Hening Sejenak (JABAT 5 Maret 2016)

IMG-20160305-WA0013“Pembalasan yang terbaik adalah menjadi lebih sukses dibandingkan mereka yang telah merendahkanmu”.

Kutipan tersebut diutarakan oleh TM Raya salah satu pembicara pidato yang dipersiapkan di Pertemuan JABAT kali ini. Pertemuan JABAT adalah kegiatan rutin mingguan yang biasanya diselenggarakan di Menara Kuningan, Jakarta, yang mengedepankan aspek pendidikan keterampilan bicara di depan umum (public speaking) dan kepemimpinan (leadership). Kali ini pertemuan dihadiri oleh 12 orang peserta (2 orang tamu).

TM Sasti menetapkan tema Pertemuan JABAT kali ini “Hening Sejenak” Dengan kata acuan “Sepi”. Tiap pertemuan dibagi menjadi 3 sesi yaitu pidato yang dipersiapkan, pidato dadakan, dan penilaian umum. Dalam pidato yang dipersiapkan, anggota yang menjadi pembicara diberi kesempatan untuk menyampaikan pidato yang sudah dipersiapkan beberapa hari/minggu sebelumnya dalam waktu 5-7 menit. Untuk pidato dadakan, pembicara memiliki waktu 1-2 menit untuk memberi jawaban/ tanggapan atas pertanyaan/pernyataan yang diberikan oleh pemandu pidato dadakan. Dan selama sesi penilaian umum akan disampaikan laporan 2-3 menit oleh penilai individu atas pembicara pidato yang dipersiapkan; serta akan disampaikan laporan dari pemerhati tata bahasa, penghitung bunyi tanpa makna, dan penilai umum.

Pada pertemuan kali ini terdapat 3 orang pembicara pidato yang dipersiapkan, yaitu TM Raya, TM Wicak, dan TM Martie.

TM Raya sebagai pembicara pertama memulai pidato dengan judul “Arti Sebuah Nama” untuk proyek Buku Panduan Dasar #1 (Mencairkan Kekakuan), ia dinilai oleh TM Harlina. Pemuda 22 tahun ini menceritakan kisahnya memiliki nama yang unik: ‘Raya’. Dan bagaimana ia sering keluar masuk rumah sakit dan pernah dalam kondisi panas tinggi dan mengalami kejang-kejang yang membuat dirinya tidak lancar berbicara. Ia banyak diragukan dan diperlakukan tidak baik oleh teman-temannya, namun semuanya itu tidak mematahkan semangatnya. Ia kini bisa lulus kuliah dari salah satu Universitas terbaik di Indonesia, bekerja di perusahaan yang sedang berkembang pesat dan memiliki cita-cita untuk menjadi diplomat handal atau menteri luar negeri. Cita-cita yang luar biasa!

Sedangkan TM Wicak membawa pidato dengan judul “Aku dan Teknologi” untuk Buku Panduan Dasar #1 (Mencairkan Kekakuan) dan dinilai oleh TM Diana. Anak bungsu dari 3 bersaudara ini memiliki kecintaan terhadap teknologi semenjak kecil. Sehingga saat ia mengambil jurusan kuliah ia sudah tahu jelas apa yang ingin dipilihnya, ia tahu apa yang ia cari dan ia memilih bidang perancangan mesin. Kecintaannya pada teknologi juga yang membawanya pada pekerjaannya saat ini yang terkait dengan pesawat terbang. Anak muda ini memiliki keinginan yang mulia untuk memberikan sumbangsihnya bagi negeri dan membangun peradaban yang lebih baik.

Pembicara terakhir TM Martie dengan pidato berjudul ”Kunci Kesuksesan” untuk Buku Panduan Dasar #3 (Langsung ke Inti Masalah) dinilai oleh TM Harlina. TM Martie memaparkan bahwa menurut kamus kesuksesan didefinisikan sebagai: 1. Pencapaian atas apa yang dituju, diinginkan atau diidamkan;  2. Memperoleh kekayaan, ketenaran atau status sosial lainnya. Menurutnya sukses itu lebih kepada kepuasan atas pencapaian daripada mengumpulkan atau memperoleh materi.  Ia juga percaya bahwa keyakinan pada diri sendiri adalah salah satu kunci kesuksesan karena  keahlian teknis dapat dipelajari, pembawaan diri dapat diasah tetapi keyakinan pada diri sendiri harus dipupuk dari awal.

Sesi ke-2 yaitu Sesi Pidato Dadakan dipandu oleh TM Dedy. Sesi ini berguna untuk melatih kemampuan kita dalam memberi respon secara cepat, tepat, dan dalam kalimat yang struktur dan tata bahasanya baik dan benar untuk situasi-situasi, misalnya jika atasan meminta pendapat kita tentang satu hal, atau jika kita diminta memberi pendapat dalam suatu forum, atau dalam wawancara kerja.

Sebelum acara ditutup, diumumkan pembicara favorit yang terpilih pada hari itu. TM Raya menjadi pembicara pidato yang dipersiapkan terfavorit. Untuk penilai individu terfavorit yang terpilih adalah TM Diana. Sementara itu, tamu kita hari itu Irma menjadi pembicara terfavorit untuk kategori pidato dadakan.

editPengarah acara: Sasti. Penilai umum: Raja. Pembicara: Raya, Wicak, Martie. Penilai individu: Diana, CC, CL; Harlina, DTM. Pemandu pidato dadakan: Dedy. Pemerhati tata bahasa: Cephi. Pencatat waktu: Haikal. Penghitung bunyi tanpa makna: Dedy. Penghitung kertas suara: Vania.

Advertisements

Posted on March 7, 2016, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. pertanyaan pidato tidak dipersiapkan TM DEDI kreatif, mantaft

    Like

  2. Buat pertanyaan nya sih senak, yg jawabnya bingung ……he3

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: