Monthly Archives: June 2015

UNDANGAN PERTEMUAN RUTIN JAKARTA BAHASA TOASTMASTERS

TOAST 1-6

Klub Jakarta Bahasa Toastmasters (JABAT) kembali mengundang Anda untuk hadir dan melihat bagaimana metode belajar pidato berbahasa Indonesia yang dibawakan dengan cara menyenangkan. Acara akan diadakan pada hari Sabtu, 4 Juli 2015. Bertempat di Restoran Rempah Iting, Jakarta Pusat pada pukul 10.00-12.00 WIB. Ajak teman, keluarga atau pasangan Anda untuk ikut hadir di pertemuan seru JABAT. Mari kita isi akhir pekan dengan kegiatan yang bermanfaat dan mendidik.

FB_IMG_1435483114064

PERTEMUAN RUTIN JAKARTA BAHASA TOASTMASTERS

photo

Jakarta Bahasa Toastmasters atau biasa disingkat JABAT, komunitas yang fokus pada pengembangan keterampilan berbicara di depan umum dan kepemimpinan, kembali mengadakan pertemuan rutin mingguan. Berlangsung di Puri Sawo Manila Residence, Jakarta Selatan pada tanggal 20 Juni 2015, pertemuan tersebut mengambil tema “Kembali Suci”. Sedangkan kata acuan yang digunakan adalah “Bersih”. Kata acuan merupakan kata kunci yang digunakan dalam setiap pertemuan JABAT. Selama berlangsungnya acara setiap anggota dan tamu yang hadir disarankan untuk menggunakan kata acuan yang telah ditetapkan sebanyak-banyaknya. Tentunya kata acuan yang digunakan berhubungan dengan tema yang telah ditentukan. Oleh karena itu, dalam setiap pertemuan JABAT tema dan kata acuan yang digunakan selalu berubah. Hal ini dilakukan agar setiap pertemuan dapat berjalan dengan dinamis.

Pada sesi pidato yang dipersiapkan Yohanes Yudha membawakan pidato “Perubahan Paradigma” dari Buku Panduan Dasar (Proyek 6-Teknik Vokal). Lajang berkacamata ini menceritakan pengalamannya saat pertama kali merantau ke Jakarta. Dia yang awalnya memandang Jakarta sebagai neraka, kini mulai dapat mengubah paradigmanya. Dia justru memandang Jakarta sebagai tempat penggemblengan dirinya agar menjadi manusia yang lebih baik dan lebih tangguh. Itulah mengapa dirinya kini dapat menikmati hidup di Jakarta.

Selain itu, ada yang berbeda dari pertemuan minggu ini dibanding pertemuan-pertemuan rutin lainnya. Yaitu adanya simulasi lomba evaluasi. Ada 3 peserta, terdiri dari Ade Herawan, Indrijati Pudjilestari, dan Indri Lesmana. Mereka bertiga memberikan evaluasi terhadap pidato Yohanes Yudha. Sistem yang digunakan pun sama seperti layaknya lomba evaluasi yang akan diadakan JABAT pada bulan Agustus nanti.

Sesi terakhir dari pertemuan rutin ini berupa panggung kehormatan. Di sini diberikan piala secara simbolis kepada pemenang tiap kategori. Pada sesi pidato yang dipersiapkan Yohanes Yudha terpilih sebagai pembicara terfavorit sedangkan pidato dadakan dan penilai individu terfavorit dimenangkan oleh Indri Lesmana.

LATIHAN MEMBERIKAN UMPAN BALIK

97214350

Persiapan

Jika Anda diminta menjadi penilai bagi presentasi rekan Anda, harap diingat bahwa rekan Anda telah berupaya untuk mempersiapkan presentasi ini. Karena itu, rekan Anda berhak mendapatkan evaluasi terbaik atas upayanya tersebut. Evaluasi yang Anda persiapkan sebaiknya juga telah dipersiapkan dengan cermat dan disampaikan dengan baik. Anda mungkin tidak perlu persiapan berjam-jam untuk memberikan evaluasi. Tetapi persiapan singkat yang dipersiapkan dengan cermat dapat membantu Anda untuk memberikan evaluasi dengan baik. Bicaralah dengan pembicara yang menyajikan presentasi, jika mungkin sebelum pembicara tersebut menyampaikan presentasinya. Hal ini dapat membantu Anda untuk memahami tujuan presentasi yang akan disampaikan pembicara tersebut.

Selama Presentasi

Pada saat rekan Anda melakukan presentasi, Anda dapat mencatat hal-hal yang menurut Anda sudah baik atau malah sangat bagus dari presentasi rekan Anda tersebut. Bagilah di kertas coret-coret Anda kolom yang berisi :

Materi yang Dibawakan

Cara Penyampaian

(Meliputi topik yang disampaikan, apakah menggunakan data dan informasi serta ilustrasi yang sesuai, hal-hal apa yang Anda sukai dari substansi/isi pesan dari presentasi itu?)

Hal yang sudah baik

1.

2.

3.

Hal yang perlu ditingkatkan

1.

2.

3.

(Meliputi bahasa tubuh, apakah pembicara melakukan kontak mata? Apakah pembicara tersenyum dan ramah? Apakah intonasi suaranya bervariasi memberikan penekanan-penekanan pada pesannya? Apakah suaranya cukup jelas?

Hal yang sudah baik

1.

2.

3.

Hal yang perlu ditingkatkan

1.

2.

3.

56504260

Mempresentasikan Umpan Balik Anda

Pertama, tarik nafas dalam-dalam. Anda akan berbagi pendapat dan pengamatan dan Anda dapat berharap semoga hal tersebut dapat membantu rekan Anda. Anda dapat memulai presentasi Anda dengan menyampaikan hal-hal yang Anda sukai dari presentasi rekan Anda. Lalu, jika ada hal-hal yang menurut Anda perlu ditingkatkan atau yang menurut Anda sebaiknya dilakukan dengan cara yang berbeda, maka silahkan ungkapkan dengan spesifik. Misalnya, “Ketika Anda menyebutkan tahapan-tahapan cara menanam padi, agak sulit bagi saya untuk mengikuti urutan tersebut. Saya berpendapat, jika Anda dapat menggunakan urutan seperti, cara menanam padi yang baik adalah pertama, …… kedua, …., ketiga ….. dan seterusnya. Dengan cara ini saya akan lebih mudah memahami urutan menanam padi yang baik”.

Ingat, waktu Anda dalam menyampaikan evaluasi/opini terbatas. Maka batasi dua atau tiga poin saja yang menurut Anda paling penting untuk disampaikan.

Jika Anda Evaluator atau Pemberi Umpan Balik

  • Prioritaskan ide Anda dan pahami nilai-nilai orang yang akan Anda evaluasi. Batasi umpan balik Anda pada isu-isu yang paling penting. Harap diingat, bahwa memberikan umpan balik yang terlalu banyak, justru akan memusingkan penerimanya. Anda mungkin tidak memiliki cukup waktu untuk mengevaluasi keseluruhan. Maka, Anda dapat memilih dua atau tiga poin penting yang akan Anda sampaikan. Anda dapat menggunakan teknik berlapis

  • Umpan balik yang efektif itu spesifik dan tidak umum. Sebagai contoh, daripada mengatakan, “Laporan Anda bagus”. (Umum), Anda dapat mengatakan, “Laporan yang Anda berikan kemarin bagus penulisannya, mudah dipahami dan Anda membuat poin mengenai pos-pos anggaran dengan sangat efektif”. (Spesifik, merujuk ke bagian-bagian yang kuat). Konsentrasi dan fokus pada pada hal/poin yang disampaikan dan bukan pada orangnya

  • Wakili diri Anda sendiri dalam memberikan umpan balik. Karena itu, sebaiknya gunakan kata “Saya” atau “Aku”. Jangan menggunakan “Kami” untuk memberikan umpan balik. Hindari kalimat seperti “Kami pikir” atau “Pendengar berpendapat bahwa”. Anda tidak mewakili orang lain (kecuali kalau Anda ditunjuk menjadi juru bicara kelompok)

  • Sampaikan evaluasi Anda dengan baik, ramah, dan bersahabat. Pertahankan kontak mata dengan pembicara dan audiens ketika Anda berbicara menyampaikan evaluasi.

  • Penutup dan kesimpulan. Sebaiknya ketika selesai memberikan presentasi dan menerima umpan balik, pembicara merasa positif dan termotivasi serta antusias. Menyampaikan kesimpulan yang diakhiri dengan poin positif akan mendorong rasa percaya diri penerimanya. Anda dapat mengakhiri evaluasi Anda dengan menyebutkan kembali bagian yang kuat dari presentasi tersebut atau dampak positif yang ditimbulkan dari presentasi tersebut kepada diri Anda

Jika Anda Penerima Umpan Balik

  • Simak dengan baik umpan balik atau evaluasi yang diberikan. Tidak menyela atau menginterupsi hingga evaluator/orang yang memberikan umpan balik selesai menyampaikan evaluasinya. Anda akan dapat menyerap informasi dengan lebih baik jika Anda berkonsentrasi untuk menyimak dan mencoba memahami, dibandingkan dengan jika Anda langsung bersikap defensif

  • Bersikap terbuka. Hal ini berarti bersikap terbuka dan reseptif terhadap ide-ide baru dan pendapat yang berbeda. Seringkali dalam melihat dan menyelesaikan suatu hal, ada banyak jalan dan cara. Orang lain mungkin akan punya jalan dan cara yang sama sekali berbeda dengan Anda. Bersikap terbuka akan membantu Anda menerima perbedaan

  • Memahami pesan. Pastikan bahwa Anda memahami apa yang dikatakan oleh evaluator kepada Anda. Jika perlu, setelah selesai ajukan pertanyaan kepada evaluator tersebut untuk mengklarifikasi hal-hal yang kurang pahami dari penyampaian umpan balik tadi

  • Refleksikan dan putuskan apa yang akan dilakukan. Refleksikan kembali poin-poin yang disampaikan oleh evaluator/pemberi umpan balik. Respon Anda adalah pilihan Anda. Jika Anda tidak setuju dengan umpan balik yang diberikan, maka Anda dapat pula menanyakan pendapat kedua kepada orang lain

Oleh : Diella Dachlan (diolah dari berbagai sumber)

TEKNIK MEMBERIKAN UMPAN BALIK

90275287

Apakah Anda pernah menolong anak Anda dengan pekerjaan rumahnya? Atau rekan kerja Anda menanyakan saran dan masukan mengenai sebuah tugas yang sedang ia kerjakan? Apakah Anda mendengarkan dan menyimak penjelasan mereka terlebih dahulu? Lalu memberikan tanggapan berdasarkan apa yang Anda observasi dari pekerjaan tersebut, dimana kekuatannya atau apa saja yang sudah baik dan apa yang perlu ditingkatkan? Jika Anda telah melakukannya, maka selamat! Anda sudah melakukan langkah-langkah memberikan umpan balik dengan baik.

Mengapa Umpan Balik Penting?

Umpan balik penting bagi proses belajar. Umpan balik dari orang lain akan membantu kita untuk belajar dengan cepat. Umpan balik memberikan motivasi dan dapat membantu kita untuk mengkoreksi, meningkatkan kinerja, dan memotivasi kita untuk melakukan hal tertentu dengan lebih baik lagi.

Meskipun sebagian besar orang membutuhkan dan ingin mendapatkan umpan balik, permasalahannya adalah sebagian besar dari kita juga ragu-ragu untuk memberikan umpan balik. Khawatir akan menyinggung perasaan orang yang akan menerima umpan balik dari kita, bingung bagaimana cara menyampaikan umpan balik tersebut, dan lain sebagainya.

Umpan balik atau evaluasi tidak sama dengan kritik. Tujuan Anda adalah memberikan deskripsi secara jujur dan akurat dari apa yang Anda amati, yang bertujuan untuk membantu orang tersebut mengidentifikasi mana hal-hal yang sudah baik dari pekerjaan/karyanya dan mana yang menurut Anda perlu ditingkatkan lagi.

Menurut Anda, karena memang umpan balik yang Anda sampaikan adalah menyampaikan observasi dan pendapat Anda. Orang yang menerima umpan bisa setuju atau tidak setuju dengan pendapat Anda tersebut.

Umpan balik tidak menyalahkan, menyerang orang lain, memberi penilaian terhadap pribadi atau karakter. Anda memberi penekanan dan fokus kepada karya/pekerjaan/kinerjanya dan bukan pada orangnya atau hal-hal yang bersifat pribadi.

97239884

Proses Belajar Dua Arah

Tanpa kita sadari, umpan balik baik bagi orang yang menerimanya dan juga bagi orang yang memberikannya. Bagi yang menerima, Anda akan belajar mendengarkan pendapat orang lain terhadap suatu hal yang Anda lakukan, di mana bagian (yang menurut orang tersebut) sudah baik dan mana yang perlu ditingkatkan. Anda akan belajar untuk menyimak dan terbuka pada pandangan dan opini orang lain yang bisa jadi akan sangat berbeda dengan Anda. Sedangkan bagi orang yang memberikan umpan balik, Anda akan belajar untuk menyimak, berpikir kritis sekaligus cepat mengenai hal-hal apa yang sudah baik dan hal-hal apa yang perlu ditingkatkan. Dan yang tak kalah penting adalah bagaimana Anda menyampaikan umpan balik itu sendiri.

Umpan Balik = Opini

Pada saat Anda dimintai pendapat Anda untuk memberikan umpan balik, maka tujuan Anda sebaiknya adalah untuk memberikan umpan balik yang jujur, membangun untuk upaya orang tersebut.

Ketika Anda memberikan evaluasi atau umpan balik, maka Anda memberikan reaksi dan opini Anda terhadap upaya orang tersebut. Sebuah evaluasi adalah sebuah opini. Opini tersebut harus menyebutkan dampak atau efek upaya tersebut kepada Anda, di bagian mana orang tersebut melakukannya dengan baik, di bagian mana orang tersebut sebaiknya meningkatkan dan rekomendasi spesifik untuk peningkatan.

Sebagai pengingat, bahwa Anda tidak dapat mengubah perilaku orang tersebut atau memaksa orang tersebut untuk menerima ide dan saran Anda berdasarkan evaluasi/umpan balik yang Anda berikan. Meskipun demikian, mungkin saja jika umpan balik Anda akan menjadi masukan yang berharga bagi penerimanya, untuk diterapkan di masa mendatang.

Memberikan umpan balik membutuhkan keterampilan. Umpan balik menjadi tidak efektif jika tidak dipersiapkan dengan cermat dan dalam penyampaiannya umum dan tidak spesifik menekankan bagian mana yang sudah baik dan bagian mana yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan lagi.

Yang ada, penerima umpan balik Anda malah menjadi demotivasi, kecewa bahkan marah terhadap apa yang Anda sampaikan. Sebaliknya, Anda tidak perlu untuk memberikan pujian semata-mata, hanya karena Anda merasa tidak enak hati untuk menyampaikan evaluasi Anda terhadap hal-hal yang perlu diperbaiki dari orang yang sedang Anda evaluasi. Umpan balik yang efektif meliputi berbagi informasi dan observasi yang Anda lakukan terhadap apa dan bagaimana perilaku atau suatu hal dilakukan. Hal ini dapat kita pelajari dan dapat dilatih.

103975951

Penyampaian Umpan Balik

Cara Anda menyampaikan umpan balik akan memberikan dampak pada pembicara. Memberi umpan balik yang membangun dapat membantu individual untuk meningkatkan kinerjanya atau area dimana pada satu bidang tertentu masih perlu peningkatan. Memberi umpan balik bukanlah kritik, melainkan memberikan deskripsi dan diarahkan pada tindakan, perilaku, dan bukan pada individunya.

Umpan balik meliputi apa dan bagaimana hal tersebut dilakukan, bukan alasan mengapa hal itu dilakukan. Tujuan utama untuk umpan balik yang membangun adalah membantu orang untuk memahami dimana posisi mereka saat ini dalam kaitannya dengan produktivitas. Hindari menggunakan kalimat bersifat serangan yang ditujukan kepada pribadi dengan menggunakan kata-kata seperti “bagus”, “jelek”, “bodoh” atau “inkompeten”.

Ada teknik penyampaian umpan balik yang disebut sebagai teknik berlapis. Teknik ini menggunakan pendekatan hal yang positif atau hal-hal yang kuat (menurut Anda) dalam penyampaian presentasi tersebut, digabungkan dengan bagian mana dari presentasi tersebut yang sebaiknya ditingkatkan, lalu ditutup dengan penekanan pada pesan yang positif tadi.

Latihan

Anda pernah menonton acara televisi seperti “American Idol”, “Indonesian Idol”, “Indonesia Mencari Bakat”, dan lain sebagainya? Di acara-acara tersebut, biasanya ada tim juri yang memberikan umpan balik mereka setelah kontestan selesai tampil. Gaya mana yang Anda sukai? Mengapa Anda menyukainya?

Dengan mengamati cara-cara menyampaikan umpan balik yang dilakukan orang lain, Anda akan belajar cara-cara penyampaian yang berbeda-beda. Temukan gaya Anda sendiri, yang sesuai dengan kepribadian dan karakter Anda.

Oleh : Diella Dachlan (diolah dari berbagai sumber)

PERTEMUAN RUTIN JAKARTA BAHASA TOASTMASTERS

photo(6)

Di sini saya belajar bagaimana caranya agar bisa tampil percaya diri. Saya juga mendapatkan sebuah pengalaman luar biasa. Teman-teman di sini hebat, saya terpukau dengan penampilan mereka”

(Syarifah Ahmad)

Banyak sekali ilmu yang saya dapatkan di sini. Selain itu, pembicara terlihat begitu ahli dan professional dalam meyampaikan pidatonya”

(Yon Antrayasa)

Kemampuan berbicara sangat penting dalam hidup ini. Hampir setiap orang pernah tampil sebagai pembicara publik. Baik di dalam rumah tangga, rapat RT, sebagai pemimpin di kantor, sebagai aktivis di kampus, sebagai pebisnis maupun sebagai profesional. Sebuah riset menunjukkan, bahwa kini para eksekutif meluangkan waktunya untuk berkomunikasi dengan berbagai pihak setidaknya 45 menit setiap hari. 45 menit yang menentukan sebuah kesuksesan. 45 menit yang sangat membutuhkan sebuah keahlian.

Sabtu, 13 Juni 2015, bertempat di Menara Kuningan, Jakarta Selatan, Jakarta Bahasa Toastmasters (JABAT), klub yang mengasah kemampuan berkomunikasi dan kepemimpinan bagi anggotanya, mengadakan pertemuan rutin mingguan. Pertemuan minggu ini mengangkat tema “Berakhirnya Pengabdian” dengan kata acuan “Suksesi”. Tema tersebut diangkat dalam rangka akan berakhirnya kepengurusan JABAT periode 2014-2015 yang dipimpin oleh Lesmana Nahar.

Dimulai pada pukul 10.00 WIB, pertemuan JABAT berlangsung dengan meriah dan penuh rasa kekeluargaan. Hal inilah yang menjadi salah satu daya tarik klub ini sehingga menimbulkan “efek ketagihan” bagi anggota yang tidak bisa hadir dalam pertemuan tersebut. Selain anggota klub, pertemuan hari itu juga dihadiri oleh tamu. Tamu adalah sebutan untuk calon anggota.

Pertemuan JABAT minggu ini terdiri dari 4 sesi. Sesi pidato yang dipersiapkan, pidato dadakan, sesi berbagi, dan penilaian umum. Di akhir acara akan diumumkan pemenang terfavorit dari setiap sesi tersebut.

Setelah membuka acara, Lesmana Nahar selaku pengarah acara mengajak audiens untuk melakukan pemanasan berupa permainan. Semua peserta dikumpulkan untuk membentuk sebuah lingkaran, pada hitungan kelipatan tertentu yang telah ditetapkan oleh pengarah acara, peserta diharuskan berhata “Yihaaa” sambil berekspresi semaksimal mungkin. Tentu saja hal ini membuat acara semakin meriah dan menimbulkan gelak tawa diantara semua peserta.

Pembicara pertama pada sesi pidato yang dipersiapkan adalah Michael Gautama, menyampaikan pidato dari Buku Panduan Dasar (Proyek 1-Mencairkan Kekakuan) dengan judul pidato “Keluarga Bahagia”. Pidato tersebut bercerita tentang anggota keluarganya yang memiliki karakter yang berbeda-beda. Walaupun berbeda namun mereka tetap bisa bersatu menjadi sebuah keluarga yang bahagia. Menurut mahasiswa Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta ini, keluarga yang hebat bukanlah keluarga sempurna dalam segala hal. Namun, keluarga yang hebat adalah keluarga yang bisa menemukan hal sederhana dalam hidupnya dan senantiasa bersyukur atas kesederhanaan tersebut.

Kemudian dilanjutkan Aji Wibowo yang membawakan pidato “Bangkit” dari Buku Panduan Dasar (Proyek 7-Tunjang dengan Penelitian). Aji menceritakan pengalamannya saat berusaha bangkit setelah putus cinta dengan kekasihnya. Menurutnya, patah hati merupakan suatu fase yang harus dihadapi oleh mereka yang memutuskan untuk jatuh cinta. Namun, dari sana banyak hal yang dia dapatkan. Belajar untuk memperhatikan orang-orang di sekitarnya, mendapatkan banyak teman baru serta kembali dekat dengan sahabat-sahabatnya.

Sesi berikutnya yaitu pidato dadakan. Sesi ini bertujuan melatih kemampuan peserta dalam memberi respon secara cepat, tepat, dalam kalimat yang terstruktur dan tata bahasa yang baik serta benar untuk beberapa situasi, misalnya saat atasan di kantor meminta pendapat, menyampaikan pendapat kita di forum atau saat wawancara kerja. Salah satu pertanyaan menarik yang diajukan kepada peserta, “Bagaimana cara menengahi perbedaan pendapat dalam sebuah organisasi?”.

Pada sesi berbagi, Harlina Indra menjelaskan materi tentang teknik vokal. Teknik vokal ini sangat penting dalam menunjang kemampuan seseorang ketika berbicara di depan umum. Ada 3 teknik yang dibagikan, yaitu jeda, tekanan, dan perasaan. Semua audiens diberi sebuah lembar kertas yang berisi beberapa paragraf kalimat. Kemudian mereka disuruh praktek berbicara dengan menggunakan 3 teknik tadi.

Sedangkan sesi terakhir adalah penilaian umum. Di sini setiap penilai memberikan penilaian secara lisan dan tertulis terhadap penampilan individu di sesi pidato yang dipersiapkan. Di samping itu, juga disampaikan penilaian terhadap jalannya acara dari awal sampai akhir oleh penilai umum.

Setelah acara berjalan selama kurang lebih 2 jam, tibalah saat pengumuman pemenang terfavorit. Pemenang terfavorit pidato yang dipersiapkan adalah Michael Gautama sedangkan untuk kategori pidato dadakan oleh Eka Juliana, dan penilai individu diraih Ade Herawan. Pertemuan pun diakhiri dengan foto bersama oleh semua anggota dan tamu yang hadir.

UNDANGAN PERTEMUAN RUTIN JAKARTA BAHASA TOASTMASTERS

photo

Klub Jakarta Bahasa Toastmasters (JABAT) kembali mengundang Anda untuk hadir dan melihat bagaimana metode belajar pidato berbahasa Indonesia yang dibawakan dengan cara menyenangkan. Acara akan diadakan pada hari Sabtu, 13 Juni 2015. Bertempat di Menara Kuningan, Jakarta Selatan pada pukul 10.00-12.00 WIB. Ajak teman, keluarga atau pasangan Anda untuk ikut hadir di pertemuan seru JABAT. Mari kita isi akhir pekan dengan kegiatan yang bermanfaat dan mendidik.

UNDANGAN PERTEMUAN RUTIN JAKARTA BAHASA TOASTMASTERS

photo

Klub Jakarta Bahasa Toastmasters (JABAT) kembali mengundang Anda untuk hadir dan melihat bagaimana metode belajar pidato berbahasa Indonesia yang dibawakan dengan cara menyenangkan. Acara akan diadakan pada hari Sabtu, 6 Juni 2015. Bertempat di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan pada pukul 09.00-11.00 WIB. Ajak teman, keluarga atau pasangan Anda untuk ikut hadir di pertemuan seru JABAT. Mari kita isi akhir pekan dengan kegiatan yang bermanfaat dan mendidik.

 Peta Lokasi Acara

Peta Lokasi Acara