PERTEMUAN RUTIN JAKARTA BAHASA TOASTMASTERS

IMG-20150309-WA0000

“Ini pertama kali saya datang. Banyak hal baik sekali yang saya lihat, misalnya apresiasi saat kita berbicara, penilaian ataupun humor”

Komentar Kharisnantyo Adi, salah satu tamu yang hadir dalam pertemuan rutin Jakarta Bahasa Toastmasters (JABAT), komunitas yang didirikan pada 30 Juni 2007. Berlangsung di Menara Kuningan, Jakarta Selatan pada tanggal 7 Maret 2015, pertemuan tersebut mengambil tema “Perempuan”. Sedangkan kata acuan yang digunakan adalah “Wanita”. Tema tersebut diangkat dalam rangka menyambut Hari Perempuan Internasional yang dirayakan setiap tanggal 8 Maret.

Pada sesi pidato yang dipersiapkan ada 4 orang anggota yang tampil. Pertama, Abdul Manap Pulungan yang membawakan pidato “Inilah Saya” dari Buku Panduan Dasar (Proyek 1-Mencairkan Kekakuan). Lelaki yang akrab dipanggil Ucok ini berbagi cerita tentang perjalanan hidupnya mulai dari SD hingga SMA di tanah kelahirannya Padang Sidempuan, Sumatera Utara. Saat dia kuliah di Malang, Jawa Timur hingga saat ini berkarir sebagai peneliti di Jakarta. Dia berbagi kisah bagaimana dirinya harus bisa hidup mandiri dalam perjalanan tersebut.

Kedua, pidato “Indahnya Bersyukur” oleh gadis manis asal Klaten, Jawa Tengah bernama Dwiana Kurniawati. Sama halnya seperti pidato pertama, pidato tersebut mengacu pada Buku Panduan Dasar (Proyek 1-Mencairkan Kekakuan). Menceritakan pengalaman pribadi yang mengajarkan tentang pentingnya bersyukur. Bahwa ketika kita bersyukur maka kita bisa melakukan segala sesuatu dengan ikhlas dan pada akhirnya bisa memperoleh hasil yang maksimal.

Ketiga, kembali bercerita berdasarkan pengalaman pribadi, Aji Wibowo menyampaikan proyek Buku Panduan Dasar (Proyek 4-Ucapkan dengan Benar) dengan judul “Pikirkan Kita Bisa”. Pemuda berkacamata ini menginspirasi audiens lewat pengalamannya 7 tahun silam. Dimana Aji ingin melanjutkan kuliah, namun orang tuanya mengatakan tidak sanggup karena tak ada biaya. Melalui semangat yang membara, dia akhirnya bisa mendapatkan beasiswa sehingga mampu mewujudkan keinginan tersebut. “Jika kita berpikir kita bisa maka kita akan mampu menggapainya. Kejarlah! Raihlah!”, pesan Aji kepada anggota dan tamu yang hadir siang itu.

Keempat, persembahan Lesmana Nahar, ketua JABAT ini berbagi ilmu melalui pidato berjudul “Pidato Tanpa Persiapan”, dari Buku Panduan Lanjutan (Proyek 5-Pidato Khusus). Memang pidato yang disampaikan tanpa persiapan karena ini merupakan proyek khusus. Dari beberapa tema yang ada akhirnya terpilihlah tema tentang “Kewirausahaan”. Lesmana menjelaskan, orang-orang terkaya di dunia adalah mereka yang berprofesi sebagai wirausahawan. Contohnya Bill Gates, Waren Buffet ataupun Michael Hartono. Menurutnya, ada 3 alasan kenapa kita harus berwirausaha. Pendapatan terus meningkat, bisa diwariskan kepada anak cucu, dan bermanfaat bagi orang lain.

Pertemuan rutin ini diakhiri dengan panggung kehormatan. Di sini ketua klub memberikan piala kepada pemenang tiap kategori. Pada sesi pidato yang dipersiapkan Dwiana Kurniawati terpilih sebagai pembicara terfavorit, pidato dadakan dimenangkan oleh Abdul Halim sedangkan Diella Dachlan berhasil menjadi yang terfavorit di kategori penilai individu.

Advertisements

Posted on March 8, 2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. Selamat ya kepada Dwiana Kurniawati sebagai pembicara terfavorit, Abdul Halim pemenang pidato dadakan, dan Diella Dachlan menjadi yang terfavorit di kategori penilai individu.
    Kalian dbest pokoknya 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: