PERTEMUAN KLUB JAKARTA BAHASA TOASTMASTERS 5 DESEMBER 2015

IMG-20151205-WA0004-1

Pada Sabtu, 5 Desember 2015 kembali digelar pertemuan rutin Klub Jakarta Bahasa Toastmasters (JABAT), di Rempah Iting, Jl. Sunda 7 (sebelah Bakmi GM/ Seberang Sarinah Dept. Store), Jakarta Pusat, 10.00 – 12.00 WIB.

Tema pertemuan hari itu adalah “Disiplin Berlalu Lintas”, dengan kata acuan “Tertib”. Tema ini dipilih oleh Pembawa Acara lantaran masih kurangnya disiplin kita dalam berlalu lintas yang dapat berakibat terjadinya kemacetan bahkan kecelakaan.

Hariadi sebagai Pengarah Acara mengawalinya dengan menceritakan pengalamannya sehari-hari, menyaksikan berbagai pelanggaran para pengguna kendaraan bermotor di jalan raya.

Sementara itu selaku Penilai Umum, Dedy bertugas menilai semua aspek dalam pertemuan tsb, dari awal sampai akhir. Sementara Pembicara yang ambil bagian adalah Raja, Nila, Fauzan, Indri dan Diana.

***
Hidup itu penuh dengan dinamika,” demikian Raja membuka pidatonya sebagai Pembicara pertama yang membahas Buku Panduan Dasar ke-1 (BPD#1) – Mencairkan Kekakuan, berjudul Dinamikaku di Piala Dunia dengan Penilai Individunya Aji.

Raja mulai mengikuti dinamika pertandingan Piala Dunia sejak 1990 di Italia, ketika dirinya masih kecil dan tinggal di Tapanuli Tengah, saat itu Raja hanya bisa melihat pemain-pemain kesebelasan Jerman Barat yang menjadi juara dunia waktu itu lewat buku-buku dan foto-foto saja. Berikutnya ketika diselenggarakan di AS, Raja sudah bisa menonton lewat Televisi, tetapi pada Piala Dunia di Perancis, Raja tidak bisa mengikutinya karena harus memilih mempersiapkan diri untuk UMPTN dan Tes di Akademi Miiter atau nonton Piala Dunia ?

Terakhir saat Piala Dunia di Afrika Selatan, ketika Pria yang mempunyai tim favorit Kesebelasan Spanyol ini sedang mengikuti pendidikan Pasca Sarjananya di Negeri Belanda dan menjadi saksi drama kesedihan Bangsa Belanda menghadapi kekalahan setelah Kesebelasan mereka dilumpuhkan oleh Kesebelasan Spanyol.

Selanjutnya sebagai Pembicara kedua, Nila membahas BPD#4 – Ucapkan dengan benar, dengan judul Cukup Ditambah 3500, sementara Penilai Individunya adalah Iin.

Nila mengingatkan penonton agar rajin berolah raga dengan cara yang praktis yaitu dengan menambahkan 3500 langkah dari jumlah langkah kita secara rutin. Aktivitas tersebut dapat menurunkan resiko diabetes sebanyak 29%, sedangkan dengan 10000 langkah sehari , akan menurunkan resiko penyakit jantung dan obesitas hingga 50%. Nila telah membuktikannya sendiri, berat badannya turun sebanyak 3 kg tanpa diet…!!!

Fauzan sebagai pembicara ketiga membahas BPD#6 – Teknik Vokal, berjudul Burung Gagak, sementara Penilai Individunya adalah Diana.

Pemuda jangkung ini bercerita tentang seekor burung gagak dengan bulunya yang hitam tidak puas dengan dirinya ketika bertemu dengan angsa yang berwarna putih bersih, apalagi dengan burung Nuri yang punya dua warna bulu, kemudian burung Merak yang berwarna-warni dan indah sekali. Rupanya si Burung Merakpun tidak bahagia karena keindahan dan kecantikannya itulah yang membuatnya dikurung di kandang kebun binantang, tidak seperti gagak yang bisa terbang dengan bebas kemanapun dia mau. Karena itu Fauzan berpesan agar kita selalu bersyukur, percaya diri dan fokus kepada kelebihan yang diberikan-Nya kepada kita.

Pembicara keempat Indri membahas Buku Panduan Lanjutan (BPL) – Pidato dari Pihak Manajemen, Proyek#3 Memengaruhi dan Mengilhami, berjudul Senyum Pelanggan = Senyum Kami, sementara Penilai Individunya adalah Lesmana.

“Memiliki visi dan misi yang jelas adalah awal untuk meraih kebahagiaan dan kesuksesan, milikilah visi hidup anda, karena hidup tanpa misi bagaikan berjalan tanpa tujuan, “ demikian Indri memulai pidatonya.

Sebagai bagian pemasaran di sebuah perusahaan kontraktor mekanikal dan eletrikal yang ingin mencapai standard tinggi untuk kepuasan pelanggan, Gadis ini mengatakan bahwa dibutuhkan kerjasama yang baik antar devisi dalam perusahaan tsb. Oleh sebab itu Indri mengajak semua karyawan agar saling bekerjasama dalam mencapai visi dan misi perusahaan.

Ketika akan menutup pidatonya, Indri mengatakan bahwa senyum pelanggan adalah kepuasan kami, dan kepuasan kami adalah senyum pelanggan.

Sementara itu, Pembicara terakhir Diana yang membahas BPL – Pidato yang Menghibur, Proyek#4: Pidato Dramatis, berjudul Surat-Surat Penting, sementara Penilai Individunya adalah Harlina.

Ibu muda ini bercerita tentang pengalaman singkatnya selama 10 hari bekerja di sebuah perusahaan Swasta Nasional dan kekurang hati-hatiannya ketika menandatangani kontrak kerja, sehingga dirinya belum begitu paham dengan tata tertib dan budaya serta hak dan kewajibannya di perusahaan tsb.

Diana menutup pidatonya dengan sebuah pesan, kehati-hatian membantu kita untuk menentukan langkah-langkah yang akan dilakukan ketika diberhentikan sepihak sebelum masa percobaan berakhir.

***
Sesi selanjutnya adalah Sesi Pidato Dadakan yang dipandu oleh Irwan, sesi ini berguna untuk melatih kemampuan kita dalam memberi respon secara cepat, tepat, dan dalam kalimat yang struktur dan tatabahasanya baik dan benar untuk situasi-situasi, misalnya jika atasan meminta pendapat kita tentang satu hal, atau jika kita diminta memberi pendapat dalam suatu forum, atau dalam wawancara kerja.

Sementara Martie sebagai Pemerhati Tata Bahasa mencatat pembicara yang menggunakan bahasa asing, bahasa daerah, kalimat yang rancu/ambigu, kata percakapan tak baku seperti‘nggak’, ‘cuma’, ‘aja’, ‘oke’, dsb, dalam pidato-pidato mereka.
Disamping itu IIn Mae sebagai “Penghitung Bunyi Tanpa Makna” pun masih menemukan penggunaan kata tanpa makna seperti ‘e’, ‘em’, ‘dong’, ‘deh’, ‘sih’, dan kata dari bahasa asing dan bahasa daerah dari beberapa pembicara.
Sebuah tugas yang tidak bisa diabaikan, diperankan oleh Hans sebagai “Pencatat Waktu”, karena dalam berbagai pertemuan Klub Toastmasters, setiap pidato memiliki waktu yang sudah ditetapkan. Sebagai “Pengumpul Kertas Suara” , Dedy bertugas mengumpulkan kertas suara serta memberi penjelasan cara menuliskan nama pembicara favorit pada setiap sesi, serta cara memberi komentar/ saran kepada pembicara yang bersangkutan.

***

Demikianlah pertemuan yang berlangsung di Menara Kuningan Sabtu, 5 Desember 2015 yang lalu, terasa sangat menyenangkan. Karena itu bagi yang berminat, ajak teman, keluarga atau pasangan Anda untuk ikut hadir di pertemuan JABAT berikutnya.

Mari kita isi akhir pekan dengan kegiatan yang bermanfaat dan mendidik.

 

 

Advertisements

Posted on December 6, 2015, in Artikel, Uncategorized and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: