PERTEMUAN RUTIN JAKARTA BAHASA TOASTMASTERS 19 SEPTEMBER 2015

J1443077369365

Pada 19 September 2015 di Jakarta, berlangsung pertemuan rutin Jakarta Bahasa Toastmasters Klub (JABAT), Ruang VIP Lt. F3 Menara Kuningan, Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 5, Blok X-7, Jakarta Selatan (seberang Kedutaan Besar Australia), dari Pukul 10.00-12.00 WIB.
Tema pertemuan adalah “Tujuan Hidup” dengan kata acuan “Resolusi” , dan yang tampil terdiri dari 4 pembicara, yaitu Reva, Fauzan, Ucok dan Yudha.

***
Sebagai pembicara pertama, Reva memulai pidatonya yang berjudul “Produk Masa Lalu” dari Buku Panduan Dasar Pertama (BPD#1- Mencairkan Kekakuan).
Menurut Reva kita adalah produk masa lalu, Reva memiliki tiga benda yang dapat menggambarkan perjalan hidupnya yaitu buku fisika, netbook dan Kartu Identitas Mahasiswa.

Karena menyukai fisika, ketika itu Reva memilih Jurusan Pendidikan Fisika di sebuah Perguruan Tinggi Negeri di Lampung, meskipun akhirnya Reva memutuskan untuk keluar dan masuk ke dunia kerja, kemudian pindah ke Yogya dan bekerja di sana,

Saat berada di dunia kerja inilah yang dilambangkan oleh Reva sebagai netbook. Reva menambahkan bahwa ternyata dunia kerja tidak membuatnya merasa nyaman akhirnya kembali ke Lampung dan mempersiapkan diri menghadapi ujian masuk Perguruan Tinggi (PT).

Berbekal pengalamannya di dunia kerja, gadis ini merasa pentingnya komunikasi, yang memberi keyakinan kepadanya untuk kuliah di Jurusan Komunikasi. Suatu kali atas ajakan temannya Reva mengikuti pertemuan rutin Toastmasters, yang membuatnya sangat terkesan untuk bergabung.

Mulai saat itu Reva membuat resolusi bahwa dirinya harus kuliah di Jakarta dan belajar dengan Toastmasters. Keinginannya terkabulkan karena diterima di Universitas Indonesia (UI) pada Jurusan Komunikasi Periklanan yang dilambangkannya dengan Kartu Identitas Mahasiswa, serta bergabung dengan JABAT.

Reva mengatakan bahwa keputusannya mengundurkan diri dari PT, membuatnya belajar memperbaiki kapasitas diri dan mampu membuat keputusan sendiri.

Sebagai penutup dari pidatonya Reva menyampaikan serangkaian kata-kata bijak “Masa lalu adalah pengalaman, masa depan adalah misteri, dan masa kini masa yang harus dijalani”.

***
Pembicara selanjutnya adalah Fauzan, pidatonya dari BPD#2 – Menyusun Naskah Pidato dengan judul “Kampung Inggris”.
Fauzan menceritakan pengalamannya selama dua bulan di Pare, Kediri, Jawa Timur. dan alasannya datang ke sini antara lain karena biaya hidup murah, baik harga makanan, sewa kos maupun biaya kursus. Namun, meskipun murah tapi kualitasnya tidak murahan, disamping udara yang segar berbeda dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Setiap hari, aktivitas anak muda ini hanyalah belajar, belajar, dan belajar, berangkat ke tempat kursus dengan bersepeda, mulai dari terbit matahari hingga senja di tempat kursus yang berbeda beda. Jika libur tiba, Fauzan adalah menikmati senja di tengah hamparan sawah yang luas nan hijau sembari berdiskusi tentang kehidupan dengan sahabat-sahabat barunya, bertemu dengan orang-orang dari berbagai latar belakang budaya, misalnya dari Papua, Lombok, Makassar, bahkan Malaysia, dan Thailand. Mereka berkumpul di sana untuk tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris sehingga atmosfirnya sangat mendukung.

Fauzan mengatakan bahwa terdapat 3 hal penting yang harus dimiliki para “pejuang mimpi” kampung Inggris yaitu mempunyai tujuan hidup yang jelas, Komitmen dan Lingkungan. Fauzan mengajak rekan-rekan JABAT untuk berkunjung ke kampung Inggris di Pare, Kediri sebagai tempat yang sangat cocok untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris.

Menurut Fauzan “Impian tinggi itu gratis, namun untuk mewujudkannya harus dibayar dengan proses atau tindakan, karena impian dan tindakan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan”.

***
Pembicara selanjutnya adalah Ucok yang berpidato dengan judul “Itulah Jodoh” dari BPD#5 . Menurut Ucok “Siapa pun itu, dialah yang terbaik untuk kita. Sayangi, pahami, dan berbahagialah….!!!”
Menemukan tambatan hati bukan merupakan hal yang mudah, banyak proses yang menyulut emosi, baik tawa maupun air mata.

Ada beberapa proses yang membutuhkan perjuangan dalam mencari pasangan hidup, yaitu tahap mencari pasangan, proses meyakinkan dan tahap eksekusi, yang merupakan titik kulminasi dari tujuan anda mendapatkan pasangan.

Sebagai seorang Peneliti di Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Ucok mengatakan bahwa proses mencari pasangan memang melelahkan, tetapi itu adalah proses alami yang harus dinikmati. Perlu perjuangan untuk menemukan pasangan hebat sehingga menghasilkan keturunan hebat.  Namun demikian, harus disadari bahwa “Jodoh itu tidak bisa dikejar saat dia belum datang, dan tidak bisa ditolak saat dia datang. Layaknya ajal...,” demikian Bapak seorang anak ini mengakhiri pidatonya.

***
Sebagai pembicara penutup Yudha berpidato dengan judul “Alasan yang membuat Anda Datang ke Yogya” dari Buku Panduan Dasar ke-8 (BPD#8) – Penggunaan Alat Bantu.
Menurut Yudha, Yogyakarta terkenal sebagai kota tujuan wisata di negeri ini, apa sebenarnya yg menjadikan kota ini menarik bagi wisatawan domestik dan mancanegara untuk datang? Ada 3 alasan diataranya adalah obyek wisata lengkap, akses mudah dan biaya hidup murah.

Yogyakarta selain sebagai kota wisata juga terkenal sebagai kota pelajar, hal ini membuat biaya hidup di sini jauh lebih murah dibandingkan dengan kota tujuan wisata lainnya. Biaya obyek wisata di Yogyakart relatif murah sekitar Rp 3.000 bahkan ada yang gratis.

Pada akhir pidatonya anak muda berkacamata ini menyatakan bahwa Yogyakarta adalah kota istimewa, kota wisata yang menawarkan variasi obyek wisata yang lengkap, ditambah dengan keramah tamahan warganya yang siap menyambut Anda.

Advertisements

Posted on September 24, 2015, in Event and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: