PERTEMUAN RUTIN JAKARTA BAHASA TOASTMASTERS

“Saya pertama kali datang dan saya orangnya pemalu. Pengamatan saya tentang acara ini dari awal sampai akhir, banyak ilmu yang saya dapatkan di sini. Bagi saya acara ini sangat menarik sekali”

Pendapat yang disampaikan Rusli Abdulah, seorang peneliti muda, saat menjadi tamu dalam pertemuan rutin Jakarta Bahasa Toastmasters (JABAT). Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 28 Maret 2015 di Menara Kuningan, Jakarta Selatan. Suasana penuh kekeluargaan, meriah serta syarat inspirasi selalu mewarnai setiap kegiatan JABAT. Maka tak heran jika anggota dan tamu yang hadir berasal dari berbagai usia dengan beragam profesi.

Terdapat 3 sesi dalam acara ini, sesi pidato yang dipersiapkan, sesi pidato dadakan serta sesi penilaian umum. Di sesi pidato yang dipersiapkan, anggota yang menjadi pembicara diberikan waktu 5-7 menit untuk menyampaikan pidato yang sebelumnya memang sudah dipersiapkan. Sedangkan untuk pidato dadakan, anggota yang mengajukan diri sebagai pembicara, akan menjawab secara langsung sebuah pertanyaan sesuai dengan tema yang ditentukan pada minggu tersebut. Tersedia waktu maksimal 2 menit untuk menjawab pertanyaan yang telah dibacakan. Dan pada sesi penilaian umum, akan disampaikan laporan penilai individu terhadap pembicara yang tampil pada sesi pidato yang dipersiapkan. Serta terdapat pula laporan dari pencatat waktu, pemerhati tata bahasa, penghitung bunyi tanpa makna, dan penilai umum terhadap keseluruhan acara.

Ada 5 orang pembicara pada sesi pidato yang dipersiapkan. Pertama, Cephi Saepul Rohman yang membawakan pidato “Inilah Saya” dari Buku Panduan Dasar (Proyek 1-Mencairkan Kekakuan). Bankir muda ini berbagi cerita tentang perjalanan hidupnya, mulai dari lahir hingga SMA di tempat kelahirannya Cianjur, Jawa Barat. Kemudian berlanjut saat dia kuliah di Bandung dan sekarang berkarir di Jakarta. Pemuda Sunda ini juga menceritakan salah satu impiannya yaitu membangun bisnis di bidang fesyen.

Kedua, Abdul Manap Pulungan menyampaikan proyek Buku Panduan Dasar (Proyek 2-Menyusun Naskah Pidato) dengan judul “Mari Belajar Ekonomi”. Lelaki yang akan segera menjadi seorang ayah ini mengajak audiens agar tidak enggan belajar ekonomi karena banyak hal yang akan kita dapatkan 1). Ilmu ekonomi merupakan ilmu lengkap, baik dari segi teori maupun praktek 2). Belajar ilmu ekonomi sama artinya terlibat dalam pengambilan keputusan berbangsa dan bernegara 3). Ilmu ekonomi memiliki peluang kerja yang luas serta menjanjikan.

Ketiga, pidato “Tangan di Atas Lebih Baik dari Tangan di Bawah” oleh Dedy Herdian. Sama halnya seperti pidato kedua, pidato tersebut mengacu pada Buku Panduan Dasar (Proyek 2-Menyusun Naskah Pidato). Dalam kehidupan sehari-hari kita memahami bahwa orang yang memberi lebih mulia dari orang yang menerima. Memberi dalam hal ini tidak saja dalam bentuk materi, tetapi jauh lebih luas dari itu. Lelaki paruh baya ini mengajak audiens agar senantiasa memberi, karena Tuhan akan menambah rezeki orang-orang yang suka memberi, berbuat baik, dan suka membantu sesama.

Keempat, persembahan Indri Lesmana, wanita enerjik ini membagikan ilmu kepada anggota dan tamu yang hadir melalui pidato berjudul “Mari Berkenalan”, dari Buku Panduan Lanjutan (Proyek 1-Komunikasi Interpersonal). Menurutnya, seringkali kita merasa kikuk ketika berkenalan dengan orang baru. Namun, apabila kita bisa memahami tekniknya maka hal itu tidak akan menjadi sebuah masalah. Ada 4 level percakapan yang dijelaskan Indri, yaitu 1). Basa-basi 2). Menemukan fakta 3). Opini 4). Akrab.

Kelima, “Jangan Dipendam di Hati” yang dibawakan oleh Lesmana Nahar dari Buku Panduan Lanjutan (Proyek 5-Komunikasi Interpersonal). Bapak asal Padang, Sumatera Barat ini berbagi tips untuk menyampaikan sesuatu yang tidak kita sukai dari orang lain tapi tanpa menyakiti orang tersebut. Yaitu cari waktu yang tepat, muka yang manis (tersenyum) serta nada bicara dan bahasa tubuh yang tepat. Diharapkan melalui strategi ini kita tidak perlu lagi memendam di hati terhadap hal-hal yang membuat kita tidak nyaman.

Sebelum acara ditutup oleh ketua klub, diumumkan pemenang terfavorit minggu ini. Cephi Saepul Rohman yang tampil sebagai pembicara pertama berhasil menjadi pemenang terfavorit pidato yang dipersiapkan. Di kategori pidato dadakan terpilih Pandji Alfi sebagai terfavorit sedangkan Diella Dachlan sebagai penilai individu terfavorit. Foto bersama oleh seluruh anggota dan tamu yang hadir menjadi akhir dari kegiatan tersebut.

IMG-20150330-WA0001

Advertisements

Posted on March 29, 2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 3 Comments.

  1. Saya suka nih pidato bapak yang satu ini, mengajak kita untuk selalu memberi :

    “Marilah kita senantiasa memberi, karena Tuhan akan menambah rezeki orang-orang yang suka memberi, berbuat baik, dan suka membantu sesama”.

    Like

  2. Ha3…… kayalnya perlu penelitian yg intensif…. 😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: