Sang Pemenang (15 Oktober 2016)

Mengusung tema “Sang Pemenang” dan kata acuan “Penghargaan”, pertemuan JABAT kembali diadakan di Menara Kuningan Lt F3. Pengarah Acara, CC Aji pada hari itu dibantu oleh Penilai Umum, TM Cephi dan timnya. Tim penilai umum ini terdiri dari Pemerhati tata bahasa, TM Ulfah, Penghitung bunyi tanpa makna, TM Viktor, Pencatat waktu, TM Wicak, dan Pengumpul kertas suara, TM Sofyan. Acara dibagi menjadi 3 Sesi yaitu Sesi Pidato yang Dipersiapkan, Sesi Pidato Dadakan, dan Sesi Penilaian Individu.

Pembicara pertama Sesi Pidato yang Dipersiapkan adalah TM Iron. Dalam pidatonya yang berjudul “Inilah Saya”, TM Iron mengenalkan dirinya melalui arti namanya dan hobi yang dimiliki. TM Iron menceritakan mengenai asal muasal namanya dan kesulitan yang dihadapi akibat nama yang terlalu panjang dan khas Jawa tersebut. Pidato kemudian dilanjutkan dengan hobi TM Iron yaitu bola basket, sebuah olahraga yang mengandalkan kecepatan, seni, dan kerjasama tim. Karena sangat menyukai olahraga tersebut, ia pernah nyaris tinggal semester akibat terlalu sering bolos untuk mengikuti pertandingan bola basket. Sebagai penutup pidato, TM Iron menceritakan tentang tokoh idolanya yang memiliki berjuta talenta yaitu Leonardo Da Vinci, seorang filsuf, dokter, ilmuwan, dan seniman terkenal.

Pembicara berikutnya adalah TM Silvi yang membawakan pidato yang berjudul “Memori”. Dengan selipan cerita-cerita pribadi yang jenaka, TM Silvi menjelaskan bahwa alasan mengapa kita kesulitan untuk mengingat kembali hal-hal tertentu adalah karena kita tidak fokus. Ketika kita tidak fokus maka otak akan menganggap suatu kejadian itu tidak penting sehingga terlewat begitu saja. Lain halnya dengan kejadian-kejadian spesial dalam hidup kita, otak akan memiliki kotak penyimpanan khusus yang memungkinkan memori itu dapat segera dipanggil. TM Silvi menutup pidatonya dengan mengajak semua orang untuk tetap fokus untuk memori yang lebih baik.

Pembicara ketiga adalah TM Wayan dengan judul pidato “Kenangan Bersama”. Pidato ini dibuka dengan pengalaman masa kecilnya dengan sang kakek di kampung halaman. TM Wayan menggambarkan kakeknya sebagai sosok yang lucu dan menyenangkan. Beberapa kali kakek memberikan pertanyaan pilihan kepada Wayan kecil. Pertanyaan pilihan itu selalu dijawab TM Wayan dengan polos sesuai dengan pilihan yang ada. Namun kakek setiap ditanya kembali pertanyaan yang sama oleh Wayan kecil, selalu memberikan jawaban di luar pilihan yang ada. Dari kisah masa kecilnya, TM Wayan belajar bahwa kita semua dapat memilih yang lebih baik meskipun pilihan itu tidak ada di depan kita saat itu. Kita dapat menciptakan pilihan tersebut selama kita mau berusaha.

Pembicara terakhir Sesi Pidato yang Dipersiapkan adalah TM Teguh. Melalui pidatonya yang berjudul “Belajar”, TM Teguh mengupas mengapa orang ketika ingin belajar hal baru justru kesulitan menguasainya. Pidato lalu dilanjutkan dengan tips-tips dalam menyiapkan mental untuk belajar. Pertama, mulailah dengan menumbuhkan rasa ingin tahu, kemudian jangan berhenti belajar sampai kita benar-benar menjadi tahu. Terakhir, berusahalah memberikan jawaban kepada yang bertanya namun jangan menjadi sok tahu. Pidato kemudian ditutup dengan sebuah kalimat indah yaitu jika ada sesuatu yang membuatmu takut, taklukkanlah rasa takut tersebut. Hal ini terinspirasi dari kisah TM Teguh yang meskipun takut untuk berbicara di depan umum, namun berusaha untuk terus belajar dengan secara berkala menyampaikan pidato di JABAT.

Setelah Sesi Pidato yang Dipersiapkan, acara kemudian dilanjutkan ke Sesi Pidato Dadakan. Di sesi menegangkan yang dipandu oleh TM Dedy ini, para pembicara harus memutar otak untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang belum mereka dengar sebelumnya semenarik dan sekreatif mungkin. Acara berlangsung dengan seru karena TM Dedy melibatkan semua pihak baik tamu, pembicara pidato yang dipersiapkan, maupun penilai individu.

Sesi terakhir adalah Sesi Penilaian Umum. Pada sesi ini masing-masing penilai individu akan memberikan masukan kepada pembicara Sesi Pidato yang Dipersiapkan. Di sesi ini, CC Aji menilai TM Iron, ACB, ALB Hariadi memberi masukan untuk TM Silvi, ACB, ALB Indri menyampaikan penilaian untuk TM Wayan dan DTM Harlina menilai TM Teguh.

img-20161015-wa0003Selesai Sesi Penilaian Umum, acara dilanjutkan dengan pengumuman dan pemberian gelar CL kepada TM Aji oleh Area Director I3, ACB, ALB Hariadi karena telah menyelesaikan seluruh tugas dalam buku Competent Leadership. Selamat kepada CC, CL Aji atas gelar barunya. Semoga dengan ini CC, CL Aji semakin aktif berkontribusi untuk JABAT.

img-20161015-wa0010Sebagai penutup, diumumkanlah para pembicara dan penilai individu terfavorit di Acara Panggung Kehormatan. TM Sofyan sebagai Pengumpul kertas suara mengumumkan para pemenang pada hari itu yaitu TM Teguh sebagai pemenang Sesi Pidato yang Dipersiapkan sementara ACB, ALB Hariadi memborong 2 juara sekaligus yaitu Pembicara Sesi Pidato Dadakan dan Penilai Individu Terfavorit.

Demikianlah pertemuan JABAT pada hari itu. Terima kasih untuk para pembicara, para penilai individu serta para pemegang peran yang telah menjalankan tugasnya masing-masing dengan sangat baik. Berkat semuanya, pertemuan JABAT dapat menjadi pertemuan yang luar biasa dan berkesan

img-20161015-wa0012

Advertisements

Posted on October 21, 2016, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: