Monthly Archives: March 2016

Jendela Dunia (JABAT 26 Maret 2016)

undanganSemakin banyak kita membaca buku, semakin banyak kita tahu, dan semakin banyak kita belajar.”

Pertemuan JABAT adalah kegiatan rutin mingguan yang biasanya diselenggarakan di Menara Kuningan, Jakarta, yang mengedepankan aspek pendidikan keterampilan bicara di depan umum (public speaking) dan kepemimpinan (leadership). Kali ini pertemuan dihadiri oleh 20 orang peserta (4 orang tamu).

TM Yosephine menetapkan tema Pertemuan JABAT kali ini “Jendela Dunia” Dengan kata acuan “Buku”. Tiap pertemuan dibagi menjadi 3 sesi yaitu pidato yang dipersiapkan, pidato dadakan, dan penilaian umum.

Dalam pidato yang dipersiapkan, anggota yang menjadi pembicara diberi kesempatan untuk menyampaikan pidato yang sudah dipersiapkan beberapa hari/minggu sebelumnya dalam waktu 5-7 menit. Untuk pidato dadakan, pembicara memiliki waktu 1-2 menit untuk memberi jawaban/ tanggapan atas pertanyaan/pernyataan yang diberikan oleh pemandu pidato dadakan. Dan selama sesi penilaian umum akan disampaikan laporan 2-3 menit oleh penilai individu atas pembicara pidato yang dipersiapkan; serta akan disampaikan laporan dari pemerhati tata bahasa, penghitung bunyi tanpa makna, dan penilai umum.

Namun pada pertemuan kali ini ada sesi khusus yaitu Sesi Pendidikan. Dan pembicara pertama dari sesi pendidikan ini adalah pembicara spesial yaitu Samoati Siringoringo, DTM, CPS (DTM Attie). Beliau membawakan sesi pendidikan dengan judul “Bedah Pidato Lomba” dan membahas dengan memberikan contoh naskah pidato yang dibuat oleh TM Indri, yang menjadi pemenang pertama dalam lomba pidato yang dipersiapkan yang diadakan tanggal 27 Februari 2016.

Setelah sesi pendidikan dari DTM Attie selesai baru kemudian masuk ke sesi pidato yang dipersiapkan. Ada 2 orang pembicara pidato yang dipersiapkan, yaitu TM Iin dan TM Lesmana.

TM Iin sebagai pembicara pertama memulai pidato dengan judul “Satu Happy Meal per bulan” untuk Buku Panduan Lanjut Persuasif #3 (Proposal), ia dinilai oleh TM Aji. TM Iin berperan sebagai pihak sekolah yang sedang menginformasikan kepada orang tua murid mengenai perbaikan yang perlu dilakukan terhadap fasilitas di sekolah. TM Iin memberikan penjelasan bahwa perbaikan yang dilakukan adalah untuk kepentingan anak-anak dan selain itu memberikan pendekatan bahwa biaya yang harus dikeluarkan orang tua nilainya hanyalah setara dengan satu happy meal.

Sedangkan TM Lesmana membawa pidato dengan judul “Sang Penebang” untuk Buku Panduan Lanjut #3 (Dari Buku Bercerita) dan dinilai oleh TM Hariadi. TM Lesmana menceritakan kisah tentang seorang penebang yang mengalami masalah dan kemudian memakai cerita tersebut sebagai analogi bahwa sama seperti seorang penebang yang harus mengasah kapaknya, kitapun harus mengasah otak kita salah satunya dengan cara membaca buku.

Pembicara Sesi Pendidikan yang kedua adalah TM Indri yang membawakan materi dari The Leadership Club Series dengan judul “Pemegang Peran dan Tanggung Jawabnya.” Pidato ini merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan Advanced Communicator Silver (ACS).

Sesi selanjutnya yaitu Sesi Pidato Dadakan dipandu oleh TM Martie. Sesi ini berguna untuk melatih kemampuan kita dalam memberi respon secara cepat, tepat, dan dalam kalimat yang struktur dan tata bahasanya baik dan benar untuk situasi-situasi, misalnya jika atasan meminta pendapat kita tentang satu hal, atau jika kita diminta memberi pendapat dalam suatu forum, atau dalam wawancara kerja.

Sebelum acara ditutup, diumumkan pembicara favorit yang terpilih pada hari itu. TM Lesmana menjadi pembicara pidato yang dipersiapkan terfavorit. Untuk penilai individu terfavorit yang terpilih adalah TM Hariadi. Sementara itu, TM Hans menjadi pembicara terfavorit untuk kategori pidato dadakan.

IMG-20160328-WA0005

Sesuai dengan tema dan kata acuan hari ini TM Yosephine, ingin mengapresiasi para pembicara pidato yang dipersiapkan, pembicara sesi pendidikan dan pemenang pidato dadakan dengan memberikan buku yang ditulisnya.

IMG-20160326-WA0004

Ketua Jabat, TM Iin memberikan ucapan terima kasih kepada DTM Attie yang telah meluangkan waktu dan berbagi melalui sesi pendidikan di klub JABAT. Para peserta belajar banyak hal dari DTM Attie yang dengan semangat telah memberikan banyak pengetahuan yang bermanfaat.

IMG-20160326-WA0001

Selain itu DTM Attie juga memberikan apresiasi kepada tamu termuda yang masih duduk dibangku SMA yaitu Nadya dengan memberikan pin Toastmaster, yang kemudian diberikan oleh Ketua Jabat, TM Iin.

IMG-20160326-WA0000

Pertemuan ditutup dengan foto bersama yang seru oleh semua peserta. Di tengah libur akhir minggu yang panjang para peserta tetap bersemangat meluangkan waktu untuk belajar bersama. Luar biasa!

IMG-20160326-WA0009

Pengarah acara: Yosephine. Penilai umum: Ade, CC. Pembicara: Iin, CC, ALB; Lesmana, ACS, ALB. Penilai individu: Aji, CC; Hariadi, ACB, ALB. Pemandu pidato dadakan: Martie. Pemerhati tata bahasa: Eni. Pencatat waktu: Hans. Penghitung bunyi tanpa makna: Raya. Penghitung kertas suara: Fazar.

Hewan Peliharaan (JABAT 19 Maret 2016)

IMG-20160319-WA0003“Pemimpin bukan untuk dilayani tapi untuk melayani.”

Itu adalah kutipan yang disampaikan oleh TM Fatih dalam pidatonya dalam pertemuan JABAT kali ini.

Pertemuan JABAT adalah kegiatan rutin mingguan yang biasanya diselenggarakan di Menara Kuningan, Jakarta, yang mengedepankan aspek pendidikan keterampilan bicara di depan umum (public speaking) dan kepemimpinan (leadership). Kali ini pertemuan dihadiri oleh 19 orang peserta (4 orang tamu).

TM Fauzan menetapkan tema Pertemuan JABAT kali ini “Hewan Peliharaan” Dengan kata acuan “Gemas”. Tiap pertemuan dibagi menjadi 3 sesi yaitu pidato yang dipersiapkan, pidato dadakan, dan penilaian umum. Dalam pidato yang dipersiapkan, anggota yang menjadi pembicara diberi kesempatan untuk menyampaikan pidato yang sudah dipersiapkan beberapa hari/minggu sebelumnya dalam waktu 5-7 menit. Untuk pidato dadakan, pembicara memiliki waktu 1-2 menit untuk memberi jawaban/ tanggapan atas pertanyaan/pernyataan yang diberikan oleh pemandu pidato dadakan. Dan selama sesi penilaian umum akan disampaikan laporan 2-3 menit oleh penilai individu atas pembicara pidato yang dipersiapkan; serta akan disampaikan laporan dari pemerhati tata bahasa, penghitung bunyi tanpa makna, dan penilai umum.

Pada pertemuan kali ini terdapat banyak pembicara pidato yang dipersiapkan, yang berjumlah hingga 6 orang yaitu TM Hariadi, Fatih, TM Fazaria, TM Hans, TM Yosephine dan TM Yudha. Karena waktu yang terbatas maka Pidato Dadakan ditiadakan untuk pertemuan JABAT kali ini.

TM Hariadi sebagai pembicara pertama memulai pidato dengan judul “Agar Lebih Berani” untuk proyek Buku Panduan Lanjut #1 Persuasif Proyek – Menjual Barang Murah, ia dinilai oleh TM Indri. TM Hariadi menjelaskan hal-hal yang penting dilakukan pada saat menjual barang seperti mau mendengar dan menggali kebutuhan pelanggan. TM Hariadi kemudian membuat simulasi dengan TM Chepi sebagai pembeli.

Sedangkan TM Fatih membawa pidato dengan judul “Mengubah Ketidakberuntungan Menjadi Keberuntungan” untuk Buku Panduan Dasar #2 (Menyusun Naskah Pidato) dan dinilai oleh TM Chepi. TM Fatih menceritakan kisah seorang pejuang di Jepang yang dengan keterbatasan yang dimiliki namun terus berjuang hingga pada akhirnya menjadi pemimpin yang disegani dan memiliki dampak.

Selanjutnya TM Fazaria dengan pidato berjudul ”Rindu Untuk Diperhatikan” untuk Buku Panduan Dasar #3 (Langsung ke Inti Masalah) dinilai oleh TM Aji. TM Fazaria menceritakan kisahnya yang merindukan perhatian dari keluarganya ketika ia harus pergi merantau karena pekerjaan. Dari pengalamannya ia berbagi bahwa untuk diperhatikan kita perlu memperhatikan terlebih dahulu.

TM Hans dengan pidato berjudul ”Saham dan Mitosnya” untuk Buku Panduan Dasar #4 (Ucapkan Dengan Benar) dinilai oleh TM Iin. TM Hans memaparkan beberapa mitos tentang investasi di saham yang banyak membuat orang tidak berani dan enggan berinvestasi di Saham. Ia pun kemudian menjelaskan mengapa mitos-mitos tersebut sebenarnya bisa dipatahkan salah satunya dengan meningkatkan pengetahuan kita sebelum berinvestasi.

Berikutnya TM Yosephine dengan pidato berjudul ”1 dari 10” untuk Buku Panduan Dasar #6 (Teknik Vokal) dinilai oleh TM Indri. TM Yosephine menggambarkan bagaimana 1 dari 10 atau sepersepuluh dari penghasilan jika disimpan dengan rutin dan dialokasikan dengan benar maka suatu saat bisa menghasilkan dan bisa dinikmati. Namun melalui kisahnya ia juga mengingatkan bahwa ditengah perjalanan kehidupan kadang diri kitalah yang mengambil hasil perjuangan tersebut, sehingga kita harus lebih bijak dalam mengambil keputusan.

Pembicara terakhir TM Yudha dengan pidato berjudul ”Memaknai Sebuah Perjalanan” menyelesaikan proyek terakhir dari Buku Panduan Dasar #10 (Mengilhami Pendengar) dinilai oleh TM Hariadi. TM Yudha menceritakan kisah perjuangannya untuk menyelesaikan 10 proyek pidato, bagaimana itu semua lebih dari sekedar mencapai gelar Competent Communicator (CC). Ia mengatakan bahwa perjuangan itu adalah salah satu pembuktian terhadap dirinya dan keluarganya bahwa ia bisa berubah seperti proses transformasi kepompong menjadi kupu-kupu yang indah. Dengan selesainya pidato terakhir ini TM Yudha berhak mendapatkan gelar Competent Communicator (CC) dan hari itu TM Yudha diberikan penghargaan berupa pin oleh Ketua JABAT, TM Iin.

IMG-20160320-WA0008

Sebelum acara ditutup, diumumkan pembicara favorit yang terpilih pada hari itu. TM Yudha menjadi pembicara pidato yang dipersiapkan terfavorit. Untuk penilai individu terfavorit yang terpilih adalah TM Hariadi yang kemudian memberikan pialanya kepada TM Cephi sebagai apresiasinya karena TM Cephi telah menjalankan peran sebagai Penilai Individu untuk pertama kalinya dengan baik.

IMG-20160320-WA0009

Pengarah acara: Fauzan. Penilai umum: Wicak. Pembicara: Hariadi, ACB, ALB; Fatih; Fazaria; Hans; Yosephine; Yudha. Penilai individu: Indri, ACB, CL; Chepi; Aji, CC; Iin, CC, ALB; Hariadi, ACB, ALB. Pemerhati tata bahasa: Dedy. Pencatat waktu: Raja. Penghitung bunyi tanpa makna: Vania. Penghitung kertas suara: Martie.

Setengah Antik (JABAT 12 Maret 2016)

IMG-20160312-WA0013Pertemuan JABAT adalah kegiatan rutin mingguan yang biasanya diselenggarakan di Menara Kuningan, Jakarta, yang mengedepankan aspek pendidikan keterampilan bicara di depan umum (public speaking) dan kepemimpinan (leadership). Kali ini pertemuan dihadiri oleh 19 orang peserta (4 orang tamu).

TM Harlina menetapkan tema Pertemuan JABAT kali ini “Setengah Antik” Dengan kata acuan “Taraf”. Tiap pertemuan dibagi menjadi 3 sesi yaitu pidato yang dipersiapkan, pidato dadakan, dan penilaian umum. Dalam pidato yang dipersiapkan, anggota yang menjadi pembicara diberi kesempatan untuk menyampaikan pidato yang sudah dipersiapkan beberapa hari/minggu sebelumnya dalam waktu 5-7 menit. Untuk pidato dadakan, pembicara memiliki waktu 1-2 menit untuk memberi jawaban/ tanggapan atas pertanyaan/pernyataan yang diberikan oleh pemandu pidato dadakan. Dan selama sesi penilaian umum akan disampaikan laporan 2-3 menit oleh penilai individu atas pembicara pidato yang dipersiapkan; serta akan disampaikan laporan dari pemerhati tata bahasa, penghitung bunyi tanpa makna, dan penilai umum.

Pada pertemuan kali ini terdapat 4 orang pembicara pidato yang dipersiapkan, yaitu TM Sasti, TM Chepi, TM Nila dan TM Aji.

TM Sasti sebagai pembicara pertama memulai pidato dengan judul “Kuat dan Berani” untuk proyek Buku Panduan Dasar #1 (Mencairkan Kekakuan), ia dinilai oleh TM Indri. TM Sasti dengan semangat mendorong agar kita harus kuat dan berani dalam setiap tindakan yang diambil di kehidupan kita.

Sedangkan TM Chepi membawa pidato dengan judul “Demam Jejaring Sosial” untuk Buku Panduan Dasar #7 (Tunjang dengan Penelitian) dan dinilai oleh TM Diana. TM Chepi memberikan informasi yang didukung data-data mengenai pengguna jejaring sosial. Menurutnya jejaring sosial tidak hanya mengubah cara berkomunikasi tapi juga mengubah perilaku sosial.

Selanjutnya TM Nila dengan pidato berjudul ”Nilai Sebuah Tas” untuk Buku Panduan Dasar #7 (Tunjang dengan Penelitian) dinilai oleh TM Diella. TM Nila menyebutkan satu sumber penelitian yang membandingkan 3 jenis investasi selama 35 tahun: pasar modal, emas dan tas ber-merk dari Perancis. Ia juga menambahkan nilai investasi yang ada dalam sebuah tas.

Pembicara terakhir TM Aji dengan pidato berjudul ”Perubahan” menyelesaikan proyek terakhir dari Buku Panduan Dasar #10 (Mengilhami Pendengar) dinilai oleh TM Iin. TM Aji menceritakan perjuangannya melawan ketakutan dalam berbicara didepan publik yang dimulai sejak kecil dan merasakan manfaat dari mengikuti klub Toastmaster dengan terus berusaha menyelesaikan satu demi satu proyek pidato. Selain itu ia juga menceritakan pengalamannya menyelesaikan marathon 42 km setelah melewati perjuangan yang cukup berat. Dengan selesainya pidato dari BPD terakhir ini TM Aji berhak mendapatkan gelar Competent Communicator (CC) dan hari itu TM Aji diberikan penghargaan berupa pin oleh Ketua JABAT, TM Iin.

IMG-20160320-WA0013

Sesi ke-2 yaitu Sesi Pidato Dadakan dipandu oleh TM Harlina. Sesi ini berguna untuk melatih kemampuan kita dalam memberi respon secara cepat, tepat, dan dalam kalimat yang struktur dan tata bahasanya baik dan benar untuk situasi-situasi, misalnya jika atasan meminta pendapat kita tentang satu hal, atau jika kita diminta memberi pendapat dalam suatu forum, atau dalam wawancara kerja.

Kali ini ada sesi khusus yaitu penyambutan anggota-anggota baru JABAT dan pembacaan Janji Toastmaster oleh para anggota baru yaitu TM Haikal dan TM Vania yang dipimpin oleh Ketua JABAT, TM Iin.

Para anggota baru JABAT juga mendapatkan sertifikat keanggotaan sebagai bagian dari Toastmaster International.

IMG-20160320-WA0010

Sebelum acara ditutup, diumumkan pembicara favorit yang terpilih pada hari itu. TM Sasti menjadi pembicara pidato yang dipersiapkan terfavorit. Untuk penilai individu terfavorit yang terpilih adalah TM Diella. Sementara itu, tamu kita hari itu Ida Bagus menjadi pembicara terfavorit untuk kategori pidato dadakan. Acara ditutup dengan foto bersama yang juga dibarengi dengan pemberian kue ulang tahun kepada TM Indri. Seru sekali!

IMG-20160320-WA0011

Pengarah acara: Harlina, DTM. Penilai umum: Haikal. Pembicara: Sasti, Chepi, Nila, Aji. Penilai individu: Indri, ACB, CL; Diana, CC, CL; Diella, ACB, ALB; Iin, CC, ALB. Pemandu pidato dadakan: Harlina, DTM. Pemerhati tata bahasa: Martie. Pencatat waktu: Vania. Penghitung bunyi tanpa makna: Raja. Penghitung kertas suara: Dedy.

Hening Sejenak (JABAT 5 Maret 2016)

IMG-20160305-WA0013“Pembalasan yang terbaik adalah menjadi lebih sukses dibandingkan mereka yang telah merendahkanmu”.

Kutipan tersebut diutarakan oleh TM Raya salah satu pembicara pidato yang dipersiapkan di Pertemuan JABAT kali ini. Pertemuan JABAT adalah kegiatan rutin mingguan yang biasanya diselenggarakan di Menara Kuningan, Jakarta, yang mengedepankan aspek pendidikan keterampilan bicara di depan umum (public speaking) dan kepemimpinan (leadership). Kali ini pertemuan dihadiri oleh 12 orang peserta (2 orang tamu).

TM Sasti menetapkan tema Pertemuan JABAT kali ini “Hening Sejenak” Dengan kata acuan “Sepi”. Tiap pertemuan dibagi menjadi 3 sesi yaitu pidato yang dipersiapkan, pidato dadakan, dan penilaian umum. Dalam pidato yang dipersiapkan, anggota yang menjadi pembicara diberi kesempatan untuk menyampaikan pidato yang sudah dipersiapkan beberapa hari/minggu sebelumnya dalam waktu 5-7 menit. Untuk pidato dadakan, pembicara memiliki waktu 1-2 menit untuk memberi jawaban/ tanggapan atas pertanyaan/pernyataan yang diberikan oleh pemandu pidato dadakan. Dan selama sesi penilaian umum akan disampaikan laporan 2-3 menit oleh penilai individu atas pembicara pidato yang dipersiapkan; serta akan disampaikan laporan dari pemerhati tata bahasa, penghitung bunyi tanpa makna, dan penilai umum.

Pada pertemuan kali ini terdapat 3 orang pembicara pidato yang dipersiapkan, yaitu TM Raya, TM Wicak, dan TM Martie.

TM Raya sebagai pembicara pertama memulai pidato dengan judul “Arti Sebuah Nama” untuk proyek Buku Panduan Dasar #1 (Mencairkan Kekakuan), ia dinilai oleh TM Harlina. Pemuda 22 tahun ini menceritakan kisahnya memiliki nama yang unik: ‘Raya’. Dan bagaimana ia sering keluar masuk rumah sakit dan pernah dalam kondisi panas tinggi dan mengalami kejang-kejang yang membuat dirinya tidak lancar berbicara. Ia banyak diragukan dan diperlakukan tidak baik oleh teman-temannya, namun semuanya itu tidak mematahkan semangatnya. Ia kini bisa lulus kuliah dari salah satu Universitas terbaik di Indonesia, bekerja di perusahaan yang sedang berkembang pesat dan memiliki cita-cita untuk menjadi diplomat handal atau menteri luar negeri. Cita-cita yang luar biasa!

Sedangkan TM Wicak membawa pidato dengan judul “Aku dan Teknologi” untuk Buku Panduan Dasar #1 (Mencairkan Kekakuan) dan dinilai oleh TM Diana. Anak bungsu dari 3 bersaudara ini memiliki kecintaan terhadap teknologi semenjak kecil. Sehingga saat ia mengambil jurusan kuliah ia sudah tahu jelas apa yang ingin dipilihnya, ia tahu apa yang ia cari dan ia memilih bidang perancangan mesin. Kecintaannya pada teknologi juga yang membawanya pada pekerjaannya saat ini yang terkait dengan pesawat terbang. Anak muda ini memiliki keinginan yang mulia untuk memberikan sumbangsihnya bagi negeri dan membangun peradaban yang lebih baik.

Pembicara terakhir TM Martie dengan pidato berjudul ”Kunci Kesuksesan” untuk Buku Panduan Dasar #3 (Langsung ke Inti Masalah) dinilai oleh TM Harlina. TM Martie memaparkan bahwa menurut kamus kesuksesan didefinisikan sebagai: 1. Pencapaian atas apa yang dituju, diinginkan atau diidamkan;  2. Memperoleh kekayaan, ketenaran atau status sosial lainnya. Menurutnya sukses itu lebih kepada kepuasan atas pencapaian daripada mengumpulkan atau memperoleh materi.  Ia juga percaya bahwa keyakinan pada diri sendiri adalah salah satu kunci kesuksesan karena  keahlian teknis dapat dipelajari, pembawaan diri dapat diasah tetapi keyakinan pada diri sendiri harus dipupuk dari awal.

Sesi ke-2 yaitu Sesi Pidato Dadakan dipandu oleh TM Dedy. Sesi ini berguna untuk melatih kemampuan kita dalam memberi respon secara cepat, tepat, dan dalam kalimat yang struktur dan tata bahasanya baik dan benar untuk situasi-situasi, misalnya jika atasan meminta pendapat kita tentang satu hal, atau jika kita diminta memberi pendapat dalam suatu forum, atau dalam wawancara kerja.

Sebelum acara ditutup, diumumkan pembicara favorit yang terpilih pada hari itu. TM Raya menjadi pembicara pidato yang dipersiapkan terfavorit. Untuk penilai individu terfavorit yang terpilih adalah TM Diana. Sementara itu, tamu kita hari itu Irma menjadi pembicara terfavorit untuk kategori pidato dadakan.

editPengarah acara: Sasti. Penilai umum: Raja. Pembicara: Raya, Wicak, Martie. Penilai individu: Diana, CC, CL; Harlina, DTM. Pemandu pidato dadakan: Dedy. Pemerhati tata bahasa: Cephi. Pencatat waktu: Haikal. Penghitung bunyi tanpa makna: Dedy. Penghitung kertas suara: Vania.

Lomba Pidato Gabungan Klub Jakarta Bahasa dan Excellence Toastmaster (27 Feb 2016)

IMG-20160224-WA0007

Pada hari Sabtu, 27 Februari 2016, diadakan Lomba Pidato dan Pidato Dadakan Tingkat Klub yang diselenggarakan oleh Jakarta Bahasa Toastmasters bersama Excellence ToastmastersClub di Pizza Hut Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Bulan Februari-April adalah salah satu dari 2 musim lomba di kalangan Toastmaster di seluruh dunia. Musim lomba yang satunya diselenggarakan pada bulan September-November. Musim lomba di bulan Februari terbagi dalam dua kategori yaitu pidato yang dipersiapkan dan pidato dadakan, sementara musim lomba di bulan September terbagi dalam kategori pidato humor dan penilaian.

Yang menarik dalam lomba Toastmasters adalah para juri dirahasiakan. Peserta, bahkan panitia dan penonton, tidak mengetahui siapa juri-juri lomba. Satu-satunya orang yang mengetahui siapa anggota dewan juri adalah ketua dewan juri. Ini dimaksudkan untuk menjaga fairness (keadilan) bagi setiap peserta lomba. Para juri biasanya duduk menyebar di antara para penonton.

Acara lomba yang dimulai pada pukul 9 pagi berlangsung lancar dan meriah. Di antara tamu-tamu yang datang tampak Bapak Wardiman Djojonegoro, DTM, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, yang juga merupakan sponsor klub Jabat ketika Jabat baru berdiri.Beliau adalah salah satu tokoh yang aktif mendukung keberadaan klub-klub Toastmasters di Indonesia.

Tamu-tamu penting di kalangan Toastmaster adalah Direktur Divisi J Distrik 87 Fransisca Purnamasari, ACB, ALB; Kepala Mutu Program Divisi J Samoati Siringoringo, DTM; Direktur Area I1 Ivan Nurhadijaya Rachmat; Direktur Area I2 Kardinal, ACB, CL; Direktur Area J-2 Silvia Novia;  Direktur Area J4 Ikhwan Satria Mudir, dan Harlina Indra, DTM.

Pada lomba kali ini, anggota klub Jabat yang mengikuti lomba pidato yang dipersiapkan ada 3 orang, sementara yang mengikuti lomba pidato dadakan ada 6 orang. Dari klub Excellence ada 3 orang yang mengikuti lomba pidato yang dipersiapkan, dan 5 orang peserta lomba pidato dadakan.

Yang unik dari lomba gabungan ini adalah pemakaian bahasa. Peserta lomba dari klub Jabat menggunakan bahasa Indonesia, sementara peserta lomba dari klub Excellence menggunakan bahasa Inggris.

Acara lomba dimulai dan dibuka oleh ketua panitia yang sekaligus merangkap sebagai pengarah acara dari klub Excellence yaitu TM Eko Prasetyo. TM Eko Prasetyo menyambut kehadiran para peserta, para juri, para DTM, dan para tamu. Ketua Dewan Juri untuk klub Excellence adalah TM Ivan Nurhadijaya Rachmat sedangkan Ketua Dewan Juri untuk klub Jabat adalah TM Kardinal.

Acara lomba gabungan dilakukan dengan urutan:

  1. Lomba Pidato yang Dipersiapkan klub Excellence
  2. Lomba Pidato yang Dipersiapkan klub Jabat
  3. Lomba Pidato Dadakan klub Excellence
  4. Lomba Pidato Dadakan klub Jabat

Peserta Lomba Pidato yang Dipersiapkan dari klub Jabat sesuai urutan tampil adalah:
1. Indri Lesmana dengan judul pidato “Tantangan dan Rintangan”. TM Indri menceritakan kisah yang cukup tragis di mana ia pernah secara mendadak diberhentikan dari pekerjaannya tanpa alasan yang jelas. Namun ia tidak menyerah dan terus berusaha walaupun harus menghadapai berbagai tantangan dan rintangan, hingga akhirnya perjuangan dan kerja kerasnya membuahkan hasil, bahkan ia akhirnya bisa membangun perusahaannya sendiri setelah kejadian tersebut.

2. Indrijati Pudjilestari dengan judul pidato “Reuni”. TM Iin membawakan pidato yang menghibur dengan kisahnya tentang reuni yang dihindarinya karena perasaan minder terhadap teman-temannya yang dilihatnya lebih sukses. Dengan gaya bahasa yang santai namun menarik perhatian, TM Iin menceritakan bagaimana akhirnya seorang teman baiknya mengatakan hal-hal yang membuat ia menyadari bahwa kesuksesan bukan hanya secara materi tapi terlebih penting lagi bagaimana kita di mata keluarga, orang-orang yang kita sayangi dan menyayangi kita.

3. Cephi Saepul Rohman dengan judul pidato “Doa dan Harapan”. TM Chepi menceritakan kisah masa kecil seorang anak yang tumbuh dengan kasih sayang dan doa dari ibundanya. Bagaimana perjuangan anak kecil tersebut yang seiring waktu beranjak dewasa, harus merantau untuk melanjutkan kuliah dan akhirnya bisa bekerja. Ia menutup ceritanya dengan mengatakan bahwa ia adalah anak kecil tersebut, ia bisa seperti saat ini karena doa dan harapan yang selalu dipanjatkan sang ibu.

Peserta Lomba Pidato Dadakan dari klub Jabat sesuai urutan tampil adalah:

  1. Nila Aliefa Fadly
  2. Fazaria Hanum Nasution
  3. Hans Mulyadi Irawan
  4. Martono Ponidjan
  5. Raja Amin Hasibuan
  6. Muhammad Rizqi Wicaksono

Topik untuk lomba pidato dadakan dibuat oleh Ketua Panitia dan dimasukkan ke dalam amplop tertutup. Amplop tersebut baru dibuka oleh Pengrah Acara pada saat akan dibacakan ke peserta pertama. Topik untuk Lomba Pidato Dadakan kali ini adalah “Hidup adalah Milik Pemenang“.

Peserta lomba baik peserta lomba yang dipersiapkan maupun peserta lomba pidato dadakan telah mempersembahkan yang terbaik dan juga telah berani menantang diri mereka sendiri untuk menjadi pembicara yang lebih baik lagi.

IMG-20160227-WA0022 (2)Setelah semua peserta dari kedua klub telah berlomba dan para juri sedang memutuskan siapa pemenang lomba hari itu, ketua panitia dari kedua klub menyerahkan piagam kepesertaan bagi semua peserta lomba dan piagram penghargaan bagi semua anggota panitia yang terlibat.

Di pengujung acara, Ketua Panitia Lomba Klub Jabat TM Aji Wibowo mengumumkan nama-nama pemenang yang diberikan dalam amplop tertutup oleh Ketua Dewan Juri TM Kardinal.

Pemenang Lomba Pidato yang Dipersiapkan dari klub Jabat adalah:
1. Indri Lesmana

2. Indrijati Pudjilestari

Pemenang Lomba Pidato Dadakan dari klub Jabat adalah:
1. Fazaria Hanum Nasution

2. Hans Mulyadi Irawan

3. Martono Ponidjan

Piala diberikan kepada para juara oleh Ketua Dewan Juri didampingi Ketua Panitia dari masing-masing klub.

pemenang pidato yang dipersiapkan 2016-02-27

pemenang pidato dadakan 2016-02-27

Dan acara ditutup dengan foto bersama seluruh peserta, panitia dan tamu yang hadir yang totalnya kurang lebih berjumlah 40 orang.

IMG-20160227-WA0004

Selamat untuk para peserta dan pemenang lomba yang akan maju ke lomba tingkat area I2 yang rencananya akan diadakan pada tanggal 9 April 2016.

Sampai jumpa lagi di lomba pidato selanjutnya!

Panitia lomba Klub Jabat adalah ketua: Aji; pengarah acara: Yosephine; pencatat waktu: Fatih, Maria (Excellence TMC); Seksi umum: Wiwin, Radit (JTC); penghitung nilai juri: Pande (SCBD TMC), Awiny (Mandarin TMC)