Monthly Archives: June 2016

Konsisten dan Persisten (JABAT 25 Jun 2016) & Sertijab Kepengurusan JABAT


IMG-20160625-WA0038“Tidak ada wanita yang tidak cantik, yang ada wanita yang tidak tahu bagaimana membuat dirinya cantik.”

Kutipan diatas adalah kata-kata yang diucapkan oleh TM Diana, sebagai Pengarah Acara dalam Pertemuan Jabat hari ini. Kata-kata yang sangat menginspirasi para wanita yang hadir!

Pertemuan Jabat adalah kegiatan rutin mingguan yang biasanya diselenggarakan di Menara Kuningan. Pertemuan ini mengedepankan aspek pendidikan keterampilan bicara di depan umum (public speaking) dan kepemimpinan (leadership). Pertemuan dihadiri oleh peserta yang jumlahnya hingga 27 orang peserta di mana 4 orang diantaranya adalah tamu.

TM Diana menetapkan tema Pertemuan Jabat kali ini “Konsisten dan Persisten” dengan kata acuan “Disiplin”. Tiap pertemuan dibagi menjadi 3 sesi yaitu pidato yang dipersiapkan, pidato dadakan, dan penilaian umum. Dalam pidato yang dipersiapkan, anggota yang menjadi pembicara diberi kesempatan untuk menyampaikan pidato yang sudah dipersiapkan beberapa hari/minggu sebelumnya dalam waktu 5-7 menit. Untuk pidato dadakan, pembicara memiliki waktu 1-2 menit untuk memberi jawaban/ tanggapan atas pertanyaan/pernyataan yang diberikan oleh pemandu pidato dadakan. Dan selama sesi penilaian umum akan disampaikan laporan 2-3 menit oleh penilai individu atas pembicara pidato yang dipersiapkan; serta akan disampaikan laporan dari pemerhati tata bahasa, penghitung bunyi tanpa makna, dan penilai umum.

Untuk pidato yang dipersiapkan TM Cynthis sebagai pembicara pertama pada hari ini memulai pidatonya dengan judul “Bakat, Perlukah?” untuk proyek Buku Panduan Dasar Proyek#2 Mencairkan Kekakuan, ia dinilai oleh TM Aji. TM Cynthis dalam pidatonya bercerita tentang bagaimana ia pernah merasa minder karena merasa tak memiliki bakat seperti teman-temannya, dan saat ia bekerja menjadi tenaga pemasar ia juga merasa bahwa ia tak memiliki bakat sehingga sering menerima penolakan. Namun ternyata bakat bukan selalu yang terpenting, dengan tekad dan kerja keras TM Cynthis akhirnya bisa masuk dalam 10 tenaga pemasar dengan pencapaian terbaik.

Selanjutnya TM Wayan sebagai pembicara kedua membawakan pidato dengan judul “Belajar dari Kegagalan” untuk proyek Buku Panduan Dasar Proyek#3 Langsung ke Inti Masalah, ia dinilai oleh TM Indri. TM Wayan mengatakan bahwa kegagalan adalah jatah semua orang, setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan begitu juga dirinya semasa kuliah mengalami kegagalan meraih nilai yang baik. Namun kegagalan tidak membuatnya menyerah, ia menyadari bahwa ia tidak boleh menganggap remeh sesuatu yang tampaknya mudah. TM Wayan menutup pidatonya dengan seruan “Kegagalan memang menyakitkan, namun lebih sakit lagi jika kita tidak bisa belajar dari kegagalan.”

TM Iin sebagai pembicara terakhir berpidato dengan judul “Uang Kecil” untuk Buku Panduan Lanjut ‘Pembicara yang Menghibur’ Proyek#1 Pidato yang Menghibur, ia dinilai oleh TM Hariadi. TM Iin memulai pidatonya dengan memperagakan betapa tidak berartinya uang kecil jika dibandingkan dengan selembar uang kertas. Kemudian TM Iin menceritakan kisah bagaimana ia bisa meraih apa yang ia impikan dengan menyisihkan uang kecil dari ongkos naik angkot. Pesannya, jangan meremehkan uang kecil, karena sedikit-sedikit lama-lama bisa jadi bukit.

Selanjutnya masuk ke sesi yang menegangkan yaitu Sesi Pidato Dadakan, yang kali ini dipandu oleh TM Lambang. Sesi pidato dadakan ini berguna untuk melatih kemampuan kita dalam memberi respon secara cepat, tepat, dan dalam kalimat yang struktur dan tata bahasanya baik dan benar untuk situasi-situasi, misalnya jika atasan meminta pendapat kita tentang satu hal, atau jika kita diminta memberi pendapat dalam suatu forum, atau dalam wawancara kerja.

Sebelum masuk ke sesi khusus ada Pengumuman Anggota Terbaik Jabat periode 2015-2016, yang diumumkan oleh TM Dedy. Kriteria untuk menjadi anggota terbaik dinilai dari beberapa kriteria yaitu penyelesaian proyek pidato, keaktifan mengambil peran dan juga kehadiran. Dan kali ini ada 2 orang anggota Jabat yang terpilih yaitu TM Chepi dan TM Aji.

PhotoGrid_1466928073394
Sesi khusus hari ini adalah Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepengurusan Jabat. Sesi ini dimulai dengan laporan pertanggungjawaban pengurus Jabat 2015-2016, yang dibawakan oleh Ketua Jabat, TM Iin.

IMG-20160625-WA0013

Kemudian dilanjutkan dengan sesi pelepasan pengurus lama dan pemberian cinderamata berupa bunga mawar dari pengarah acara dan kenang-kenangan berupa kaos toastmaster.

IMG-20160625-WA0040

Setelah itu dilanjutkan dengan acara pelantikan pengurus baru oleh Direktur Area I2, TM Kardinal. TM Kardinal memulai acara pelantikan dengan membacakan tugas dari masing-masing pengurus dan kemudian menyematkan pin pengurus. Pengarah acara juga memberikan cinderamata berupa bunga mawar untuk memberi selamat dan semangat bagi para pengurus baru.

IMG-20160625-WA0033

Sebelum acara ditutup, diumumkan pembicara favorit yang terpilih pada hari itu. TM Cynthis menjadi pembicara pidato yang dipersiapkan terfavorit. Untuk penilai individu terfavorit adalah TM Hariadi sedangkan TM Ian menjadi pembicara pidato dadakan terfavorit, namun TM Ian memberikan piala kepada tamu yaitu Toni yang membawakan pidato dadakan dengan sangat baik namun tidak bisa dipilih karena melebihi waktu yang ditentukan.

IMG-20160625-WA0025

Terima kasih untuk semua pembicara baik pidato yang dipersiapkan, penilai individu maupun pidato dadakan yang telah berbagi ilmu hari ini dan juga seluruh pemegang peran yang telah membantu dan berkontribusi sehingga pertemuan Jabat bisa berjalan dengan baik dan membawa hikmah.

Terima kasih untuk pengurus lama Jabat untuk dedikasi dan pelayanan, serta kekeluargaan dan kerjasama yang terjalin selama ini sehingga Jabat bisa meraih prestasi. Selamat bertugas untuk pegurus baru, sukses dan semangat untuk Jabat yang lebih baik lagi kedepan!

IMG-20160625-WA0026

Pengarah acara: Diana, CC, CL. Penilai umum: Wiwie. Pembicara: Cynthis; Wayan; Iin, ACB, ALB. Penilai individu: Aji, CC; Indri, ACB, ALB; Hariadi, ACB, ALB. Pemerhati tata bahasa: Wicak. Pencatat waktu: Raja. Penghitung bunyi tanpa makna: Sasti. Penghitung kertas suara: Fazar.

Advertisements

Jakarta Satu Dekade Mendatang (JABAT 18 Jun 2016)

IMG-20160618-WA0013Pertemuan JABAT adalah kegiatan rutin mingguan yang biasanya diselenggarakan di Menara Kuningan, namun untuk pertemuan JABAT kali ini diadakan di Dunkin’ Donuts, Menteng. Pertemuan ini mengedepankan aspek pendidikan keterampilan bicara di depan umum (public speaking) dan kepemimpinan (leadership). Pertemuan dihadiri oleh peserta yang jumlahnya hingga 18 orang peserta di mana 2 orang diantaranya adalah tamu.

TM Cynthis bertugas sebagai Pengarah Acara dan ia menetapkan tema Pertemuan JABAT kali ini “Jakarta Satu Dekade Mendatang” dengan kata acuan “Potensi”. Tiap pertemuan dibagi menjadi 3 sesi yaitu pidato yang dipersiapkan, pidato dadakan, dan penilaian umum. Dalam pidato yang dipersiapkan, anggota yang menjadi pembicara diberi kesempatan untuk menyampaikan pidato yang sudah dipersiapkan beberapa hari/minggu sebelumnya dalam waktu 5-7 menit. Untuk pidato dadakan, pembicara memiliki waktu 1-2 menit untuk memberi jawaban/tanggapan atas pertanyaan/pernyataan yang diberikan oleh pemandu pidato dadakan. Dan selama sesi penilaian umum akan disampaikan laporan 2-3 menit oleh penilai individu atas pembicara pidato yang dipersiapkan; serta akan disampaikan laporan dari pemerhati tata bahasa, penghitung bunyi tanpa makna, dan penilai umum.

Untuk pidato yang dipersiapkan TM Wiwie sebagai pembicara pertama pada hari ini memulai pidatonya dengan judul “Hidupku Petualanganku” untuk proyek Buku Panduan Dasar Proyek #1 Mencairkan Kekakuan, ia dinilai oleh TM Iin. TM Wiwie memulai pidatonya dengan menceritakan impiannya untuk menjadi pengusaha sukses. Ia memiliki berbagai pengalaman kerja di bank swasta, asosiasi perusahaan pembiayaan indonesia, dan perusahaan asuransi umum. Baginya saat ini adalah saat di mana ia berpetualang menggali potensi, meningkatkan komptensi dan membangun relasi untuk mewujudkan impiannya.

Selanjutnya TM Sasti sebagai pembicara kedua membawakan pidato dengan judul “Orang Paling Istimewa” untuk proyek Buku Panduan Dasar Proyek #4 Ucapkan dengan Benar, ia dinilai oleh TM Harlina. Menurut TM Sasti orang istimewa adalah orang yang bisa memperlakukan dirinya sendiri secara istimewa. Menjadi istimewa bukanlah diukur dari berapa banyak keinginan kita yang coba dipenuhi oleh orang lain, tapi seberapa istimewa kita memperlakukan diri kita sendiri.

TM Raja sebagai pembicara ketiga berpidato dengan judul “Menunggu” untuk Buku Panduan Dasar Proyek #5 Bahasa Tubuh, ia dinilai oleh TM Harlina. TM Raja memberikan beberapa tips agar menunggu tidak menjadi pekerjaan yang membosankan, seperti membaca buku, mendengarkan musik atau menonton. Kadang kita perlu kreatif untuk menghadapi saat-saat di mana kita harus menunggu dengan sabar.

Pembicara berikutnya adalah TM Dedy yang membawakan pidato dengan judul “Air Daun Kawa” untuk Buku Panduan Dasar Proyek #6 Teknik Vokal, ia dinilai oleh TM Hariadi. TM Dedy memulai pidatonya dengan menceritakan tren minuman kopi. Ia kemudian menceritakan kisah di balik minuman kopi, yaitu sejarah tentang air daun kawa yang terjadi di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Dulu kaum pribumi dilarang minum kopi, namun mereka tidak diam begitu saja, mereka membuat minuman dari air daun kopi/daun kawa. Itulah sikap pantang menyerah: tak ada biji kopi, daunnya pun jadi!

Pembicara yang terakhir adalah TM Indri yang  berpidato dengan judul “Pahlawan” untuk proyek Buku Panduan Lanjut Proyek #1 Entertaining Speaker, ia dinilai oleh TM Diella. TM Indri memulai pidatonya dengan bertanya “Siapakah Pahlawanmu?”. Menurutnya pahlawan bukan hanya orang yang mengorbankan diri untuk masyarakat, tapi juga orang yang berjasa dalam hidup kita. TM Indri kemudian menceritakan kisah tentang temannya yang bernama Yoko yang telah menjadi pahlawannya dalam perkara hati, perkara duit, perkara kesehatan, dan perkara sikap. Saat kita berjasa dalam kehidupan orang lain kita adalah Pahlawan.

Selanjutnya masuk ke sesi yang menegangkan yaitu Sesi Pidato Dadakan, yang kali ini dipandu oleh TM Raya. Sesi pidato dadakan ini berguna untuk melatih kemampuan kita dalam memberi respon secara cepat, tepat, dan dalam kalimat yang struktur dan tata bahasanya baik dan benar untuk situasi-situasi, misalnya jika atasan meminta pendapat kita tentang satu hal, atau jika kita diminta memberi pendapat dalam suatu forum, atau dalam wawancara kerja.

Kali ini ada sesi khusus yaitu penyambutan anggota baru JABAT dan pembacaan Janji Toastmaster yang dipimpin oleh Ketua JABAT, TM Iin untuk anggota baru yaitu TM Paisal yang juga mendapatkan sertifikat keanggotaan sebagai bagian dari Toastmaster International.

IMG-20160620-WA0001

JABAT sebagai komunitas juga menjunjung solidaritas untuk membantu rekan-rekan yang sedang mengalami kesulitan/musibah dan berkat dukungan dari para anggota JABAT, dikesempatan kali ini Ketua JABAT sebagai perwakilan memberikan tanda kasih kepada TM Lambang sebagai bentuk perhatian. Solidaritas JABAT!

IMG-20160618-WA0011

Sebelum acara ditutup, diumumkan pembicara favorit yang terpilih pada hari itu. TM Sasti menjadi pembicara pidato yang dipersiapkan terfavorit. Untuk penilai individu terfavorit adalah TM Diella sedangkan TM Martie dan TM Lambang menjadi pembicara pidato dadakan terfavorit.

IMG-20160618-WA0010

Terima kasih untuk semua pembicara baik pidato yang dipersiapkan, penilai individu maupun pidato dadakan yang telah berbagi ilmu hari ini dan juga seluruh pemegang peran yang telah membantu dan berkontribusi sehingga pertemuan JABAT bisa berjalan dengan baik dan membawa hikmah.

IMG-20160618-WA0016

Pengarah acara: Cynthis. Penilai umum: Teguh. Pembicara: Wiwie; Sasti; Raja; Dedy; Indri, ACB, ALB. Penilai individu: Iin, ACB, ALB; Harlina, DTM; Hariadi, ACB, ALB; Diella, ACB, ALB. Pemerhati tata bahasa: Haikal. Pencatat waktu: Paisal. Penghitung bunyi tanpa makna: Lambang. Penghitung kertas suara: Azka.

Bulan Puasa, Bulan Berbagi (JABAT 11 Jun 2016)

IMG-20160611-WA0001“Kita hidup dari apa yang kita dapatkan, namun kita menciptakan kehidupan dari apa yang kita beri.” Winston Churchill.

Itu adalah kutipan yang ada dalam pidato TM Yosephine hari ini di Pertemuan JABAT. Pertemuan JABAT adalah kegiatan rutin mingguan yang biasanya diselenggarakan di Menara Kuningan, Jakarta, yang mengedepankan aspek pendidikan keterampilan bicara di depan umum (public speaking) dan kepemimpinan (leadership). Pertemuan dihadiri oleh peserta yang jumlahnya hingga 23 orang peserta di mana 5 orang di antaranya adalah tamu.

TM Lambang bertugas sebagai Pengarah Acara dan tema Pertemuan JABAT kali ini “Bulan Puasa, Bulan Berbagi” dengan kata acuan “Hikmah”. Tiap pertemuan dibagi menjadi 3 sesi yaitu pidato yang dipersiapkan, pidato dadakan, dan penilaian umum. Dalam pidato yang dipersiapkan, anggota yang menjadi pembicara diberi kesempatan untuk menyampaikan pidato yang sudah dipersiapkan beberapa hari/minggu sebelumnya dalam waktu 5-7 menit. Untuk pidato dadakan, pembicara memiliki waktu 1-2 menit untuk memberi jawaban/ tanggapan atas pertanyaan/pernyataan yang diberikan oleh pemandu pidato dadakan. Dan selama sesi penilaian umum akan disampaikan laporan 2-3 menit oleh penilai individu atas pembicara pidato yang dipersiapkan; serta akan disampaikan laporan dari pemerhati tata bahasa, penghitung bunyi tanpa makna, dan penilai umum.

Untuk pidato yang dipersiapkan TM Guntur sebagai pembicara pertama pada hari ini memulai pidatonya dengan judul “Keluar dari Zona Nyaman” untuk proyek Buku Panduan Dasar Proyek#1 Mencairkan Kekakuan, ia dinilai oleh TM Cephi. TM Guntur menceritakan bagaimana dirinya awal adalah seorang yang kurang percaya diri, namun saat ia melanjutkan pendidikan dan bekerja di China ia mulai belajar menjadi pribadi yang lebih berani dan mandiri. Ia menyadari bahwa untuk menjadi pribadi yang lebih baik ia perlu keluar dari zona nyaman dan berani melangkah.

Selanjutnya TM Riza sebagai pembicara kedua membawakan pidato dengan judul “Tak Pernah Mengeluh” untuk proyek Buku Panduan Dasar Proyek#2 Menyusun Naskah Pidato, ia dinilai oleh TM Iin.  TM Riza menceritakan kisah perjuangannya semasa kecil dan pesan dari orang tuanya agar ia tidak pernah mengeluh dalam menjalani kehidupan. Itu yang membuatnya lebih kuat dan tak pernah menyerah apalagi dalam dunia kerja di mana ia harus melakoni berbagai profesi antara lain akademisi, profesional, petani, politikus dan hingga saat ini menjadi abdi negara.

TM Teguh sebagai pembicara ketiga berpidato dengan judul “Pencitraan Sosial Media” untuk Buku Panduan Dasar Proyek#2 Menyusun Naskah Pidato, ia dinilai oleh TM Harlina. TM Teguh memaparkan bagaimana kondisi orang-orang yang menggunakan sosial media untuk berbagai hal, baik positif maupun negatif. Dan ia menginformasikan bahwa ternyata saat ini sosial media digunakan oleh perusahaan-perusahaan untuk melakukan seleksi calon karyawannya. Ia menutup pidatonya dengan ajakan untuk menjadi pribadi yang positif baik di dunia nyata maupun di dunia maya.

Pembicara berikutnya adalah TM Yosephine yang membawakan pidato dengan judul “Rp. 5000  Perhari” untuk Buku Panduan Dasar Proyek#7 Tunjang Dengan Penelitian, ia dinilai oleh TM Indri. TM Yosephine memulai pidatonya dengan menanyakan arti Rp. 5000 perhari. Ia lalu memaparkan penelitian yang menunjukkan bahwa penyebab utama anak putus sekolah adalah faktor ekonomi dan faktor geografis daerah terpencil. Ia ingin melakukan sesuatu untuk membantu pendidikan anak-anak dengan mengikuti program Wahana Visi Indonesia sejak kuliah. Menurutnya Rp. 5000 perhari adalah tindakan sederhana yang bisa membawa dampak bagi kehidupan anak-anak yang adalah generasi penerus bangsa.

Pembicara yang terakhir adalah TM Diana yang  berpidato dengan judul “Asumsi Selalu Salah” untuk proyek Buku Panduan Lanjut Proyek#1 Warm Up Your Audience, ia dinilai oleh TM Kirti. TM Diana mengawali pidatonya dengan menyapa beberapa orang yang hadir dengan gayanya yang lugas dan ramah ia dengan mudah mencairkan suasana. Kemudian TM Diana menceritakan beberapa kisah di mana saat ia menggunakan asumsi, asumsinya selalu salah, kisah-kisah yang mengundang senyum dan tawa. Namun di akhir pidatonya ia mengingatkan hal penting bahwa asumsi akan selalu salah jika tanpa konfirmasi. Super sekali!

Selanjutnya masuk ke sesi yang menegangkan yaitu Sesi Pidato Dadakan, yang kali ini dipandu oleh TM Fazar. Sesi pidato dadakan ini berguna untuk melatih kemampuan kita dalam memberi respon secara cepat, tepat, dan dalam kalimat yang struktur dan tata bahasanya baik dan benar untuk situasi-situasi, misalnya jika atasan meminta pendapat kita tentang satu hal, atau jika kita diminta memberi pendapat dalam suatu forum, atau dalam wawancara kerja. Peserta diminta menjawab beberapa pertanyaan yang cukup menantang seperti:

  • Jika Anda diminta untuk memilih di antara 3 barang ini: buku, pena, atau uang, mana yang akan anda bagi untuk orang lain?
  • Dengan siapa anda akan berbagi jika hari ini adalah hari terakhir anda hidup?
  • Jika Anda sudah tua apa yang ingin anda bagikan pada orang-orang yang anda tinggalkan?

Sebelum acara ditutup, diumumkan pembicara favorit yang terpilih pada hari itu. TM Diana menjadi pembicara pidato yang dipersiapkan terfavorit, namun TM Diana memberikan apresiasinya kepada TM Guntur yang telah berpidato dengan baik dan memulai langkah pertama di Toastmaster untuk menerima piala. Untuk penilai individu terfavorit adalah TM Kirti sedangkan TM Paisal menjadi pembicara pidato dadakan terfavorit.

IMG-20160611-WA0002

Terima kasih untuk semua pembicara baik pidato yang dipersiapkan, penilai individu maupun pidato dadakan yang telah berbagi ilmu hari ini dan juga semua pemegang peran yang telah membantu dan berkontribusi sehingga pertemuan JABAT bisa berjalan dengan baik dan membawa hikmah.

Selamat menjalankan Ibadah Puasa bagi rekan-rekan yang menjalankan dan mari kita berbagi!

IMG-20160611-WA0003Pengarah acara: Lambang. Penilai umum: Haikal. Pembicara: Guntur; Riza; Teguh; Yosephine; Diana, CC, CL. Penilai individu: Cephi; Iin, ACB, ALB; Harlina, DTM; Indri, ACB, ALB; Kirti, CC. Pemerhati tata bahasa: Wicak. Pencatat waktu: Cynthis. Penghitung bunyi tanpa makna: Wiwie. Penghitung kertas suara: Fauzan.

Revitalisasi Taman Kota (Edisi Spesial JABAT 4 Jun 2016)

IMG-20160604-WA0001 IMG-20160604-WA0003 “Orang-orang yang bergabung sebagai suatu komunitas bisa mewujudkan hal-hal yang luar biasa” Jacob Rees-Mogg.

Kutipan di atas adalah kutipan yang ada dalam pidato TM Iin hari ini di Pertemuan JABAT. Pertemuan JABAT kali ini sangat spesial karena diadakan di luar ruangan yaitu di Taman Suropati, Menteng. Panitia telah bekerja dengan sangat baik untuk mempersiapkan pertemuan ini sehingga pertemuan bisa berjalan dengan baik, seru dan tentunya bermanfaat.

Pertemuan JABAT adalah kegiatan rutin mingguan yang biasanya diselenggarakan di Menara Kuningan, Jakarta, yang mengedepankan aspek pendidikan keterampilan bicara di depan umum (public speaking) dan kepemimpinan (leadership). Pertemuan dihadiri oleh peserta yang jumlahnya hingga 25 orang peserta dimana 3 orang diantaranya adalah tamu.

Pengarah Acara kali ini juga lain dari biasanya karena dibawakan oleh dua orang yaitu TM Ade dan TM Sasti yang dengan sangat baik memandu acara dari awal hingga akhir, mereka menetapkan tema Pertemuan JABAT kali ini “Revitalisasi Taman Kota” dengan kata acuan “Hasrat”.

IMG-20160604-WA0038

Tiap pertemuan dibagi menjadi 3 sesi yaitu pidato yang dipersiapkan, pidato dadakan, dan penilaian umum. Dalam pidato yang dipersiapkan, anggota yang menjadi pembicara diberi kesempatan untuk menyampaikan pidato yang sudah dipersiapkan beberapa hari/minggu sebelumnya dalam waktu 5-7 menit. Untuk pidato dadakan, pembicara memiliki waktu 1-2 menit untuk memberi jawaban/ tanggapan atas pertanyaan/pernyataan yang diberikan oleh pemandu pidato dadakan. Dan selama sesi penilaian umum akan disampaikan laporan 2-3 menit oleh penilai individu atas pembicara pidato yang dipersiapkan; serta akan disampaikan laporan dari pemerhati tata bahasa, penghitung bunyi tanpa makna, dan penilai umum.

Untuk pidato yang dipersiapkan TM Haikal sebagai pembicara pertama memulai pidato dengan judul “Tidak Berjarak” untuk proyek Buku Panduan Dasar Proyek#1 Mencairkan Kekakuan, ia dinilai oleh TM Hariadi. TM Haikal memulai pidatonya dengan menyebutkan nama belakangnya yaitu ‘Basagili’, nama tersebut menggambarkan silsilah keluarganya. TM Haikal menceritakan kisahnya saat berusaha menemukan keluarga besarnya yang ternyata ada di berbagai negara. Menurutnya kita bisa menjaga silahturahmi dengan keluarga dan juga teman-teman lama dengan menggunakan media sosial seperti facebook.

Selanjutnya TM Wayan sebagai pembicara kedua membawakan pidato dengan judul “Kelemahan menjadi Kekuatan” untuk proyek Buku Panduan Dasar Proyek#2 Menyusun Naskah Pidato, ia dinilai oleh TM Indri. TM Wayan menceritakan kesulitan yang pernah dialaminya saat ia masih sekolah karena kepergian sang Ibu. Di saat itu ia merasa kehilangan arah dan semangat hidup, namun karena dukungan dari keluarga dan juga teman-teman serta kekuatan doa TM Wayan kembali bangkit dan berjuang meraih apa yang menjadi impiannya.

TM Iin sebagai pembicara ketiga berpidato dengan judul “Demi Harapan dan Kejayaan” untuk proyek Buku Panduan Lanjut Proyek#1 Acara Spesial-Bersulang, ia dinilai oleh TM Harlina. TM Iin memulai pidatonya dengan satu kutipan tentang pentingnya sebuah komunitas. JABAT adalah salah satu komunitas yang memiliki dampak positif dan membangun, dan bertepatan dengan ulang tahun JABAT TM Iin berharap dan mengajak seluruh anggota JABAT untuk bersama-sama mengembangkan diri dan memajukan JABAT.

Pembicara yang terakhir adalah TM Diella yang  berpidato dengan judul “Monumen” untuk proyek Buku Panduan Lanjut Proyek#4 Tafsir Literatur-Drama, ia dinilai oleh TM Ade. TM Diella membawakan drama tentang monumen para pahlawan yang naskahnya diambil dari buku berjudul “Monumen” karya Indra Tranggono. TM Diella dengan fasih memerankan 3 orang pahlawan yang sedang berbincang-bincang, berdebat dan pada akhirnya sampai pada satu kesimpulan bersama. Dengan bahasa tubuh, mimik wajah dan intonasi suara yang sangat baik TM Diella menyampaikan pesan yang bermakna dan memukau para peserta yang hadir.

Selanjutnya masuk ke sesi yang menegangkan yaitu Sesi Pidato Dadakan, kali ini dipandu oleh TM Yosephine yang spesial hari ini memberikan buku sebagai hadiah untuk semua peserta pidato dadakan. Sesi pidato dadakan ini berguna untuk melatih kemampuan kita dalam memberi respon secara cepat, tepat, dan dalam kalimat yang struktur dan tata bahasanya baik dan benar untuk situasi-situasi, misalnya jika atasan meminta pendapat kita tentang satu hal, atau jika kita diminta memberi pendapat dalam suatu forum, atau dalam wawancara kerja.

Sesi khusus kali ini adalah Sesi Permainan, di mana panitia telah menyiapkan sejumlah permainan yang melibatkan seluruh peserta. Para peserta belajar melalui permainan untuk bekerjasama dengan baik dalam satu tim, dan juga menikmati serunya tantangan-tantangan yang diberikan. Panitia juga sudah menyiapkan hadiah yang menarik untuk mengapresiasi para pemenang.

IMG-20160604-WA0010

IMG-20160604-WA0013

IMG-20160604-WA0011

Sebelum acara ditutup, diumumkan pembicara favorit yang terpilih pada hari itu. TM Diella menjadi pembicara pidato yang dipersiapkan terfavorit, TM Hariadi yang menjadi penilai individu terfavorit dan TM Kirti menjadi pembicara pidato dadakan terfavorit.

IMG-20160604-WA0037

Dan untuk hari ini juga diumumkan pemenang kostum terbaik yaitu TM Raya yang mengenakan rompi dan topi Go-Box berwarna kuning. Selamat ya!

IMG-20160604-WA0014

Terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras, meluangkan waktu dan tenaga untuk mempersiapkan acara, dan juga bagi seluruh anggota JABAT yang telah berpidato, mengambil peran dan berpartisipasi meramaikan acara. Seperti biasa acara ditutup dengan foto bersama! 😀

IMG-20160604-WA0017IMG-20160604-WA0034

Pengarah acara: Ade, CC, CL & Sasti. Penilai umum: Raya. Pembicara: Haikal; Wayan; Iin, ACB, ALB; Diella, ACB, ALB. Penilai individu: Hariadi, ACB, ALB; Indri, ACB, CL; Harlina, DTM; Ade, CC, CL. Pemerhati tata bahasa: Lambang. Pencatat waktu: Fazar. Penghitung bunyi tanpa makna: Wicak. Penghitung kertas suara: Teguh.