Monthly Archives: October 2015

PERTEMUAN RUTIN JAKARTA BAHASA TOASTMASTERS 24 OKTOBER 2015

Para Juara

Para Juara

Pada Sabtu, 24 Oktober 2015 kembali berlangsung pertemuan rutin Jakarta Bahasa Toastmasters Klub (JABAT), di Ruang VIP Lt. F3 Menara Kuningan, Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 5, Blok X-7, Jakarta Selatan, dari pukul 10.00 – 12.00 WIB.

Tema pertemuan adalah “Persaudaraan”, dengan kata acuan “Lekat”.

Kali ini yang bertugas sebagai Pengarah Acara adalah Indri sedangkan Penilai Umumnya Aji yang bertugas menilai semua aspek dalam pertemuan tsb, dari awal sampai akhir pertemuan.

Pembicara yang tampil yaitu Fauzan dan Harlina.

***

Sebagai Pembicara pertama, Fauzan mengambil tema dari Buku Panduan Dasar 4 atau BPD#4, tentang “Ucapkan dengan Benar” berjudul “Berfikir Positif”.

Pemuda dengan latar belakang Teknologi Informasi (TI) ini, bercerita tentang kekuatan dan makna berfikiran positif yang intinya mengatakan bahwa kita semua menjadi apa yang kita pikirkan, karena pikiran kitalah yang memberikan energy pada semua sistem di tubuh kita.

Sementara itu Hariadi sebagai penilai Fauzan, mengatakan bahwa pidato tersebut singkat, jelas dan mudah dipahami, namun demikian akan lebih menarik lagi jika Fauzan bias menyisipkan pengalaman pribadi di dalamnya.

Selanjutnya Harlina sebagai pembicara berikutnya mengambil tema dari Buku Panduan Lanjutan atau BPL, tentang “Pidato Khusus”, proyek “Membaca dengan Lantang”, berjudul “Hang Tuah”.

Harly begitu sapaan akrab beliau, bercerita tentang seorang kesatria Melayu yang dikenal sebagai Laksamana terhebat yaitu Hang Tuah bersama empat orang sahabatnya Hang Jebat, Hang Kesturi, Hang Lekir dan Hang Lekiu.

Sosok mereka sangat ditakuti oleh para perompak di seantero Selat Malaka. Hikayat tsb diangkat dari sebuah Cerita Rakyat Nusantara yang dikisahkan kembali oleh Harly dengan cara yang luar biasa, wanita hebat ini ternyata sangat piawai dalam bercerita, sehingga membuat penonton terbuai, bahkan Johan sebagai penilai Harly juga sependapat, bahwa cara Harly berpidato sangat baik dan penuh penghayatan.

***

Sesi selanjutnya adalah Sesi Pidato Dadakan yang berguna untuk melatih kemampuan kita dalam member respon secara cepat, tepat, dan dalam kalimat yang struktur dan tatabahasanya baik dan benar untuk situasi-situasi, misalnya jika atasan meminta pendapat kita tentang satu hal, atau jika kita diminta memberi pendapat dalam suatu forum, atau dalam wawancara kerja.

Sesi yang dipandu oleh Wiwin ini mampu mengajak hampir semua tamu untuk ikut terlibat dan berperan dalam menjawab 10 pertanyaan dan pernyataan yang sangat menarik darinya.

Sementara Dedy sebagai Pemerhati Tata Bahasa mencatat bahwa cukup banyak pembicara yang masih menggunakan bahasa asing, bahasa daerah, kalimat yang rancu/ambigu, kata percakapan tak baku seperti‘nggak’, ‘cuma’, ‘aja’, ‘oke’, dsb, dalam pidato-pidato mereka.

Harus diingat, kalau bukan kita yang menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

Siapa lagi ?

Sejalan dengan Nila yang bertugas sebagai “Penghitung Bunyi Tanpa Makna”, Nila masih menemukan penggunaan kata tanpa makna seperti ‘e’, ‘em’, ‘dong’, ‘deh’, ‘sih’, dan kata dari bahasa asing dan bahasa daerah dari beberapa pembicara.

Yang tidak bisa dilupakan juga adalah peran Martie sebagai Petugas Pencatat Waktu, karena dalam pertemuan-pertemuan Klub Toastmaster, setiap pidato memiliki waktu yang sudah ditetapkan, demikian juga dengan Pipin sebagai Pengumpul Kertas Suara yang bertugas mengumpulkan kertas suara serta memberi penjelasan cara menuliskan nama pembicara favorit pada setiap sesi serta cara memberi komentar/ saran kepada pembicara yang bersangkutan.

***

Kehadiran tamu yang cukup banyak menjadi suatu kebahagian tersendiri bagi anggota Jabat hari itu, apalagi juga dihadiri oleh dua orang petinggi Toastmasters, seperti Fransiska Purnamasari (Direktur Area J Distrik 87) dan Samoati Siringgoringo (Asisten Direktur Area J Bidang Program Kualitas).

IMG-20151024-WA0012

PERTEMUAN RUTIN JAKARTA BAHASA TOASTMASTERS 17 OKTOBER 2015

IMG-20151018-WA0007

Pada Sabtu, 17 Oktober 2015 berlangsung pertemuan rutin Jakarta Bahasa Toastmasters Klub (JABAT), di Ruang VIP Lt. F3 Menara Kuningan, Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 5, Blok X-7, Jakarta Selatan (seberang Kedutaan Besar Australia), dari Pukul 10.00-12.00 WIB.

Tema pertemuan adalah “Hijrah Menuju Kebaikan”, dengan kata acuan “Eksodus”.

Tentu saja pemilihan tema tsb sehubungan dengan Tahun Baru Islam, 1 Muharram yang jatuh pada 14 Oktober 2015. Sementara itu yang bertugas sebagai Pengarah Acara adalah Harly.

Pengarah Acara kali ini, dibantu oleh Penilai Umum Bopha yang bertugas menilai semua aspek dalam pertemuan tsb, dari awal sampai akhir pertemuan.

Pembicara yang tampil yaitu Dedy, Indri dan Iin.

***

Sebagai Pembicara pertama, Dedy mengambil tema dari Buku Panduan Dasar 4 atau BPD#4, tentang “Ucapkan dengan Benar” berjudul “Kenangan Masa Kecil”.

Baoak dari dua orang anak ini menceritakan tentang kenangan masa kecilnya ketika setiap pagi berangkat ke sekolah, berjalan, berlari bahkan berlompatan di pematang sawah dan parit-parit kecil, memandangi sawah yang menghijau dan merasakan amisnya aroma lumpur.

Sementara itu Aji sebagai penilai pidato di atas, menyukai pembukaan dan penutupan pidato Dedy diantaranya adalah “Masa kecil adalah masa yang paling indah, masa – masa yang tidak akan penah ulang lagi”, dan “Saya rindu dengan sawah, saya rindu dengan bau lumpur, dan saya rindu dengan Ibu, mahkluk ciptaan Tuhan yang sangat sempurna buat saya”.

Pembicara berikutnya adalah Indri yang mengambil tema dari Buku Panduan Lanjutan atau BPL, tentang “Public Relation” yang berjudul “Pelajaran Mahal”. Gadis berkult putih ini bertindak sebagai Humas di sebuah perusahaan yang ditimpa prahara, karena kecelakaan kerja mengakibatkan dua orang pekerja tewas. Indril ditugaskan untuk memberikan penjelasan kepada pekerja yang lain sekaligus menjawab pertanyaa para wartawan dari berbagai media cetak maupun elektronik.

Kali ini yang bertidak sebagai evaluator adalah Hariadi, yang menyatakan bahwa Indri telah berhasil melaksanakan tugas sebagai Humas di perusahaannya, mencarikan jalan penyelesaian terbaik dan berhasil menjaga citra serta reputasi perusahaan.

Sebagai pembicara penutup, Iin mengambil tema BPL tentang “Pidato Persuasif”, Proyek#1 “Wiraniaga yang Efektif”, berjudul “Menjual dengan Persuasif”. Kali ini Sang Ibu Presiden Jabat berakting sebagai seorang Wiraniaga yang profesional ketika menawarkan sebuah barang kepada pengunjung, sehingga membuat orang tertarik bahkan membeli barang tersebut.

Sementara Ade sebagai Penilai pidato terakhir ini, mengatakan bahwa Iin telah mampu melakukan pendekatan yang baik kepada pelanggan, sekaligus peduli terhadap kebutuhan mereka. Namun satu hal yang tidak boleh dilupakan yaitu memberikan informasi harga barang yang ditawarkan.

***

Sesi selanjutnya adalah Sesi Pidato Dadakan yang berguna untuk melatih kemampuan kita dalam memberi respon secara cepat, tepat, dan dalam kalimat yang struktur dan tata bahasanya baik dan benar untuk situasi-situasi, misalnya jika atasan meminta pendapat kita tentang satu hal, atau jika kita diminta memberi pendapat dalam suatu forum, atau dalam wawancara kerja.

Sesi ini dibawakan dengan sangat baik oleh Hariadi yang memandu acara dengan format yang sedikit berbeda dari yang biasa, namun sangat menarik. Hariadi sekaligus menampilkan dua peserta, keduanya harus menjawab satu pernyataan darinya, sedangkan jawaban yang satu pro dan yang lainya kontra.

Sementara Johan sebagai Pemerhati Tata Bahasa mengingatkan kita bahwa masih banyak yang perlu ditingkatkan dalam ber-Bahasa Indonesia yang baik dan benar, seperti struktur kalimat, kalimat yang rancu/ambigu, kata percakapan tak baku (misalnya ‘nggak’, ‘cuma’, ‘aja’, ‘oke’, dsb), kata dari bahasa asing dan kata dari bahasa daerah.

Sedangkan Bopha sebagai Penghitung bunyi tanpa makna juga masih mencatat penggunaan kata tanpa makna seperti ‘e’, ‘em’, ‘dong’, ‘deh’, ‘sih’, dan kata dari bahasa asing dan bahasa daerah dari beberapa pembicara.

Sesi selanjutnya adalah Sesi Berbagi sebagai acara spesial yang hanya ada di Jabat, disampaikan oleh Thomas dengan judul “Kepemimpinan yang Efektif”. Pria enerjik ini bercerita tentang pengalamannya pertama kali datang ke Toasmasters khususnya Jabat, hingga dirinya mempunyai kemampuan yang baik dalam berkomunikasi.
***

Sebelum rapat ditutup, Iin sebagai Pemimpin tertinggi di Jabat mengumumkan bahwa dari 10 poin yang ditargetkan setiap klub di Toastmasters untuk mencapai Distinguished Club Program (DCP), saat ini Jabat sudah mendapatkan tiga poin yaitu dari: 1) Prestasi anggota Jabat atas nama Indri yang berhasil memperoleh predikat Compotent Leader (CL); 2) Penambahan empat orang Anggota baru Jabat; 3) Perpanjangan keanggotaan dan Laporan Pengurus baru yang tepat waktu.

Sementara itu anggota Jabat atas nama Indri juga telah mencapai predikat Advanced Communicator Bronze (ACB) yang belum sempat dilaporkan juga mendapatkan satu poin lagi, dan jika satu anggota lagi dapat menyelesaikan 10 proyek (baru 8 proyek yang dilakukan) akan mendapat satu poin lagi. Sehingga total memperoleh 5 dari 10 poin yang ditargetkan, dengan demikian Jabat sudah mendapat penghargaan sebagai Distinguished Club Award (DCA).

***

Acara Rapat dihadiri oleh beberapa orang tamu bahkan ada yang dari luar Jakarta, juga hadir diantaranya anggota lama yang ingin kembali berkiprah di Jabat.

IMG-20151018-WA0015

Penyematan Pin kepada Indri yang meraih gelar ACB (Advanced Communicator Bronze)

IMG-20151018-WA0014

Ade sebagai Penilai Individu Terfavorit dan Pipin sebagai Pembicara Pidato Dadakan Terfavorit

UNDANGAN PERTEMUAN RUTIN JAKARTA BAHASA TOASTMASTERS 17 OKTOBER 2015

FB_IMG_1444950068218

Klub Jakarta Bahasa Toastmasters (JABAT) kembali mengundang Anda untuk hadir dan melihat bagaimana metode belajar pidato ber-Bahasa Indonesia yang dibawakan dengan cara menyenangkan. Acara akan diadakan pada Sabtu, 17 Oktober 2015, di Ruang VIP Lt. F3 Menara Kuningan, Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 5, Blok X-7, Jakarta Selatan (seberang Kedutaan Besar Australia), Pukul 10.00-12.00 WIB.

Jangan lupa, ajak teman, keluarga atau pasangan Anda ya….. untuk ikut hadir di pertemuan seru JABAT. Yuk…..kita isi akhir pekan dengan kegiatan yang bermanfaat dan mendidik.

Silahkan hubungi Aji (Kabid Humas JABAT) di nomor 0899-8950-490 atau Cephi (Seksi Logistik JABAT) di nomor 0813-1063-4803, sampai ketemu di Menara Kuningan…..!!!

Ingat, Sabtu, 17 Oktober 2015 …….!!!

PERTEMUAN RUTIN JAKARTA BAHASA TOASTMASTERS 10 OKTOBER 2015

IMG-20151010-WA0006

Pada Sabtu, 10 Oktober 2015 berlangsung pertemuan rutin Jakarta Bahasa Toastmasters Klub (JABAT), di Ruang VIP Lt. F3 Menara Kuningan, Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 5, Blok X-7, Jakarta Selatan (seberang Kedutaan Besar Australia), dari Pukul 10.00-12.00 WIB.

Tema pertemuan adalah “Angkatan Bersenjata, Sang Pembela Negara”, dengan kata acuan “Pejuang”.

Pemilihan tema tsb sehubungan dengan ulang tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang jatuh pada 5 Oktober 2015. Oleh sebab itu Pengarah Acara Eni, sebagai seorang anak Veteran dengan percaya diri memakai kaos berwarna hijau loreng ala Prajurit TNI.

Pengarah Acara Eni, dibantu oleh Penilai Umum Iin yang bertugas menilai semua aspek dalam pertemuan hari itu, dari awal sampai akhir pertemuan.

Pembicara yang tampil yaitu Thomas, Fauzan dan Ucok.

***

Sebagai Pembicara pertama Thomas, mengambil tema dari Buku Panduan Dasar atau BPD#2, tentang “Menyusun Naskah Pidato” dengan “E-commerce”.

Pria berpenampilan rapi ini memperkenalkan e-commerce sebagai perdagangan secara elektronik, komponen pembeli yg mendukungnya, aturan main, serta perkembangan e-commerce di Indonesia.

Sementara itu Ade sebagai penilai pidato Thomas memuji kemampuan pria ini dalam menyampaikan pidatonya, meskipun masih diperbolehkan menggunakan catatan, namun hal itu tidak dilakukan oleh Thomas.

Pembicara berikutnya adalah Fauzan yang mengambil tema dari BPD #3, tentang “Langsung ke Tujuan”, berjudul “Benda Antik”.

Pada kesempatan tsb anak muda ini becerita tentang benda kesayangannya Vespa produksi 1965 yang diberi nama “Si Imut”. Benda antik ini telah menemaninya sejak kuliah hingga saat ini, dengan berbagai kenangan yang telah dilalui bersama.

Menurut Fauzan terdapat tiga keuntungan memiliki kendaraan seperti Vespa ini yaitu solidaritas, hemat, dan awet. Sebagai penutup Fauzan mengatakan bahwa benda antik tak selamanya terlihat murahan atau kurang gaya, semakin lama umur benda tersebut maka semakin tinggi nilainya.

Indri sebagai penilai pidato Fauzan merasa sangat senang dan terhibur, karena anak muda ini bisa membuat para penonton bahagia dan tertawa ceria.

Sebagai pembicara terakhir Abdul Manap Pulungan mengambil tema BPD #6, tentang “Teknik Vokal”, berjudul “Perjuangan Haru Biru”. Kali ini Sang Peneliti muda ini bercerita tentang perjuangan seorang Ibu hingga menjual barang yang paling berharga miliknya yaitu mahar pernikahan untk membiayai sekolah anak-anaknya.

Sementara Harlina sebagai Penilai pidato Pulungan mengatakan bahwa anak muda ini sudah mampu menjadi Evaluator untuk pembicara-pembicara yang akan datang di Toastmasters.

**

Sesi selanjutnya adalah Sesi Pidato Dadakan yang berguna untuk melatih kemampuan kita dalam memberi respon secara cepat, tepat, dan dalam kalimat yang struktur dan tata bahasanya baik dan benar untuk situasi-situasi, misalnya jika atasan meminta pendapat kita tentang satu hal, atau jika kita diminta memberi pendapat dalam suatu forum, atau dalam wawancara kerja.

Sesi ini dipandu oleh Ucok yang banyak menanyakan tentang hal-hal yang berhubungan dengan perjuangan sesuai dengan kata acuan hari itu.

Sementara Cephi sebagai Pemerhati Tata Bahasa mengingatkan kita bahwa masih banyak yang perlu ditingkatkan dalam ber-Bahasa Indonesia yg baik dan benar, seperti struktur kalimat, kalimat yang rancu/ambigu, kata percakapan tak baku (misalnya ‘nggak’, ‘cuma’, ‘aja’, ‘oke’, dsb), kata dari bahasa asing dan kata dari bahasa daerah.

Sedangkan Bopha sebagai Penghitung bunyi tanpa makna mengingatkan pembicara agar mengurangi penggunaan kata tanpa makna seperti ‘e’, ‘em’, ‘dong’, ‘deh’, ‘sih’, dan kata dari bahasa asing dan bahasa daerah.

***

Acara Rapat dihadiri juga oleh beberapa orang tamu, yang sebagian besar sangat tertarik dengan cara dan sistem belajar berpidato di JABAT apalagi dilakukan dalam suasana yang menyenangkan dan penuh persahabatan.

Terfavorit

Terfavorit

PERTEMUAN RUTIN JAKARTA BAHASA TOASTMASTERS 26 SEPTEMBER 2015

IMG-20150926-WA0014

Pada 26 September 2015 berlangsung pertemuan rutin Jakarta Bahasa Toastmasters Klub (JABAT), di Ruang VIP Lt. F3 Menara Kuningan, Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 5, Blok X-7, Jakarta Selatan (seberang Kedutaan Besar Australia), dari Pukul 10.00-12.00 WIB.

Tema pertemuan adalah “Teknologi” dengan kata acuan “Gawai” , dan yang tampil terdiri dari 5 pembicara, yaitu Hariadi, Iin, Ade, Indri, dan Lesmana.

62811918303

Hariadi

Sebagai pembicara pertama Hariadi mengangkat topik tentang “Waspadalah terhadap Penyakit Alzheimer” dari Buku Panduan Dasar 9 (BPD#9) – “Kemampuan Mempengaruhi”. Pria yang kharismatik ini menjelaskan bahwa Alzheimer adalah penurunan fungsi otak yang mempengaruhi daya ingat, emosi, perilaku, dan fungsi otak lainnya. Alzheimer diklaim belum dapat disembuhkan, adapun obat yang ada hanya memperlambat progresifitas dan gejala penyakit ini.

Untuk mengurangi risiko terkena Alzheimer dapat dilakukan dengan melatih otak secara berkala, salah satunya dengan rajin mengisi Teka-teki Silang (TTS). Menurut Direktur UCLA Center on Aging Alzheimer, dokter Gary Small, yang juga professor psikiatri di UCLA’s Neuropsychiatric Institute, dengan mengisi teka-teki silang dapat menjadi sarana rekreasi bagi otak, sehingga dapat mengurangi stres, karena saat mengisi teka-teki silang kita melakukannya tanpa beban, melainkan semata-mata demi kesenangan. Selain itu, mengisi TTS juga memiliki manfaat lainnya, yakni menambah pengetahuan, dan mengasah otak.

Hariadi menambahkan bahwa semakin kaya perbendaharaan kata, semakin mudah bagi kita untuk mengemukakan gagasan secara lisan maupun tulisan. Pengetahuan yang luas, otak yang tajam, dan perbendaharaan kata yang kaya adalah modal kita meraih sukses.

***

Iin

Iin

Sebagai pembicara ke-2, Iin berpidato tentang “Etalase Jabat” dari BPL (Buku Panduan Lanjutan) seri “Pidato Informatif”, proyek nomor 1, yaitu ”Untuk Memberi Informasi” yang intinya mengajak anggota Jabat segera memperpanjang keanggotaannya.

***

Ade sebagai pembicara ke-3 mengangkat tema “Secangkir Kopi Perubahan” dari BPL seri “Pembicara Profesional”, menyinggung mengenai konsep perubahan yang telah menjadi kodrat dan tidak dapat disangkal.

Ade

Ade

Terdapat 3 alasan mengapa seseorang harus berubah, diantaranya untuk bertahan hidup, untuk menjadi lebih baik dan untuk belajar dari kesalahan.

Anak muda yang enerjik ini menekankan bagaimana dirinya mengambil hikmah dari setiap kesalahan, seperti yang dialaminya ketika mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional beberapa tahun lalu, hanya karena keterlambatan waktu beberapa saat saja akhirnya dewan juri mendiskualifikasi dirinya, kesalahan tersebut menjadikan pelajaran berharga untuk tidak mengulang hal yang sama dan semakin menghargai waktu.

***

IMG-20150926-WA0007-1

Indri

Indri, sebagai pembicara berikutnya yang mengangkat tema “Badai Pasti Berlalu” dari BPL seri “Humas”, proyek nomor 4, menunjukkan makna segala penderitaan atau permasalahan pasti ada akhirnya.

Dara ayu ini menjelaskan bahwa dalam dinamika kehidupan kita akan mengalami badai atau masalah, dan hendaknya kita harus yakin semuanya pasti akan berakhir. Demikan pula dengan kondisi perusahaan/ organisasi yang saat ini sedang mengalami badai atau masalah.

Contohnya adalah kemerosotan nilai tukar mata uang (depresiasi). Fenomena terdepresiasinya nilai tukar rupiah berdampak pada ekspor dan impor Nasional. Dengan kondisi ekonomi yang memburuk dimana harga barang-barang naik, daya beli masyarakat yang menurun, nilai rupiah yang terus anjlok, tentu saja mempengaruhi kondisi perusahaan.

Dengan sangat terpaksa pihak manajemen mengambil keputusan untuk tidak menaikkan gaji ataupun memberikan bonus, keputusan yang sangat berat ini terpaksa dilakukan untuk mempertahankan jumlah tenaga kerja yang ada.

Indri menghimbau agar semua pihak baik dari level yang paling atas maupun yang paling rendah sama-sama mengencangkan ikat pinggang dan melakukan penghematan untuk mengurangi biaya produksi.

***

Lesmana

Lesmana

Dalam kesempatannya sebagai narasumber terakhir, Lesmana bercerita mengenai “Kelinci yang Cerdik” yang bekerjasama dengan macan, sehingga kelinci tersebut dapat terhindar dari bahaya diterkam serta dimakan oleh binatang yang lebih kuat. Pidatonya ini diambil dari BPL seri “Bercerita”, proyek nomor 1, “Dogeng”.

Cerita tersebut memberikan makna bahwa setiap kita pasti mempunyai kelebihan/ kekuatan dan sekaligus kelemahan. Untuk menjadi sukses, kita harus tau apa kekuatan dan kelemahan kita serta harus bersinergi dengan orang lain yang dapat menutupi kelemahan tersebut. Demikian pula dalam suatu komunitas seperti JABAT, kita dapat memilih dengan siapa kita bisa berpartner dan bersinergi menuju sukses bersama, kata pria berkaca mata ini mengakhiri pidatonya.

***

Acara rapat yang menyenangkan ini, dibawakan dengan sangat baik oleh seorang anak muda tampan bernama Fauzan, istimewanya lagi rapat juga dihadiri oleh para senior Toasmaster diantaranya Bapak Prof DR Ing Wardiman Djojonegoro, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI periode 1993-1998.