KONTES GABUNGAN JAKARTA BAHASA TOASTMASTERS DAN EXCELLENCE TOASTMASTERS

IMG-20150224-WA0001

Sabtu (21/2) bertempat di Pizza Hut Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta Bahasa Toastmasters atau yang familiar disebut JABAT menyelenggarakan kontes gabungan bersama Excellence Toastmasters. Kontes ini terdiri dari 2 lomba, yaitu Lomba Pidato yang Dipersiapkan dan Lomba Pidato Dadakan. Berlangsung mulai pukul 09.00-14.00 WIB, acara yang dihadiri kurang lebih 40 orang ini berlangsung dengan meriah. Selain dihadiri oleh anggota JABAT dan Excellence Toastmasters, hadir pula anggota dari klub Hakkindah Toastmasters. Beberapa pengurus dari Toastmasters juga tampak hadir dalam pertemuan tersebut. Diantaranya Lie Cheulie (Gubernur Area I-2), Eko Prasetyo (Gubernur Area I-4), Niken Setiawati (Gubernur Area J-4), dan Afdal Ritzki (Asisten Gubernur Divisi I Bidang Pendidikan dan Pelatihan).

Kontes ini dipandu oleh Dora Shinta dan Bryan Gunawan. Setelah dibuka oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan laporan ketua panitia. Dalam sambutannya Indrijati Pudjilestari selaku ketua panitia mengatakan, “Melalui kontes ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri serta kemampuan berbicara di depan umum bagi peserta. Selain itu, saya harap melalui kontes ini dapat memotivasi anggota Toastmasters untuk menjadi lebih baik”.

Sesi pertama acara ini diawali dengan Lomba Pidato yang Dipersiapkan klub JABAT. Pada sesi ini, audiens mendengarkan pidato dari anggota yang mengajukan diri sebagai peserta kontes. Pidato yang dipersiapkan harus sudah dibuat oleh peserta kontes sebelum hari H lomba. Durasi waktu yang disediakan 5-7 menit. Pidato pada kontes ini mengacu pada Buku Panduan Dasar Toastmasters yaitu Proyek 10-Mengilhami Pendengar. Sesuai dengan temanya, proyek ini bertujuan untuk mengilhami audiens dengan mengajaknya ke tujuan yang baik dan menantang audiens untuk mencapai batas tertinggi dari keberhasilannya.

Ada 4 orang peserta dari klub JABAT yang turut berpartisipasi. Pertama, persembahan Ade Herawan yang berbagi pengalaman kepada audiens melalui pidato berjudul “KUD”. Bercerita tentang pengalamannya untuk mewujudkan mimpi agar bisa berkuliah di perguruan tinggi impiannya meskipun kondisi ekonomi keluarganya sangat tidak memungkinkan. Namun berkat perjuangan yang pantang menyerah, dia akhirnya berhasil mewujudkan mimpi tersebut. Menurut Ade, untuk mencapai kesuksesan kita harus berani bermimpi. Dan ketika sudah mempunyai sebuah mimpi, kita juga harus mempunyai komitmen untuk mencapainya. Melalui strategi KUD yaitu Keyakinan, Usaha, dan Doa. Lajang muda ini menutup pidatonya dengan sebuah kalimat mutiara, “Bermimpilah setinggi langit, kalaupun nanti jatuh setidaknya kita masih bertaburan di antara bintang-bintang.”

Kedua, juga bercerita berdasarkan pengalaman pribadi, Indri Lesmana menyampaikan pidato dengan judul “Sahabat”. Pecinta olahraga futsal ini menginspirasi audiens lewat pengalamannya yang mampu melewati salah satu momen berat dalam hidupnya. Dimana pada bulan Agustus 2013 Indri mengalami sebuah kecelakaan yang mengakibatkan dirinya tak mampu berjalan selama 2 bulan. Berkat kepedulian dari sahabat-sahabatnya, dia mampu melewati itu semua hingga bisa berjalan kembali seperti saat ini. Mulai dari menampung di rumah, mengajak jalan-jalan, menyemangati, hingga mengantarnya ke fisioterapi. Menurutnya, terkadang kita kurang menghargai keberadaan orang-orang di sekitar kita. Tapi, melalui sebuah peristiwa Tuhan telah mengingatkan kita arti penting kehadiran sahabat.

Ketiga, pidato “Kisah Sedih Sang Penyendiri” oleh penggemar makanan pedas bernama Hariadi Suripto. Sama halnya seperti pidato pembicara pertama dan kedua, pidato tersebut juga menceritakan pengalaman pribadi pembicara. Tentang rasa rendah diri yang dimilikinya. Sejak kuliah dia sering menyendiri dan diejek oleh teman-temannya karena cacat mata serta warna kulitnya berbeda dengan orang Indonesia pada umumnya. Hingga suatu hari, saat dirinya menempuh pendidikan pasca sarjana, Hariadi tidak lulus salah satu matakuliah seorang diri di kelas. Saat itu dia merasa sedih dan terpuruk. Beberapa temannya kemudian memberikan perhatian, salah satunya mengatakan, “Meskipun kita sedang susah, jangan pernah menyendiri”. Dari peristiwa tersebut dirinya mulai menyadari, meskipun kita memiliki kekurangan akan banyak orang yang peduli jika kita mau berbaur dengan lingkungan sekitar.

Keempat, Trio Alamsyah yang membawakan pidato “Keunikan Perayaan Imlek”. Lelaki yang baru saja menjadi ayah ini berbagi cerita tentang makna Imlek. Konon di Cina dulu sering terjadi badai. Namun, mendekati Imlek badai tersebut akhirnya berhenti. Sejak kejadian itu, Imlek dirayakan setiap tahun. Trio mengatakan bahwa Imlek bermakna pengharapan. Bagaimana kita bersyukur kepada Tuhan, karena itu tiap kali perayaan salah satu tradisinya adalah berbagi angpao. Hal itu sebagai wujud dari rasa syukur tersebut. Dia juga menceritakan bahwa tiap perayaan Imlek semua keluarga akan berkumpul sebagai bentuk penghormatan kepada orang tua. Di sini akan disajikan kue-kue bulat yang artinya hubungan, perkumpulan, dan persatuan. Kemudian ada pula kebiasaan foto bersama antaranggota keluarga. Karena itu, menurutnya Imlek adalah kesempatan yang sangat penting untuk berkumpul bersama keluarga.

Setelah istirahat sejenak, acara dilanjutkan sesi kedua yaitu Lomba Pidato yang Dipersiapkan klub Excellence Toastmasters. Dua orang kontestan telah siap menunjukkan kemampuan terbaiknya. Pertama, Evita Mapaye de Vera dengan judul pidato “Melihat Kembali Bintang”. Wanita asli Filipina ini berbagi kisah tentang pergolakan hidupnya ketika segala sesuatu tidak berjalan sesuai dengan yang diinginkan. Salah satunya saat dia bekerja di Qatar. Dimana ketika itu seharusnya dirinya bekerja sebagai guru, namun kenyataannya dia ditugaskan sebagai sopir bus anak-anak. Saat itu dirinya berusaha untuk sabar menjalani kenyataan yang ada. Evita bertekad, kalaupun dia menjadi sopir bus, dia ingin menjadi sopir bus terbaik yang pernah ada. Hingga akhirnya dia sekarang berprofesi sebagai guru di salah satu sekolah internasional di Jakarta. Karena kinerjanya yang bagus, dirinya berhasil dipromosikan menjadi kepala sekolah.

Kedua, pidato “Dibawah Tekanan” oleh pengacara muda Rama Mahendra. Bercerita salah satu pengalaman unik Rama saat bekerja di salah satu kantor pengacara di Jakarta. Awal bekerja di sana, dirinya sangat santai karena tidak diberi beban pekerjaan yang berat. Sehingga setiap hari dia lebih banyak menghabiskan waktu di kantor untuk tidur ataupun bermain telepon genggam. Hingga suatu hari, pekerjaan di kantornya sangat sibuk. Hal ini membuat dirinya tak bisa lagi bersantai ria seperti biasanya. Namun, di balik semua itu lelaki lajang ini mengambil banyak pelajaran. Selain bisa produktif memaksimalkan waktu, Rama menjadi lebih mengerti bagaimana mengurus legal dokumen atau cara menangani klien dengan baik.

Sesi ketiga dari kontes ini berupa Pidato Dadakan yang dilaksanakan setelah istirahat makan siang. Pada sesi ini peserta kontes memberikan pidato singkat selama 1-2 menit dengan menjawab sebuah pertanyaan dadakan yang diberikan oleh pembawa acara. Manfaat pidato dadakan ini adalah untuk melatih kita memberi sambutan singkat tanpa dipersiapkan dalam sebuah acara. Selain itu juga melatih kita untuk memberi jawaban yang terstruktur dan terarah ketika dimintai pendapat secara tiba-tiba oleh atasan atau dalam menanggapi pertanyaan wawancara kerja.

Semua peserta diberi sebuah pertanyaan yang sama. Karena itu, ketika seorang peserta berpidato, peserta yang lain menunggu di ruangan berbeda. Ada 5 orang peserta dari klub JABAT sedangkan dari Excellence Toastmasters berjumlah 2 orang. Peserta kontes klub JABAT mendapat pertanyaan, “Jika kamu disuruh memilih profesi yang berbeda dari profesimu sekarang, profesi apa yang kamu pilih?”. Lain halnya dengan klub Excellence Toastmasters yang menantang peserta untuk menanggapi pernyataan, “Seseorang yang optimis akan melihat pelajaran setelah hujan”. Beragam jawaban muncul dari kontestan, baik dari klub JABAT maupun Excellence Toastmasters. Begitu dalamnya kualitas jawaban yang dilontarkan, membuat persaingan sesi ini terasa sangat ketat.

Sembari menunggu dewan juri bersidang untuk memutuskan juara lomba, pembawa acara memanggil seluruh kontestan untuk melakukan wawancara ringan. Salah satunya Ade Herawan dari JABAT. Mendapat pertanyaan, “Bagaimana perasaan kamu setelah mengikuti kontes ini?”, bankir asal Sidoarjo ini menjawab, “Luar biasa. Penampilan rekan-rekan sangat bagus. Hal ini menginspirasi saya untuk lebih baik lagi ke depan”.

Kemudian, tibalah saat yang paling ditunggu-tunggu yaitu pengumuman juara. Dibacakan oleh Lie Cheulie selaku ketua dewan juri, Pidato yang Dipersiapkan klub JABAT, Juara I diraih oleh Hariadi Suripto dan Indri Lesmana sebagai Juara II. Untuk Pidato Dadakan dimenangkan oleh Indri Lesmana sebagai Juara I, Hariadi Suripto sebagai Juara II serta Ade Herawan sebagai Juara III. Sedangkan untuk kategori Pidato yang Dipersiapkan klub Excellence Toastmasters Rama Mahendra terpilih menjadi juara dan Evita Mapaye de Vera berhasil menjadi yang terbaik di kategori Pidato Dadakan. Senyum bahagia terlihat jelas di wajah para juara saat menerima piala dan sertifikat penghargaan dari juri. Juara I di tiap kategori akan mewakili klub masing-masing untuk maju dalam kontes pidato level area. Jika berhasil menjadi yang terbaik di level area mereka akan mengikuti seleksi di level divisi, distrik, hingga akhirnya ke kejuaraan dunia. Khusus JABAT, kontes hanya berlangsung hingga level area. Karena di Indonesia klub Toastmasters yang menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar hanya JABAT dan Hakkindah Toastmasters.

Acara yang berlangsung dengan penuh kekeluargaan dan inspirasi tersebut berakhir pada pukul 14.00 WIB yang ditandai dengan sesi foto bersama oleh seluruh peserta kontes dan anggota Toastmasters yang hadir.

Advertisements

Posted on February 22, 2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. Buat Admin, klo boleh saran, gambarnya di besarkan aja biar orang setua saya bisa meihat degan jelas… he3 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: