PERTEMUAN RUTIN JAKARTA BAHASA TOASTMASTERS

photo

Sejak pertama datang, energi positif yang saya rasakan. Di sini saya juga mendapatkan ilmu yang belum pernah saya peroleh dimanapun sebelumnya, misalnya tentang tata bahasa, cara bersikap serta cara membawakan materi”

(Rizky Dachlan)

Sebagai klub afiliasi dari Toastmasters Internasional, Jakarta Bahasa Toastmasters (JABAT) mempunyai tujuan yang sama yaitu fokus pada pengembangan kemampuan komunikasi dan kepemimpinan bagi anggotanya.

Berlokasi di Menara Kuningan, Jakarta Selatan, berlangsung pertemuan rutin JABAT pada Sabtu, 23 Mei 2015. “Perjuangan” menjadi tema yang dibahas dalam pertemuan tersebut dengan kata acuan “Demonstrasi”.

Bukan tanpa alasan Diella Dachlan selaku pengarah acara memilih tema dan kata acuan tersebut, selain untuk memperingati reformasi, ternyata Diella merupakan mantan aktivis yang turut serta dalam demonstrasi massal mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia pada peristiwa 20 Mei 1998. “Ini kesempatan untuk kembali menghadirkan sepotong kenangan 17 tahun yang lalu dengan jaket yang tak pernah melihat matahari dengan usia waktu yang sama”, katanya ketika mengenakan kembali jas almamaternya saat memimpin jalannya pertemuan rutin ini.

Terdapat 3 sesi dalam pertemuan ini, sesi pidato yang dipersiapkan, sesi pidato dadakan, dan sesi penilaian umum.

Lima orang anggota menjadi pembicara pada sesi pidato yang dipersiapkan. Pertama, Herry Windawaty menyampaikan proyek Buku Panduan Dasar (Proyek 2-Menyusun Naskah Pidato) dengan judul “Kapan Nikah?”. Wanita karir di bidang perhotelan ini mengingatkan audiens bahwa menikah bukanlah perlombaan, siapa yang dulu dialah pemenangnya. Jika memang berjodoh Tuhan akan memberikan jalan yang terbaik. Menurutnya ada 3 hal yang harus disiapkan sebelum menikah 1). Persiapan keyakinan dan kemantapan 2). Mempertahankan hubungan 3). Persiapan diri sendiri.

Kedua, persembahan Dedy Herdian, lelaki yang hobi menulis dan jalan-jalan ini membagikan ilmu kepada anggota dan tamu yang hadir melalui pidato berjudul ”Cara Aman Jual Beli Daring”, dari Buku Panduan Dasar (Proyek 3-Langsung ke Inti Masalah). Dedy mengingatkan agar kita selalu berhati-hati ketika melakukan pembelian barang secara daring. Baik dengan bertemu langsung, melalui transfer ataupun laman resmi.

Ketiga, “Memori Indah Masa Kecil” yang dibawakan oleh Yohanes Yudha dari Buku Panduan Dasar (Proyek 5-Bahasa Tubuh). Yudha menceritakan kenangan indah masa kecilnya yang terekam oleh dua benda, rumput gajah dan telepon rumah. Kedua benda tersebut mengingatkan dirinya ke masa dimana dia tumbuh dan berkembang. Masa dimana dia merasakan kasih sayang dari orang-orang terdekat.

Keempat, Hariadi Suripto yang membawakan pidato “Pentingnya Belajar Mengantre” dari Buku Panduan Dasar (Proyek 8-Menggunakan Alat Bantu Visual). Budaya mengantre masih belum menjadi budaya di Indonesia. Padahal mengantre mengajarkan kita nilai-nilai moral yang terlalu penting untuk diabaikan, misalnya kesabaran, kedisiplinan serta penghargaan terhadap orang lain. Hariadi mengajak audiens untuk mulai membiasakan mengantre, dimulai dari diri sendiri.

Kelima, pidato “Adikku sudah Dewasa” oleh Indri Lesmana. Pidato tersebut mengacu pada Buku Panduan Lanjutan (Proyek 4-Pembimbing). Indri memberikan teori serta simulasi cara menjadi pembimbing yang baik. Yaitu diskusi dengan orang tersebut, pusatkan perhatian kepadanya serta mencari solusi. Simulasi yang dilakukan berupa meminta adiknya (diperankan anggota lain) untuk turut serta membantu biaya pengobatan orang tua mereka.

Pada sesi kedua yaitu pidato dadakan, pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan mengacu pada tema yang telah ditetapkan, misalnya “Apakah Anda setuju dengan perjuangan yang dilakukan melalui demonstrasi di jalanan?”.

Penilaian umum menjadi sesi terakhir dari pertemuan tersebut. Seperti biasa, masing-masing pemegang peran yang terdiri dari penilai individu, pemerhati tata bahasa, penghitung bunyi tanpa makna, pencatat waktu serta pengumpul kertas suara menyampaikan laporan masing-masing.

Salah satu hal yang menarik dari pertemuan minggu ini yaitu adanya hadiah berupa makanan ringan yang dibagikan oleh pengarah acara bagi audiens yang bisa menjawab pertanyaan. Tentu saja adanya hadiah tersebut semakin menambah semarak jalannya acara.

Pengumuman pembicara terfavorit menjadi penutup pertemuan selama 2 jam tersebut. Yohanes Yudha terpilih sebagai pembicara terfavorit pada sesi pidato yang dipersiapkan, Ade Herawan memenangkan pidato dadakan sedangkan di kategori penilai individu terfavorit diraih oleh Lesmana Nahar.

Advertisements

Posted on May 24, 2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: