PERTEMUAN RUTIN JAKARTA BAHASA TOASTMASTERS

IMG-20150217-WA0002

Jakarta Bahasa Toastmasters (JABAT) sebagai klub yang mempunyai misi mengasah kemampuan komunikasi dan kepemimpinan bagi anggotanya kembali mengadakan pertemuan rutin mingguan. Berlangsung di Menara Kuningan, Jakarta Selatan pada hari Sabtu (14/2), pertemuan tersebut mengambil tema “Menebar Kasih Sayang”. Sedangkan kata acuan yang digunakan adalah “Perhatian”. Kata acuan merupakan kata kunci yang digunakan dalam setiap pertemuan JABAT. Selama berlangsungnya acara setiap anggota dan tamu yang hadir disarankan untuk menggunakan kata acuan yang telah ditetapkan sebanyak-banyaknya.

Karena bertepatan dengan Hari Kasih Sayang, pengarah acara menganjurkan setiap anggota yang hadir menggunakan pakaian khusus. Bagi pria dianjurkan menggunakan pakaian berwarna merah dan warna merah muda untuk wanita. Di akhir acara, akan dipilih anggota atau tamu dengan pakaian terbaik.

Adanya hadiah berupa cokelat dari pengarah acara bagi anggota dan tamu yang dapat menjawab pertanyaan membuat pertemuan menjadi lebih hidup. Tak ayal lagi ketika pengarah acara melontarkan pertanyaan seperti, “Bagaimana sejarah Hari Kasih Sayang?” hampir semua anggota dan tamu yang hadir berebut mengacungkan tangan untuk dapat menjawab pertanyaan tersebut.

Pada sesi pidato yang dipersiapkan ada 5 orang anggota yang tampil. Pertama, Fauzan Lubis yang membawakan pidato “Perkenalan Hidup” dari Buku Panduan Dasar (Proyek 1-Mencairkan Kekakuan). Bankir muda ini berbagi cerita tentang perjalanan hidupnya, dimana dia pernah menjadi pemuda yang nakal saat masih pelajar. Fauzan mengajak audiens untuk tidak menyesali masa lalu karena tidak dapat kembali. Yang terpenting adalah bagaimana kita menatap masa depan untuk kehidupan yang lebih baik.

Kedua, pidato “Bahagia itu Sederhana” oleh Aji Wibowo. Sama halnya seperti pidato pertama, pidato tersebut mengacu pada Buku Panduan Dasar (Proyek 3-Langsung ke Inti Masalah). Setiap orang pasti ingin bahagia. Dan berbagai cara dilakukan oleh manusia untuk mencapai kebahagiaan. Menurut Aji, untuk menjadi manusia yang bahagia sangat sederhana. Yaitu melalui 3 hal, bersyukur, bersahabat, dan berbagi.

Ketiga, Ade Herawan menyampaikan proyek Buku Panduan Dasar (Proyek 6-Teknik Vokal) dengan judul “Pertarungan Singa Kehidupan”. Pemuda yang mempunyai hobi menulis ini menginspirasi audiens lewat cerita tentang pertarungan kedua “singa” dalam diri manusia, yaitu antara sifat baik dan sifat buruk. Setiap hari kedua “singa” dalam diri manusia selalu bersaing untuk saling menjatuhkan. Dan imbalan yang kita peroleh adalah gambaran dari apa yang telah kita berikan setiap hari kepada “singa” tersebut.

Keempat, persembahan Dora Shinta, bendahara JABAT ini membagikan ilmu kepada anggota dan tamu yang hadir melalui pidato berjudul “Jatuh Cinta vs Memilih Jatuh Cinta”, dari Buku Panduan Lanjutan (Proyek 6-Teknik Vokal). Dora menyarankan agar kita tidak terlalu dalam ketika mencintai seseorang karena akan sangat tersakiti ketika telah berpisah. Menurutnya, memilih jatuh cinta potensi sakit hatinya lebih sedikit daripada jatuh cinta. Karena memilih cinta datang dari kesadaran yang kuat terhadap pasangan yang dipilih.

Kelima, “Kehidupan” yang dibawakan oleh Indri Lesmana dari Buku Panduan Dasar (Proyek 10-Mengilhami Pendengar). Wanita Sunda ini menceritakan perjalanan hidupnya yang berasal dari keluarga tidak mampu. Bagaimana dia berhasil mengubah nasibnya melalui 3 cara, yaitu bekerja keras, terus belajar serta memperluas pergaulan, sehingga saat ini bisa menjadi manusia yang mandiri. Ia juga menambahkan, bahwa kita jangan pernah berhenti berharap dan berjuang untuk mencapai kesuksesan.

Menjelang berakhir acara seperti biasanya salah satu tamu yang hadir diminta untuk menyampaikan kesannya terkait pertemuan tersebut. “Acara ini sangat bagus untuk saya agar dapat menyampaikan pendapat dengan baik dan lancar”, kata Abdul Manap Pulungan sebagai tamu yang berkesempatan menyampaikan pendapatnya.

Sesi terakhir dari pertemuan rutin ini berupa panggung kehormatan. Di sini ketua klub memberikan piala kepada pemenang tiap kategori. Pada sesi pidato yang dipersiapkan Indri Lesmana terpilih sebagai pembicara terfavorit, pidato dadakan dimenangkan oleh Yohanes Yudha sedangkan Diella Dachlan berhasil menjadi yang terfavorit di kategori penilai individu. Dan untuk kategori berbusana terbaik jatuh kepada Safrudiningsih.

Advertisements

Posted on February 15, 2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. Selamat kepada semua pemenang Indri sebagai pembicara terfavorit, Yudha sebagai pemenang pidato dadakan, Diella sebagai penilai individu terfavorit dan Ning kategori berbusana terbaik 🙂
    Semua memang pantas mebjadi yg terbaik…!!!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: