Hewan Peliharaan (JABAT 19 Maret 2016)

IMG-20160319-WA0003“Pemimpin bukan untuk dilayani tapi untuk melayani.”

Itu adalah kutipan yang disampaikan oleh TM Fatih dalam pidatonya dalam pertemuan JABAT kali ini.

Pertemuan JABAT adalah kegiatan rutin mingguan yang biasanya diselenggarakan di Menara Kuningan, Jakarta, yang mengedepankan aspek pendidikan keterampilan bicara di depan umum (public speaking) dan kepemimpinan (leadership). Kali ini pertemuan dihadiri oleh 19 orang peserta (4 orang tamu).

TM Fauzan menetapkan tema Pertemuan JABAT kali ini “Hewan Peliharaan” Dengan kata acuan “Gemas”. Tiap pertemuan dibagi menjadi 3 sesi yaitu pidato yang dipersiapkan, pidato dadakan, dan penilaian umum. Dalam pidato yang dipersiapkan, anggota yang menjadi pembicara diberi kesempatan untuk menyampaikan pidato yang sudah dipersiapkan beberapa hari/minggu sebelumnya dalam waktu 5-7 menit. Untuk pidato dadakan, pembicara memiliki waktu 1-2 menit untuk memberi jawaban/ tanggapan atas pertanyaan/pernyataan yang diberikan oleh pemandu pidato dadakan. Dan selama sesi penilaian umum akan disampaikan laporan 2-3 menit oleh penilai individu atas pembicara pidato yang dipersiapkan; serta akan disampaikan laporan dari pemerhati tata bahasa, penghitung bunyi tanpa makna, dan penilai umum.

Pada pertemuan kali ini terdapat banyak pembicara pidato yang dipersiapkan, yang berjumlah hingga 6 orang yaitu TM Hariadi, Fatih, TM Fazaria, TM Hans, TM Yosephine dan TM Yudha. Karena waktu yang terbatas maka Pidato Dadakan ditiadakan untuk pertemuan JABAT kali ini.

TM Hariadi sebagai pembicara pertama memulai pidato dengan judul “Agar Lebih Berani” untuk proyek Buku Panduan Lanjut #1 Persuasif Proyek – Menjual Barang Murah, ia dinilai oleh TM Indri. TM Hariadi menjelaskan hal-hal yang penting dilakukan pada saat menjual barang seperti mau mendengar dan menggali kebutuhan pelanggan. TM Hariadi kemudian membuat simulasi dengan TM Chepi sebagai pembeli.

Sedangkan TM Fatih membawa pidato dengan judul “Mengubah Ketidakberuntungan Menjadi Keberuntungan” untuk Buku Panduan Dasar #2 (Menyusun Naskah Pidato) dan dinilai oleh TM Chepi. TM Fatih menceritakan kisah seorang pejuang di Jepang yang dengan keterbatasan yang dimiliki namun terus berjuang hingga pada akhirnya menjadi pemimpin yang disegani dan memiliki dampak.

Selanjutnya TM Fazaria dengan pidato berjudul ”Rindu Untuk Diperhatikan” untuk Buku Panduan Dasar #3 (Langsung ke Inti Masalah) dinilai oleh TM Aji. TM Fazaria menceritakan kisahnya yang merindukan perhatian dari keluarganya ketika ia harus pergi merantau karena pekerjaan. Dari pengalamannya ia berbagi bahwa untuk diperhatikan kita perlu memperhatikan terlebih dahulu.

TM Hans dengan pidato berjudul ”Saham dan Mitosnya” untuk Buku Panduan Dasar #4 (Ucapkan Dengan Benar) dinilai oleh TM Iin. TM Hans memaparkan beberapa mitos tentang investasi di saham yang banyak membuat orang tidak berani dan enggan berinvestasi di Saham. Ia pun kemudian menjelaskan mengapa mitos-mitos tersebut sebenarnya bisa dipatahkan salah satunya dengan meningkatkan pengetahuan kita sebelum berinvestasi.

Berikutnya TM Yosephine dengan pidato berjudul ”1 dari 10” untuk Buku Panduan Dasar #6 (Teknik Vokal) dinilai oleh TM Indri. TM Yosephine menggambarkan bagaimana 1 dari 10 atau sepersepuluh dari penghasilan jika disimpan dengan rutin dan dialokasikan dengan benar maka suatu saat bisa menghasilkan dan bisa dinikmati. Namun melalui kisahnya ia juga mengingatkan bahwa ditengah perjalanan kehidupan kadang diri kitalah yang mengambil hasil perjuangan tersebut, sehingga kita harus lebih bijak dalam mengambil keputusan.

Pembicara terakhir TM Yudha dengan pidato berjudul ”Memaknai Sebuah Perjalanan” menyelesaikan proyek terakhir dari Buku Panduan Dasar #10 (Mengilhami Pendengar) dinilai oleh TM Hariadi. TM Yudha menceritakan kisah perjuangannya untuk menyelesaikan 10 proyek pidato, bagaimana itu semua lebih dari sekedar mencapai gelar Competent Communicator (CC). Ia mengatakan bahwa perjuangan itu adalah salah satu pembuktian terhadap dirinya dan keluarganya bahwa ia bisa berubah seperti proses transformasi kepompong menjadi kupu-kupu yang indah. Dengan selesainya pidato terakhir ini TM Yudha berhak mendapatkan gelar Competent Communicator (CC) dan hari itu TM Yudha diberikan penghargaan berupa pin oleh Ketua JABAT, TM Iin.

IMG-20160320-WA0008

Sebelum acara ditutup, diumumkan pembicara favorit yang terpilih pada hari itu. TM Yudha menjadi pembicara pidato yang dipersiapkan terfavorit. Untuk penilai individu terfavorit yang terpilih adalah TM Hariadi yang kemudian memberikan pialanya kepada TM Cephi sebagai apresiasinya karena TM Cephi telah menjalankan peran sebagai Penilai Individu untuk pertama kalinya dengan baik.

IMG-20160320-WA0009

Pengarah acara: Fauzan. Penilai umum: Wicak. Pembicara: Hariadi, ACB, ALB; Fatih; Fazaria; Hans; Yosephine; Yudha. Penilai individu: Indri, ACB, CL; Chepi; Aji, CC; Iin, CC, ALB; Hariadi, ACB, ALB. Pemerhati tata bahasa: Dedy. Pencatat waktu: Raja. Penghitung bunyi tanpa makna: Vania. Penghitung kertas suara: Martie.

Advertisements

Posted on March 21, 2016, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 4 Comments.

  1. Mantabs

    Liked by 1 person

  2. Selamat ya Yudh, dapat gelar baru 🙂

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: