pertanyaan yang sangat menantang. Tujuan dari sesi ini adalah melatih siapa saja untuk siap jika ditanya mendadak mengenai pendapat di depan umum oleh siapa saja.
Sesi ketiga adalah sesi penilaian umum yang dipandu TM Hanni. Sesi ini berisikan penilaian secara umum dari pertemuan dan juga sesi penilaian individu kepada pembicara pidato dipersiapkan oleh penilai individu masing-masing.

Sesi keempat adalah sesi panggung kehormatan. Pada sesi ini, TM Ulfa membacakan siapa saja pembicara (pidato dipersiapkan, pidato dadakan dan penilai individu) terbaik menurut hasil pungut suara anggota dan tamu yang hadir.

Foto 1.jpg

Foto pada sesi panggung kehormatan (TM Teguh untuk sesi pidato dipersiapkan; TM Neli untuk sesi pidato dadakan; TM Sasti dan TM Cephi untuk penilai individu)

Foto 2.jpg

Foto kebersamaan seusai pertemuan
Bagi teman-teman yang ingin merasakan langsung keseruan pertemuan Jakarta Bahasa Toastmasters silahkan mengikuti informasi terbaru kami melalui situs ini atau di https://jakartabahasa.toastmastersclubs.org. Anda juga bisa mendaftarkan nomer ponsel anda kepada humas kami Teguh (0813-8083-2982). Sampai jumpa di pertemuan berikutnya!

(Tim pelaksana pertemuan: TM Bagus (PA), TM Hanni (PU), TM Lies (Pemandu Pidato Dadakan), TM Wenny (pemerhati tata bahasa), TM Wicak (penghitung bunyi tanpa makna), TM Neli (pencatat waktu), TM Ulfa (penghitung kertas suara), TM Sasti, TM Cephi, TM Harlina dan TM Indri (Penilai Individu)).

 

Advertisements

Posted on June 21, 2017, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: