Monthly Archives: March 2017

Menyongsong Tahun Baru (17 Desember 2016)

Akhir tahun selalu menjadi momen yang tepat untuk mengevaluasi prestasi tahun ini dan menyiapkan target tahun depan. Pada pertemuan JABAT hari ini, tema yang diangkat adalah “Menyongsong Tahun Baru” dengan kata acuan ”Target”. Pertemuan kali ini dipimpin oleh pengarah acara TM Fauzan yang sangat bersemangat memandu acara. TM Fauzan dibantu oleh seorang penilai umum yaitu TM Ulfa. Penilai umum tentu tidak bekerja sendirian. Kali ini TM Ulfa dibantu oleh timnya. Antara lain TM Azka sebagai pemandu pidato dadakan, TM Martie sebagai pemerhati tata bahasa,TM Lies sebagai penghitung bunyi tanpa makna, CTM Bagus yang berperan sebagai pencatat waktu dan CTM Lidya sebagai pengumpul kertas suara.

Acara pada pertemuan kali ini dibagi kedalam empat sesi, yaitu sesi pidato dipersiapkan, sesi pidato dadaka, penilaian umum dan panggung kehormatan. Pembicara pertama dalam sesi pertama adalah TM Sofyan yang mengangkat judul pidato “Semangat Hidup”. Pidatonya kali ini merupakan pidato dari proyek pidato dasar kedua “Menyusun naskah pidato”.

Pembicara pidato kedua adalah TM Sasti. Pidatonya kali ini adalah pidato ke-10 dari proyek pidato buku panduan dasar. Pidatonya kali ini mengangkat judul “Kita Bersaudara”. Menggunakan kesan teatrikal, TM Sasti menyampaikan pidatonya dengan banyak menggunakan cerita pribadi dan keadaan sekarang terkait perpecahan di Indonesia. TM Sasti melalui pidatonya kali ini menyoroti mengenai perpecahan yang mengakibatkan bangsa Indonesia lupa bahwa “kita bersaudara”. Pidatonya juga mengajak pendengar untuk mengingat kembali alasan untuk tetap menjadi “Bhineka Tunggal Ika”. Penilai individu TM Sasti adalah Hariadi Suripto, ACB, ALB.

Pembicara terakhir dalam sesi pidato dipersiapkan adalah TM Cephi. Sama seperti TM Sasti, TM Cephi hari ini pun membawakan pidato ke-10 dari buku panduan dasar. Pidatonya kali ini seperti biasa dibawakan dengan santai dan penuh humor. TM Cephi menggunakan alat bantu seperti baju dan jaket berwarna merah untuk menambah kesan kepada pendengar pidatonya.Pidato TM Cephi berjudul “Memilih Sesuai Kebutuhan” ini membawa pesan agar kita selalu memilih sesuatu sesuai apa yang menjadi kebutuhan bukan sesuai keinginan. Termasuk juga dalam memilih pasangan. Penilai individunya kali ini adalah Indri Lesmana, ACB, ALB.

Sesi selanjutnya adalah sesi pidato dadakan yang dipandu oleh TM Azka. Pada sesi ini, TM Azka berhasil membuat ramai dan penasaran para pendengar. TM Azka membuat anggota dan tamu yang hadir merasa cemas jika ditunjuk sebagai pembicara pidato dadakan oleh TM Azka. Seperti biasanya, sesi ini selalu membuat setiap pertemuan Jabat semakin hidup! Sesi berikutnya adalah penilaian umum. Disini saatnya TM Ulfa dan timnya memberikan penilaian terkait dengan pertemuan hari ini.

Akhirnya, sesi yang paling ditunggu-tunggu yaitu sesi panggung kehormatan. Pada sesi ini pembicara yang sudah maju ke panggung sebagai pembicara pidato dipersiapkan ataupun pidato dadakan dan juga penilai individu, akan diberikan penghargaan bagi yang terfavorit! Pembicara pidato dipersiapkan terfavorit diraih oleh TM Sasti, pembicara pidato dadakan diraih oleh CTM Anthony, dan untuk penilai individu terfavorit diraih oleh Hariadi Suripto, ACB, ALB. Pada sesi ini juga terdapat seremonial penyematan pin distrik 87 Toastmasters Internasional oleh Area Direktur I3 Hariadi Suripto, ACB, ALB kepada TM Sasti dan TM Cephi yang telah berhasil menyelesaikan proyek buku panduan dasar dan meraih gelar Competent Communicator (CC).

IMG-20161217-WA0033

IMG-20161217-WA0015

Atas (dari kiri) : CTM Lidya, TM Azka, TM Lies, TM Ulfa, Indri Lesmana, ACB, ALB, TM Sasti, CTM Bagus

Bawah (dari kiri): CTM Anthony, CTM Ade Hermawan,Hariadi Suripto, ACB, ALB, TM Fauzan, TM Cephi, TM Sofyan.

Menyambut Libur Akhir Tahun (10 Desember 2016)

Tiga minggu menjelang akhir tahun tentu banyak yang sudah memikirkan akan liburan akhir tahun ke mana termasuk rekan-rekan Jakarta Bahasa Toastmasters (JABAT). Oleh karena itu, Pengarah Acara pada hari itu, TM Wiwie memilih tema “Menyambut Libur Akhir Tahun” dengan kata acuan “Imajinasi” untuk pertemuan Sabtu itu.

Dalam menjalankan tugasnya TM Wiwie dibantu oleh Penilai Umum, TM Paisal dan timnya yang terdiri dari Pemerhati Tata Bahasa, TM Sasti, Pemerhati Bunyi Tanpa Makna, TM Wenny, Pencatat Waktu, TM Wicak, dan Pengumpul Kertas Suara, TM Dedy.

Pertemuan pada hari itu dibagi menjadi 3 sesi yaitu Sesi Pidato yang Dipersiapkan, Sesi Pidato Dadakan, dan Sesi Penilaian Umum. Pembicara pertama Sesi Pidato yang Dipersiapkan adalah TM Lies dengan pidatonya yang berjudul “Pembicara Hebat”. TM Lies menceritakan bahwa sehari-harinya, ia bekerja di bagian ekspor impor. Namun setelah lama bekerja di bidang itu, ia pun mulai merasa bosan dengan pekerjaannya akibat tidak adanya evaluasi maupun tantangan baru. Saat berada dalam kondisi itu, TM Lies mendengar suatu seminar dari pembicara terkenal Indonesia, Tung Desem Waringin yang menginspirasinya untuk terbuka dan terbagi. Ia mengikuti seminar yang bertema “Financial Revolution” itu dari pagi hingga jam 11 malam sampai bersedia untuk menahan diri tidak ke toilet agar tidak ketinggalan satu bagianpun. Sejak itu, TM Lies pun berjuang untuk mengikuti langkah Tung Desem Waringin untuk menjadi pembicara hebat dengan membaca buku, menghadiri seminar, dan bergabung dengan organisasi Toastmasters. TM Lies menutup pidatonya dengan mengatakan bahwa ketrampilan bukan hanya untuk profesi tertentu saja namun setiap orang dapat belajar selama ada kemauan.

Pembicara berikutnya adalah TM Iron dengan pidatonya “Jadi Karyawan Bisa Kaya”. Banyak orang menganggap bahwa hanya pengusaha saja yang bisa kaya padahal karyawan juga bisa kaya. Hal itu tergantung pada pengaturan pengeluaran bukan hanya dari besarnya penghasilan saja. TM Iron membagikan tips dari berbagai sumber yang dapat membantu karyawan menjadi kaya. Yang pertama adalah memaksimalkan pendapatan. Pendapatan kita hendaknya dibagi menjadi 10% amal, 20% menabung/investasi, 30% pengeluaran/cicilan, dan 40% biaya hidup. Fokuslah di depan untuk menambah asset yang menghasilkan dan kekayaan. Tips kedua adalan perbanyaklah harta produktif bukan harta konsumtif. Harga produktif adalah harta yang dapat menambah penghasilkan kita. Misalnya komputer jika digunakan untuk bermain saja maka itu menjadi harta konsumtif namun apabila digunakan untuk bisnis online maka itu menjadi harta produktif.

IMG-20161210-WA0014Pembicara terakhir pada sesi pertama adalah TM Cynthis dengan judul pidatonya “Dataran Pembelajaran”. TM Cynthis mengatakan bahwa banyak sekali orang kesulitan untuk menguasai suatu keahlian hingga tahap professional. Menurut TM Cynthis, hal ini dikarenakan pola pembelajaran seseorang seperti kurva di mana ketika kita baru mulai belajar sebuah keahlian maka awalnya kita akan bersusah payah, kemudian terjadilah akselerasi progres hingga sampailah keahlian kita di tahap mumpuni atau dataran pembelajaran. Mulai dari tahap ini, progres akan kembali melambat dan segala sesuatu mulai dikerjakan secara autopilot. Kunci untuk melepaskan diri dari tahapan ini adalah dengan latihan yang disengaja di tahap yang di luar kemampuan kita saat ini. TM Cynthis menceritakan bagaimana ia juga pernah terjebak di dataran ini saat belajar bahasa Inggris. Ia kemudian melakukan latihan yang disengaja karena ia ingin sekali membaca buku Harry Potter bahasa Inggris yaitu dengan mencatat dan mengulang kembali kata-kata bahasa Inggris yang tidak diketahuinya.

Setelah Sesi Pidato yang Dipersiapkan, pertemuan dilanjutkan ke Sesi Pidato Dadakan dimana setiap pembicara harus menjawab pertanyaan yang baru mereka dengar sebelumnya. Sesi ini bertujuan untuk melatih kemampuan berpikir dan menyampaikan pendapat dengan efektif. Pemandu Sesi Pidato Dadakan hari itu adalah TM Lambang. TM Sasti, TM Paisal, TM Dedy, TM Wenny, Calon TM Lydia, dan Poppy harus berusaha menjelaskan mengenai berbagai objek wisata yang ada di Jakarta seperti Kota Tua, Ancol, Kebun Binatang Ragunan, Pasar Ikan, Monas, dan Pelabuhan Sunda Kelapa. Sesi Pidato Dadakan ini berlangsung menarik dan menghibur.

Selanjutnya acara diteruskan ke sesi terakhir yaitu Sesi Penilaian Umum. Dalam sesi ini, para penilai individu akan menyampaikan poin-poin positif dan masukan untuk setiap pembicara Sesi Pidato yang Dipersiapkan. TM Teguh akan menilai TM Lies, DTM Harlina akan memberi masukan untuk TM Iron, serta ACB, ALB Iin akan menilai TM Cynthis. Selesai mendengar penilaian dari para penilai individu, Penilai Umum, TM Paisal dan timnya menyampaikan laporan mereka masing-masing.

IMG-20161210-WA0011Akhirnya acara sampai di bagian yang ditunggu-tunggu yaitu Panggung Kehormatan. Di pertemuan hari itu TM Cynthis dan TM Paisal menjadi pembicara favorit untuk Sesi Pidato yang Dipersiapkan dan Sesi Pidato Dadakan sedangkan TM Teguh menjadi penilai individu terfavorit. Selamat untuk semua pemenang.

Terima kasih juga kepada seluruh pemegang peran yang bertugas, para pembicara, dan penilai individu. Tanpa jerih payah semua, maka acara tidak akan berlangsung lancar dan menyenangkan. Sampai jumpa di pertemuan JABAT berikutnya.

IMG-20161210-WA0012