PERTEMUAN RUTIN JAKARTA BAHASA TOASTMASTERS

IMG-20150317-WA0012

“Saya tertarik belajar kemampuan berbicara di depan umum karena pekerjaan mengharuskan untuk sering melakukan presentasi. Acara ini dikemas secara menarik dan humoris. Saya juga terkejut dengan kemampuan rekan-rekan JABAT. Karena itu saya tertarik untuk bergabung di sini”

Kesan Heru Hermawan, pemuda asal Majalengka, Jawa Barat ketika menjadi tamu di pertemuan Jakarta Bahasa Toastmasters (JABAT). Klub JABAT senantiasa rutin mengadakan pertemuan mingguan setiap hari Sabtu pukul 10.00-12.00 WIB di Menara Kuningan, Jakarta Selatan. Tema yang diambil minggu ini “Belajar” dengan kata acuan “Canggung”.

Terdapat 5 orang anggota yang tampil dalam sesi pidato yang dipersiapkan. Pertama, persembahan Rohmatul Khasanah, gadis asal Brebes, Jawa Tengah ini berbagi ilmu melalui pidato berjudul “Mengurai Duka Pasca Bencana”, dari Buku Panduan Dasar (Proyek 2-Menyusun Naskah Pidato). Ana, panggilan akrabnya, menjelaskan untuk mengurai duka anak-anak pasca bencana dapat dilakukan melalui strategi BBM, yaitu Berdongeng, Bermain, dan Menari. Diharapkan, anak-anak dapat tumbuh dalam suasana yang positif dengan melupakan masa lalu sebagai korban bencana.

Kedua, pidato “Belajar dari Hal-hal Sederhana” oleh pemuda yang penuh semangat bernama Yohanes Yudha. Sama halnya seperti pidato pertama, pidato tersebut mengacu pada Buku Panduan Dasar (Proyek 2-Menyusun Naskah Pidato). Lewat pidatonya Yudha mengajak audiens untuk melakukan hal-hal kecil dengan baik dan sepenuh hati. Karena jika hal tersebut dilakukan, maka kita sedang menyiapkan diri terhadap terjadinya hal-hal besar dalam hidup kita.

Ketiga, Indrijati Pudjilestari menyampaikan proyek Buku Panduan Dasar (Proyek 9-Kemampuan Mempengaruhi) dengan judul “Bahasaku Bahasamu Bahasa Kita”. Wanita berjilbab ini menghimbau audiens agar tidak ragu menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. “Mari kita selalu berbahasa Indonesia yang baik dan benar di setiap kesempatan”, ucapnya di akhir pidato.

Keempat, Ade Herawan yang membawakan pidato “Matahariku Mataharimu” dari Buku Panduan Dasar (Proyek 7-Tunjang dengan Penelitian). Menurut Ade, mulai saat ini kita tidak perlu lagi takut dan anti terhadap sinar matahari, terutama sinar matahari pagi karena mempunyai banyak manfaat bagi tubuh. Antara lain untuk merangsang produksi vitamin D dalam tubuh, membunuh bakteri dan memperpanjang usia serta obat anti depresi.

Kelima, “Santan Baik untuk Tubuh” yang dibawakan oleh Trio Alamsyah dari Buku Panduan Lanjutan (Proyek 4-Pidato Membujuk). Trio menjelaskan bahwa banyak manfaat santan untuk tubuh. Misalnya mengandung lemak nabati serta tidak mengandung kolesterol. Karena itu, dia mengajak audiens untuk mengkonsumsi santan secara teratur, tidak hanya digunakan sebagai bahan pelengkap saja dalam bumbu masakan.

Di akhir acara dari pertemuan ini, Yohanes Yudha terpilih sebagai pembicara terfavorit sesi pidato yang dipersiapkan dan pidato dadakan, serta Diella Dachlan sebagai penilai individu terfavorit.

Advertisements

Posted on March 15, 2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 4 Comments.

  1. Selamat buat Yudha sebagai pembicara terfavorit dan pidato dadakan.
    Juga selamat kpd mb Diella yg selaluuuuu.. terpilih menjadi penilai individu terfavorit…. 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: