MEMILIH YANG PANTAS (4 MARET 2017)

Memilih kadang membuat kita kebingungan. Memilih mana yang pantas dan tidak pantas juga membutuhkan waktu yang cukup panjang. Begitulah alasan yang disampaikan Pengarah Acara pertemuan hari ini TM Anthony diawal menjelaskan tema “Memilih yang Pantas” dengan kata acuan “Selaras”.

Sesi kali ini terdiri dari empat sesi utama. Pertama yaitu sesi pidato dipersiapkan, sesi pidato dadakan, sesi penilaian umum dan sesi panggung kehormatan. Pada pertemuan kali ini tentunya TM Anthony tidak bisa bekerja sendiri. Ia dibantu oleh Penilai Umum, TM Nila. Tim penilai umum kali ini antara lain TM Paisal (Pemerhati tata bahasa), TM Wahyu (Penghitung bunyi tanpa makna), TM Rani (Pencatat waktu), dan TM Agus (Pengumpul kertas suara).

Pembicara pertama dalam sesi pidato dipersiapkan adalah TM Lies yang dinilai oleh TM Teguh. Pidato yang dibawakan berjudul “Mengobati Rindu”. Pidatonya kali ini adalah proyek pidato ke-3 nya dari buku panduan dasar komunikator handal. Pada pidatonya ia bercerita mengenak kerinduannya yang sangat dalam. Rindunya sulit diobati, hanya ada satu cara yang bisa dilakukan untuk mengobatinya adalah “ketemuan”. Ternyata rindu yang dimakud adalah rindu untuk menuntut ilmu. Sehingga dalam pidatonya TM Lies menyatakan keinginannya untuk terus belajar, belajar, dan belajar dimanapun kapanpun dan kepada siapapun.

Pembicara kedua adalah TM Iron. Kali ini dalam proyek pidato ke-4, TM Iron membawakan pidato dengan judul “Cinta yang Bertumbuh”. TM Iron bercerita mengenai pengalaman pribadinya mengenai cinta terhadap profesi yang dipilihnya dan berbeda dengan jurusan pada saat ia berkuliah. Ia mengatakan bahwa cinta pada pekerjaannya membuat TM Iron bersemangat terus untuk bekerja. Penilai individu TM Iron adalah TM Cynthis.

Pembicara terakhir dalam sesi pidato dipersiapkan adalah TM Raja. Setelah lama tidak muncul, TM Raja akhirnya melanjutka proyek pidato ke-7 nya yang berjudul “Ada Apa dengan Radio?”. TM Raja menceritakan mengenai kondisi radio masa kini yang sudah tergerus oleh kehadiran Televisi dan Internet. Tetapi, melalui pidatonya ini TM Iron menyampaikan fakta menarik dari Nielsen bahwa pendengar radio memiliki kehidupan yang jauh lebih bahagia daripada penonton Televisi ataupun pengguna internet.

Sesi berikutnya adalah sesi pidato dadakan yang dipandu oleh TM Vania. Pertanyaan yang cukup sulit membuat banyak anggota dan tamu menjadi gugup. Hal ini sesuai dengan tujuan pidato dadakan yaitu melatih seseorang untuk mampu menjawab dengan tepat dan cepat terhadap pertanyaan yang secara mendadak diberikan.

Sesi berikutnya adalah sesi penilaian umum. Pada sesi ini penilai umum melakukan penilaian secara keseluruhan terhadap pertemuan yang berjalan tepat waktu. Tak lupa juga pada sesi ini akan diberikan penilaian individu dari para pembicara pidato dipersiapkan dan laporan dari tim penilai umum terkait pertemuan.

IMG-20170304-WA0033Tiba saatnya disesi terakhir, yaitu sesi panggung kehormatan. Sesi yang dipimpin oleh TM Agus ini merupakan sesi untuk mengapresiasi pembicara terbaik ditiap pertemuan. Pemenang pada sesi ini adalah TM Iron sebagai pembicara pidato dipersiapkan terbaik, TM Rahmat dan TM Sindy sebagai pembicara pidato dadakan terbaik serta TM Cynthis, TM Sasti dan TM Teguh sebagai penilai individu terbaik.

Pada pertemuan kali ini, seluruh anggota Jabat juga mengucapkan selamat ulang tahun untuk TM Cynthis. Semoga selalu sehat dan berbahagia.

IMG-20170304-WA0038
IMG-20170304-WA0036
Advertisements

Posted on June 9, 2017, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: