Monthly Archives: August 2016

Sinergi dalam Kebersamaan (27 Agustus 2016)

IMG-20160827-WA0003

Terinspirasi dari visi Jakarta Bahasa Toastmasters (JABAT) yaitu “Menjadikan JABAT sebagai klub yang nyaman untuk belajar komunikasi dan kepemimpinan”, pertemuan kali ini mengangkat tema “Sinergi dalam Kebersamaan” dengan kata acuan “Kerja sama”. TM Cynthis yang pada hari itu berperan sebagai Pengarah Acara menjelaskan tema acara, pembagian rapat menjadi 4 sesi dan memperkenalkan Penilai Umum.

Tim Penilai Umum dipimpin oleh TM Nila bertugas untuk menilai rapat yang berlangsung. Dalam menjalankan tugasnya, TM Nila dibantu oleh TM Wayan sebagai pemerhati tata bahasa, TM Sasti sebagai pemerhati bunyi tanpa Makna, TM Fauzan sebagai pencatat waktu, dan TM Lambang sebagai pengumpul kertas suara.

Sesi pertama adalah Sesi Pidato yang Dipersiapkan dimana para pembicara sesi ini akan membawakan pidato yang telah disusun sebelumnya. Pembicara pertama Sesi ini adalah TM Maruasas dengan judul pidatonya yang insipiratif yaitu “Melawan Ketakutan”. Dalam pidatonya, TM Maruasas menceritakan tentang dirinya yang introvert di mana dia merasa berbicara di depan orang banyak layaknya berhadapan dengan singa yang siap menerkam. Namun hal itu tidak menyurutkan semangatnya untuk belajar pidato. Ia juga berbagi 3 tips yang dapat membantu melawan ketakutan berbicara di depan umum yaitu persiapan, meningkatkan jam terbang, dan konsisten.IMG-20160827-WA0014

Pembicara berikutnya adalah TM Teguh dengan pidato yang berjudul “Janji Suci”. Pidato yang dibuka dengan lagu romantis  dari grup band Yovie & Nuno itu menceritakan perjalanan hidup TM Teguh bersama istri dari mulai pacaran hingga saat mengarungi bahtera rumah tangga. Bagaimana selama 15 tahun bersama, ia tetap belajar untuk mengenal sisi istrinya yang masih menjadi misteri. Pidato tersebut kemudian ditutup dengan apik menggunakan puisi cinta yang manis.

Pembicara terakhir adalah TM Sasti. Melalui judul pidatonya “Mau Jadi Apa Saya Nanti?” yang berasal dari pengalaman pribadinya di bus transjakarta, TM Sasti menggambarkan  percakapan seorang Ibu dengan seorang pegawai negeri sipil mengenai akan menjadi apa anaknya nanti. Ibu tersebut bersikukuh untuk bahwa anaknya harus menjadi pegawai negeri sipil tanpa memedulikan ketidaktertarikan si anak. Namun pegawai negeri sipil tersebut bijaksana dan mendorong si Ibu untuk membiarkan anaknya sendiri yang menentukan jalan hidupnya. TM Sasti mengatakan bahwa ingin menjadi apa kita nanti bergantung pada diri kita sendiri. Link Youtube JABAT (Sasti, TM, “Mau Jadi Apa Saya Nanti?”)

Setelah Sesi Pidato yang Dipersiapkan, rapat dilanjutkan ke Sesi Pidato Dadakan. Sesi ini bertujuan untuk melatih kecepatan berpikir. Para pembicara diharuskan untuk menjawab pertanyaan yang baru mereka dengar dalam jangka waktu 1 – 2 menit. Sesi menantang ini dipandu oleh TM Lambang. Pembicara sesi ini antara lain TM Kim, Ulfa (tamu), Jonathan (tamu), Nisa (tamu), dan David (tamu).

Setelah Sesi Pidato Dadakan dimulailah Sesi Edukasi. Sesi ini dibawakan oleh Direktur Divisi I yaitu ACB, ALB Bena dengan judul “Kurang itu Aset, Kurang itu Lucu” yang berfokus pada cara membuat pidato humor. Kelemahan dan masalah kita merupakan topik terbaik untuk menyusun pidato humor. Struktur pidato humor yang baik adalah 10% Pembuka, 80% Isi, dan 10% Penutup. ACB, ALB Bena memberikan beberapa tips yang dapat digunakan yaitu 1. Set Up dan Punchline yaitu bagian yang tidak lucu kemudian diakhiri dengan bagian yang lucu. 2. Ironi  3. Pernyataan yang dilebih-lebihkan. 4. Metafora/Perumpamaan 5. Bahasa tubuh dan variasi vokal. Link Video JABAT (Benazir Syahril, ACB, ALB, “Kurang itu Aset. Kurang itu Lucu”)

IMG-20160827-WA0015Sesi terakhir adalah Sesi Penilaian Umum di mana Penilai Umum dan tim akan menyampaikan laporannya. Pada sesi ini, para penilai individu akan memberikan masukan untuk masing-masing pembicara Sesi Pidato yang Dipersiapkan. Penilai-penilai Individu antara lain TM Fauzan yang menilai TM Maruasas; ACB, ALB Indri menilai TM Teguh, dan ACB, ALB Bena memberi penilaian untuk TM Sasti.

Akhirnya, rapat sampai di bagian yang ditunggu-tunggu yaitu Panggung Kehormatan dimana para pemenang setiap sesi diumumkan. TM Maruasas menjadi pembicara terfavorit untuk Sesi Pidato yang Dipersiapkan, Nisa (tamu) menjadi pemenang Sesi Pidato Dadakan, dan ACB, ALB Bena sebagai Penilai Individu terfavorit. IMG-20160827-WA0007

Terima kasih untuk para pembicara, penilai individu, dan Direktur Divisi I, Bena yang telah meluangkan waktunya untuk mengisi Sesi Edukasi serta para pemegang peran yang telah bekerja dengan maksimal sehingga rapat JABAT  berlangsung meriah dan luar biasa.

Advertisements

Semangat Merah Putih (20 Agustus 2016)

Memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-71, JABAT mengadakan pertemuan dengan tema “Semangat Merah Putih” dengan kata acuan “Sinergi” di Menara Kuningan Lt F3. Pertemuan ini dibawakan oleh seorang wanita yang energik yaitu TM Wiwie. Dalam baju merahnya, TM Wiwie dengan penuh semangat menjelaskan tema pertemuan serta memperkenalkan Penilai Umum, TM Lambang. Dalam menjalankan tugasnya TM Lambang akan dibantu oleh timnya yaitu Pemerhati tata bahasa, TM Nila, Penghitung bunyi tanpa makna, TM Teguh, Pencatat waktu, TM Ian, dan Pengumpul kertas suara, TM Maruasas.

Pertemuan terbagi menjadi 3 sesi yaitu Sesi Pidato yang Dipersiapkan, Sesi Edukasi, dan Sesi Penilaian Umum. Sesi Pidato yang Dipersiapkan menghadirkan pembicara-pembicara yang akan membawakan pidato yang telah mereka susun sebelumnya. Sesi Edukasi bertujuan untuk menambah wawasan serta Sesi Penilaian Umum dimana hadirin akan mendengarkan masukan dari setiap Penilai Individu untuk para pembicara Sesi Pidato yang Dipersiapkan serta laporan dari Penilai Umum dan tim.

Pembicara pertama Sesi Pidato yang Dipersiapkan adalah TM Kim dengan judul pidatonya “Siapakah Saya?” TM Kim mengambarkan dirinya sebagai seorang yang kreatif, inovatif, dan mengairahkan. TM Kim yang baru lulus Sertifikasi Pengajar International juga berbagi mengenai 4 tipe karakter orang yaitu tipe kayu lapuk (orang yang tidak tahan banting/mudah menyerah), tipe lempeng besi (dari luar orang tsb kuat, namun dari dalam rapuh), tipe kapas (orang yang lentur dan tergantung pada lingkungan), dan tipe bola pingpong (yang jika menerima tekanan, orang tsb justru akan melambung lebih tinggi). Link Youtube JABAT (Kim Hong, TM BPD-1 “Siapakah Saya?”). Pembicara berikutnya, TM Cynthis melalui judul pidatonya “Kartu Kredit” menceritakan pengalaman pahitnya karena tidak punya kartu kredit serta menginformasikan 3 cara bijak menggunakan kartu kredit yaitu milikilah lebih dari 1 kartu, bayarlah tagihan tepat waktu, serta sinergikan pemakaian kartu dengan kebutuhan. Link Youtube JABAT (Cynthis, TM, BPD-3 “Kartu Kredit”)

Pembicara selanjutnya, TM Wayan dengan judul “Berkah Puasa” memesona hadirin dengan berbagai cerita suka duka menjalankan ibadah puasa mulai dari masa kecil, masa kuliah, hingga saat bekerja. Bagaimana puasa ternyata memberikan banyak manfaat bagi TM Wayan seperti meghilangkan rasa gelisah, khawatir serta menyembuhkan tubuhnya dari sakit. Satu kalimat bijak dari TM Wayan adalah “Lapar dahaga dahulu, pahala kemudian”. Link Youtube JABAT (Wayan, TM, “Berkah puasa”). Pembicara Keempat, TM Fauzan melalui judul pidatonya “Ancaman Si Kecil” menekankan bagaimana memprihatinkannya kondisi masyarakat saat ini di mana ada beberapa berita mengenai balita dicabuli oleh anak di bawah umur. Penyebabnya adalah makin marak dan mudah diaksesnya konten porno di Indonesia. Konten tidak senonoh ini membuat anak-anak penasaran dan pertumbuhan otak mereka terganggu. TM Fauzan juga menjelaskan perlunya menanamkan nilai-nilai agama sejak dini untuk mencegah terjadinya ancaman tsb. Link Youtube JABAT (Fauzan, TM BPD-9 “Ancaman si Kecil”)

Pembicara Sesi Pidato yang Dipersiapkan pada hari itu adalah ACB, ALB Indri yang membawakan pidato dari buku panduan lanjutan. Dengan judul pidatonya “Sukses/Gagal”, dia menceritakan bahwa mayoritas alasan orang takut memulai usaha adalah takut gagal. Bahkan menurut sebuah penelitian yang dia peroleh 96% pengusaha Indonesia gagal. Pidato lalu diisi dengan pengalaman pribadi ACB, ALB Indri dalam merintis usaha selama 5 tahun dan masalah-masalah yang dihadapi seperti mendapatkan pembeli yang tidak menyenangkan, karyawan yang disuap, hingga masalah dengan penjual. Dalam pidatonya, ACB, ALB Indri juga menyampaikan 3 tips untuk mengatasi kegagalan usaha antara lain sadarilah kemungkinan gagal itu ada, lakukan instropeksi diri, dan ambil sisi positif dari kegagalan tsb. Pidato ditutup dengan apik melalui sebuah kalimat dari Winston Churchill yaitu “Sukses adalah kemampuan untuk beralih dari 1 kegagalan ke kegagalan lainnya tanpa kehilangan semangat” Link Youtube JABAT (Indri, ACB, ALB, “Sukses/Gagal”)

Sesi berikutnya adalah Sesi Edukasi yang kali ini dibawakan oleh Ketua Jabat 2014/2015, ACS, ALB Lesmana Nahar dengan judul “Maksimal Bersama Toastmasters”. Menurut Toastmaster Lesmana waktu lebih berharga daripada uang. Kita bisa mencari lebih banyak uang tapi tidak dapat mencari lebih banyak waktu. Oleh karena itu agar waktu kita di JABAT bisa maksimal, anggota harus sering pidato dan aktif mengambil peran. ACS, ALB Lesmana Nahar juga menyarankan sebaiknya terlibat juga sebagai pengurus klub untuk melatih kepemimpinan. Pada sesi edukasi ini, ACS, ALB Lesmana juga membagi tips-tips mencari ide pidato. Pertama, jangan berpikir bahwa mencari ide pidato itu susah karena ide pidato itu ada di mana-mana mulai dari hobi, pekerjaan, keluarga, hingga sumber eksternal seperti kegiatan masyarakat atau situs internet. Kedua, dari awal sebaiknya kita sudah menetapkan fokus untuk topik yang ingin dibicarakan untuk BPD 1 – 10. Hal ini akan membantu kita untuk menyelami lebih dalam topik pidato dan menciptakan ciri khas (branding) kita. Ketiga, begitu ada ide langsung dicatat karena ide sering datang mendadak dan biasanya semakin dipikir semakin tidak dapat. IMG-20160820-WA0007Terakhir, banyak-banyaklah membaca buku atau literatur. Link Youtube JABAT (Lesmana, ACS, ALB Sesi Edukasi Judul: “Maksimal Bersama Toastmasters”). Di akhir Sesi Edukasi, TM Lambang mewakili pengurus memberikan cendramata berupa foto karikatur dan pena kepada ACS, ALB Lesmana sebagai pembicara sesi edukasi hari itu dan DTM Harlina sebagai pembicara sesi edukasi tgl 6 Agustus 2016.

Setelah Sesi Edukasi, pertemuan dilanjutkan ke sesi terakhir yaitu Sesi Penilaian Umum. Dalam sesi ini, DTM Harlina, ACB, ALB Hariadi, dan ACS, ALB Lesmana masing-masing memberikan penilaian individu untuk masing-masing Pembicara Sesi Pidato yang Dipersiapkan. Pada sesi ini juga, Penilai Umum, TM Lambang dan timnya menyampaikan laporan mereka.

IMG-20160820-WA0006Akhirnya, pertemuan tiba pada bagian yang ditunggu-tunggu yaitu Panggung Kehormatan di mana pemenang tiap sesi diumumkan. Di pertemuan ini, TM Cynthis keluar sebagai pembicara Sesi Pidato yang Dipersiapkan terfavorit dan ACB, ALB Hariadi sebagai penilai umum terfavorit.

Terima kasih untuk semua pembicara, ACS, ALB Lesmana, dan para penilai individu yang telah berbagi ilmu dan juga seluruh pemegang peran yang telah menjalankan tugasnya masing-masing sehingga pertemuan JABAT bisa berjalan dengan lancar dan penuh semangat.

IMG-20160820-WA0005

Atas: DTM Johan (tamu), TM Kim, TM Ian, TM Cynthis, TM Wayan, ACB, ALB Indri, ACS, ALB Lesmana, TM Wiwie

Bawah: TM Maruasas, TM Lambang, TM Fauzan, ACB, ALB Hariadi, TM Martie, DTM Harlina, TM Nila

BAKTI KEPADA IBU PERTIWI (6 Agustus 2016)

“Cita-cita besar memerlukan perjuangan yang gigih, pantang menyerah, jatuh bangun lagi, gagal bangkit lagi, kurang semangat? Datang saja ke JABAT, pasti semangat lagi!!”

IMG-20160806-WA0006Itulah motivasi yang diberikan oleh pengarah acara, TM Wayan. Pada pertemuan ini dipilih tema “Bakti kepada Ibu Pertiwi” ini untuk memperingati hari Bhakti TNI Angkatan Laut yang jatuh pada tgl 29 Juli dan hari Dharma Wanita Nasional pada tgl 5 Agustus.

Pertemuan dibagi menjadi 4 Sesi yaitu Sesi Pidato yang Dipersiapkan, Sesi Pidato Dadakan, Sesi Edukasi, dan Sesi Penilaian Individu. Sesi Pidato yang Dipersiapkan menampilkan pembicara-pembicara yang naskah pidatonya sudah disiapkan terlebih dahulu dengan durasi pidato rata-rata  5 – 7 menit. Sesi Pidato Dadakan merupakan sesi yang bersifat spontan di mana pembicara harus menjawab pertanyaan yang baru didengar pada saat itu dalam waktu 1 – 2 menit sedangkan Sesi Edukasi bertujuan untuk menambah wawasan anggota. Terakhir, Sesi Penilaian Individu di mana para anggota senior akan memberikan masukan mereka bagi pembicara Sesi Pidato yang Dipersiapkan.

Pertemuan diawali dengan pengenalan pengarah acara TM Wayan oleh Ketua JABAT, CC, CL Ade Herawan. TM Wayan kemudian menjelaskan tema pertemuan, pembagian sesi, dan pengenalan Penilai Umum, ACB Indri. Dalam menjalankan tugasnya sebagai Penilai Umum ACB Indri dibantu oleh TM Wicak sebagai pemerhati tata bahasa, TM Ian sebagai pemerhati bunyi tanpa makna, Duo TM Sasti dan TM Lambang yang bergantian bertugas sebagai pencatat waktu serta TM Cynthis sebagai pengumpul kertas suara.

Sesi Pidato yang dipersiapkan menampilkan TM Lambang, TM Teguh, dan TM Sasti. TM Lambang dalam pidatonya yang berjudul “Kemarin, Kini, dan Hari Esok” menceritakan tentang bagaimana perjalanan hidupnya dari seorang pedagang kaki lima hingga menjadi pengusaha sukses yang mempunyai 11 kantor cabang. TM Lambang mengingatkan bagaimana kita sering menyepelekan pedagang kaki lima padahal banyak pengusaha sukses yang awalnya berasal dari pedagang kaki lima misalnya Lim Soe Liong, Mochtar Riady, dll padahal mungkin saja pedagang kaki lima yang kita temui merupakan calon pengusaha sukses di masa mendatang.

Selanjutnya TM Teguh dengan pidatonya “Persiapan+Kesempatan=Kesuksesan” menjelaskan pengaruh rumus tersebut dalam karirnya. Dimulai dari bagaimana dia menerima telepon wawancara kerja hingga cara dia mempersiapkan diri menghadapi wawancara tersebut. TM Teguh juga menekankan bahwa ia bergabung di JABAT untuk mempersiapkan diri menghadapi kesempatan di masa yang akan datang. Pembicara terakhir, TM Sasti membawakan pidato yang berjudul “Memilih Tempat Usaha” mengingatkan kita akan pentingnya dokumen yang jelas dalam menjalankan usaha. Berawal dari pengalaman pribadi bagaimana ia mengalami kejadian yang tidak menyenangkan saat menyewa tempat usaha, diperlakukan semena-mena oleh pemilik kios dan tidak dapat berbuat apa-apa karena tidak memiliki kwitansi akibat terkecoh oleh keramahan pemilik kios.

Sesi berikutnya dilanjutkan oleh Sesi Edukasi “Persiapan untuk Lomba Evaluasi” yang dibawakan oleh DTM Harlina yang sepak terjangnya sudah tidak diragukan lagi di dunia Toastmasters. Beliau menyampaikan tips PPEDASS dalam menyampaikan Evaluasi. P : Positif (Evaluasi harus bersifat membangun) P: Penutupan (Menyampaikan ringkasan evaluasi), E: Enam Proyek Pidato (Wajib telah membaca 6 proyek pidato dalam Buku Panduan Dasar), D: Dua Saja (Menyampaikan dua atau tiga poin saja sebagai masukan), A: Absolut (Tidak memberikan penilaian yang pasti misalnya tidak menggunakan kata “selalu”), S: Spesifik (Memberikan evaluasi secara spesifik bagian yang harus diperbaiki) dan S: Saya (Penilaian bersifat subjektif karena itu disarankan menggunakan subjek “saya” dibandingkan “kami”)

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi Penilaian dimana Penilai individu DTM Harlina, TM Fauzan, dan CC, CL Ade Herawan menyampaikan poin positif dan masukan bagi pembicara-pembicara Sesi Pidato yang Dipersiapkan dilanjutkan dengan Penilai Umum dan timnya menyampaikan hasil evaluasinya.

Setelah itu, acara masuk ke sesi yang mendebarkan yaitu Sesi Pidato Dadakan yang dipandu oleh TM Cynthis. Sesi ini memberikan kesempatan bagi para tamu dan anggota yang tidak memegang peran pada hari itu untuk terlibat dalam pertemuan. Pembicara Pidato Dadakan antara lain TM Aji, Sisca (tamu), Iron (tamu), DTM Yusuf (tamu), dan TM Ian. Mereka masing-masing diminta untuk memilih dan menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan tema pertemuan “Bakti kepada Ibu Pertiwi”

IMG-20160806-WA0027Seusai Sesi Pidato Dadakan, TM Fauzan selaku Kabid Keanggotaan mensosialisasikan Program “Member get Member” dari Toastmasters International di mana anggota ataupun tamu yang dapat mencapai program tersebut akan menerima cendramata dari Toastmasters International maupun JABAT. Acara dilanjutkan dengan pengambilan undian yang tidak dapat dilakukan dalam acara HUT yang sebelumnya karena keterbatasan waktu. Pemenang undian antara lain Penilai Umum pada hari itu ACB Indri, Teuku Firmansyah, dan Riza S. Eko.

Sebelum acara ditutup, diumumkan pembicara favorit yang terpilih pada hari itu. TM Sasti menjadi pembicara pidato yang dipersiapkan terfavorit. Untuk penilai individu terfavorit adalah CC, CL Ade Herawan sedangkan DTM Yusuf menjadi pembicara pidato dadakan terfavorit.IMG-20160806-WA0008

Terima kasih untuk semua pembicara baik pidato yang dipersiapkan, DTM Harlina, penilai individu maupun pidato dadakan yang telah berbagi ilmu hari ini dan juga seluruh pemegang peran yang telah membantu dan berkontribusi sehingga pertemuan JABAT bisa berjalan dengan baik dan membawa hikmah.

IMG-20160806-WA0007

 

 

Dari kiri atas: Iron (tamu), DTM Yusuf (tamu), TM Lambang, DTM Harlina, TM Cynthis, ACB Indri, TM Ian

Dari kiri bawah: TM Sasti, Sisca (tamu), TM Aji, TM Fauzan, TM Wicak, TM Wayan

 

Menuju Level Nasional (JABAT 23 Juli 2016)

Menuju Level Nasional” itulah visi yang diusung oleh Ketua JABAT 2016/2017, Ade Herawan

Memperingati hari jadinya yang ke – 9, JABAT mengadakan perayaan ulang tahunnya di Ruangan Alfa Omega, Lt F2, Menara Kuningan. Tema perayaan ini adalah “Menuju Level Nasional” dengan kata acuan “Inovasi”. Hadir dalam acara tsb DTM Wardiman Djojonegoro dan 7 ketua JABAT periode sebelumnya.

Acara dibuka dengan Tarian Japin Pemikat yang energik dari  Sanggar BSCN dan dilanjutkan dengan pemutaran Video JABAT yang berisikan foto-foto kegiatan JABAT dari sejak pendirian hingga sekarang.  IMG-20160724-WA0029Pengarah Acara, TM Sasti kemudian menjelaskan tema acara dan memperkenalkan Penilai Umum, TM Dedy Herdian yang lalu memperkenalkan timnya yang terdiri dari Pemerhati Tata Bahasa, TM Muhammad Raya; Penghitung Bunyi Tanpa Makna, TM Martie; Pencatat Waktu, TM Wiwie dan Pengumpul Kertas Suara, TM Wayan.

Perayaan ini dibagi menjadi 4 Sesi yaitu Sesi Pidato yang Dipersiapkan, Sesi Pidato Dadakan, Sesi Penilaian Umum, dan Sesi Berbagi. Dalam pidato yang dipersiapkan, anggota yang menjadi pembicara diberi kesempatan untuk menyampaikan pidato yang sudah dipersiapkan beberapa hari/minggu sebelumnya dalam waktu 5-7 menit. Untuk pidato dadakan, pembicara memiliki waktu 1-2 menit untuk memberi jawaban/ tanggapan atas pertanyaan/pernyataan yang diberikan oleh pemandu pidato dadakan. Dan selama sesi penilaian umum akan disampaikan laporan 2-3 menit oleh penilai individu atas pembicara pidato yang dipersiapkan; serta akan disampaikan laporan dari pemerhati tata bahasa, penghitung bunyi tanpa makna, dan penilai umum.

Sesi Pidato yang Dipersiapkan menampilkan 3 orang pembicara dengan gaya yang berbeda-beda namun tetap menginspirasi. TM Ian Figgins membuka sesi dengan pidatonya yang berjudul “Kegairahan Kedalaman” menceritakan mengenai hobi menyelamnya dan bagaimana hobi itu telah membawanya menikmati berbagai keindahan biota laut di Indonesia. Pembicara kedua, TM Yosephine dalam pidatonya yang berjudul “Persiapan Pensiun” memberikan informasi bagaimana sebagian besar orang menyesal di masa pensiunnya karena tidak mempersiapkannya dengan baik. TM Yosephine juga berbagi tips dalam mengatur keuangan untuk menghadapi masa pensiun. Pembicara terakhir, ACB, ALB Diella Dachlan membawakan pidato berapi-api yang diilhami oleh orasi yang terkenal dari Presiden pertama RI, Soekarno yaitu “Indonesia Menggugat”.

IMG-20160724-WA0014Setelah itu, dilakukan pemotongan tumpeng secara simbolis oleh CC, CL Ade Herawan untuk DTM Wardiman Djojonegoro. Usai pemotongan tumpeng, TM Cephi memulai Sesi Pidato Dadakan & Games yang  dimulai dengan sesi perorangan dan diakhiri dengan sesi duel antara pemenang sesi perorangan.  Acara diteruskan ke Sesi Penilaian Individu dimana ACB, ALB Indri Lesmana, CC,CL Diana Anggraini, dan ACS, ALB Lesmana Nahar menyampaikan penilaian individu masing-masing.

 

IMG-20160723-WA0006Di puncak acara, hadirin dipukau oleh pembicara tamu yang juga merupakan aktris/model/presenter, Anesya Anggun. Dalam Sesi berbagi dengan gaya talk show yang dibawakan oleh TM Sasti, Anesya Anggun bercerita tentang pentingnya kekuatan mimpi.  Wanita cantik ini juga menekan akan penting artinya kerja keras dalam mencapai karir yang dicita-citakannya. Selain Anesya Anggun, perayaan ini juga menghadirkan Wakil 1 Putra Bahari Indonesia 2015, Ahmad Farid, dan Abang Depok Favorit 2014, Farchan untuk berbagi sedikit kisah sukses mereka

Pada Acara HUT ini, JABAT juga mengadakan suatu lomba istimewa yaitu lomba Yel-yel di mana video Yel-yel oleh ACB, ALB Indrijati Pudjilestari keluar sebagai pemenang.IMG-20160723-WA0009

Selanjutnya masuk ke sesi yang ditunggu – tunggu yaitu Panggung Kehormatan dimana akan diumumkan pemenang sesi pidato yang dipersiapkan, pidato dadakan, dan penilai individu terfavorit. ACB, ALB Diella Dachlan, CTM, CL Herni S. Agung, dan CC, CL Diana Anggraini masing-masing terpilih sebagai pembicara pidato yang dipersiapkan, pembicara pidato dadakan, dan penilai individu terfavorit

 

Acara ditutup oleh CC Ade Herawan dan diakhiri dengan sesi pelepasan confetti dan foto bersama.

IMG-20160723-WA0017

Acara Ulang Tahun tentu tidak lengkap tanpa Photobooth. Selamat Ulang Tahun ke-9 untuk JABAT! Semoga di tahun ini, JABAT dapat menuju ke level nasional!

IMG-20160723-WA0032