JABAT HADIRI TOASTMASTERS SUMMIT

IMG-20150323-WA0003

Sabtu (21/3) bertempat di Plaza Bapindo, Jakarta Selatan, Jakarta Bahasa Toastmasters (JABAT) hadir dalam acara Toastmasters Summit. Tujuan diadakannya acara ini untuk meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum serta kepemimpinan bagi anggota Toastmasters. Hal ini sejalan dengan visi yang dibawa oleh Toastmasters Internasional, “Menyediakan suasana belajar yang positif bagi para anggotanya sehingga mereka berkesempatan mengasah kecakapan berkomunikasi dan kepemimpinan yang pada akhirnya mempertebal rasa percaya diri dan meningkatnya pertumbuhan pribadi”.

Selain JABAT acara tersebut juga dihadiri klub Toastmasters dari berbagai daerah di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Surabaya serta Medan. Jakarta Toastmasters Club, The Innovators Toastmasters, Sinar Mas Toastmasters Club, Excellence Club, Maranatha Toastmasters, merupakan beberapa contoh klub yang hadir. Hadir pula pejabat, mantan pejabat serta pengurus Toastmasters dalam acara ini. Antara lain Wardiman Djojonegoro (Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan-Pendiri JABAT), Steve Kosasih (CEO Transjakarta), Sutarno Kho (Gubernur Distrik 87), Mien Soenari (Mantan Gubernur Distrik 87), Michael Nicholson (Gubernur Divisi I), Zilva Boaz (Gubernur Divisi J), Afdal Ritzki (Asisten Gubernur Divisi I Bidang Pendidikan dan Pelatihan), Thomas Alfiandes (Gubernur Area I-3), Eko Prasetyo (Gubernur Area I-4), Muchamad Irfan (Gubernur Area I-5) serta Ikuyo Saputro Sato (Gubernur Area J-2).

Acara yang diikuti 120 peserta ini berlangsung sangat menarik, meriah, dan penuh dengan rasa kekeluargaan. Hal ini terlihat jelas dari antusiasme peserta selama berlangsungnya acara serta suasana keakraban yang tampak di antara mereka.

Dipandu oleh duo pembawa acara Glenn Djangkar dan Fransiska Purnamasari, acara diawali dengan sesi berbagi oleh Steve Kosasih (CEO Transjakarta). Steve bercerita tentang pengalaman hidupnya selama bergabung di Toastmasters. Banyak pengalaman berharga yang dia dapatkan di sini. Tidak hanya teknik berbicara di depan umum yang baik dan benar, namun juga tentang kepemimpinan. Pasca bergabung di Toastmasters, dia merasa karirnya meningkat pesat. Contoh nyatanya adalah saat ini, dimana dirinya berhasil menjadi CEO Transjakarta termuda. Maka tak heran, meski setiap hari disibukkan dengan urusan kantor, Steve masih aktif dalam kegiatan-kegiatan Toastmasters.

Kemudian dilanjutkan penyampaian materi oleh pembicara utama M. Ariff Azahari (Penasehat Wilayah 14 Toastmasters Internasional yang Membawahi 10 Negara ASEAN-Mantan Juara Lomba Pidato Distrik 87 Toastmasters Internasional) dengan tema “Rahasia Juara Pidato”. Menurut profesional asal Malaysia ini, ada 5 rahasia sukses untuk menjadi juara dalam lomba pidato. Gunakan emosi, banyak latihan, senantiasa tersenyum, gunakan hanya satu ide utama serta gagasan yang disampaikan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan tema di sesi kedua “Berani untuk Memimpin”. Menurut Ariff, sebagai manusia kita hanya diberi kesempatan hidup satu kali, maka gunakan dengan sebaik-baiknya. Salah satunya berani untuk memimpin. Ketika menjadi pemimpin kita belajar untuk mempengaruhi orang lain serta belajar untuk mengubah orang lain. Dan pemimpin yang baik adalah pemimpin yang memiliki tujuan. Di Toastmasters, dia merasa diajarkan untuk menjadi pemimpin yang baik. Itulah sebabnya dia masih bertahan hingga sekarang meski telah berkecimpung selama 17 tahun. Karena dia merasa banyak perubahan yang terjadi dalam dirinya sejak bergabung di Toastmasters. Salah satunya adalah peningkatan karir yang sangat drastis.

Setelah pembicara utama selesai menyampaikan materinya, tersedia sesi tanya jawab bagi peserta. Selain itu terdapat pula pembagian bingkisan dalam pertemuan ini. Hanya peserta yang bisa menjawab pertanyaan dari pembawa acara yang berhak mendapatkannya. Puluhan bingkisan yang tersedia sontak membuat acara semakin riuh serta semakin menambah semangat peserta untuk saling berebut menjawab pertanyaan. Misalnya, “Toastmasters sudah menyebar ke berapa negara?”. Bagi peserta yang belum berhasil menjawab pertanyaan, sebenarnya mereka pun sudah “beruntung”. Pasalnya, di awal saat mereka melakukan registrasi kehadiran, setiap peserta sudah mendapatkan bingkisan dari panitia, meski acara ini berlangsung gratis. Bingkisan tersebut berupa tas, flashdisk, payung, topi serta buku catatan, selain makanan ringan dan juga makan siang.

Bunbun Fong menjadi pembicara berikutnya dalam acara ini. Juara I Lomba Pidato Humor Divisi I Toastmasters Internasional 2014 ini berbagi cerita kepada audiens manfaat yang dia dapatkan selama bergabung di Toastmasters. Ada 3 manfaat yang didapatnya selama ini. Meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum, kepemimpinan, lingkungan yang bersahabat. Salah satu pengalaman paling berkesan yang dia dapatkan adalah ketika dirinya menyampaikan pidato pertama. Karena penampilannya yang bagus, selesai acara Bunbun mendapatkan tawaran pekerjaan dari salah seorang audiens. “Baru pidato pertama saja saya sudah ditawari pekerjaan. Bagaimana jika saya sudah menyampaikan pidato kesepuluh atau lebih. Bisa jadi saya ditawari menjadi CEO Transjakarta”, kata pemuda yang penuh semangat ini, yang spontan disambut gelak tawa seluruh audiens. Bunbun juga mengatakan bahwa belajar di Toastmasters kita tidak perlu takut. Karena kalaupun melakukan kesalahan kita tetap akan mendapat tepuk tangan, bukannya ejekan seperti halnya yang sering kita dapatkan di kehidupan sehari-hari.

Dunstan Chan (Mantan Gubernur Distrik 51-Mantan Juara Lomba Pidato Distrik 87 Toastmasters Internasional) menjadi pembicara terakhir dalam acara tersebut. Sama halnya dengan pembicara sebelumnya, lelaki berkacamata ini juga bercerita tentang pengalamannya selama bergabung di Toastmasters. “Toastmasters mendorong diri kita untuk terus tumbuh, terus lebih baik karena kita naik ke level yang lebih tinggi”, kata Dunstan kepada audiens. Belajar melalui praktek merupakan salah satu metode yang biasa digunakan di Toastmasters. Menurutnya, sesama anggota Toastmasters kita serasa memiliki satu mimpi, satu keyakinan. Hal itulah yang mendorong adanya ikatan kekeluargaan yang mengglobal di antara sesama anggota. Salah satu pengalaman berkesan yang dialaminya, saat dirinya berkunjung ke New York, Los Angeles, London, dan juga Sydney. Di sana dia menyempatkan diri datang ke pertemuan rutin Toastmasters. Dan Dunstan sangat tersanjung karena dia disambut dengan baik seperti keluarga sendiri. Selain itu, dia juga mengajak audiens agar hadir dalam Konferensi Tahunan Distrik 87 Toastmasters Internasional yang akan berlangsung pada 15-17 Mei 2015 di Kuching, Malaysia.

Selain mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman dari pembicara yang hadir, salah satu yang menarik dari acara Toastmasters Summit ini yaitu adanya tempat foto secara gratis. Di sini peserta dapat berfoto sendiri ataupun bersama-sama dengan berbagai karakter dan kata-kata lucu yang tersedia. Misalnya Topi Pesulap, Rambut Kribo Warna-warni, “Ganteng Ini Sungguh Anugerah” atau “Udah Ada yang Punya”. Setelah puas berfoto, mereka bisa langsung mendapatkan hasil cetakan dan juga softcopy dari panitia.

Dan sudah menjadi tradisi dari Toastmasters, acara yang berlangsung dengan penuh inspirasi ini berakhir dengan ditandai adanya foto bersama oleh seluruh peserta, pembicara serta panitia.

20150321_131146

Advertisements

Posted on March 22, 2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 5 Comments.

  1. Sayang, saya g bisa hadir 😦

    Like

  2. Tahun depan masih ada kok Pak. Siapa tahu tahun depan saya yang jadi pembicaranya..he2

    Liked by 1 person

  3. He3, asyik yudha udah comment…. 🙂
    Mana yang lain?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: