Hari Guru Nasional (26 November 2016)

Merayakan Hari Guru yang jatuh pada tgl 25 Nov 2016, Jakarta Bahasa Toastmasters (JABAT) mengadakan pertemuan dengan tema “Hari Guru Nasional” dengan kata acuan “Teladan”. Pertemuan dibawakan oleh ACB, ALB Hariadi dibantu oleh Penilai Umum, TM Wiwie yang merangkap sebagai Pemerhati Bunyi Tanpa Makna beserta timnya yang lain yaitu Pemerhati Tata Bahasa, TM Cephi, Pencatat Waktu, TM Azka, dan Pengumpul Kertas Suara, TM Charles. Acara dibagi menjadi 4 sesi yaitu Sesi Pidato yang Dipersiapkan, Sesi Pidato Dadakan, Sesi Pendidikan, dan Sesi Penilaian Umum. Sesi pertama Sesi Pidato yang Dipersiapkan meminta setiap pembicara untuk menyampaikan pidato yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Pembicara pertama sesi ini adalah TM Cynthis yang membawakan pidato yang berjudul “Perspektif”. Melalui 2 pengalaman pribadinya, TM Cynthis menggambarkan bagaimana dengan mengambil perspektif atau cara pandang yang berbeda, telah memberikan hasil yang beda. Pada pengalaman buruk pertamanya, TM Cynthis melihat perceraian orangtuanya sebagai sebuah masalah, sedangkan ketika terjadi hal buruk di pekerjaan, TM Cynthis mengganggapnya sebagai tantangan. Akibatnya, dalam kasus perceraian orangtuanya, hal buruk itu terus berlangsung. Sebaliknya dalam hal pekerjaan, TM Cynthis terus berusaha mengembangkan dirinya sehingga hal buruk itu hilang dengan sendirinya. Sebagai penutup pidatonya, TM Cynthis mengambil kutipan dari penulis Wayne Dyer yaitu “Ubahlah cara pandang anda, maka apa yang anda lihat akan berubah”

Pembicara selanjutnya TM Raja tampil menghibur saat membawakan pidato yang berjudul “Dasar Anak Ikan” yang diangkat dari Legenda terbentuknya Danau Toba. Alkisah 7,000 tahun, ada seorang pria bernama Toba yang sehari-harinya bekerja sebagai petani dan nelayan. Suatu hari, saat sedang memancing, Toba menangkap seekor ikan yang besar. Ikan tersebut pun dibawa pulang dan ditinggalkan di dapur. Saat kembali dari ladang, Toba menemukan wanita cantik yang merupakan jelmaan dari ikan yang ditangkapnya. Wanita cantik itu akhirnya bersedia menjadi istrinya dengan syarat Toba harus merahasiakan bahwa ia adalah jelmaan seekor ikan. Janji ini pun disanggupi Toba. Berselang beberapa tahun, pasangan ini pun mempunyai seorang putra yang diberi nama Samosir. Di suatu siang, Samosir diminta oleh ibunya untuk mengantarkan makan siang untuk Toba. Namun karena lapar di tengah jalan, Samosir pun memakan sebagian dari makan siang ayahnya. Karena murka, Toba pun memarahi anaknya dengan kata-kata “dasar anak ikan”. Kalimat itu membuat Toba melanggar janjinya. Tak lama kemudian, terjadilah bencana banjir yang menggenangi satu kampung hingga terbentuklah sebuah danau yang dikenal dengan sebutan Danau Toba. Hikmah dari kisah ini adalah jika kita berjanji pada orang lain berusahalah untuk menepatinya.

Sesi Pidato yang Dipersiapkan ditutup oleh pembicara terakhir, TM Sasti dengan pidato yang berjudul “Kosongkan Gelasnya”. Judul pidato ini terinspirasi oleh ucapan pengusaha sukses Indonesia, Bob Sardino yaitu “Setiap kali saya bertemu dengan orang-orang baru, saya akan mengosongkan gelas saya.” Bila kita ingin belajar hal-hal baru maka kita harus senantiasa mengosongkan gelas kita. TM Sasti kemudian berbagi pengalamannya sebagai penerima beasiswa di Diklat Depok di antara banyaknya penerima beasiswa dari Aceh hingga Papua. Menurut TM Sasti, banyak hal tentang seseorang yang tidak tertulis di daftar riwayat pekerjaan mereka. Untuk lebih mengenal teman-teman barunya TM Sasti harus senantiasa mengosongkan gelasnya. Kita tidak dapat mengajari orang, namun satu hal yang dapat kita lakukan adalah membuka pikiran mereka. Sebagai penutup pidatonya, TM Sasti berbagi 1 kalimat mutiara yaitu setiap orang adalah guru bagi kita, setiap tempat adalah ruang belajar bagi kita.

Pertemuan lalu dilanjutkan ke Sesi Pidato Dadakan di mana para pembicara akan melatih kecepatan otak dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang belum pernah mereka dengar sebelumnya. TM Azka, TM Raja, dan para tamu yaitu Kilan, Dian, Sukma, dan Hanafi saling berlomba memberikan jawaban yang menarik.

Setelah Sesi Pidato Dadakan, acara pun memasuki Sesi Pendidikan yang dibawakan oleh DTM Harlina dengan topik “Bimbingan (mentoring). Sesi edukasi ini diharapkan dapat membantu para pembimbing (mentor) di JABAT. DTM Harlina menjelaskan bahwa prinsip utama dari bimbingan adalah memenuhi kebutuhan dari orang yang kita bimbing (mentee). Pembimbing harus tahu apa tujuan dari mentee bergabung ke JABAT. Apakah tujuan mereka jalur komunikasi atau kepemimpinan? Dalam kesehariannya, pembimbing berperan sebagai tempat bertanya, sumber pendapat baru, sumber motivasi, bahkan sebagai tempat curahan hati. DTM Harlina juga menambahkan sebagai pembimbing, kita akan banyak mendapatkan pengalaman.

Sesi terakhir adalah Sesi Penilaian Umum. Di sesi ini para penilai individu akan memberikan masukan kepada para pembicara Sesi Pidato yang Dipersiapkan. Di sesi ini, ACB, ALB Hariadi menilai TM Cynthis, TM Cephi mengevaluasi TM Raja, dan DTM Harlina memberi masukan untuk TM Sasti. Di sesi ini pula, Penilai Umum, TM Wiwie dan tim akan memberikan laporannya.

img-20161126-wa0038Setelah keempat sesi berakhir, maka sampailah pertemuan di Panggung Kehormatan. Di Panggung Kehormatan ini, pengumpul kertas suara, TM Charles akan mengumumkan para pembicara terfavorit dari setiap sesi. Hari itu, TM Sasti, TM Kilan, dan TM Cephi keluar sebagai pembicara Sesi Pidato yang Dipersiapkan, pembicara Sesi Pidato Dadakan, dan Penilai Individu terfavorit

Demikianlah pertemuan JABAT pada hari itu. Terima kasih kepada seluruh pembicara dan DTM Harlina yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk menyampaikan sesi pendidikan yang tentunya sangat membantu para pembimbing (mentor) di JABAT. Terima kasih juga kepada para pemegang peran yang telah menjalankan tugasnya masing -masing dengan sangat baik sehingga acara dapat berjalan dengan lancar dan energik. Sampai jumpa di pertemuan JABAT berikutnya.

20161126_120518

Advertisements

Posted on December 3, 2016, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: