Menjadi Pribadi yang Berguna (8 Oktober 2016)

“Menjadi orang penting itu baik, tetapi menjadi orang baik jauh lebih penting” Itulah kalimat yang diucapkan oleh Pengarah Acara, TM Lambang ketika menjelaskan tema acara “Menjadi Pribadi yang Berguna”. Asal pemilihan tema juga berasal dari kisah masa kecil TM Lambang yang diminta oleh gurunya untuk menuliskan cita-citanya. Saat itu, TM Lambang menulis ingin menjadi pribadi yang bermanfaat. Inilah menjadi dasar pemilihan kata acuan yaitu “bermanfaat

Dalam pertemuan ini, TM Lambang dibantu oleh Penilai Umum, TM Wayan dan timnya yang terdiri dari Pemerhati tata bahasa, TM Wicak, Penghitung bunyi tanpa makna, TM Sofyan, Pencatat waktu, TM Iron, dan Pengumpul kertas suara, TM Ulfah.

Acara dibagi menjadi 3 sesi yaitu Sesi Pidato yang Dipersiapkan, Sesi Pidato Dadakan, dan Sesi Penilaian Individu. Sesi pertama, Sesi Pidato yang Dipersiapkan menampilkan pembicara-pembicara yang membawakan naskah pidato yang telah dipersiapkan sebelumnya. Sesi ini menampilkan 3 orang pembicara yaitu TM Paisal, TM Cephi, dan TM Cynthis.

Melalui pidatonya yang berjudul “Uang bukan segalanya“, TM Paisal menyadarkan kita bahwa uang bukan satu-satunya alat untuk mencapai apa yang diimpikan. Dalam menjalankan usaha, modal yang paling utama adalah diri kita sendiri. Secara jenaka, TM Paisal menjelaskan bahwa orang sering menganggap dirinya tidak berharga, padahal jika dihitung dengan uang, manusia sebenarnya sangat bernilai. Melalui pertanyaan lanjutan “Berapa harga dua biji mata anda?”, TM Paisal sontak mengundang gelak tawa seluruh hadirin. Modal lainnya yang diperlukan adalah lingkungan sekitar kita. Lingkungan sekitar kita sebenarnya memiliki potensi yang luar biasa misalnya pedagang rujak di pinggir jalan bisa memiliki omset setara manajer bank. Barulah yang terakhir itu uang. Uang ini menurut TM Paisal masih dapat diakali dengan penggunaan kartu kredit.

Pembicara kedua, TM Cephi membawakan pidato yang berjudul “Membiasakan hal yang benar”. Pidatonya mengangkat kebiasaan buruk sebagian besar orang Indonesia yaitu suka membuang sampah sembarangan. Kebiasaan yang merusak lingkungan ini biasanya bukan dipupuk oleh ketidaktahuan melainkan oleh rendahnya kesadaran. Adapun beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi sampah adalah membawa tas jinjing sendiri ketika ingin berbelanja di pasar swalayan dan mengantongi sampah hingga kita menemukan tempat sampah. Pidato ini kemudian ditutup dengan sebuah kalimat indah yaitu “Lebih baik membiasakan hal yang benar, daripada membenarkan hal yang biasa.”

Pidato Sesi Pidato yang Dipersiapkan terakhir dibawakan oleh TM Cynthis dengan judul “Mendengarkan”. Pidato diawali dengan ajakan untuk mengingat kembali percakapan terbaik yang pernah dialami dan cerita pribadi mengenai kesalahan dalam mendengarkan. TM Cynthis juga memberikan kutipan dari Stephen R. Covey, penulis buku laris 7th Habits yang mengatakan “Banyak orang mendengarkan bukan untuk memahami, mereka mendengarkan untuk menjawab”.  Untuk meningkatkan kemampuan mendengarkan ini, TM Cynthis membagi beberapa tips. Tips ini digambarkan dalam aksara tradisional Cina yaitu aksara ‘dengar’ (ding). Dalam aksara tsb terdapat 5 aksara Cina yang berarti telinga, mata, satu, hati, dan raja. Saat mendengarkan, selain indra telinga, kita juga harus menatap lawan bicara, memberikan perhatian tidak terbagi, memahami dengan hati dan mendengarlah seperti kita mendengarkan seorang raja.

img-20161008-wa0004Sesi berikutnya adalah Sesi Pidato Dadakan yang dipandu dengan baik oleh TM Maruasas. Berbekal kertas-kertas yang berisi pertanyaan serta hadiah cokelat sebagai bentuk apresiasinya, TM Maruasas mengajak TM Hans, Wenny (tamu), Lidya (tamu), Victor (tamu), Dian (tamu), dan TM Iron untuk menjawab pertanyaan dadakan yang baru mereka dengar dalam waktu 1 – 2 menit. Sesi ini berlangsung menarik dan penuh energi.

Sesi terakhir merupakan Sesi Penilaian Umum. Di sesi ini, TM Sasti menilai TM Paisal dan TM Cynthis sedangkan TM Aji menyampaikan masukan untuk TM Cephi. Acara kemudian dilanjutkan oleh laporan dari Penilai Umum, TM Wayan dan timnya.

img-20161008-wa0003Akhirnya acara tiba di bagian yang ditunggu-tunggu yaitu Panggung Kehormatan. Dalam sesi ini TM Cynthis dan TM Iron masing-masing keluar sebagai Pembicara Sesi Pidato yang Dipersiapkan dan Pembicara Sesi Pidato Dadakan terfavorit. TM Sasti awalnya terpilih menjadi Penilai Individu terfavorit namun gelar ini kemudian ia serahkan kepada TM Aji sehingga TM Aji yang keluar sebagai Penilai Individu terfavorit pada hari itu.

Terima kasih untuk para pembicara Sesi Pidato yang Dipersiapkan dan Sesi Pidato Dadakan, penilai individu, serta para pemegang peran yang telah bekerja dengan maksimal sehingga rapat JABAT  berlangsung meriah.

img-20161008-wa0001

Advertisements

Posted on October 11, 2016, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: