PERTEMUAN RUTIN JAKARTA BAHASA TOASTMASTERS

Menurut saya acara ini menarik. Banyak pengalaman yang saya dapatkan di sini. Yang terpenting kita harus selalu mau belajar”

(Andhika Suwandjana-Manajer CIMB Niaga)

Sabtu, 11 April 2015, bertempat di Menara Kuningan, Jakarta Selatan, Jakarta Bahasa Toastmasters (JABAT) mengadakan pertemuan rutin mingguan. Pertemuan minggu ini mengangkat tema “Mengasah Bakat”. Setiap orang dikarunia bakat yang luar biasa dan berbeda-beda oleh Tuhan. Namun, banyak dari kita yang belum mampu memaksimalkan bakat tersebut. Padahal bakat yang diarahkan secara tepat dapat mendorong seseorang menuju kesuksesan.

Dibuka oleh sekretaris klub Ade Herawan pada pukul 10.00 WIB, pertemuan JABAT berlangsung dengan meriah dan penuh rasa kekeluargaan. Hal inilah yang menjadi salah satu daya tarik klub ini sehingga menimbulkan “efek ketagihan” bagi anggota dan tamu yang hadir dalam pertemuan tersebut. Selain anggota klub, pertemuan ini juga dihadiri oleh tamu. Tamu adalah sebutan untuk calon anggota.

Dalam setiap pertemuan JABAT terdiri dari 3 sesi. Sesi pidato yang dipersiapkan, pidato dadakan, dan penilaian umum. Di akhir acara akan diumumkan pemenang terfavorit dari setiap sesi tersebut.

Pembicara pertama pada sesi pidato yang dipersiapkan adalah Herry Windawaty, wanita yang akrab dipanggil Wiwin ini membagikan ilmu kepada anggota dan tamu yang hadir melalui pidato berjudul “Kisah Hidupku” dari Buku Panduan Dasar (Proyek 1-Mencairkan Kekakuan). Menceritakan kisah hidupnya yang berasal dari keluarga sederhana. Hingga akhirnya dia berhasil mendapatkan beasiswa S-1 serta S-2 di Universitas Trisakti. Bahkan berhasil magang di Malaysia dan Oman.

Kemudian dilanjutkan “Pengaruh Pergaulan terhadap Kesuksesan” yang dibawakan oleh Aprianti Suparno dari Buku Panduan Dasar (Proyek 3-Langsung ke Inti Masalah). Membuka pidatonya dengan kalimat, “Tunjukkan siapa temanmu dan aku akan tahu siapa dirimu”. Pergaulan sehari-hari sangat berpengaruh terhadap kesuksesan seseorang. Apabila kita ingin sukses maka harus bergaul dengan orang-orang yang positif.

Adapun Rohmatul Khasanah selaku pembicara ketiga membawakan pidato “Mengelola Rindu” dari Buku Panduan Dasar (Proyek 3-Langsung ke Inti Masalah). Wanita keturunan Jawa-Sunda ini berbagi tips dalam mengelola rindu. Dia sebut dengan 3M, yaitu Menjadikan rindu bukan sebagai beban, Mengalihkan rindu ke kegiatan positif, dan Mengubah rindu menjadi motivasi. “Rindu itu indah dan membaikkan diri, asal kita tahu bagaimana mengelolanya”, kata Ana ketika menutup pidatonya.

Kembali membahas tema tentang lari, kali ini pidato Aji Wibowo berjudul “Teknik Berlari”. Pidato tersebut mengacu pada Buku Panduan Dasar (Proyek 5-Bahasa Tubuh). Ada 3 teknik berlari yang disampaikan Aji, 1). Menggerakkan kaki 2). Postur tubuh tidak merunduk 3). Pengaturan pernapasan. Melalui teknik yang benar diharapkan kita bisa terhindar dari cedera ketika berlari.

Dan pembicara terakhir minggu ini adalah Ketua JABAT Lesmana Nahar yang menyampaikan proyek Buku Panduan Lanjutan (Proyek 7-Menginspirasi Pendengar) dengan judul “Hidup Mana yang Anda Pilih?”. Kita lahir di dunia diberikan sebuah anugerah yang besar oleh Tuhan berupa waktu. Karena itu hendaknya kita gunakan dengan baik untuk mencapai kesuksesan. Ada 3 tingkatan yang hendaknya kita capai selama hidup di dunia. Sukses, bahagia, dan bermanfaat bagi sesama.

Sesi berikutnya yaitu pidato dadakan. Sesi ini bertujuan melatih kemampuan peserta dalam memberi respon secara cepat, tepat, dalam kalimat yang terstruktur dan tata bahasa yang baik serta benar untuk beberapa situasi, misalnya saat atasan di kantor meminta pendapat, menyampaikan pendapat kita di forum atau saat wawancara kerja. Karena tema pertemuan adalah “Mengasah Bakat” maka pertanyaan yang diajukan pun tak lepas dari tema tersebut. Ucok Pulungan selaku pengarah acara mampu membawakan sesi ini berbeda dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya. Salah satu pertanyaan sangat menarik yang diajukan kepada peserta, “Jika suatu saat Anda bertemu dengan jin Aladin dan dia memberikan 2 pilihan, 1). Memiliki banyak talenta, kaya raya namun berumur pendek 2). Hidup menyakitkan, tidak punya talenta tapi berumur panjang. Mana yang Anda pilih?”. Sontak pertanyaan tersebut membuat heboh audiens.

Sedangkan sesi terakhir adalah penilaian umum. Di sini setiap penilai memberikan penilaian secara lisan dan tertulis terhadap penampilan individu di sesi pidato yang dipersiapkan. Di samping itu, juga disampaikan penilaian terhadap jalannya acara dari awal sampai akhir oleh penilai umum.

Tak terasa tibalah saatnya di penghujung acara, yang artinya saatnya untuk mengumumkan pemenang terfavorit minggu ini. Pemenang terfavorit pidato yang dipersiapkan adalah Lesmana Nahar sedangkan untuk kategori pidato dadakan dimenangkan oleh dua orang yaitu Hardiansyah Nur Sahaya dan Andhika Suwandjana, untuk penilai individu terfavorit diraih oleh Diella Dachlan. Pertemuan pun diakhiri dengan foto bersama oleh semua anggota dan tamu yang hadir.

IMG-20150413-WA0014

Advertisements

Posted on April 12, 2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: