Melihat ke Belakang (3 Desember 2016)

Tidak terasa akhir tahun 2016 sudah tinggal 1 bulan lagi. Saat yang tepat untuk melihat ke belakang, melihat progres di tahun 2016. Apa yang sudah dicapai dan apa yang masih diupayakan? Untuk itu, Jakarta Bahasa Toastmasters (JABAT) mengadakan pertemuan dengan tema “Melihat ke Belakang” dengan kata acuan “Progres

Pengarah Acara, TM Cynthis kemudian memperkenalkan Penilai Umum pada hari itu yaitu TM Iron yang lalu memperkenalkan timnya yaitu Pemerhati Tata Bahasa, TM Martie; Pemerhati Bunyi Tanpa Bahasa, TM Sofyan; Pencatat Waktu, TM Lambang; dan Pengumpul Kertas Suara, TM Masyitha.

Pertemuan dibagi menjadi 3 Sesi yaitu Sesi Pidato yang Dipersiapkan, Sesi Pidato Dadakan, dan Sesi Penilaian Umum. Di Sesi Pidato yang Dipersiapkan, para pembicara akan membawakan pidato yang telah dipersiapkan sebelumnya sedangkan di Sesi Pidato Dadakan, para pembicara harus menjawab pertanyaan yang baru mereka dengar sebelumnya. Sementara di Sesi Penilaian Umum, para penilai individu akan memberikan masukan bagi para pembicara Sesi Pidato yang Dipersiapkan.

Pembicara pertama Sesi Pidato yang Dipersiapkan adalah TM Charles yang membawakan pidato yang berjudul “Selalu Bersyukur“. Dalam pidatonya, TM Charles menceritakan tentang dirinya yang berasal dari keluarga sederhana di kota Palembang. Sewaktu kecil, TM Charles selalu iri melihat teman-temannya yang bisa keluar kota seperti Bandung dan Yogyakarta namun akhirnya ia juga dapat ke Bandung setelah memberanikan diri untuk mengikuti ujian masuk perguruan tinggi negeri dan diterima di Institute Teknologi Bandung (ITB) jurusan Teknik Elektro. Selesai kuliah, ia mendapatkan beasiswa S2 ke Jepang. Saat pertama kali menginjakkan kaki ke Jepang, TM Charles mengatakan ia sangat terpesona dengan keindahan dan modernnya negara Jepang. TM Charles juga banyak menghabiskan waktu untuk berkeliling Jepang mengunjungi Shizuku, Akihabara, dan berbagai tempat lainnya di tengah-tengah kesibukan kuliahnya. Setelah bekerja 2 tahun di Jepang, TM Charles kembali ke Indonesia, untuk mengabdikan diri bagi tanah air dan saat ini ia bekerja di sebuah perusahaan yang sering mengirimnya ke luar negeri.

Pembicara selanjutnya adalah ACB, ALB Iin yang membawakan Buku Panduan Lanjutan Interpretasi Cerita. Cerita yang dipilih ACB, ALB Iin adalah cerita pendek yang sama judulnya dengan judul pidatonya “Arsenikum“. Dalam pidato ini, ACB, ALB Iin menceritakan mengenai seorang pemuda yang memiliki seorang nyonya yang telah didiagnosa dokter hanya dapat hidup 6 bulan lagi. Mendengar kabar tersebut, timbullah sifat tamak si pemuda yang juga merupakan salah satu ahli waris dari sang nyonya. Menurutnya waktu 6 bulan itu terlalu lama. Untuk mempercepat kematian sang nyonya, si pemuda membeli arsenikum dan menaburkannya secara sedikit demi sedikit dalam makanan sang nyonya. Bulan berganti bulan, sang nyonya bukannya meninggal melainkan semakin sehat hingga dokter akhirnya menyatakan ia sembuh total. Beberapa hari berselang, sang nyonya pergi sendiri seharian ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan. Sekembalinya ke rumah, sang nyonya memanggil si pemuda dan memberitahunya bahwa dia telah dicoret sebagai ahli waris dan polisi akan datang menangkap si pemuda. Dalam pemeriksaan rumah sakit, dokter ternyata menemukan bahwa ada zat arsenikum dalam jumlah besar di tubuh sang nyonya yang langsung menyadari niat buruk si pemuda.

Sesi Pidato yang Dipersiapkan kemudian diteruskan ke pembicara ketiga, TM Azka dengan judul pidatonya “Zona Nyaman“. “Kehidupan dimulai saat anda keluar dari zona nyaman” itulah kutipan pembuka dari TM Azka. TM Azka menceritakan bagaimana ia menyadari hal itu setelah disuruh mengikuti wajib militer selama 2 minggu sebagai bagian pelatihannya di perusahaan listrik negara, tempatnya bekerja. Awalnya TM Azka bingung dengan tujuan dari kegiatan tsb. Apalagi menurut dirinya, ada sebagian instruksi yang aneh dari komandannya misalnya dia diminta untuk menyayangi senjata kayu yang harus dibawa ke mana-mana karena itu akan menyelamatkan hidupnya. Selain itu, TM Azka juga diminta berguling-guling dan melakukan berbagai aktivitas fisik di atas aspal panas. Pada akhir wajib militernya, TM Azka baru menyadari bahwa tujuan dari kegiatan itu adalah untuk melihat reaksinya saat keluar dari zona nyaman. Sebagai penutup, TM Azka memberikan sebuah cerita mengenai seekor ikan dalam toples yang berada di atas sebuah danau. Jika ikan tsb tidak melompat dari toples tsb, maka ia tidak akan tahu betapa luas dan bebasnya kehidupan di danau.

Pembicara berikutnya, TM Teguh membawakan pidato dengan judul “Candu Sekolah“. Pidato ini terinspirasi dari buku yang berjudul “Sekolah itu Candu” yang berisi kritikan atas sistem pendidikan di Indonesia yang bobrok. Buku tsb dibacanya 15 tahun yang lalu saat gundah gulana menentukan tujuan pendidikan berikutnya. Saat itu, guru pembimbing TM Teguh menyarankan jurusan agrobisnis dan psikologi karena nilai biologi dan kemampuan mengamati prilaku TM Teguh yang dinilai bagus oleh sang guru. Ternyata kedua jurusan itu mendapat tentangan dari ayahnya. Akhirnya, TM Teguh memilih Teknik Informatika sebagai jurusannya. TM Teguh mengingatkan bahwa kita sebaiknya tidak memilih perguruan tinggi untuk alasan yang bobrok seperti supaya terlihat bagus di undangan pernikahan atau supaya mendapatkan pasangan yang setara. TM Teguh juga berbagi informasi mengenai beberapa negara dengan sistem pendidikan terbaik yaitu Finlandia, Swiss, dan Belgia.

Pembicara terakhir Sesi ini adalah ACB, ALB Indri yang membawakan materi Kepemimpinan dengan Performa Tinggi dengan tujuan membagi visi. Sebagai judul pidatonya, ACB, ALB Indri memilih berbagi mengenai acara yang diketuainya yang akan diselenggarakan tanggal 4 Februari 2017 yaitu “Toastmaster Summit 2017“. Visi acara tersebut adalah mengedukasi masyarakat supaya lebih paham mengenai Toastmaster dan kepemimpinan. ACB, ALB Indri mengajak para anggota JABAT untuk bergabung sebagai panitia dan anggota. Susunan acaranya meliputi demo pertemuan dalam 4 bahasa, tes kepribadian MBTI, dan belajar kepemimpinan menggunakan alat musik angklung. Selain itu, ACB, ALB Indri juga menjelaskan manfaat dari menjadi panitia acara tersebut yaitu belajar kepemimpinan, memperoleh sertifikat dan menemukan pasangan.

Pertemuan kemudian diteruskan ke Sesi Pidato Dadakan. Pemandu Sesi Pidato Dadakan pada hari itu membagi pertanyaan dalam kategori waktu yaitu SD, SMP, SMA, Kuliah, Bekerja, Tahun lalu, dan Tahun ini. Para pembicara Sesi Pidato Dadakan yaitu TM Lambang, TM Lies, TM Fauzan, TM Sofyan, dan TM Iin diminta untuk menjawab pertanyaan dari masing-masing kategori.

Setelah itu, pertemuan masuk ke Sesi Penilaian Umum. Di sesi ini, TM Sasti memberikan masukan bagi TM Charles dan TM Teguh, ACB, ALB Hariadi menilai ACB, ALB Indri dan ACB, ALB Iin serta TM Fauzan mengevaluasi TM Azka. Sehabis masukan dari para penilai individu, Penilai Umum, TM Iron dan tim pun memberikan laporannya.

img-20161203-wa0026Akhirnya acara tiba di bagian yang ditunggu-tunggu yaitu Panggung Kehormatan di mana para pembicara terfavorit akan diumumkan. Pada hari itu TM Teguh keluar sebagai pembicara Sesi Pidato yang Dipersiapkan Terfavorit, TM Fauzan sebagai pembicara Sesi Pidato Dadakan terfavorit dan TM Sasti sebagai Penilai Individu Terfavorit.

Demikianlah pertemuan pada hari itu. Terima kasih untuk para pembicara, penilai individu, dan para pemegang peran yang telah menjalankan tugasnya masing-masing dengan baik. Berkat semuanya, pertemuan dapat berlangsung lancar dan menyenangkan.

img-20161203-wa0021

Dari Atas: TM Martie, TM Iron (Penilai Umum), TM Azka, TM Masyitha, TM Charles, TM Cynthis (Pengarah Acara), ACB, ALB Indri, ACB, ALB Iin, TM Lies, ACB, ALB Hariadi

Dari Bawah: TM Sofyan, TM Lambang, TM Teguh, TM Raja, TM Sasti

Advertisements

Posted on December 9, 2016, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. Salut dengan Charles, banyak kita mendengar bahwa mahasiswa Indonesia yang belajar di luar negeri enggan kembai ke Tanah Air mengabdikan diri untuk bangsa ini

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: