Bulan Puasa, Bulan Berbagi (JABAT 11 Jun 2016)

IMG-20160611-WA0001“Kita hidup dari apa yang kita dapatkan, namun kita menciptakan kehidupan dari apa yang kita beri.” Winston Churchill.

Itu adalah kutipan yang ada dalam pidato TM Yosephine hari ini di Pertemuan JABAT. Pertemuan JABAT adalah kegiatan rutin mingguan yang biasanya diselenggarakan di Menara Kuningan, Jakarta, yang mengedepankan aspek pendidikan keterampilan bicara di depan umum (public speaking) dan kepemimpinan (leadership). Pertemuan dihadiri oleh peserta yang jumlahnya hingga 23 orang peserta di mana 5 orang di antaranya adalah tamu.

TM Lambang bertugas sebagai Pengarah Acara dan tema Pertemuan JABAT kali ini “Bulan Puasa, Bulan Berbagi” dengan kata acuan “Hikmah”. Tiap pertemuan dibagi menjadi 3 sesi yaitu pidato yang dipersiapkan, pidato dadakan, dan penilaian umum. Dalam pidato yang dipersiapkan, anggota yang menjadi pembicara diberi kesempatan untuk menyampaikan pidato yang sudah dipersiapkan beberapa hari/minggu sebelumnya dalam waktu 5-7 menit. Untuk pidato dadakan, pembicara memiliki waktu 1-2 menit untuk memberi jawaban/ tanggapan atas pertanyaan/pernyataan yang diberikan oleh pemandu pidato dadakan. Dan selama sesi penilaian umum akan disampaikan laporan 2-3 menit oleh penilai individu atas pembicara pidato yang dipersiapkan; serta akan disampaikan laporan dari pemerhati tata bahasa, penghitung bunyi tanpa makna, dan penilai umum.

Untuk pidato yang dipersiapkan TM Guntur sebagai pembicara pertama pada hari ini memulai pidatonya dengan judul “Keluar dari Zona Nyaman” untuk proyek Buku Panduan Dasar Proyek#1 Mencairkan Kekakuan, ia dinilai oleh TM Cephi. TM Guntur menceritakan bagaimana dirinya awal adalah seorang yang kurang percaya diri, namun saat ia melanjutkan pendidikan dan bekerja di China ia mulai belajar menjadi pribadi yang lebih berani dan mandiri. Ia menyadari bahwa untuk menjadi pribadi yang lebih baik ia perlu keluar dari zona nyaman dan berani melangkah.

Selanjutnya TM Riza sebagai pembicara kedua membawakan pidato dengan judul “Tak Pernah Mengeluh” untuk proyek Buku Panduan Dasar Proyek#2 Menyusun Naskah Pidato, ia dinilai oleh TM Iin.  TM Riza menceritakan kisah perjuangannya semasa kecil dan pesan dari orang tuanya agar ia tidak pernah mengeluh dalam menjalani kehidupan. Itu yang membuatnya lebih kuat dan tak pernah menyerah apalagi dalam dunia kerja di mana ia harus melakoni berbagai profesi antara lain akademisi, profesional, petani, politikus dan hingga saat ini menjadi abdi negara.

TM Teguh sebagai pembicara ketiga berpidato dengan judul “Pencitraan Sosial Media” untuk Buku Panduan Dasar Proyek#2 Menyusun Naskah Pidato, ia dinilai oleh TM Harlina. TM Teguh memaparkan bagaimana kondisi orang-orang yang menggunakan sosial media untuk berbagai hal, baik positif maupun negatif. Dan ia menginformasikan bahwa ternyata saat ini sosial media digunakan oleh perusahaan-perusahaan untuk melakukan seleksi calon karyawannya. Ia menutup pidatonya dengan ajakan untuk menjadi pribadi yang positif baik di dunia nyata maupun di dunia maya.

Pembicara berikutnya adalah TM Yosephine yang membawakan pidato dengan judul “Rp. 5000  Perhari” untuk Buku Panduan Dasar Proyek#7 Tunjang Dengan Penelitian, ia dinilai oleh TM Indri. TM Yosephine memulai pidatonya dengan menanyakan arti Rp. 5000 perhari. Ia lalu memaparkan penelitian yang menunjukkan bahwa penyebab utama anak putus sekolah adalah faktor ekonomi dan faktor geografis daerah terpencil. Ia ingin melakukan sesuatu untuk membantu pendidikan anak-anak dengan mengikuti program Wahana Visi Indonesia sejak kuliah. Menurutnya Rp. 5000 perhari adalah tindakan sederhana yang bisa membawa dampak bagi kehidupan anak-anak yang adalah generasi penerus bangsa.

Pembicara yang terakhir adalah TM Diana yang  berpidato dengan judul “Asumsi Selalu Salah” untuk proyek Buku Panduan Lanjut Proyek#1 Warm Up Your Audience, ia dinilai oleh TM Kirti. TM Diana mengawali pidatonya dengan menyapa beberapa orang yang hadir dengan gayanya yang lugas dan ramah ia dengan mudah mencairkan suasana. Kemudian TM Diana menceritakan beberapa kisah di mana saat ia menggunakan asumsi, asumsinya selalu salah, kisah-kisah yang mengundang senyum dan tawa. Namun di akhir pidatonya ia mengingatkan hal penting bahwa asumsi akan selalu salah jika tanpa konfirmasi. Super sekali!

Selanjutnya masuk ke sesi yang menegangkan yaitu Sesi Pidato Dadakan, yang kali ini dipandu oleh TM Fazar. Sesi pidato dadakan ini berguna untuk melatih kemampuan kita dalam memberi respon secara cepat, tepat, dan dalam kalimat yang struktur dan tata bahasanya baik dan benar untuk situasi-situasi, misalnya jika atasan meminta pendapat kita tentang satu hal, atau jika kita diminta memberi pendapat dalam suatu forum, atau dalam wawancara kerja. Peserta diminta menjawab beberapa pertanyaan yang cukup menantang seperti:

  • Jika Anda diminta untuk memilih di antara 3 barang ini: buku, pena, atau uang, mana yang akan anda bagi untuk orang lain?
  • Dengan siapa anda akan berbagi jika hari ini adalah hari terakhir anda hidup?
  • Jika Anda sudah tua apa yang ingin anda bagikan pada orang-orang yang anda tinggalkan?

Sebelum acara ditutup, diumumkan pembicara favorit yang terpilih pada hari itu. TM Diana menjadi pembicara pidato yang dipersiapkan terfavorit, namun TM Diana memberikan apresiasinya kepada TM Guntur yang telah berpidato dengan baik dan memulai langkah pertama di Toastmaster untuk menerima piala. Untuk penilai individu terfavorit adalah TM Kirti sedangkan TM Paisal menjadi pembicara pidato dadakan terfavorit.

IMG-20160611-WA0002

Terima kasih untuk semua pembicara baik pidato yang dipersiapkan, penilai individu maupun pidato dadakan yang telah berbagi ilmu hari ini dan juga semua pemegang peran yang telah membantu dan berkontribusi sehingga pertemuan JABAT bisa berjalan dengan baik dan membawa hikmah.

Selamat menjalankan Ibadah Puasa bagi rekan-rekan yang menjalankan dan mari kita berbagi!

IMG-20160611-WA0003Pengarah acara: Lambang. Penilai umum: Haikal. Pembicara: Guntur; Riza; Teguh; Yosephine; Diana, CC, CL. Penilai individu: Cephi; Iin, ACB, ALB; Harlina, DTM; Indri, ACB, ALB; Kirti, CC. Pemerhati tata bahasa: Wicak. Pencatat waktu: Cynthis. Penghitung bunyi tanpa makna: Wiwie. Penghitung kertas suara: Fauzan.

Advertisements

Posted on June 11, 2016, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 5 Comments.

  1. Makin seru…

    Liked by 2 people

  2. Jabat memang TOP….

    Liked by 1 person

  3. Belajar byk hari ini. Congrats ya buat TM Paisal, terkesima dengan jawaban pidato dadakan tadi. Semoga Jabat ke depannya makin ok lg

    Liked by 1 person

  4. Keren habis…. yg pidato hari ini… !!!

    Liked by 1 person

  5. Bulan puasa bulan yang berkah, membawa berkah juga buat jabaters…….

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: