Sinergi dalam Kebersamaan (27 Agustus 2016)

IMG-20160827-WA0003

Terinspirasi dari visi Jakarta Bahasa Toastmasters (JABAT) yaitu “Menjadikan JABAT sebagai klub yang nyaman untuk belajar komunikasi dan kepemimpinan”, pertemuan kali ini mengangkat tema “Sinergi dalam Kebersamaan” dengan kata acuan “Kerja sama”. TM Cynthis yang pada hari itu berperan sebagai Pengarah Acara menjelaskan tema acara, pembagian rapat menjadi 4 sesi dan memperkenalkan Penilai Umum.

Tim Penilai Umum dipimpin oleh TM Nila bertugas untuk menilai rapat yang berlangsung. Dalam menjalankan tugasnya, TM Nila dibantu oleh TM Wayan sebagai pemerhati tata bahasa, TM Sasti sebagai pemerhati bunyi tanpa Makna, TM Fauzan sebagai pencatat waktu, dan TM Lambang sebagai pengumpul kertas suara.

Sesi pertama adalah Sesi Pidato yang Dipersiapkan dimana para pembicara sesi ini akan membawakan pidato yang telah disusun sebelumnya. Pembicara pertama Sesi ini adalah TM Maruasas dengan judul pidatonya yang insipiratif yaitu “Melawan Ketakutan”. Dalam pidatonya, TM Maruasas menceritakan tentang dirinya yang introvert di mana dia merasa berbicara di depan orang banyak layaknya berhadapan dengan singa yang siap menerkam. Namun hal itu tidak menyurutkan semangatnya untuk belajar pidato. Ia juga berbagi 3 tips yang dapat membantu melawan ketakutan berbicara di depan umum yaitu persiapan, meningkatkan jam terbang, dan konsisten.IMG-20160827-WA0014

Pembicara berikutnya adalah TM Teguh dengan pidato yang berjudul “Janji Suci”. Pidato yang dibuka dengan lagu romantis  dari grup band Yovie & Nuno itu menceritakan perjalanan hidup TM Teguh bersama istri dari mulai pacaran hingga saat mengarungi bahtera rumah tangga. Bagaimana selama 15 tahun bersama, ia tetap belajar untuk mengenal sisi istrinya yang masih menjadi misteri. Pidato tersebut kemudian ditutup dengan apik menggunakan puisi cinta yang manis.

Pembicara terakhir adalah TM Sasti. Melalui judul pidatonya “Mau Jadi Apa Saya Nanti?” yang berasal dari pengalaman pribadinya di bus transjakarta, TM Sasti menggambarkan  percakapan seorang Ibu dengan seorang pegawai negeri sipil mengenai akan menjadi apa anaknya nanti. Ibu tersebut bersikukuh untuk bahwa anaknya harus menjadi pegawai negeri sipil tanpa memedulikan ketidaktertarikan si anak. Namun pegawai negeri sipil tersebut bijaksana dan mendorong si Ibu untuk membiarkan anaknya sendiri yang menentukan jalan hidupnya. TM Sasti mengatakan bahwa ingin menjadi apa kita nanti bergantung pada diri kita sendiri. Link Youtube JABAT (Sasti, TM, “Mau Jadi Apa Saya Nanti?”)

Setelah Sesi Pidato yang Dipersiapkan, rapat dilanjutkan ke Sesi Pidato Dadakan. Sesi ini bertujuan untuk melatih kecepatan berpikir. Para pembicara diharuskan untuk menjawab pertanyaan yang baru mereka dengar dalam jangka waktu 1 – 2 menit. Sesi menantang ini dipandu oleh TM Lambang. Pembicara sesi ini antara lain TM Kim, Ulfa (tamu), Jonathan (tamu), Nisa (tamu), dan David (tamu).

Setelah Sesi Pidato Dadakan dimulailah Sesi Edukasi. Sesi ini dibawakan oleh Direktur Divisi I yaitu ACB, ALB Bena dengan judul “Kurang itu Aset, Kurang itu Lucu” yang berfokus pada cara membuat pidato humor. Kelemahan dan masalah kita merupakan topik terbaik untuk menyusun pidato humor. Struktur pidato humor yang baik adalah 10% Pembuka, 80% Isi, dan 10% Penutup. ACB, ALB Bena memberikan beberapa tips yang dapat digunakan yaitu 1. Set Up dan Punchline yaitu bagian yang tidak lucu kemudian diakhiri dengan bagian yang lucu. 2. Ironi  3. Pernyataan yang dilebih-lebihkan. 4. Metafora/Perumpamaan 5. Bahasa tubuh dan variasi vokal. Link Video JABAT (Benazir Syahril, ACB, ALB, “Kurang itu Aset. Kurang itu Lucu”)

IMG-20160827-WA0015Sesi terakhir adalah Sesi Penilaian Umum di mana Penilai Umum dan tim akan menyampaikan laporannya. Pada sesi ini, para penilai individu akan memberikan masukan untuk masing-masing pembicara Sesi Pidato yang Dipersiapkan. Penilai-penilai Individu antara lain TM Fauzan yang menilai TM Maruasas; ACB, ALB Indri menilai TM Teguh, dan ACB, ALB Bena memberi penilaian untuk TM Sasti.

Akhirnya, rapat sampai di bagian yang ditunggu-tunggu yaitu Panggung Kehormatan dimana para pemenang setiap sesi diumumkan. TM Maruasas menjadi pembicara terfavorit untuk Sesi Pidato yang Dipersiapkan, Nisa (tamu) menjadi pemenang Sesi Pidato Dadakan, dan ACB, ALB Bena sebagai Penilai Individu terfavorit. IMG-20160827-WA0007

Terima kasih untuk para pembicara, penilai individu, dan Direktur Divisi I, Bena yang telah meluangkan waktunya untuk mengisi Sesi Edukasi serta para pemegang peran yang telah bekerja dengan maksimal sehingga rapat JABAT  berlangsung meriah dan luar biasa.

Advertisements

Posted on August 29, 2016, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. I Wayan Sugata

    Melihat kera bersama gelatik,
    muncullah anoa mencari makan,
    berkat kerjasama yang baik,
    tentulah semua menjadi nyaman.
    JaBaT selalu hebat !!!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: