Memilih Bahagia dengan Bersyukur (JABAT 20 Februari 2016)

IMG-20160220-WA0005“Bahagia itu sederhana, lupakan semua beban, rasakan banyaknya nikmat yang bertaburan.

“Bahagia itu sederhana, hanya datang setiap Sabtu ke JABAT.”

Itu adalah beberapa kalimat indah dari TM Fazar yang kali ini bertugas sebagai Pengarah Acara di Pertemuan JABAT. Pertemuan JABAT adalah kegiatan rutin mingguan yang biasanya diselenggarakan di Menara Kuningan, Jakarta, yang mengedepankan aspek pendidikan keterampilan bicara di depan umum (public speaking) dan kepemimpinan (leadership). Kali ini pertemuan dihadiri oleh 19 orang peserta (3 orang tamu).

TM Fazar menetapkan tema Pertemuan JABAT kali ini “Memilih Bahagia” Dengan kata acuan “Bersyukur”. Tiap pertemuan dibagi menjadi 3 sesi yaitu pidato yang dipersiapkan, pidato dadakan, dan penilaian umum. Dalam pidato yang dipersiapkan, anggota yang menjadi pembicara diberi kesempatan untuk menyampaikan pidato yang sudah dipersiapkan beberapa hari/minggu sebelumnya dalam waktu 5-7 menit. Untuk pidato dadakan, pembicara memiliki waktu 1-2 menit untuk memberi jawaban/ tanggapan atas pertanyaan/pernyataan yang diberikan oleh pemandu pidato dadakan. Dan selama sesi penilaian umum akan disampaikan laporan 2-3 menit oleh penilai individu atas pembicara pidato yang dipersiapkan; serta akan disampaikan laporan dari pemerhati tata bahasa, penghitung bunyi tanpa makna, dan penilai umum.

Pada pertemuan kali ini terdapat 3 orang pembicara pidato yang dipersiapkan, yaitu TM Yosephine, TM Chepi, dan TM Diella.

TM Yosephine sebagai pembicara pertama memulai pidato dengan judul “Menjadi Elang” untuk proyek Buku Panduan Dasar #5 (Bahasa Tubuh), ia dinilai oleh TM Aji. TM Yosephine mengambil contoh kehidupan burung Elang yang merupakan ciptaan Tuhan yang bisa memberikan inspirasi dalam menjalani kehidupan. Untuk menjadi seperti Elang yang kuat dan bebas dalam mencapai impian dalam hidup, kita perlu siap dibawa ke tempat yang lebih tinggi, keluar dari zona nyaman dan menguatkan hati karena terkadang tidak banyak yang bersama-sama dan mendukung kita. Ia menutup pidatonya dengan seruan “Tetap berjuang dan terbanglah setinggi mungkin!”

Sedangkan TM Chepi membawa pidato dengan judul “Biduan Jadi-jadian” untuk Buku Panduan Dasar #6 (Teknik Vokal) dan dinilai oleh TM Iin. TM Chepi memulai pidatonya dengan bersemangat. Ia menceritakan kisah yang ia alami saat dalam perjalanan di bis dan mendengar pengamen yang menyanyi dengan dandanan khas yang membuatnya tampak mencolok karena sangat kontras dengan tampilan fisiknya. TM Chepi mampu menirukan gerak tubuh dan suara-suara yang beragam dari berbagai kondisi dan peran dalam kisahnya, sehingga para peserta sering sekali dibuat tertawa olehnya. TM Chepi hari itu membawakan pidato yang sangat menghibur! 🙂

Pembicara terakhir TM Diella dengan pidato berjudul ”(Surat) Kepada Orang Terkasih” untuk Buku Panduan Lanjut #3 (Monodrama) dinilai oleh TM Hariadi. Naskah “Surat Kepada Orang Terkasih” ini adalah karya Taufan S.Chandranegara dalam buku Babad Raja Tega yang diterbitkan pada tahun 2005. Isinya menggugat sikap kepura-puraan dan kebusukan, terselubung atas nama kebajikan norma-norma sosial, yang ironinya malah mengundang puja dan puji bagi pelakunya. Untuk persiapan naskah ini, TM Diella mengaku perlu waktu sekitar dua minggu untuk mencari naskah, mengubah beberapa bagian yang disesuaikan dengan tujuan dan alokasi proyek monodrama buku panduan komunikasi lanjutan Toastmaster Interpretive Reading. Yang paling menantang menurut TM Diella namun menyenangkan dari proyek ini adalah mengalokasikan waktu untuk berlatih dan keluar dari kenyamanan diri untuk menjadi karakter yang diperankan. Namun hasilnya sangat sepadan, para peserta yang hadir semua terdiam dan terpana saat mendengar TM Diella berpidato karena penghayatan, kekuatan vokal dan bahasa tubuh yang mendukung tiap kalimat yang dituturkan. Luar biasa!

Sesi ke-2 yaitu Sesi Pidato Dadakan dipandu oleh TM Raja. Sesi ini berguna untuk melatih kemampuan kita dalam memberi respon secara cepat, tepat, dan dalam kalimat yang struktur dan tata bahasanya baik dan benar untuk situasi-situasi, misalnya jika atasan meminta pendapat kita tentang satu hal, atau jika kita diminta memberi pendapat dalam suatu forum, atau dalam wawancara kerja.

Dalam pertemuan kali ini ada sesi khusus yaitu Sesi Berbagi. Sesi berbagi yang pertama dibawakan oleh TM Indri yang membawakan “Program Pendidikan di Toastmaster”. TM Indri menjelaskan tahapan-tahapan yang bisa dilalui oleh seorang anggota Toastmaster dari jalur Komunikasi (Communication) dan jalur Kepemimpinan (Leadership) sampai mencapai Distinguished Toastmaster (DTM). Selanjutnya sesi berbagi dibawakan oleh TM Harlina yang menjelaskan tentang “Pidato Dadakan” yang merupakan sesi yang membuat banyak peserta cukup deg-degan. Beliau memberikan panduan-panduan yang sangat bermanfaat dan bisa langsung dipraktekkan menjelang lomba pidato JABAT yang sebentar lagi akan diadakan yaitu hari Sabtu, 27 Februari 2016.

IMG-20160222-WA0005Sebelum acara ditutup oleh TM Iin, diumumkan pembicara favorit yang terpilih pada hari itu. TM Diella menjadi pembicara pidato yang dipersiapkan terfavorit. Untuk penilai individu terfavorit yang terpilih adalah TM Hariadi. Sementara itu, tamu kita hari itu Haikal menjadi pembicara terfavorit untuk kategori pidato dadakan. Dan hari itu TM Fazar mempersiapkan satu hadiah spesial satu buah coklat untuk peserta yang beruntung yang ternyata adalah TM Hans.

IMG-20160222-WA0004Pengarah acara: Fazar. Penilai umum: Marti. Pembicara: Yosephine, Chepi, Diella, ACB, ALB. Penilai individu: Aji, Iin, CC, CL; Hariadi, ACB, ALB. Pembicara Sesi Berbagi: Indri, ACB, CL; Harlina, DTM. Pemandu pidato dadakan: Raja. Pemerhati tata bahasa: Hans. Pencatat waktu: Dedy. Penghitung bunyi tanpa makna: Fatih. Penghitung kertas suara: Sasti.

Advertisements

Posted on February 22, 2016, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 6 Comments.

  1. Hans coklatnya dibagi-bagi dong. Kan kata Pembawa Acara gak boleh dimakan sendiri 🙂

    Like

  2. Bahagia itu sederhana.. Seperti bisa hadir tiap sabtu ke pertemuan jabat..

    Liked by 2 people

  3. Bahagia itu sederhana…..kalau tamu yang datang langsung Join ke Jabat. he,,he,,,he,,,,

    Liked by 2 people

    • Wah Sang Pengarah Acara! Terima kasih untuk kebahagiaan dan senyuman yang ditebarkan di pertemuan Jabat ya.. 😀

      Iyah betul sekali, sangat bahagia! Itu menunjukkan bahwa klub Jabat sudah bisa mempraktekkan Moment of Truth yang berkesan pada tamu yang datang 😉

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: