PERTEMUAN KLUB JAKARTA BAHASA TOASTMASTERS 19 DESEMBER 2015

IMG-20151219-WA0007.jpg

Pertemuan terakhir Klub Jakarta Bahasa Toastmasters (JABAT) di Tahun 2015 digelar pada Sabtu, 19 Desember 2015, di Ruang Kalimantan Lantai F2 Menara Kuningan (Seberang Kedutaan Besar Australia), Jakarta Pusat, pukul 10.00 – 12.00 WIB.

Tema pertemuan hari itu adalah “Kilas Balik 2015”, dengan kata acuan “Instrospeksi”. Tema ini dipilih oleh Cephi sebagai Pembawa Acara sehubungan dengan akan berakhirnya tahun 2015, sebagai momen untuk mawas diri.

Hariadi yang menjadi Penilai Umum bertugas untuk menilai semua aspek dalam pertemuan tsb, dari awal sampai akhir. Sementara Pembicara yang tampil adalah Fauzan, Iin dan Lesmana.

***
Pembicara pertama Fauzan membahas Buku Panduan Dasar ke-7 (BPD#7) – Tunjang dengan Penelitian, berjudul Meong Meong Meong, Penilai Individunya adalah Harly.

Pria ahli TI yang bermarga Lubis ini bercerita tentang pengalamannya memelihara kucing dengan kelebihan yang dimiliki hewan tsb antara lain bersih, dapat membantu mengatasi stres seperti penelitian yang dilakukan di Universitas Missouri, membantu lebih cepat menemukan pasangan karena pria yang memelihara kucing biasanya mempunyai sifat menyenangkan, penuh perhatian dan lebih peduli.

Selanjutnya sebagai Pembicara kedua, Iin membahas Buku Panduan Lanjutan (BPL) – Pidato Informatif, Proyek#2 : Sumber Pidato, berjudul 80 – 85 CM, dengan Penilai Individunya Indri.

Iin yang menjadi Presiden Jabat Periode 2015 – 2016 ini mengatakan bahwa “meteran” bisa menjadi alat pantau kesehatan yang cukup efektif, mudah dan murah. Menurut National Heart, sebuah Lembaga Pemerintah AS, lingkar pinggang yang melebihi 80 cm untuk wanita atu melebihi 85 cm untuk pria adalah sebagai indikator meningkatnya resiko penyakit jantung, diabetes dan obesitas.

Sebelum mengakhiri pidatonya perempuan berkacamata ini berpesan agar menjaga lingkar pinggang kita agar tidak melebihi seperti yang disebutkan sebelumnya, agar kita menjalankan pola hidup sehat dan memakan makanan sehat, karena lingkar pinggang anda cermin kesehatan anda.

Lesmana sebagai pembicara penutup, membahas BPL – Seri Bercerita, Proyek#2, berjudul Titik Balik dan Penilai individunya adalah Diella.

Mantan Presiden Jabat 2014-2015 ini pernah merasakan kekosongan dan kehampaan dalam hidupnya, sampai suatu ketika dirinya menemukan bahwa hakekat hidup adalah berguna buat diri sendiri, keluarga dan orang lain.

***
Sesi selanjutnya adalah Sesi Pidato Dadakan yang dipandu oleh Anna, sesi ini berguna untuk melatih kemampuan kita dalam memberi respon secara cepat, tepat, dan dalam kalimat yang struktur dan tatabahasanya baik dan benar untuk situasi-situasi, misalnya jika atasan meminta pendapat kita tentang satu hal, atau jika kita diminta memberi pendapat dalam suatu forum, atau dalam wawancara kerja.

Ana mampu membuat sesi ini begitu menarik, karena gadis yang akan mengakhiri masa lajangnya dalam waktu dekat ini telah mempersiapkan pertanyaan dalam bentuk gambar yang dicetak di atas lipatan kertas berbentuk perahu.

Dedy sebagai “Pemerhati Tata Bahasa” tidak banyak mencatat pembicara yang menggunakan bahasa asing, bahasa daerah, kalimat yang rancu/ambigu, kata percakapan tak baku seperti‘nggak’, ‘cuma’, ‘aja’, ‘oke’, dsb, dalam pidato-pidato mereka, karena para Pembicara sudah bisa mengurangi hal-hal tsb.

Sementara tugasnya yang lain adalah mencatat penggunaan kalimat indah seperti perkataan alm. Buya Hamka yang dikutip oleh salah seorang pembicara yaitu Lesmana “Jika hanya sekedar hidup, babi di hutan juga hidup. Kalau bekerja sekedar bekerja, kera juga bekerja”

Disamping itu Hans sebagai “Penghitung Bunyi Tanpa Makna” juga tidak banyak menemukan penggunaan kata tanpa makna seperti ‘e’, ‘em’, ‘dong’, ‘deh’, ‘sih’, dan kata dari bahasa asing dan bahasa daerah dari beberapa pembicara.

Sebuah tugas yang tidak bisa diabaikan, diperankan oleh Iyun sebagai “Pencatat Waktu”, karena dalam berbagai pertemuan Klub Toastmasters, setiap pidato memiliki waktu yang sudah ditetapkan, sayangnya salah seorang pembicara melebihi waktu yang ditetapkan sehingga tidak bisa diikut setakan dalam pemilihan pembicara terfavorit.

Nila sebagai “Pengumpul Kertas Suara” bertugas mengumpulkan kertas suara serta memberi penjelasan cara menuliskan nama pembicara favorit pada setiap sesi, serta cara memberi komentar/ saran kepada pembicara yang bersangkutan. Perempuan yang sukses menurunkan berat badanya berkat Program 10.000 langkah perharinya mengumumkan pembicara terfavorit hari itu, yaitu Fauzan sebagai pemenang Pidato yang dipersiapkan, Tina sebagai pemenang Pidato Dadakan dan Diella sebagai pemenang Penilai Indvidu.

IMG-20151219-WA0005

Para Pemenang

Sebelum acara peretemuan siang itu ditutup, Iin Pudjilestari, Presiden Jabat mengumumkan sekaligus menyerahkan sebuah setifikat dan sebuah buku berjudul ”Public Speaking Masters” karangan Ongky Hojanto kepada Indri Lesmana yang dinobatkan sebagai Anggota terbaik Jabat Periode Juli – Desember 2015.

IMG-20151219-WA0006

Iin, Presiden Jabat dan Indri Lesmana, Anggota terbaik Jabat Periode Juli – Desember 2015

***

Demikianlah pertemuan yang berlangsung di Menara Kuningan Sabtu, 19 Desember 2015 yang lalu, terasa sangat menyenangkan. Karena itu bagi yang berminat, ajak teman, keluarga atau pasangan Anda untuk ikut hadir di pertemuan JABAT berikutnya.

Mari kita isi akhir pekan dengan kegiatan yang bermanfaat dan mendidik

Advertisements

Posted on December 20, 2015, in Artikel, Uncategorized and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: