Monthly Archives: January 2016

PERTEMUAN RUTIN JAKARTA BAHASA TOASTMASTERS 23 JANUARI 2016

20160123-WA0003

“Kegilaan adalah melakukan hal yang sama terus menerus, namun mengharapkan hasil yang berbeda.” Albert Einstein

Kutipan yang cukup provokatif tersebut diutarakan oleh TM Yosephine dalam pidatonya yang membahas mengenai pentingnya mengubah pola pikir dan kebiasaan. Pertemuan JABAT adalah kegiatan rutin mingguan yang diselenggarakan di Menara Kuningan, Jakarta, yang mengedepankan aspek pendidikan keterampilan bicara di depan umum (public speaking) dan kepemimpinan (leadership). Kali ini pertemuan dihadiri oleh 18 orang peserta, di mana tamu berjumlah 6 orang.

TM Raja sebagai Pengarah Acara pertemuan JABAT kali ini cukup unik, beliau mengenakan sarung seperti penjaga siskamling karena ia menetapkan tema Pertemuan JABAT kali ini “Menjaga Keamanan Diri dan Lingkungan” Dengan kata acuan “Waspada”. Tiap pertemuan dibagi menjadi 3 sesi yaitu pidato yang dipersiapkan, pidato dadakan, dan penilaian umum. Dalam pidato yang dipersiapkan, anggota yang menjadi pembicara diberi kesempatan untuk menyampaikan pidato yang sudah dipersiapkan beberapa hari/minggu sebelumnya dalam waktu 5-7 menit. Sementara itu, untuk pidato dadakan, anggota yang mengajukan diri untuk menjadi pembicara memiliki waktu 1-2 menit untuk memberi jawaban/ tanggapan atas pertanyaan/pernyataan yang diberikan oleh pemandu pidato dadakan. Dan selama sesi penilaian umum akan disampaikan laporan 2-3 menit oleh penilai individu atas pembicara pidato yang dipersiapkan; serta akan disampaikan laporan dari pemerhati tata bahasa, penghitung bunyi tanpa makna, dan penilai umum.

Pada pertemuan 23 Januari 2016 terdapat 5 orang pembicara pidato yang dipersiapkan, yaitu TM Yosephine, TM Dony, TM Chepi, TM Nila dan TM Diana.

TM Yosephine yang berprofesi sebagai seorang Perencana Keuangan ingin membagikan apa yang selama ini telah dipelajari dan juga berdasarkan pengalamannya dalam menghadapi klien personal. Dengan judul pidato “Mencapai Resolusi Keuangan” untuk proyek Buku Panduan Dasar #4 (Ucapkan dengan Benar) ia memaparkan 3 hal yang perlu dilakukan agar resolusi keuangan bisa segera tercapai yaitu memeriksa prioritas agar kita lebih fokus, kemudian mengubah pola pikir dan kebiasaan yang tidak berdampak baik bagi kondisi keuangan, serta meningkatkan pengetahuan khususnya di bidang keuangan secara terus menerus. Dengan begitu impian untuk membangun kehidupan yang aman, nyaman dan terhindar dari masalah keuangan bisa terwujud.

TM Dony yang berkecimpung didunia perbankan membawa pidato dengan judul “Jenis Layanan Elektronik di Perbankan” untuk Buku Panduan Dasar #5 (Bahasa Tubuh). Ia menjelaskan mengenai layanan perbankan tunai dan non tunai beserta contoh-contohnya seperti bagaimana menggunakan rekening ponsel. Ini memberikan pengetahuan baru bagi para peserta yang mungkin selama ini hanya menggunakan kartu ATM untuk mengambil uang tunai. Di akhir pidatonya ia mengatakan bahawa pelayanan perbankan akan selalu diinovasi untuk memenuhi kebutuhan nasabah, dan oleh karena itu ia menghimbau agar kita perlu terus bertransaksi dan menggunakan layanan yang ada agar ke depannya layanan perbankan semakin berkembang.

Anak muda yang energik dan memiliki karier di perbankan yaitu TM Cephi memulai pidatonya di proyek Buku Panduan Dasar #5 (Bahasa Tubuh) yang berjudul “Asin Rasanya, Manis Manfaatnya” dengan memperagakan gerakan berlari-lari. Dengan beraktivitas kita akan menghasilkan keringat dan ia menjelaskan 4 manfaat penting dari keringat yaitu membuat suhu tubuh tetap dingin, membersihkan racun yang ada pada tubuh, membakar kalori dan mempercantik kulit. Manfaat yang terakhir adalah manfaat yang diidam-idamkan oleh para wanita, oleh karena itu ia mendorong untuk melakukan aktivitas yang membuat kita berkeringat, karena walau keringat asin rasanya namun pada akhirnya kita akan merasakan manis manfaatnya.

Pidato yang ke-4 dibawakan oleh TM Nila, seorang wanita yang lembut namun mengemban tugas yang cukup berat dalam bidang pekerjaannya. Dalam proyek pidato Buku Panduan Dasar #6 (Teknik Vokal) dengan judul “Suatu Langkah Awal”. Ia bercerita tentang apa yang dihadapinya dalam proyek membangun bendungan yaitu tanggung jawab yang besar karena proyek tersebut melibatkan ribuan pekerja dalam jangka waktu yang panjang bisa mencapai 5 tahun lamanya. Ia mengatakan ada 3 K yang dihindari yaitu Konflik, Kecelakaan kerja, dan Klaim. 3 K tersebut dapat diatasi dengan 2 langkah yaitu menciptakan interaksi karena dengan adanya interaksi akan terjalin komunikasi, realisasi sederhananya adalah dengan membangun kantin tempat dimana interaksi bisa terjalin dan kemudian memilih satu pekerja untuk menjadi wartawan yang mencatat hal-hal yang terjadi di lapangan. Dalam satu pekerjan besar langkah sederhana bisa menjadi penyelesaian masalah.

Pidato terakhir ditutup oleh TM Diana, yang juga adalah Klub Presiden dari The Innovators Toastmaster Club dengan pidato yang sangat menghibur peserta, sesuai dengan proyek Buku Panduan Lanjut-Pembicara yang Menghibur Proyek#5: Pidato Setelah Jamuan Makan Malam. Ibu mungil yang lincah serta murah senyum ini menceritakan kisahnya yang ingin “Mencoba Hidup Tanpa Calo” saat ia berniat membuat paspor. Dengan lugas dan santai ia menceritakan proses awal hingga akhir yang harus dilaluinya, gaya bahasa dan gerak tubuhnya terus mengundang tawa dari para peserta. Ia juga menginspirasi para peserta dengan ‘Kekuatan dari Senyuman’. Di akhir pidatonya ia berpesan bahwa kita bisa belajar menghemat uang kita dengan menghindari percaloan, namun mungkin ada kalanya kita ingin berbagi rezeki itu tidak masalah. Karena dengan mengikuti prosedur yang ada kita berarti mendukung program dan kebijakan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Sesi ke-2 yaitu Sesi Pidato Dadakan dipandu oleh TM Aji, sesi ini berguna untuk melatih kemampuan kita dalam memberi respon secara cepat, tepat, dan dalam kalimat yang struktur dan tata bahasanya baik dan benar untuk situasi-situasi, misalnya jika atasan meminta pendapat kita tentang satu hal, atau jika kita diminta memberi pendapat dalam suatu forum, atau dalam wawancara kerja.

Sebelum acara ditutup oleh Ketua TM Iin, diumumkan pembicara favorit. TM Diana seperti biasanya menjadi pembicara pidato yang dipersiapkan terfavorit, namun beliau memberikan kesempatan dan apresiasinya dengan memberikan piala kepada TM Yosephine. Untuk penilai individu terfavorit yang terpilih adalah DTM Harlina yang dengan detil dan menyeluruh memberikan penilaian untuk 2 pembicara hari itu. Sementara itu, TM Ian berhasil menjadi pembicara terfavorit untuk kategori pidato dadakan, pria berkebangsaan Inggris ini menjawab dengan menggunakan bahasa Indonesia yang cukup lancar, lucu dan menarik. Dan seperti biasa acara diakhiri dengan foto bersama dengan keseruan.

20160123-WA0005

Pengarah acara: TM Raja; penilai umum: TM Dedy; pembicara: TM Yosephine, TM Dony, TM Cephi, TM Nila, TM Diana; penilai individu: DTM Harlina, TM Indri, TM Hariadi, TM Aji; pemandu pidato dadakan: TM Aji; pemerhati tata bahasa: TM Fazar; pencatat waktu: TM Ian; penghitung bunyi tanpa makna: TM Iin; penghitung kertas suara: Riza.

PERTEMUAN RUTIN JAKARTA BAHASA TOASTMASTERS 16 JANUARI 2016

20160116_114628

“Pemimpin dinilai tidak hanya dari kinerja pribadinya, melainkan juga dari kinerja orang-orang yang dipimpinnya.”

Kalimat yang menggugah tersebut dilontarkan oleh Ketua Klub Jabat saat ini yaitu TM Iin dalam pidato pendidikannya dalam pertemuan Jakarta Bahasa Toastmasters (JABAT) pada tanggal 16 Januari 2016.

Pertemuan JABAT adalah kegiatan rutin mingguan yang diselenggarakan di Menara Kuningan, Jakarta, yang mengedepankan aspek pendidikan keterampilan bicara di depan umum (public speaking) dan kepemimpinan (leadership). Meskipun dua hari sebelumnya, yaitu pada tanggal 14 Januari 2016, terjadi peristiwa mengerikan yaitu meledaknya bom di kawasan Sarinah Thamrin yang menewaskan beberapa orang, pertemuan JABAT tetap diselenggarakan karena #KamiTidakTakut, dan syukurlah acara berlangsung aman, lancar, dan penuh kekeluargaan.

Selain anggota, pertemuan kali ini dihadiri oleh 7 orang tamu. Yang menarik adalah ada seorang tamu berkebangsaan Inggris, yaitu Ian Figgins. Beliau ternyata adalah anggota Jakarta Toastmasters Club (JTC) yang ingin melatih kemampuan bahasa Indonesianya agar lebih meningkat.

Seperti biasanya, pertemuan JABAT yang kali ini bertemakan “Poros Maritim Dunia” dibagi menjadi 3 sesi yaitu pidato yang dipersiapkan, pidato dadakan, dan penilaian umum. Namun, khusus pertemuan kali ini terdapat sesi pidato pendidikan. Dalam pidato yang dipersiapkan, anggota yang menjadi pembicara diberi kesempatan untuk menyampaikan pidato yang sudah dipersiapkan beberapa hari/minggu sebelumnya dalam waktu 5-7 menit. Sementara itu, untuk pidato dadakan, anggota yang mengajukan diri untuk menjadi pembicara memiliki waktu 1-2 menit untuk memberi jawaban/ tanggapan atas pertanyaan/pernyataan yang diberikan oleh pemandu pidato dadakan. Dan selama sesi penilaian umum akan disampaikan laporan 2-3 menit oleh penilai individu atas pembicara pidato yang dipersiapkan; serta akan disampaikan laporan dari pemerhati tata bahasa, penghitung bunyi tanpa makna, dan penilai umum. Khusus sesi pendidikan, pidato kali ini disampaikan selama 12-14 menit.

Pada pertemuan 16 Januari 2016 terdapat 1 orang pembicara pidato yang dipersiapkan, yaitu TM Dony. Bankir muda yang sedang menantikan anak pertamanya ini menyampaikan pidatonya yang berjudul “Aktifitas Pengendalian” dari Buku Panduan Dasar #4 (Ucapkan dengan Benar). Dalam pidatonya, TM Dony menjelaskan bahwa dalam kehidupan sehari-hari ada aktifitas aktif dan aktifitas pasif yang kita lakukan. Dan setiap aktifitas tersebut jika dilakukan dengan berlebihan maka hasilnya tidak akan baik bahkan bisa menimbulkan masalah. Sehingga sangat penting bagi kita untuk melakukan pengendalian terhadap aktifitas-aktifitas tersebut agar kehidupan yang kita jalani bisa berjalan dengan baik serta bisa mencapai tujuan yang diinginkan.

Pidato pendidikan yang disampaikan oleh TM Iin merupakan pidato yang disampaikan untuk memenuhi syarat pencapaian level ALB (Advanced Leader Bronze). Level ALB ini hanya bisa diambil jika pembicara sudah menyelesaikan buku panduan dasar komunikasi dan buku panduan dasar kepemimpinan dan menjadi salah seorang pengurus klub. Dalam pidatonya yang materinya diambil dari Leadership Excellence Series dan berjudul “Mendelegasikan untuk Memberdayakan”, di awal TM Iin menanyakan, “Apa jadinya sebuah organisasi jika tidak ada Pengurus?” Dengan pertanyaan itu ia kemudian menjelaskan arti dan pentingnya delegasi, karena sebuah organisasi/perusahaan tidak bisa diurus hanya oleh satu orang. TM Iin juga memaparkan hal-hal apa saja yang membuat seseorang tidak melakukan delegasi dengan baik dan langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam proses delegasi. Sebagai Ketua Klub JABAT, TM Iin memberikan contoh bagaimana ia mendelegasikan tugas pada Kabid Pendidikan (TM Dedy) dan pengurus lainnya. Dengan delegasi yang baik maka akan ada banyak manfaat yang bisa dirasakan baik bagi orang yang melakukan maupun bagi orang lain yang ada didalam organisasi/perusahaan tersebut.

Sesi ke-2 yaitu Sesi Pidato Dadakan dipandu oleh TM Nila, sesi ini berguna untuk melatih kemampuan kita dalam memberi respon secara cepat, tepat, dan dalam kalimat yang struktur dan tata bahasanya baik dan benar untuk situasi-situasi, misalnya jika atasan meminta pendapat kita tentang satu hal, atau jika kita diminta memberi pendapat dalam suatu forum, atau dalam wawancara kerja. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan untuk pidato dadakan kali ini cukup menantang dan membuat para peserta berpikir keras saat menjawab, beberapa pertanyaan yang diajukan adalah:

  • Apakah anda setuju Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia dan mengapa?
  • Mana yang Anda pilih Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia atau sebagai Lumbung Makanan Dunia?
  • Kalau anda seorang pengusaha, strategi apa yang anda lakukan untuk ikut mensukseskan program Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia?

Sebelum acara ditutup oleh TM Indri yang mewakili pengurus, diumumkan pembicara favorit. Berhubung, pembicara pidato yang dipersiapkan hanya satu orang, maka TM Dony didapuk sebagai pembicara pidato yang dipersiapkan terfavorit. Sayangnya penilai individu terfavorit tidak ada karena TM Indri sebagai satu-satunya penilai individu tidak memenuhi batas waktu yang ditetapkan. Sementara itu, TM Fauzan berhasil menjadi pembicara terfavorit untuk kategori pidato dadakan. Dan acara diakhiri dengan sesi foto bersama yang menampilkan keceriaan peserta yang datang pada hari itu.

20160116_112818

Pengarah acara: TM Dedy; penilai umum: TM Fauzan; pembicara: TM Dony, TM Iin; penilai individu: TM Indri; pemandu pidato dadakan: TM Nila; pemerhati tata bahasa: TM Yosephine; pencatat waktu: TM Martie; penghitung bunyi tanpa makna: TM Raja; penghitung kertas suara: Wahyu.

PERTEMUAN KLUB JAKARTA BAHASA TOASTMASTERS 9 JANUARI 2016

9jan20160111190556

Pada Sabtu, 9 Januari 2016 kembali digelar pertemuan rutin Klub Jakarta Bahasa Toastmasters (JABAT) untuk mengawali Tahun 2016, di Ruang Papua Lantai F2 Menara Kuningan (Seberang Kedutaan Besar Australia), Jakarta Pusat, 10.00 – 12.00 WIB.

Tema pertemuan hari itu adalah “Merancang Masa Depan dengan Ilham Baru”, dengan kata acuan “Gagasan”. Tema ini dipilih oleh Harlina sebagai Pembawa Acara sehubungan dengan akan berlangsungnya Toastmasters District 87 Annual Conference 2016, 20 s/d 22 Mei 2016 di Hotel Santika Primiere Hayam Wuruk Jakarta dengan tema “be Inspired, be magical, be you”.

Read the rest of this entry