PERTEMUAN RUTIN JAKARTA BAHASA TOASTMASTERS 29 AGUSTUS 2015

Pada 29 Agustus 2015 di Jakarta, berlangsung pertemuan rutin Jakarta Bahasa Toastmasters Klub (JABAT), di Menara Kuningan Lt. F3, Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 5, Blok X-7, Jakarta Selatan (seberang Kedutaan Besar Australia), Pukul 10.00-12.00 WIB.

Tema pertemuan adalah “Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)” dengan kata acuan yaitu “Persaingan”

Dalam pertemuan tersebut tampil tiga pembicara, yaitu pertama, Hans Mulyadi Irawan yang mengangkat tema “Berubah” menyampaikan bahwa berubah dalam hal positif tentunya merupakan suatu kata yang mudah diucapkan namun sulit dilakukan. Sejak kecil, kita dituntut untuk berubah menjadi lebih pintar, lebih baik, dan lebih sukses untuk menghadapi tantangan dan perkembangan jaman.

Dalam kesempatannya Hans juga menyinggung tentang kegiatannya dalam mengimplementasikan sistem Enterprise Resource Planning di kantor, dari yang sebelumnya manual, menjadi tersistem dengan rapi. Perubahan ini memperlihatkan cara kerja dan performa setiap karyawan, siapa yang bekerja dengan sungguh-sungguh dan siapa yang tidak. Dampaknya banyak karyawan senior yang akhirnya memutuskan mundur dan beberapa karyawan mengeluh, ketika karirnya mandek atau kalah dengan anak baru yang lebih produktif dan lebih kreatif dengan ilmunya yang lebih baru.

Selain itu, Hans juga menyinggung kondisi masyarakat yang tengah menghadapi pasar Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Ketika Hans menghadiri acara diskusi dengan Kepala Ekonom salah satu Bank di Indonesia dan merangkap Ketua Pansel KPK, Destry dan Prof. Roy Sembel mengenai masyarakat ekonomi ASEAN, para narasumber menyatakan bahwa suka tidak suka, siap ataupun tidak, MEA sudah di depan mata. Narasumber juga menyebutkan bahwa menurut data Bank Dunia, ekonomi ASEAN 40% berada di Indonesia, sedangkan Populasi penduduk ASEAN 40% ada di Indonesia, sehingga Indonesia merupakan potensi pasar yang besar dan menggoda bagi negara lainnya. Disisi lain, Hans juga menyayangkan ketika di bidang sumber daya manusia, produktivitas tenaga kerja, birokrasi, infrastruktur, daya saing usaha, Indonesia masih tertinggal dibandingkan dengan beberapa negara ASEAN lainnya.

Hans menghimbau agar kita siap menghadapi MEA yang sudah di depan mata, sehingga menjadi Bangsa Indonesia yang bangun, bangkit dan berubah, untuk meningkatkan kompetensi diri, membangun relasi dan jaringan yang luas serta keterampilan berkomunikasi melalui berbagai kegiatan.

Sementara itu, pembicara kedua, Abdul Manap Pulungan alias Ucok juga mengangkat tema terkait Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), yang menyinggung tentang kondisi Globalisasi yang menyebabkan aliran barang dan manusia semakin mudah. Globalisasi muncul saat dibentuknya ASEAN pada 1967 dan berkembang ke arah yang lebih maju sehingga disepakatilah pembentukan MEA yang diharapkan dapat meningkatkan kerjasama antar negara.

Dalam kesempatannya, Ucok menjabarkan mengenai kekuatan dan kelemahan Indonesia dalam beberapa aspek, yaitu kekuatan Indonesia muncul dari jumlah penduduk Indonesia sehingga kuat dari sisi konsumsi. Apabila faktor ini dikelola dengan baik, maka akan berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Data Bank Indonesia tahun 2015 menjelaskan bahwa peranan konsumsi rumah tangga terhadap pertumbuhan Ekonomi mencapai 55%. Kekuatan kedua adalah bahwa Indonesia memiliki keanekaragaman dari segi agama, budaya, suku, ras, yang jika dikelola dengan baik akan menjadi kekuatan bagi Indonesia.

Sedangkan beberapa kelemahan Indonesia yang pertama terletak pada kualitas SDM. Data UNDP tahun 2015 menunjukkan bahwa sejak 2013 peringkat daya saing SDM Indonesia pada peringkat 108 dr 187 negara, sedangkan Data Badan Pusat Statistik tahun 2015 menunjukkan sekitar 50 % angkatan kerja yang bekerja berpendidikan SD ke bawah. Selain itu, salah satu kelemahan tenaga kerja Indonesia adalah buruknya kemampuan komunikasi dan penguasaan bahasa asing, terutama bahasa Inggris, belum seperti Filipina, Malaysia, Singapura dan Vietnam yang telah menjadikan Bahasa Inggris sebagai bahasa sehari-hari.

Kelemahan kedua terletak pada aspek dukungan sektor pembiayaan. Data yang dihimpun dari Bank Dunia tahun 2015 menyebutkan bahwa rasio kredit terhadap PDB hanya sekitar 38 % sedangkan di Malaysia, Singapura, Thailand telah mencapai di atas 100 %, artinya peranan sektor keuangan di Indonesia masih dangkal, sehingga aktivitas Ekonomi belum berjalan dengan baik.

Pada akhir pidatonya, Ucok mengingatkan kepada seluruh rekan Toastmasters bahwa kita tidak bisa lari dari kenyataan dimana dunia semakin terintegrasi. Agar tidak kalah bersaing dengan tenaga kerja asing, maka diperlukan dukungan dari stakeholder seperti Pemerintah berupa perbaikan kualitas SDM dengan membuat pelatihan yang baik untuk peningkatan keterampilan maupun komunikasi, dan harus bangga dengan memilih JABAT sebagai wadah untuk mengasah kemampuan berkomunikasi.

Sebagai pembicara terakhir April mengangkat tema “Ambil Isinya Buang Kulitnya” dengan menganalogikan tema tersebut kedalam proses pertemanan. Dalam kesempatannya April menyampaikan bahwa untuk memilih teman seperti memilih buah, jangan terlalu cepat untuk menghakimi dan menyimpulkan karakter seseorang hanya dari bungkus/ luarnya saja. Meskipun rupa/ tampilannya yang bagus dan menarik serta memikat, namun belum tentu mempunyai perangai yang baik. Demikian pula sebaliknya, jika ada beberapa hal yang kurang baik dari seseorang, bukan berarti kita tidak boleh berteman, namun harus pandai memilih sisi positifnya. Secara keseluruhan April menyampaikan untuk memberikan sejenak waktu sebagai proses penilaian, karena seiring berjalannya waktu kita akan mengetahui karakter yang sebenarnya. April juga menghimbau untuk melakukan instrospeksi diri masing-masing, karena semua orang berhak untuk dinilai lebih baik.

Advertisements

Posted on September 4, 2015, in Artikel, Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: