Monthly Archives: May 2016

Undangan Pertemuan JABAT “Revitalisasi Taman Kota” (4 Juni 2016)

Revitalisasi Taman Kota - 6

 

 

 

 

 

 

 

 

Revitalisasi Taman Kota - MAP - 2

Advertisements

Kabar Jabat Edisi Khusus (Mei 2016)

kabar jabat mei 2016 edisi khusus_high_96dpi (2)

Hari Kebangkitan Nasional (JABAT 21 Mei 2016)

IMG-20160521-WA0002Pertemuan JABAT adalah kegiatan rutin mingguan yang biasanya diselenggarakan di Menara Kuningan, Jakarta, yang mengedepankan aspek pendidikan keterampilan bicara di depan umum (public speaking) dan kepemimpinan (leadership). Pertemuan dihadiri oleh peserta yang jumlahnya hingga 20 orang peserta dimana 4 orang diantaranya adalah tamu.

TM Dedy sebagai Pengarah Acara menetapkan tema Pertemuan JABAT kali ini “Hari Kebangkitan Nasional” dengan kata acuan “Patriotik”. Tiap pertemuan dibagi menjadi 3 sesi yaitu pidato yang dipersiapkan, pidato dadakan, dan penilaian umum. Dalam pidato yang dipersiapkan, anggota yang menjadi pembicara diberi kesempatan untuk menyampaikan pidato yang sudah dipersiapkan beberapa hari/minggu sebelumnya dalam waktu 5-7 menit. Untuk pidato dadakan, pembicara memiliki waktu 1-2 menit untuk memberi jawaban/ tanggapan atas pertanyaan/pernyataan yang diberikan oleh pemandu pidato dadakan. Dan selama sesi penilaian umum akan disampaikan laporan 2-3 menit oleh penilai individu atas pembicara pidato yang dipersiapkan; serta akan disampaikan laporan dari pemerhati tata bahasa, penghitung bunyi tanpa makna, dan penilai umum.

Untuk pidato yang dipersiapkan TM Teguh sebagai pembicara pertama pada hari itu memulai pidato dengan judul “Bukan Kutu Loncat” untuk proyek Buku Panduan Dasar Proyek#1 Mencairkan Kekakuan, ia dinilai oleh TM Ade. TM Teguh menceritakan pengalamannya berpindah-pindah pekerjaan selama 10 tahun bekerja. Menurutnya tidak ada yang salah dengan berpindah-pindah pekerjaan ataupun tetap bekerja yang sama, yang paling penting adalah alasan dibalik keputusan itu.

Selanjutnya TM Lambang sebagai pembicara kedua membawakan pidato dengan judul “Yang Bersungguh-sungguh akan Mendapatkan” untuk proyek Buku Panduan Dasar Proyek#1 Mencairkan Kekakuan, ia dinilai oleh TM Cephi. TM Lambang memulai pidatonya dengan seruan “Dipilih-dipilih..!” layaknya seorang pedagang. Ia menceritakan perjuangannya sebagai pemuda dari kota Blora ke kota Jakarta, hingga akhirnya memiliki perusahaan sendiri.

TM Vania sebagai pembicara ketiga berpidato dengan judul “Menunda” untuk proyek Buku Panduan Dasar Proyek#2 Menyusun Naskah Pidato, ia dinilai oleh TM Yosephine. TM Vania membuka pidatonya dengan kalimat “Menunda adalah Pencuri Waktu.” TM Vania menceritakan pengalaman pribadinya dan dampak yang dirasakan ketika ia menunda sesuatu yang seharusnya ia lakukan. Ia memaparkan alasan yang ditunjang dengan penelitian mengapa banyak orang menunda dan juga cara agar kita tidak menunda.

Pembicara yang keempat adalah TM Fazaria yang  berpidato dengan judul “Ada Apa dengan Fazar” untuk proyek Buku Panduan Dasar Proyek#4 Ucapkan dengan Benar, ia dinilai oleh TM Ade. TM Fazar mengawali pidatonya dengan sepenggal puisi yang berasal dari film “Ada Apa Dengan Cinta” Ia kemudian menceritakan pengalaman pribadinya sebagai seorang perantau yang berjuang dari satu kota ke kota lain, hingga akhirnya sampai di kota Jakarta. Semuanya itu membuatnya menjadi wanita yang tangguh dan mandiri.

TM Iin sebagai pembicara terakhir membawakan pidato dari Buku Panduan Lanjut “Informatif”, Proyek#5 Konsep Abstrak dengan judul “Jaringan Temannya Teman”, ia dinilai oleh TM Aji. TM Iin menceritakan bagaimana dirinya bisa berteman dengan orang-orang terkenal melalui jaringan pertemanan di media sosial facebook. Ia mengatakan bahwa semua orang didunia bisa saling berkenalan melalui jaringan temannya teman, dan pertemanan itu dapat memberikan banyak manfaat. Itu sebabnya penting untuk menjaga silahturahmi.

Karena banyaknya pembicara pidato yang dipersiapkan pada pertemuan kali ini maka sesi pidato dadakan ditiadakan. Sesi pidato dadakan ini berguna untuk melatih kemampuan kita dalam memberi respon secara cepat, tepat, dan dalam kalimat yang struktur dan tata bahasanya baik dan benar untuk situasi-situasi, misalnya jika atasan meminta pendapat kita tentang satu hal, atau jika kita diminta memberi pendapat dalam suatu forum, atau dalam wawancara kerja.

Sebelum acara ditutup, diumumkan pembicara favorit yang terpilih pada hari itu. TM Teguh menjadi pembicara pidato yang dipersiapkan terfavorit, sedangkan TM Ade yang menjadi penilai individu terfavorit.

IMG-20160521-WA0006

Sebelum acara ditutup Ketua Jabat, TM Iin meminta tanggapan dari para tamu yang hadir dan berikut ini adalah beberapa tanggapan:

  • Jika saya tadi membawa buku maka saya bisa menulis sampai berlembar-lembar. Saya sudah janji minggu depan saya akan mendaftar!
  • Saya mendapatkan banyak hal dari pertemuan yang hanya 2 jam ini!

Wah senang sekali jika para tamu merasakan manfaat datang ke pertemuan JABAT! Acara di Sabtu yang cerah itu ditutup dengan foto bersama yang penuh senyuman 😀

IMG-20160521-WA0004

Pengarah acara: Dedy. Penilai umum: Raja. Pembicara: Teguh; Lambang; Vania; Fazar; Iin, CC, ALB. Penilai individu: Ade, CC, CL; Cephi; Yosephine; Aji, CC. Pemerhati tata bahasa: Cynthis. Pencatat waktu: Wiwie. Penghitung bunyi tanpa makna: Wayan. Penghitung kertas suara: Raya.

Menyongsong Pemimpin Baru (JABAT 14 Mei 2016)

IMG-20160514-WA0009Pertemuan JABAT adalah kegiatan rutin mingguan yang biasanya diselenggarakan di Menara Kuningan, Jakarta, yang mengedepankan aspek pendidikan keterampilan bicara di depan umum (public speaking) dan kepemimpinan (leadership). Kali ini pertemuan spesial diadakan di Restoran Rempah Iting yang berlokasi dekat dengan Gedung Sarinah. Pertemuan dihadiri oleh peserta yang jumlahnya hingga 25 orang peserta dimana 3 orang diantaranya adalah tamu.

TM Chepi sebagai Pengarah Acara menetapkan tema Pertemuan JABAT kali ini “Menyongsong Pemimpin Baru” Dengan kata acuan “Cakap”. Tiap pertemuan dibagi menjadi 3 sesi yaitu pidato yang dipersiapkan, pidato dadakan, dan penilaian umum. Dalam pidato yang dipersiapkan, anggota yang menjadi pembicara diberi kesempatan untuk menyampaikan pidato yang sudah dipersiapkan beberapa hari/minggu sebelumnya dalam waktu 5-7 menit. Untuk pidato dadakan, pembicara memiliki waktu 1-2 menit untuk memberi jawaban/ tanggapan atas pertanyaan/pernyataan yang diberikan oleh pemandu pidato dadakan. Dan selama sesi penilaian umum akan disampaikan laporan 2-3 menit oleh penilai individu atas pembicara pidato yang dipersiapkan; serta akan disampaikan laporan dari pemerhati tata bahasa, penghitung bunyi tanpa makna, dan penilai umum.

Pada pertemuan kali ini ada sesi khusus yaitu Sesi Referendum yang berisi pidato kampanye dari calon tunggal sebagai ketua JABAT periode 2016-2017 yaitu Ade Herawan, CC,CL.

Untuk pidato yang dipersiapkan TM Ian sebagai pembicara pertama pada hari itu memulai pidato dengan judul “Cerita Migran” untuk proyek Buku Panduan Dasar Proyek#1 Mencairkan Kekakuan, ia dinilai oleh TM Indri. TM Ian bercerita bahwa ia telah mengeliling banyak negara, mencoba berbagai hal, namun ternyata pada saat ia datang ke Indonesia ia merasa jatuh cinta dengan alamnya, dan juga dengan seorang wanita yang akhirnya menjadi pendamping hidupnya.

Selanjutnya TM Raya sebagai pembicara kedua membawakan pidato dengan judul “Masih Takutkah Anda Belajar Bahasa Asing” untuk proyek Buku Panduan Dasar Proyek#2 Menyusun Naskah Pidato, ia dinilai oleh TM Iin. TM Raya memberikan motivasi bagi orang-orang yang masih takut belajar bahasa asing agar tetap terus belajar karena banyak manfaat jika kita menguasai bahasa asing. Ia memberikan beberapa tips untuk belajar bahasa asing dengan lebih mudah, salah satunya dengan menggunakan aplikasi.

TM Lesmana sebagai pembicara ketiga berpidato dengan judul “Arahan Pemimpin Baru” untuk proyek Buku Panduan Lanjut Proyek#1 Speech by Management, ia dinilai oleh TM Harlina. TM Lesmana berperan sebagai seorang ketua yang baru saja terpilih, ia menjelaskan visi dan misi bahwa apa yang dilakukan bersama timnya selain sebagai proses belajar juga adalah bagian dari amal ibadah yaitu untuk membantu orang lain. Ia juga kemudian memberikan pengarahan yang jelas pada tiap anggota tim mengenai tugas dan tanggung jawab mereka.

Sesi selanjutnya yaitu Sesi Pidato Dadakan yang dipandu oleh TM Sasti. Sesi ini berguna untuk melatih kemampuan kita dalam memberi respon secara cepat, tepat, dan dalam kalimat yang struktur dan tata bahasanya baik dan benar untuk situasi-situasi, misalnya jika atasan meminta pendapat kita tentang satu hal, atau jika kita diminta memberi pendapat dalam suatu forum, atau dalam wawancara kerja.

Sesi spesial pada hari ini adalah Sesi Referendum. TM Ade memulai pidato kampanyenya yang berjudul “Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh” dengan kalimat “Jangan tanyakan apa yang bisa JABAT berikan untukku, tapi tanyakan apa yang telah aku berikan untuk JABAT”. TM Ade memberikan 3 alasan mengapa ia patut dipilih yaitu semangatnya untuk terus belajar, terbukti berhasil melakukan berbagai terobosan, dan prestasi. Salah satu hal yang menarik dari pidato tersebut adalah adanya sapu lidi yang dibawa sebagai simbol persatuan. TM Ade juga dengan sigap dan percaya diri menjawab setiap pertanyaan yang diberikan.

IMG-20160514-WA0013

Kali ini ada sesi khusus yaitu penyambutan anggota-anggota baru JABAT dan pembacaan Janji Toastmaster yang dipimpin oleh Ketua JABAT, TM Iin untuk para anggota baru yaitu TM Ian, TM Lambang, TM Cynthis, TM Wiwie, TM Teguh dan TM Wayan. Para anggota baru JABAT juga mendapatkan sertifikat keanggotaan sebagai bagian dari Toastmaster International.

IMG-20160514-WA0011

Sebelum acara ditutup, diumumkan pembicara favorit yang terpilih pada hari itu. TM Ian menjadi pembicara pidato yang dipersiapkan terfavorit, sedangkan TM Indri yang menjadi penilai individu terfavorit. Dan untuk pembicara pidato dadakan yang terfavorit adalah TM Fauzan.

IMG-20160514-WA0005

Kertas suara yang dikumpulkan bukan hanya dari anggota yang hadir, tapi juga dari anggota yang berhalangan hadir yang telah memberikan suara melalui kertas suara elektronik. Dan setelah melalui proses perhitungan diumumkan hasil referendum bahwa 89% pemilih setuju TM Ade sebagai Ketua JABAT periode 2016-2017. Selamat untuk TM Ade!

Pengarah acara: Chepi. Penilai umum: Yosephine. Pembicara: Ian; Raya; Lesmana, ACS, ALB. Penilai individu: Indri, ACB, CL; Iin, CC, ALB; Harlina, DTM. Pemerhati tata bahasa: Hariadi, ACB, ALB. Pencatat waktu: Lambang. Penghitung bunyi tanpa makna: Cynthis. Penghitung kertas suara: Haikal.

Teknik Melawan Gaya (JABAT 30 April 2016)

IMG-20160430-WA0001Pertemuan JABAT adalah kegiatan rutin mingguan yang biasanya diselenggarakan di Menara Kuningan, Jakarta, yang mengedepankan aspek pendidikan keterampilan bicara di depan umum (public speaking) dan kepemimpinan (leadership). Kali ini pertemuan dihadiri oleh banyak sekali peserta yang jumlahnya hingga 30 orang dimana 12 orang diantaranya adalah tamu. Rekor peserta terbanyak!

DTM Harlina menetapkan tema Pertemuan JABAT kali ini “Teknik Melawan Gaya” Dengan kata acuan “Ahli”. Tiap pertemuan dibagi menjadi 3 sesi yaitu pidato yang dipersiapkan, pidato dadakan, dan penilaian umum. Dalam pidato yang dipersiapkan, anggota yang menjadi pembicara diberi kesempatan untuk menyampaikan pidato yang sudah dipersiapkan beberapa hari/minggu sebelumnya dalam waktu 5-7 menit. Untuk pidato dadakan, pembicara memiliki waktu 1-2 menit untuk memberi jawaban/ tanggapan atas pertanyaan/pernyataan yang diberikan oleh pemandu pidato dadakan. Dan selama sesi penilaian umum akan disampaikan laporan 2-3 menit oleh penilai individu atas pembicara pidato yang dipersiapkan; serta akan disampaikan laporan dari pemerhati tata bahasa, penghitung bunyi tanpa makna, dan penilai umum.

Pada pertemuan kali ini karena jumlah pembicara pidato yang dipersiapkan cukup banyak, sehingga sesi pidato dadakan ditiadakan dan diganti dengan Sesi Pendidikan.

TM Vania sebagai pembicara pertama pada hari itu memulai pidato dengan judul “Bangkit Kembali” untuk proyek Buku Panduan Dasar Proyek#1 Mencairkan Kekakuan, ia dinilai oleh TM Aji. TM Vania menceritakan kisah dan perjuangannya menjadi seorang dokter. Ia mengalami beberapa kejadian yang hampir membuatnya putus asa namun karena ia mengingat pemberian dan wejangan dari ayahnya ia bangkit kembali dan terus berjuang untuk bisa menjadi seorang dokter yang bisa membantu banyak orang

Selanjutnya TM Sasti sebagai pembicara kedua membawakan pidato dengan judul “Profesi” untuk proyek Buku Panduan Dasar Proyek#2 Menyusun Naskah Pidato, ia dinilai oleh TM Cephi. TM Sasti bercerita tentang apa yang ia alami saat mulai menjalani profesi sebagai seorang agen asuransi. Ia merasakan banyak tantangan namun ia tidak menyerah bahkan semakin menguatkan tekadnya untuk tetap menjalani bidang profesi yang sudah dipilihnya.

TM Wicak pembicara ketiga berpidato dengan judul “Dari Yang Tidak Mungkin Menjadi Mungkin” untuk proyek Buku Panduan Dasar Proyek#2 Menyusun Naskah Pidato, ia dinilai oleh TM Yosephine. TM Wicak dalam pembukaan pidatonya mengatakan bahwa banyak “pagar pembatas” yang ada dalam pikiran kita. Namun berdasarkan pengalaman pribadinya ia memberikan contoh bahwa dari yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin jika kita memiliki imaginasi, kesabaran, dan tindakan untuk mewujudkan apa yang kita inginkan.

Pembicara kempat yaitu TM Fauzan membawakan pidato dengan judul “Wabah Aplikasi” untuk proyek Buku Panduan Dasar Proyek#9 Meyakini, ia dinilai oleh TM Ade. TM Fauzan memaparkan informasi mengenai aplikasi yang saat ini mewabah dan digunakan oleh banyak orang karena manfaat dan kemudahan yang diberikan. Ia membawakan pidato ini dengan tujuan untuk mendapatkan beasiswa untuk belajar mengenai pengembangan aplikasi.

Pembicara terakhir dari pidato yang dipersiapkan kali ini adalah TM Iin dengan pidatonya yang berjudul “Kapan Menikah?” untuk proyek Buku Panduan Lanjut #4 Laporan data dan fakta (Pidato Informatif), TM Iin dinilai oleh TM Hariadi. TM Iin membawakan alat peraga yang memperlihatkan grafik dan data mengenai usia menikah dan juga hasil analisa dari psikolog. Ia juga menginformasikan bahwa ada rentang usia yang disarankan atau idealnya bagi seseorang untuk menikah, yang ditilik baik dari sisi kesehatan dan juga psikologis.

Sesi selanjutnya adalah Sesi Pendidikan yang dibawakan oleh TM Indri, dengan judul “Melampaui Klub Kita” dari Successful Club Series. TM Indri menjelaskan mengenai klub toastmaster, lomba pidato, dan konferensi yang diadakan oleh Toastmaster International demi meningkatkan kualitas para anggota toastmaster.

Sebelum acara ditutup, diumumkan pembicara favorit yang terpilih pada hari itu. TM Sasti menjadi pembicara pidato yang dipersiapkan terfavorit, sedangkan TM Ade yang menjadi penilai individu terfavorit.

IMG-20160430-WA0003

Pengarah acara: Harlina, DTM. Penilai umum: Fazaria. Pembicara: Vania, Sasti, Wicak, Fauzan, Iin, CC, ALB. Penilai individu: Aji, CC; Cephi; Yosephine; Ade, CC,CL; Hariadi, ACB, ALB. Pemerhati tata bahasa: Raya. Pencatat waktu: Dedy. Penghitung bunyi tanpa makna: Lambang. Penghitung kertas suara: Haikal.

IMG-20160430-WA0002