TEKNIK MEMBERIKAN UMPAN BALIK

90275287

Apakah Anda pernah menolong anak Anda dengan pekerjaan rumahnya? Atau rekan kerja Anda menanyakan saran dan masukan mengenai sebuah tugas yang sedang ia kerjakan? Apakah Anda mendengarkan dan menyimak penjelasan mereka terlebih dahulu? Lalu memberikan tanggapan berdasarkan apa yang Anda observasi dari pekerjaan tersebut, dimana kekuatannya atau apa saja yang sudah baik dan apa yang perlu ditingkatkan? Jika Anda telah melakukannya, maka selamat! Anda sudah melakukan langkah-langkah memberikan umpan balik dengan baik.

Mengapa Umpan Balik Penting?

Umpan balik penting bagi proses belajar. Umpan balik dari orang lain akan membantu kita untuk belajar dengan cepat. Umpan balik memberikan motivasi dan dapat membantu kita untuk mengkoreksi, meningkatkan kinerja, dan memotivasi kita untuk melakukan hal tertentu dengan lebih baik lagi.

Meskipun sebagian besar orang membutuhkan dan ingin mendapatkan umpan balik, permasalahannya adalah sebagian besar dari kita juga ragu-ragu untuk memberikan umpan balik. Khawatir akan menyinggung perasaan orang yang akan menerima umpan balik dari kita, bingung bagaimana cara menyampaikan umpan balik tersebut, dan lain sebagainya.

Umpan balik atau evaluasi tidak sama dengan kritik. Tujuan Anda adalah memberikan deskripsi secara jujur dan akurat dari apa yang Anda amati, yang bertujuan untuk membantu orang tersebut mengidentifikasi mana hal-hal yang sudah baik dari pekerjaan/karyanya dan mana yang menurut Anda perlu ditingkatkan lagi.

Menurut Anda, karena memang umpan balik yang Anda sampaikan adalah menyampaikan observasi dan pendapat Anda. Orang yang menerima umpan bisa setuju atau tidak setuju dengan pendapat Anda tersebut.

Umpan balik tidak menyalahkan, menyerang orang lain, memberi penilaian terhadap pribadi atau karakter. Anda memberi penekanan dan fokus kepada karya/pekerjaan/kinerjanya dan bukan pada orangnya atau hal-hal yang bersifat pribadi.

97239884

Proses Belajar Dua Arah

Tanpa kita sadari, umpan balik baik bagi orang yang menerimanya dan juga bagi orang yang memberikannya. Bagi yang menerima, Anda akan belajar mendengarkan pendapat orang lain terhadap suatu hal yang Anda lakukan, di mana bagian (yang menurut orang tersebut) sudah baik dan mana yang perlu ditingkatkan. Anda akan belajar untuk menyimak dan terbuka pada pandangan dan opini orang lain yang bisa jadi akan sangat berbeda dengan Anda. Sedangkan bagi orang yang memberikan umpan balik, Anda akan belajar untuk menyimak, berpikir kritis sekaligus cepat mengenai hal-hal apa yang sudah baik dan hal-hal apa yang perlu ditingkatkan. Dan yang tak kalah penting adalah bagaimana Anda menyampaikan umpan balik itu sendiri.

Umpan Balik = Opini

Pada saat Anda dimintai pendapat Anda untuk memberikan umpan balik, maka tujuan Anda sebaiknya adalah untuk memberikan umpan balik yang jujur, membangun untuk upaya orang tersebut.

Ketika Anda memberikan evaluasi atau umpan balik, maka Anda memberikan reaksi dan opini Anda terhadap upaya orang tersebut. Sebuah evaluasi adalah sebuah opini. Opini tersebut harus menyebutkan dampak atau efek upaya tersebut kepada Anda, di bagian mana orang tersebut melakukannya dengan baik, di bagian mana orang tersebut sebaiknya meningkatkan dan rekomendasi spesifik untuk peningkatan.

Sebagai pengingat, bahwa Anda tidak dapat mengubah perilaku orang tersebut atau memaksa orang tersebut untuk menerima ide dan saran Anda berdasarkan evaluasi/umpan balik yang Anda berikan. Meskipun demikian, mungkin saja jika umpan balik Anda akan menjadi masukan yang berharga bagi penerimanya, untuk diterapkan di masa mendatang.

Memberikan umpan balik membutuhkan keterampilan. Umpan balik menjadi tidak efektif jika tidak dipersiapkan dengan cermat dan dalam penyampaiannya umum dan tidak spesifik menekankan bagian mana yang sudah baik dan bagian mana yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan lagi.

Yang ada, penerima umpan balik Anda malah menjadi demotivasi, kecewa bahkan marah terhadap apa yang Anda sampaikan. Sebaliknya, Anda tidak perlu untuk memberikan pujian semata-mata, hanya karena Anda merasa tidak enak hati untuk menyampaikan evaluasi Anda terhadap hal-hal yang perlu diperbaiki dari orang yang sedang Anda evaluasi. Umpan balik yang efektif meliputi berbagi informasi dan observasi yang Anda lakukan terhadap apa dan bagaimana perilaku atau suatu hal dilakukan. Hal ini dapat kita pelajari dan dapat dilatih.

103975951

Penyampaian Umpan Balik

Cara Anda menyampaikan umpan balik akan memberikan dampak pada pembicara. Memberi umpan balik yang membangun dapat membantu individual untuk meningkatkan kinerjanya atau area dimana pada satu bidang tertentu masih perlu peningkatan. Memberi umpan balik bukanlah kritik, melainkan memberikan deskripsi dan diarahkan pada tindakan, perilaku, dan bukan pada individunya.

Umpan balik meliputi apa dan bagaimana hal tersebut dilakukan, bukan alasan mengapa hal itu dilakukan. Tujuan utama untuk umpan balik yang membangun adalah membantu orang untuk memahami dimana posisi mereka saat ini dalam kaitannya dengan produktivitas. Hindari menggunakan kalimat bersifat serangan yang ditujukan kepada pribadi dengan menggunakan kata-kata seperti “bagus”, “jelek”, “bodoh” atau “inkompeten”.

Ada teknik penyampaian umpan balik yang disebut sebagai teknik berlapis. Teknik ini menggunakan pendekatan hal yang positif atau hal-hal yang kuat (menurut Anda) dalam penyampaian presentasi tersebut, digabungkan dengan bagian mana dari presentasi tersebut yang sebaiknya ditingkatkan, lalu ditutup dengan penekanan pada pesan yang positif tadi.

Latihan

Anda pernah menonton acara televisi seperti “American Idol”, “Indonesian Idol”, “Indonesia Mencari Bakat”, dan lain sebagainya? Di acara-acara tersebut, biasanya ada tim juri yang memberikan umpan balik mereka setelah kontestan selesai tampil. Gaya mana yang Anda sukai? Mengapa Anda menyukainya?

Dengan mengamati cara-cara menyampaikan umpan balik yang dilakukan orang lain, Anda akan belajar cara-cara penyampaian yang berbeda-beda. Temukan gaya Anda sendiri, yang sesuai dengan kepribadian dan karakter Anda.

Oleh : Diella Dachlan (diolah dari berbagai sumber)

Advertisements

Posted on June 16, 2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: