Berani Berbeda (12 November 2016)

Diilhami oleh kisah Kolonel Sanders, pendiri KFC, Jakarta Bahasa Toastmasters (JABAT) kali ini mengadakan pertemuan dengan tema “Berani Berbeda” dengan kata acuan “kreatif”. Pengarah Acara pada hari itu, ACB, ALB Iin membuka pertemuan dengan kisah Kolonel Sanders yang pada usia pensiunnya mengambil jalan yang berbeda dengan orang-orang lain seusianya. Di saat, orang lain mulai menjalani hidup apa adanya, Kolonel Sanders malah berusaha untuk menjual resep ayam gorengnya, mengalami penolakan ribuan kali hingga akhirnya ada yang bersedia membeli resep ayam goreng tsb. Hidup dengan berani berbeda ini juga dijalani oleh orang sukses lainnya seperti Bill Gates dan Steve Jobs yang memberanikan diri untuk merintis bisnis di usia yang masih sangat muda.

Pada pertemuan itu, ACB, ALB Iin dibantu oleh Penilai Umum, TM Ulfa dan timnya yang terdiri dari Pemerhati Tata Bahasa, TM Cynthis, Pemerhati Bunyi Tanpa Makna dan Pengumpul Kertas Suara, TM Maruasas, serta Pencatat Waktu, TM Wenny. Acara dibagi menjadi 3 sesi yaitu Sesi Pidato yang Dipersiapkan, Sesi Pidato Dadakan, dan Sesi Penilaian Umum. Di Sesi Pidato yang Dipersiapkan, para pembicara akan menyampaikan pidato yang telah disusun sebelumnya sedangkan di Sesi Pidato Dadakan, para pembicara diminta untuk menjawab pertanyaan yang belum pernah mereka dengar sebelumnya. Pada Sesi Penilaian Umum, para Penilai Individu akan memberikan masukan kepada para pembicara Sesi Pidato yang Dipersiapkan.

Pembicara pertama Sesi Pidato yang Dipersiapkan adalah TM Krisna dengan judul pidato “Wisata”. Kata wisata ini merupakan kata yang asing di masa kecil TM Krisna karena masalah mabuk daratnya. Dulu ia pun sering iri melihat teman-temannya yang bisa berwisata ke Kebun Binatang Surabaya. Karena sangat parahnya mabuk daratnya, sang ayah bahkan pernah mengiming-imingi TM Krisna dengan telepon genggam untuk tidak mengikuti karya wisata yang diadakan sekolahnya. Namun kondisi mabuk laut ini mulai membaik saat kuliah karena TM Krisna mulai terbiasa berkendara ke kampusnya. Sejak itu, TM Krisna mulai sering berwisata mulai dari ke Kuala Lumpur bersama dengan teman-teman hingga ke Singapura beserta suami.

Pembicara berikutnya adalah TM Iron yang membawakan pidato yang berjudul “Membuat Visi Pribadi Menuju Sukses Berkarir”. TM Iron membuka pidatonya dengan pertanyaan dilematis yang sering terjadi dalam pekerjaan yaitu apakah pernah kita merasakan kekosongan dan tidak mempunyai prestasi apa-apa saat bekerja. Hal ini menurut TM Iron terjadi karena kita tidak mempunyai tujuan yang jelas atau visi yang kuat. Ada dua alasan yang membuat kita tidak membuat visi meskipun tahu itu penting. Pertama karena impian kita terlalu sederhana untuk potensi yang kita miliki dan yang kedua adalah kita tidak tahu caranya atau tidak memiliki keberanian. TM Iron menutup pidatonya dengan kalimat bijak yang indah yaitu “Jika anda membuat kapal, janganlah membuat orang-orang mengumpulkan kayu tapi buatlah mereka untuk merindukan lautan yang luas.”

Setelah pidato yang menginspirasi dari TM Iron, pidato berikutnya dari TM Wiwie mengajak kita kembali pada situasi yang sering kita alami sebagai warga Jakarta yaitu kemacetan. Melalui pidatonya yang berjudul “Disiplin Berkendara”, TM Wiwie menceritakan dampak buruk dari kemacetan antara lain polusi, waktu yang terbuang, dan stres. Menurut TM Wiwie, salah satu hal yang menjadi biang kemacetan adalah tidak disiplinnya kita dalam berkendara. Untuk itu, ada 3 tips yang dapat membuat kita lebih disiplin dalam berlalu lintas yaitu patuhi rambunya, pahami aturannya, dan menghormati pengguna jalan lainnya. Kemacetan itu bukan tanggung jawab pemerintah atau polisi saja, tetapi tanggung jawab kita semua.

Pembicara terakhir Sesi Pidato yamg Dipersiapkan adalah TM Wayan. Dalam pidato ini TM Wayan menceritakan salah satu hobinya yaitu bermain tenis. Dari pidato yang berjudul “Rahasia Bermain Tenis” ini, TM Wayan berbagai berbagai tips bermain tenis. Tenis menurut TM Wayan telah membuat dirinya sehat, berpikiran positif dan memiliki prilaku sehat. Selain itu, tenis juga memberikan dirinya teman-teman baru. Kunci dari permainan tenis adalah otot dan ayunan. Dengan memperhatikan keduanya, kita dapat terhindar dari cedera. Beberapa hal yang harus dilakukan agar dapat aman bermain tenis adalah istirahat dan makan secukupnya, melakukan pemanasan, dan melakukan gerakan yang benar.

Selesai Sesi Pidato yang Dipersiapkan, acara dilanjutkan ke Sesi Pidato Dadakan yang dipandu oleh TM Wayan. Di sesi ini, TM Maruasas, Calon TM Mega, TM Bena, dan Calon TM Sigit saling berlomba menjawab pertanyaan tentang berani berbeda.

Sesi terakhir adalah Sesi Penilian Umum. Di sesi ini ACB, ALB Hariadi menilai TM Krisna, ACB, ALB Bena memberikan masukan ke TM Iron, CC Fauzan mengevaluasi TM Wiwie, dan DTM Harlina menilai TM Wayan. Pada sesi ini juga Penilai Umum, TM Ulfa dan timnya menyampaikan laporan mereka tentang pertemuan hari itu.

img-20161112-wa0004Dengan selesainya ketiga sesi tsb, maka acara tiba di bagian yang ditunggu-tunggu yaitu Panggung Kehormatan. Pada pertemuan hari itu, TM Wayan keluar sebagai Pembicara Pidato yang Dipersiapkan terfavorit sedangkan ACB, ALB Bena mendapatkan 2 piala sekaligus yaitu sebagai Pembicara Pidato Dadakan dan Penilai Individu terfavorit.

Sebelum acara ditutup, para hadirin mendengar pengumuman dari dua direktur divisi yang sedang berkunjung. Direktur Divisi I, TM Bena menyampaikan penghargaan untuk JABAT karena telah memperoleh penghargaan President Distinguished Club pada pengurusan sebelumnya. Selain itu, TM Bena juga memberikan 2 penghargaan kepada 2 anggota JABAT yaitu ACB, ALB Iin dan ACB, ALB Indri karena telah memperoleh 3 gelar (Triple Crown) selama 1 tahun. Acara kemudian dilanjutkan dengan pengumuman dari Direktur Divisi J yaitu TM Cahyani yang menyampaikan adanya klub berbahasa Indonesia baru di Bandung.img-20161112-wa0016

Demikianlah pertemuan JABAT pada hari itu. Terima kasih untuk para pembicara dan pemegang peran yang telah menjalankan tugasnya masing-masing dengan baik. Terima kasih pula kepada dua Direktur Divisi, TM Bena dan TM Cahyani yang telah meluangkan waktunya untuk hadir di pertemuan JABAT. Akhir kata, memgutip ucapan Direktur Divisi I, ACB, ALB Bena, “Kita tidak perlu berusaha untuk menjadi berbeda karena sejak awal kita semua telah berbeda. Jadilah diri kita sendiri”. Sampai jumpa di pertemuan JABAT berikutnya.

img-20161112-wa0010

Advertisements

Posted on December 2, 2016, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: