Monthly Archives: September 2016

Menuju Yang Terbaik (24 September 2016)

Menuju Yang Terbaik” dan “Bersaing” merupakan tema dan kata acuan yang diangkat pada pertemuan Jakarta Bahasa Toastmasters (JABAT) kali ini. Tema ini dipilih dalam rangka merayakan PON ke XIX. Di awal pertemuan, TM Raja menjelaskan pentingnya bersaing dan berkompetisi untuk membawa kita menjadi lebih baik.

img-20160924-wa0006Selanjutnya TM Raja memperkenalkan Penilai Umum yaitu TM Cynthis yang dibantu oleh TM Lambang sebagai Pemerhati tata bahasa; TM Teguh sebagai Pemerhati bunyi tanpa makna; TM Maruasas sebagai Pencatat waktu; dan TM Wayan sebagai Pengumpul kertas suara.

Pertemuan dibagi menjadi 4 sesi yaitu Sesi Pidato yang Dipersiapkan, Sesi Pidato Dadakan, Sesi Penilaian Umum, dan Sesi Latihan Lomba. Acara diawali dengan Sesi Pidato yang Dipersiapkan dimana para pembicara akan membawakan pidato yang telah disiapkan sebelumnya.

“Bagaimana jika kita hidup tanpa kata-kata?” Itulah pertanyaan pembuka dari pembicara pertama Sesi Pidato yang Dipersiapkan, TM Silvia. Melalui pidatonya yang berjudul “Kata“, ia bercerita bahwa kata-kata adalah doa serta bagaimana kata-kata dapat membangun ataupun menghancurkan berdasarkan pengalaman pribadinya. Hobi yang sembari lalu ditulis dalam biodata sewaktu sekolah akhirnya melekat hingga ia dewasa.

Pembicara kedua, TM Sasti membawakan pidato yang berjudul “Glossophobia“. Istilah yang berasal dari bahasa Yunani ini memliki arti “ketakutan untuk berbicara di depan umum”. Beberapa penelitian memperlihatkan bahwa sebagian besar orang menderita glossophobia. Sebuah survei oleh Jurnal Psikiatri Amerika bahkan menempatkan ketakutan berbicara di depan umum sebagai ketakutan terbanyak yang dimiliki oleh orang Amerika, mengalahkan ketakutan terhadap hewan dan ketinggian. TM Sasti mengatakan bahwa ia juga menderita glossophobia di mana tangannya sering dingin saat berpidato, namun TM Sasti berusaha untuk mengalahkan glossophobianya supaya dapat lebih mengembangkan diri.

Pembicara terakhir adalah ACB, ALB Iin yang membawakan pidato lanjutan acara khusus yaitu pidato pujian. Dalam pidatonya yang berjudul “Separuh Nyawa“, ACB, ALB Iin menceritakan mengenai Ibundanya yang telah meninggal 2 tahun lalu. Ibundanya digambarkan sebagai seorang sosok yang galak namun memiliki jiwa yang mulia dan disiplin diri yang tinggi. Berkat perjuangan Ibundanya yang hanya lulus SMA, ACB, ALB Iin dan saudara-saudara dapat mengenyam bangku perguruan tinggi. Bila gajah mati meninggalkan gading, maka orang mati meninggalkan nama. Hal inilah yang terjadi pada Ibunda ACB, ALB Iin yang pengabdiannya akan selalu dikenang keluarganya.

Sesi berikutnya, Sesi Pidato Dadakan dibawakan oleh TM Ian. Sebagai pembuka sesi, TM Ian menceritakan mengenai perjalanan balon udara. Dalam balon udara tersebut berisi 6 orang tokoh nasional Indonesia yaitu Soekarno, Pangeran Diponegoro, Jokowi, Cut Nyak Dien, Kartini, dan Risma. Tiba-tiba balon udara kehabisan gas dan untuk menyelamatkan 1 orang, lima orang lainnya harus melompat. Di sesi ini, para pembicara pidato dadakan akan menjadi salah satu tokoh yang dipilih secara acak. Dari pilihan tsb, pembicara harus menjelaskan mengapa tokohnya itu harus diselamatkan atau melompat. Sesi berlangsung meriah. DTM Harlina, TM Wayan, Calon TM Aska, Calon TM Sandro, Calon TM Ani, dan CC, CL Anin saling berlomba memberikan jawaban yang logis dan jenaka.

Setelah Sesi Pidato Dadakan, acara dilanjutkan ke Sesi Penilaian Umum yang dipandu oleh Penilai Umum, TM Cynthis. Pada sesi ini, TM Fauzan memberikan masukan untuk TM Silvia, DTM Harlina menilai TM Sasti, dan ACB, ALB Hariadi memberikan evaluasi untuk ACB, ALB Iin. TM Cynthis dan tim juga memberikan laporan mereka masing-masing.

Sesi terakhir adalah Sesi Latihan Lomba yang diarahkan oleh TM Sasti. Di sesi ini, pemenang lomba Pidato Humor tingkat klub, TM Lambang akan membawakan pidato humornya sedangkan TM Fauzan dan TM Wayan yang merupakan pemenang lomba penilaian akan menilai pidato TM Lambang.

img-20160924-wa0009Akhirnya, acara tiba di bagian yang ditunggu-tunggu yaitu panggung kehormatan. Hari itu, TM Sasti, CC, CL Anin, dan ACB, ALB Hariadi keluar sebagai pembicara Sesi Pidato yang Dipersiapkan, pembicara Sesi Pidato Dadakan, dan Penilai Individu terfavorit

Demikianlah acara pada hari itu. Terima kasih kepada para pembicara dan para penilai individu serta kepada para pemegang peran yang telah menjalankan tugasnya dengan baik. Berkat kerjasama semua, acara dapat berlangsung ramai dan seru. Sampai jumpa di pertemuan JABAT berikutnya.

img-20160924-wa0007

Advertisements

Semangat Berbagi (17 Sep 2016)

Setelah libur Idul Adha, tgl 17 Sep 2016 Jakarta Bahasa Toastmasters (JABAT) kembali mengadakan rapat dengan tema “Semangat Berbagi” dan kata acuan “Motivasi” di Menara Kuningan, Lt F2. Tema ini dipilih dalam rangka memperingati semangat berbagi hari raya Idul Adha yang jatuh pada tgl 12 Sep 2016.

Rapat yang dipandu oleh TM Sasti ini dibagi menjadi 3 sesi yaitu Sesi Pidato yang Dipersiapkan, Sesi Pidato Dadakan, dan Sesi Penilaian Umum. Pada Sesi Pidato yang Dipersiapkan, pembicara akan membawakan pidato yang telah dipersiapkan sebelumnya. Pembicara sesi ini adalah TM Paisal yang menceritakan tentang hidupnya. Menurut TM Paisal, perjalanan hidup itu jangan seperti air yang mengalir. Yang semakin lama semakin turun dan ujungnya ke lautan. Jadilah seperti pompa air yang semakin lama semakin menaikkan air. Hidup penuh tantangan adalah sebab seseorang harus berjuang. Jatuh bangun bisnis yang dialaminya membawa TM Paisal pada kesadaran bahwa hidup perlu diperjuangkan.

img-20160917-wa0009Sesi kedua adalah Sesi Pidato Dadakan. Sesi ini dibawakan oleh TM Teguh menggunakan format baru yaitu melalui video dan presentasi. Pada sesi ini, para tamu dan anggota dilibatkan secara aktif untuk menjawab pertanyaan yang belum pernah didengar sebelumnya. Di awal sesi TM Teguh memutarkan video tentang seorang ibu dan anaknya. Pertanyaan-pertanyaan pidato dadakan dilatarbelakangi oleh cuplikan pada video tersebut.

Pertanyaan-pertanyaan yang muncul seperti “Setiap manusia pasti pernah merasakan cobaan dalam kehidupan. Seperti pada cuplikan video, seorang ibu mendapatkan cobaan ketika anaknya sakit. Apakah yang menurut anda perlu dilakukan untuk mengubah suatu cobaan hidup menjadi motivasi?”, “Sumber motivasi bisa datang tidak hanya dari diri sendiri melainkan juga bisa datang dari orang lain. Ibu pada cuplikan video tadi memiliki motivasi yang berasal dari orang lain. Menurut anda motivasi manakah yang lebih baik, yang berasal dari diri sendri atau berasal dari orang lain?”, dan “Pesan apakah yang coba disampaikan pada cuplikan video tsb?”

Setelah Sesi Pidato Dadakan, rapat akhirnya memasuki sesi akhir yaitu Sesi Penilaian Umum. Di sesi ini, ACB, ALB Hariadi menyampaikan masukan untuk pidato TM Paisal dan TM Martie selaku Penilai Umum beserta tim menyampaikan hasil evaluasinya.

img-20160917-wa0003Akhirnya acara tiba pada bagian yang ditunggu-tunggu yaitu panggung kehormatan. TM Paisal dan ACB, ALB Hariadi masing-masing menjadi pembicara Sesi Pidato yang Dipersiapkan dan Penilai Individu terfavorit. Sedangkan pembicara Sesi Pidato Dadakan terfavorit jatuh pada tamu yaitu calon toastmaster Charles.

Demikianlah rapat pada hari itu, terima kasih untuk semua pembicara baik pembicara Sesi Pidato yang Dipersiapkan maupun Pembicara Sesi Pidato Dadakan serta penilai individu dan pemegang peran yang telah bekerja secara maksimal sehingga rapat dapat berjalan dengan lancar dan menarik.

img-20160917-wa0006

Dari kiri: TM Sasti (Pengarah Acara), Dwi (tamu), Vina (tamu), Rendy (tamu), ACB, ALB Hariadi, Charles (tamu), TM Teguh, TM Martie (Penilai Umum), dan TM Paisal