AMBIL PERANMU (29 APR 2017)

Pertemuan Jabat 29 April 2017 Bertempat di Menara Kuningan Jakarta, pertemuan Jakarta Bahasa Toastmasters berlangsung dengan sangat kondusif. Pertemuan kali ini mengambil tema “Ambil Peranmu” dengan kata acuan “Kontribusi”. Tema ini dipilih dengan harapan bahwa anggota Jabat mampu mengambil peran untuk berkontribusi di setiap aspek kehidupannya.

Pertemuan kali ini dibagi menjadi 4 sesi,yaitu: sesi pidato dipersiapkan, sesi pidato dadakan, sesi penilaian umum dan sesi pendidikan. Sesi pertama, yaitu sesi pidato dipersiapkan diisi oleh 4 pembicara. Sebelumnya, pidato yang mereka akan bawakan sudah dipersiapkan dari rumah dengan bimbingan para mentor Toastmasters.

Pembicara pertama, Donny Adiguna. Donny menyampaikan pidato dari proyek pidato ke-2 yaitu menulis naskah pidato. Proyek ini mengharuskan Donny untuk menyusun naskah pidato mulai dari pembukaan,isi dan penutupdengan apik. Pada pidatonya kali ini, Donny mengangkat tema kepemimpinan. Dimanapun kita bekerja harus siap untuk memimpin. Pembicara kedua, Antonius Panji. Pada pertemuan ini, Panji memulai langkah pertamanya sebagai Toastmasters dengan berpidato proyek ke-1 dari Buku Panduan Dasar Toastmasters (BPD). Tujuan dari pidato ini adalah memecah kekakuan, dimana Panji diharuskan untuk memperkenalkan dirinya dalam bentuk pidato yang menyenangkan. Panji bercerita mengenai dirinya yang dulu sangat takut jika diminta untuk menjadi marketing. Keterbatasan kemampuan dalam seni berbicara di depan umum mengkhawatirkan dirinya. Panji kemudian menutup pidatonya dengan kata mutiara yang sangat indah, “Satu-satunya cara untuk melawan ketakutanmu adalah dengan melakukannya.”.

Pembicara ketiga, Maharani Siti Sophia. Rani dalam pidato BPD ke-2 nya kali ini mengangkat tema “Kalau Jodoh Tak Akan Lari Kemana”. Pendengar pertama kali terkecoh oleh judulnya. Ternyata dalam pidatonya Rani ingin menceritakan mengenai Negara impian yang bisa dikunjungi oleh siapa saja asalkan ia percaya bisa kesana. Pembicara keempaat, Vania Utami Putri. Vania dalam pidatonya kali ini mengambil tema “Jatuh Hati”. Proyek pidato ke-3 yaitu “Langsung Ke Inti Masalah” mengharuskan Vania untuk mampu mengatur pidato ke dalam poin-poin yang mudah diingat pendengar. Pada pidatonya kali ini Vania bercerita mengenai kegemarannya dalam meminum kopi. Kopi telah berhasil membuatnya jatuh hati.

Sesi berikutnya adalah sesi pidato dadakan. Sesi ini bertujuan untuk melatih kemampuan seseorang dalam menghadapi pertanyaan atau situasi yang sifatnya “dadakan”. Seperti: diminta memberikan masukan kepada atasan. Pada sesi ini terpilih satu pembicara favorit yaitu TM Bagus. Sesi ketiga adalah sesi penilaian umum. Sesi ini terdiri dari penilaian oleh penilai individu terhadap pidato pembicara yang dipersiapkan. Pemenang penilai individu terfavorit kali ini adalah TM Cephi dan TM Hariadi.

Sesi berikutnya adalah sesi pendidikan yang diberikan oleh TM Sasti. Pada sesi kali ini, TM Sasti memberikan sesi mengenai “Mengambil Peran Sebagai Pengurus Klub.”. Pada sesi ini, TM Sasti menjelaskan detail mengenai tugas masing-masing pengurus. Pada akhir sesi ia mengajak anggota Jabat untuk mencalonkan diri sebagai pengurus pada periode mendatang. Demikianlah pertemuan hari ini. Pertemuan yang berlangsung sejak pukul 10.00-12.-00 ini berjalan lancar dan kondusif. Ditunggu kehadirannya di pertemuan berikutnya!

IMG-20170429-WA0010.jpg

Advertisements

Posted on June 10, 2017, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: