Monthly Archives: October 2016

Pengembangan Kualitas Diri (22 Oktober 2016)

Pengembangan Kualitas Diri” itulah tema yang dipilih oleh Pengarah Acara, TM Ulfah pada hari itu. Tema ini sejalan dengan visi JABAT untuk menjadi wadah untuk belajar seni berbicara di depan umum dan kepemimpinan. Kata acuan yang digunakan adalah “Kompeten“. Dalam pertemuan itu, TM Ulfah dibantu oleh Penilai Umum, TM Cynthis beserta timnya yang terdiri dari Pemerhati Tata Bahasa, TM Paisal, Pemerhati Bunyi Tanpa Makna, TM Maruasas, Pencatat Waktu, TM Sofyan, dan Pengumpul Kertas Suara, Calon TM Bagus. Acara dibagi menjadi 3 sesi utama yaitu Sesi Pidato yang Dipersiapkan, Sesi Pidato Dadakan, dan Sesi Penilaian Individu.

Pembicara pertama Sesi Pidato yang Dipersiapkan adalah TM Lambang dengan judul pidatonya “Mimpi dan Kejujuran adalah Kunci“. Pidato dibuka dengan cara yang unik. TM Lambang berpidato seolah-olah sedang berbicara dengan karyawannya. Dalam pidatonya TM Lambang menyampaikan rasa terima kasihnya atas kerja keras setiap orang serta memuji pencapaian mereka. Pidato kemudian dilanjutkan dengan nasehat mengenai 2 kunci yang membuat orang sukses yaitu mimpi dan kejujuran. TM Lambang menyampaikan sebuah ucapan dari Jack Ma, pendiri Alibaba bahwa energi tidak dapat mengubah kehidupan, mimpilah yang dapat mengubahnya.

Pembicara kedua adalah TM Sasti dengan judul pidato “Truck Sampah“. Menggunakan tampilan gambar truck sampah, TM Sasti menceritakan pengalamannya berada tepat di belakang truck tersebut ketika mencari makan. Rasa sebal dan jijik serta aroma bau dari truck sampah membuat TM Sasti bertanya-tanya dalam dirinya. Jangan-jangan selama ini pikiran, perkataan, dan perbuatannya seperti truck sampah yang dipenuhi hal-hal yang tidak sedap yang dijauhi semua orang. Sebagai penutup, TM Sasti mengatakan teruslah berbuat baik setiap harinya, karena anda tidak tahu kapan anda sampai kepada titik di mana anda menginspirasi orang setiap hari.

Pembicara terakhir adalah TM Fauzan yang akan menyelesaikan BPD 10 nya. Pidato yang berjudul “Sang Alkemis” terispirasi dari novel dengan judul yang sama karangan Paul Coelho. Novel ini menceritakan bagaimana seorang pria pengembala domba yang berjuang untuk mencapai mimpi-mimpinya sampai rela menjual domba-dombanya sebagai biaya perjalanan. TM Fauzan mengaitkan hal itu ke tiga poin yang diperlukan untuk dapat mewujudkan mimpi kita di JABAT. Poin pertama adalah memiliki tujuan, poin kedua ialah berani untuk melawan rasa takut dan terakhir adalah mempercayai proses. TM Fauzan kemudian menutup pidatonya dengan sebuah kutipan dari buku Sang Alkemis yang mengatakan kalau emas yang engkau temukan itu unsur murni maka dia tidak akan pernah rusak. Namun bila itu hanya sepuhan belaka, maka kau tidak akan menemukan apa-apa.

Sesi berikutnya, Sesi Pidato Dadakan dipandu oleh TM Cephi. TM Sofyan, Calon TM Bagus, TM Laila, TM Paisal, TM Ihsan, Calon TM Medy, dan Calon TM Cici saling berlomba untuk menjawab pertanyaan dadakan yang diberikan. Berbekal tampilan gambar proyektor, sesi pertanyaan istimewa, dan hadiah camilan, TM Cephi berhasil membuat sesi ini berlangsung seru dan meriah. Acara kemudian dilanjutkan ke Sesi Penilaian Individu. Di sesi Penilaian Individu, ACB, ALB Indri memberi masukan untuk TM Lambang, DTM Harlina untuk TM Sasti, serta ACB, ALB Hariadi menilai TM Fauzan. Di sesi ini juga Penilai Umum, TM Cynthis dan timnya menyampaikan laporan mereka.

img-20161022-wa0009Akhirnya sampailah ke acara yang ditunggu-tunggu yaitu Panggung Kehormatan. Pada pertemuan itu, TM Sasti, TM Ihsan, dan ACB, ALB Hariadi masing-masing keluar sebagai Pembicara Sesi Pidato yang Dipersiapkan, Pembicara Sesi Pidato Dadakan, dan Penilai Individu terfavorit.

img-20161022-wa0012Setelah panggung kehormatan, Area Director I3, ACB, ALB Hariadi menyampaikan pengumuman serta menganugerahkan gelar Competent Communicator (CC) kepada TM Fauzan yang baru saja menyelesaikan Pidato Buku Panduan Dasar yang kesepuluh. Pemberian gelar ini dilakukan melalui penyematan pin Competent Communicator secara simbolis.

Demikianlah pertemuan hari itu. Terima kasih kepada semua pembicara, penilai individu, serta para pemegang peran yang telah menjalankan tugasnya masing-masing dengan baik. Berkat semuanya, acara dapat berlangsung lancar, kreatif, dan menyenangkan. Selamat juga kepada TM Fauzan yang telah mencapai gelar Competent Communicatornya. Semoga ke depannya, TM Fauzan dapat lebih mengembangkan diri dan menginspirasi orang lain.

 

img-20161022-wa0008

Dari Atas: TM Lambang, Rona (tamu), Cici (Tamu), Bagus (Tamu), TM Corina, TM Ihsan, TM Leila, ACB, ALB Indri, TM Cynthis (Penilai Umum), TM Ulfah (Pengarah Acara), Bagus (tamu), Medy (tamu), ACB, ALB Hariadi, TM Paisal, dan TM Aditya

Dari Bawah: TM Cephi, TM Sofyan, TM Fauzan, DTM Harlina, dan TM Maruasas

Sang Pemenang (15 Oktober 2016)

Mengusung tema “Sang Pemenang” dan kata acuan “Penghargaan”, pertemuan JABAT kembali diadakan di Menara Kuningan Lt F3. Pengarah Acara, CC Aji pada hari itu dibantu oleh Penilai Umum, TM Cephi dan timnya. Tim penilai umum ini terdiri dari Pemerhati tata bahasa, TM Ulfah, Penghitung bunyi tanpa makna, TM Viktor, Pencatat waktu, TM Wicak, dan Pengumpul kertas suara, TM Sofyan. Acara dibagi menjadi 3 Sesi yaitu Sesi Pidato yang Dipersiapkan, Sesi Pidato Dadakan, dan Sesi Penilaian Individu.

Pembicara pertama Sesi Pidato yang Dipersiapkan adalah TM Iron. Dalam pidatonya yang berjudul “Inilah Saya”, TM Iron mengenalkan dirinya melalui arti namanya dan hobi yang dimiliki. TM Iron menceritakan mengenai asal muasal namanya dan kesulitan yang dihadapi akibat nama yang terlalu panjang dan khas Jawa tersebut. Pidato kemudian dilanjutkan dengan hobi TM Iron yaitu bola basket, sebuah olahraga yang mengandalkan kecepatan, seni, dan kerjasama tim. Karena sangat menyukai olahraga tersebut, ia pernah nyaris tinggal semester akibat terlalu sering bolos untuk mengikuti pertandingan bola basket. Sebagai penutup pidato, TM Iron menceritakan tentang tokoh idolanya yang memiliki berjuta talenta yaitu Leonardo Da Vinci, seorang filsuf, dokter, ilmuwan, dan seniman terkenal.

Pembicara berikutnya adalah TM Silvi yang membawakan pidato yang berjudul “Memori”. Dengan selipan cerita-cerita pribadi yang jenaka, TM Silvi menjelaskan bahwa alasan mengapa kita kesulitan untuk mengingat kembali hal-hal tertentu adalah karena kita tidak fokus. Ketika kita tidak fokus maka otak akan menganggap suatu kejadian itu tidak penting sehingga terlewat begitu saja. Lain halnya dengan kejadian-kejadian spesial dalam hidup kita, otak akan memiliki kotak penyimpanan khusus yang memungkinkan memori itu dapat segera dipanggil. TM Silvi menutup pidatonya dengan mengajak semua orang untuk tetap fokus untuk memori yang lebih baik.

Pembicara ketiga adalah TM Wayan dengan judul pidato “Kenangan Bersama”. Pidato ini dibuka dengan pengalaman masa kecilnya dengan sang kakek di kampung halaman. TM Wayan menggambarkan kakeknya sebagai sosok yang lucu dan menyenangkan. Beberapa kali kakek memberikan pertanyaan pilihan kepada Wayan kecil. Pertanyaan pilihan itu selalu dijawab TM Wayan dengan polos sesuai dengan pilihan yang ada. Namun kakek setiap ditanya kembali pertanyaan yang sama oleh Wayan kecil, selalu memberikan jawaban di luar pilihan yang ada. Dari kisah masa kecilnya, TM Wayan belajar bahwa kita semua dapat memilih yang lebih baik meskipun pilihan itu tidak ada di depan kita saat itu. Kita dapat menciptakan pilihan tersebut selama kita mau berusaha.

Pembicara terakhir Sesi Pidato yang Dipersiapkan adalah TM Teguh. Melalui pidatonya yang berjudul “Belajar”, TM Teguh mengupas mengapa orang ketika ingin belajar hal baru justru kesulitan menguasainya. Pidato lalu dilanjutkan dengan tips-tips dalam menyiapkan mental untuk belajar. Pertama, mulailah dengan menumbuhkan rasa ingin tahu, kemudian jangan berhenti belajar sampai kita benar-benar menjadi tahu. Terakhir, berusahalah memberikan jawaban kepada yang bertanya namun jangan menjadi sok tahu. Pidato kemudian ditutup dengan sebuah kalimat indah yaitu jika ada sesuatu yang membuatmu takut, taklukkanlah rasa takut tersebut. Hal ini terinspirasi dari kisah TM Teguh yang meskipun takut untuk berbicara di depan umum, namun berusaha untuk terus belajar dengan secara berkala menyampaikan pidato di JABAT.

Setelah Sesi Pidato yang Dipersiapkan, acara kemudian dilanjutkan ke Sesi Pidato Dadakan. Di sesi menegangkan yang dipandu oleh TM Dedy ini, para pembicara harus memutar otak untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang belum mereka dengar sebelumnya semenarik dan sekreatif mungkin. Acara berlangsung dengan seru karena TM Dedy melibatkan semua pihak baik tamu, pembicara pidato yang dipersiapkan, maupun penilai individu.

Sesi terakhir adalah Sesi Penilaian Umum. Pada sesi ini masing-masing penilai individu akan memberikan masukan kepada pembicara Sesi Pidato yang Dipersiapkan. Di sesi ini, CC Aji menilai TM Iron, ACB, ALB Hariadi memberi masukan untuk TM Silvi, ACB, ALB Indri menyampaikan penilaian untuk TM Wayan dan DTM Harlina menilai TM Teguh.

img-20161015-wa0003Selesai Sesi Penilaian Umum, acara dilanjutkan dengan pengumuman dan pemberian gelar CL kepada TM Aji oleh Area Director I3, ACB, ALB Hariadi karena telah menyelesaikan seluruh tugas dalam buku Competent Leadership. Selamat kepada CC, CL Aji atas gelar barunya. Semoga dengan ini CC, CL Aji semakin aktif berkontribusi untuk JABAT.

img-20161015-wa0010Sebagai penutup, diumumkanlah para pembicara dan penilai individu terfavorit di Acara Panggung Kehormatan. TM Sofyan sebagai Pengumpul kertas suara mengumumkan para pemenang pada hari itu yaitu TM Teguh sebagai pemenang Sesi Pidato yang Dipersiapkan sementara ACB, ALB Hariadi memborong 2 juara sekaligus yaitu Pembicara Sesi Pidato Dadakan dan Penilai Individu Terfavorit.

Demikianlah pertemuan JABAT pada hari itu. Terima kasih untuk para pembicara, para penilai individu serta para pemegang peran yang telah menjalankan tugasnya masing-masing dengan sangat baik. Berkat semuanya, pertemuan JABAT dapat menjadi pertemuan yang luar biasa dan berkesan

img-20161015-wa0012

Menjadi Pribadi yang Berguna (8 Oktober 2016)

“Menjadi orang penting itu baik, tetapi menjadi orang baik jauh lebih penting” Itulah kalimat yang diucapkan oleh Pengarah Acara, TM Lambang ketika menjelaskan tema acara “Menjadi Pribadi yang Berguna”. Asal pemilihan tema juga berasal dari kisah masa kecil TM Lambang yang diminta oleh gurunya untuk menuliskan cita-citanya. Saat itu, TM Lambang menulis ingin menjadi pribadi yang bermanfaat. Inilah menjadi dasar pemilihan kata acuan yaitu “bermanfaat

Dalam pertemuan ini, TM Lambang dibantu oleh Penilai Umum, TM Wayan dan timnya yang terdiri dari Pemerhati tata bahasa, TM Wicak, Penghitung bunyi tanpa makna, TM Sofyan, Pencatat waktu, TM Iron, dan Pengumpul kertas suara, TM Ulfah.

Acara dibagi menjadi 3 sesi yaitu Sesi Pidato yang Dipersiapkan, Sesi Pidato Dadakan, dan Sesi Penilaian Individu. Sesi pertama, Sesi Pidato yang Dipersiapkan menampilkan pembicara-pembicara yang membawakan naskah pidato yang telah dipersiapkan sebelumnya. Sesi ini menampilkan 3 orang pembicara yaitu TM Paisal, TM Cephi, dan TM Cynthis.

Melalui pidatonya yang berjudul “Uang bukan segalanya“, TM Paisal menyadarkan kita bahwa uang bukan satu-satunya alat untuk mencapai apa yang diimpikan. Dalam menjalankan usaha, modal yang paling utama adalah diri kita sendiri. Secara jenaka, TM Paisal menjelaskan bahwa orang sering menganggap dirinya tidak berharga, padahal jika dihitung dengan uang, manusia sebenarnya sangat bernilai. Melalui pertanyaan lanjutan “Berapa harga dua biji mata anda?”, TM Paisal sontak mengundang gelak tawa seluruh hadirin. Modal lainnya yang diperlukan adalah lingkungan sekitar kita. Lingkungan sekitar kita sebenarnya memiliki potensi yang luar biasa misalnya pedagang rujak di pinggir jalan bisa memiliki omset setara manajer bank. Barulah yang terakhir itu uang. Uang ini menurut TM Paisal masih dapat diakali dengan penggunaan kartu kredit.

Pembicara kedua, TM Cephi membawakan pidato yang berjudul “Membiasakan hal yang benar”. Pidatonya mengangkat kebiasaan buruk sebagian besar orang Indonesia yaitu suka membuang sampah sembarangan. Kebiasaan yang merusak lingkungan ini biasanya bukan dipupuk oleh ketidaktahuan melainkan oleh rendahnya kesadaran. Adapun beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi sampah adalah membawa tas jinjing sendiri ketika ingin berbelanja di pasar swalayan dan mengantongi sampah hingga kita menemukan tempat sampah. Pidato ini kemudian ditutup dengan sebuah kalimat indah yaitu “Lebih baik membiasakan hal yang benar, daripada membenarkan hal yang biasa.”

Pidato Sesi Pidato yang Dipersiapkan terakhir dibawakan oleh TM Cynthis dengan judul “Mendengarkan”. Pidato diawali dengan ajakan untuk mengingat kembali percakapan terbaik yang pernah dialami dan cerita pribadi mengenai kesalahan dalam mendengarkan. TM Cynthis juga memberikan kutipan dari Stephen R. Covey, penulis buku laris 7th Habits yang mengatakan “Banyak orang mendengarkan bukan untuk memahami, mereka mendengarkan untuk menjawab”.  Untuk meningkatkan kemampuan mendengarkan ini, TM Cynthis membagi beberapa tips. Tips ini digambarkan dalam aksara tradisional Cina yaitu aksara ‘dengar’ (ding). Dalam aksara tsb terdapat 5 aksara Cina yang berarti telinga, mata, satu, hati, dan raja. Saat mendengarkan, selain indra telinga, kita juga harus menatap lawan bicara, memberikan perhatian tidak terbagi, memahami dengan hati dan mendengarlah seperti kita mendengarkan seorang raja.

img-20161008-wa0004Sesi berikutnya adalah Sesi Pidato Dadakan yang dipandu dengan baik oleh TM Maruasas. Berbekal kertas-kertas yang berisi pertanyaan serta hadiah cokelat sebagai bentuk apresiasinya, TM Maruasas mengajak TM Hans, Wenny (tamu), Lidya (tamu), Victor (tamu), Dian (tamu), dan TM Iron untuk menjawab pertanyaan dadakan yang baru mereka dengar dalam waktu 1 – 2 menit. Sesi ini berlangsung menarik dan penuh energi.

Sesi terakhir merupakan Sesi Penilaian Umum. Di sesi ini, TM Sasti menilai TM Paisal dan TM Cynthis sedangkan TM Aji menyampaikan masukan untuk TM Cephi. Acara kemudian dilanjutkan oleh laporan dari Penilai Umum, TM Wayan dan timnya.

img-20161008-wa0003Akhirnya acara tiba di bagian yang ditunggu-tunggu yaitu Panggung Kehormatan. Dalam sesi ini TM Cynthis dan TM Iron masing-masing keluar sebagai Pembicara Sesi Pidato yang Dipersiapkan dan Pembicara Sesi Pidato Dadakan terfavorit. TM Sasti awalnya terpilih menjadi Penilai Individu terfavorit namun gelar ini kemudian ia serahkan kepada TM Aji sehingga TM Aji yang keluar sebagai Penilai Individu terfavorit pada hari itu.

Terima kasih untuk para pembicara Sesi Pidato yang Dipersiapkan dan Sesi Pidato Dadakan, penilai individu, serta para pemegang peran yang telah bekerja dengan maksimal sehingga rapat JABAT  berlangsung meriah.

img-20161008-wa0001