PERTEMUAN KLUB JAKARTA BAHASA TOASTMASTERS 21 NOVEMBER 2015

IMG-20151122-WA0008-1

Pada Sabtu, 21 November 2015 kembali digelar pertemuan rutin Klub Jakarta Bahasa Toastmasters (JABAT), di Ruang Sumatra Lt. F2 Menara Kuningan, Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 5, Blok X-7, Jakarta Selatan, 10.00 – 12.00 WIB.

Tema pertemuan hari itu adalah “Investasi”, dengan kata acuan “Terukur”, karena investasi menurut Hans sudah menjadi trend saat ini dan hangat dibicarakan, sedangkan kata terukur adalah mengajak kita agar mengerti segala sesuatu tentang investasi.

Sebagai Pengarah Acara adalah Hans dan Penilai Umumnya Raja, yang bertugas menilai semua aspek dalam pertemuan tsb, dari awal sampai akhir. Sementara itu Pembicara yang ambil bagian adalah Iin Mae, Phipien,  Fauzan, dan Yudha.

***
Sebagai Pembicara pertama Iin Mae membahas tema pada Buku Panduan Dasar ke-3 (BPD#3) – Langsung ke Inti Masalah, dengan judul yang sangat singkat yaitu “150”, sementara Penilai Individunya adalah Harlina.

Dokter yang sedang menjalani program pendidikan spesialis mikrobiologi klinik ini mengatakan agar kita belajar mengikhlaskan sesuatu yang bukan rezeki kita,  bila kita ikhlas Tuhan akan siapkan rezeki dari tempat yang lain, yang tidak disangka-sangka, mungkin jauh lebih baik, lebih besar dan lebih bermanfaat.

Iin menambahkan kita tidak perlu menyesali apa yang telah hilang dari hidup kita. Rezeki ada di mana mana, tentu saja disertai dengan usaha dan doa yang ikhlas,  atas izin-Nya rezeki yang sudah disiapkan untuk kita, pasti akan datang dan menghampiri.

Pembicara berikutnya adalah Phipien membahas tema pada BPD#2 – Menyusun Naskah Pidato, berjudul “Sedikit Demi Sedikit Lama-lama jadi Bukit”, dan Penilai Individunya adalah Hariadi.

“Ayo menabung…!!!”, demikian gadis ini memulai pidatonya. Ajakannya ini untuk mengingatkan kita agar kembali ke budaya “Menabung dahulu sebelum membeli”.

Gadis manis yang juga seorang blogger dan pemilik blogWelcome Dreams” ini, menyatakan bahwa menabung mengajarkan kita untuk disiplin, mampu mengendalikan diri dan fokus mencapai tujuan keuangan.

Diakhir pidatonya Phipien mengatakan bahwa pepatah ”sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit” terbukti masih tetap relevan pada saat ini.

Pembicara berikutnya yang tampil adalah Fauzan, membahas tema pada BPD#5 – Bahasa Tubuh, berjudul “Batang Racun”, dengan Penilai Individunya Indri.

Pria berambut ikal ini menceritakan pengalamannya sendiri setelah berhenti merokok, diantaranya dadanya tidak lagi sesak, nafas lebih panjang, dan makanpun menjadi lebih nikmat. Meskipun demikian anak muda ini mengatakan bahwa untuk melawan ketagihan merokok tidaklah semudah membalik telapak tangan.

Berikut 3 tip yang diberikannya untuk menghentikan kebiasaan merokok yaitu: 1) Menemukan metode yang tepat misalnya mengurangi rokok secara bertahap, pengobatan, atau mengganti dengan rokok elektrik; 2) Motivasi, diataranya dengan menghitung uang yang dihabiskannya jika merokok satu bungkus sehari, sebulan atau setelah 3 tahun bernilai Rp 10.000.000,-; 3) Melihat gambar para perokok yang mengidap penyakit seperti kanker, jantung dan impotensi.

Selanjutnya Yudha sebagai Pembicara penutup membahas tema pada BPD#9 – Kemampun Memengaruhi, dengan judul “Kecerdasan Keuangan Dasar”, dan yang berperan sebagai Penilai Individunya adalah Harlina.

Bankir muda ini mencoba meyakinkan kita untuk mengambil tindakan dan langkah antisipasi agar tidak terjerumus dalam lobang yang namanya “hutang”, dengan memakai teknik “3 steps” yaitu perencanaan, pencatatan pengeluaran/ pemasukan dan evaluasi.

Pria berkacamata ini mengharapkan, dengan menjalankan langkah-langkah tsb secara disiplin, kita bisa meraih kehidupan yang lebih makmur seperti yang dicita-citakan.

***
Sesi selanjutnya adalah Sesi Pidato Dadakan yang dipandu oleh Nila, sesi ini berguna untuk melatih kemampuan kita dalam memberi respon secara cepat, tepat, dan dalam kalimat yang struktur dan tatabahasanya baik dan benar untuk situasi-situasi, misalnya jika atasan meminta pendapat kita tentang satu hal, atau jika kita diminta memberi pendapat dalam suatu forum, atau dalam wawancara kerja.
Sementara Aji sebagai Pemerhati Tata Bahasa mencatat pembicara yang menggunakan bahasa asing, bahasa daerah, kalimat yang rancu/ambigu, kata percakapan tak baku seperti‘nggak’, ‘cuma’, ‘aja’, ‘oke’, dsb, dalam pidato-pidato mereka.
Disamping itu Martie sebagai “Penghitung Bunyi Tanpa Makna” pun masih menemukan penggunaan kata tanpa makna seperti ‘e’, ‘em’, ‘dong’, ‘deh’, ‘sih’, dan kata dari bahasa asing dan bahasa daerah dari beberapa pembicara.
Sebuah tugas yang tidak bisa diabaikan, diperankan oleh Pande sebagai “Pencatat Waktu”, karena dalam berbagai pertemuan Klub Toastmasters, setiap pidato memiliki waktu yang sudah ditetapkan.

Satu hal yang sangat mengejutkan adalah Kardinal, Direktur Area i2 berkenan mengambil peran sebagai “Pengumpul Kertas Suara” yang bertugas mengumpulkan kertas suara serta memberi penjelasan cara menuliskan nama pembicara favorit pada setiap sesi, serta cara memberi komentar/ saran kepada pembicara yang bersangkutan.

***
Ada beberapa moment penting yang dapat penulis catat dalam acara hari itu, antara lain: 1) Pemenang pidato favorit 3 orang, hal yang jarang terjadi dalam pertemuan-pertemuan Jabat; 2) Penyerahan pin dari distrik dan; 3) Kehadiran  Mike Nicholson, Presiden British TMC yang mengajak kita untuk berpartisipasi membentuk Klub ber-Bahasa Indonesia.

IMG-20151122-WA0015-1

Tiga orang Pembicara Favorit : Yudha, Phipien dan Fauzan

***

Demikianlah pertemuan yang berlangsung di Menara Kuningan Sabtu, 21 November 2015 yang lalu, terasa sangat menyenangkan. Karena itu bagi yang berminat, ajak teman, keluarga atau pasangan Anda untuk ikut hadir di pertemuan JABAT berikutnya.

Mari kita isi akhir pekan dengan kegiatan yang bermanfaat dan mendidik.

Advertisements

Posted on November 23, 2015, in Artikel, Uncategorized and tagged , . Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. Wah, pembicara favorit ada 3 orang ?
    Mantafff….. he3

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: