PERTEMUAN RUTIN JAKARTA BAHASA TOASTMASTERS

photo

Keterampilan berbicara di depan umum sangat penting untuk dimiliki oleh setiap orang. Kita perlu menggunakan kemampuan tersebut saat rapat, wawancara kerja ataupun bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.

Terkait hal itu, Jakarta Bahasa Toastmasters (JABAT) selaku komunitas yang mengajarkan keterampilan berbicara di depan umum serta kepemimpinan, mengadakan pertemuan rutin mingguan. Kegiatan ini diselenggarakan pada Sabtu (2/5) di Menara Kuningan, Jakarta Selatan. Pertemuan berlangsung dengan meriah, penuh kekeluargaan serta inspirasi. Hal inilah yang membuat JABAT mudah dikenal dan diterima oleh berbagai kalangan. Adapun tema pertemuan minggu ini “Hari Pendidikan Nasional” dengan kata acuan “Silam”.

Terdapat 3 orang pembicara pada sesi pidato yang dipersiapkan. Pertama, “Ketika Teori bertemu dengan Realita” yang dibawakan oleh Nila Fadly dari Buku Panduan Dasar (Proyek 1-Mencairkan Kekakuan). Sarjana teknik ini menceritakan pengalamannya bahwa ketika teori bertemu dengan realita ternyata tidak selalu sesuai dengan apa yang kita harapkan. Disinilah kita dituntut menjadi seseorang yang kreatif, inovatif, dan berani mengambil risiko.

Kedua, Indri Lesmana yang membawakan pidato “Api Dipadamkan Air” dari Buku Panduan Lanjutan (Proyek 3-Komunikasi Interpersonal). Indri berbagi cerita tentang bagaimana cara kita dalam menghadapi kritik dari orang lain. Yaitu dengan tetap tenang, jangan emosi, hormati lawan bicara, gunakan bahasa tubuh yang sesuai serta senantiasa tersenyum. Diharapkan melalui tips tersebut kita bisa menghindari terjadinya konflik ketika mendapat kritik.

Ketiga, pidato “Menambat Hati Sang Lajang” oleh Diella Dachlan. Pidato tersebut mengacu pada Buku Panduan Lanjutan (Proyek 4-Pidato Memberi Informasi). Berdasarkan sebuah survei di Amerika Serikat, terdapat perbedaan yang sangat mendasar antara pria dan wanita dalam hal kencan. Dan juga pandangan mereka tentang cara menambat hati sang pujaan. Namun pada akhirnya, kebahagiaan seseorang bukanlah ditentukan oleh status tapi oleh diri kita sendiri.

Selain itu, ada pula sesi berbagi yang disampaikan oleh Yohanes Yudha dengan judul “Mengalahkan Ketakutan”. Salah satu hal yang ditakutkan banyak orang adalah berbicara di depan umum. Salah satu cara untuk mengalahkan ketakutan tersebut yaitu dengan mencari lingkungan yang tepat. Melalui lingkungan tersebut kita bisa berlatih secara maksimal karena mendapat dorongan yang positif. Sehingga pada akhirnya, ketakutan untuk berbicara di depan umum dapat dikalahkan.

Sebelum acara ditutup, diumumkan pemenang terfavorit minggu ini. Diella Dachlan yang tampil sebagai pembicara ketiga berhasil menjadi pemenang terfavorit pidato yang dipersiapkan. Di kategori pidato dadakan terpilih Yohanes Yudha sebagai terfavorit sedangkan Hariadi Suripto sebagai penilai individu terfavorit. Foto bersama oleh seluruh anggota dan tamu yang hadir menjadi akhir dari kegiatan tersebut.

Advertisements

Posted on May 3, 2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. He3 … kok dalam acara pidato pakai demo segala ? Dan bawa-bawa poster tuntutan :

    “Tetapi (mengapa) saya tetap LAJANG?”

    #Admin tolong delete komeng yang pertama ya. Trims#

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: