Monthly Archives: January 2015

PERTEMUAN RUTIN JAKARTA BAHASA TOASTMASTERS

IMG-20150126-WA0011

Pada tanggal 24 Januari 2015 diadakan pertemuan rutin mingguan Jakarta Bahasa Toastmasters (JABAT) pukul 10.00-12.00 WIB di Menara Kuningan, Jakarta Selatan. Tema yang diambil “Sukses melalui Wirausaha” dengan kata acuan “Kreatif”. Wirausaha merupakan salah satu jalan yang dapat ditempuh untuk meraih kesuksesan. Orang-orang terkaya di dunia adalah mereka yang berprofesi sebagai wirausahawan. Dan untuk menjadi wirausahawan yang sukses, seseorang harus kreatif agar mampu bertahan dalam persaingan.

Cukup banyak tamu yang hadir pada kesempatan tersebut, jumlahnya mencapai 8 orang. Diantaranya adalah rombongan dari PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. yang berjumlah 4 orang. Dan salah seorang tamu yang bernama Anindya Putra datang langsung dari luar kota tepatnya Pontianak, Kalimantan Barat.

Pada sesi pidato yang dipersiapkan Lesmana Nahar menyampaikan proyek Buku Panduan Lanjutan (Proyek 4-Komunikasi Interpersonal) dengan judul “Ayo Semangat”. Materi ini merupakan lanjutan dari materi tentang coaching yang disampaikan oleh Lesmana pada 14 Desember 2014. Yaitu bagaimana peran coach dalam memaksimalkan potensi dari seseorang yang dicoach-nya. Menurutnya, ada 5 cara coaching yang efektif. Tatap mata orang yang dicoaching, pendekatan personal, bertanya, menjelaskan fungsi orang tersebut serta buat komitmen.

Memasuki pukul 10.50 WIB tibalah sesi pidato dadakan. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan sesuai dengan tema yang diangkat yaitu wirausaha. Antusiasme audiens terlihat dari banyaknya anggota dan tamu yang mengajukan diri sebagai pembicara. Salah satu pertanyaan yang dibahas, “Dalam dunia usaha ada istilah trilateral, yaitu hubungan antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha. Seandainya Anda berperan sebagai pemerintah, kebijakan apa yang Anda ambil untuk mendukung perkembangan dunia usaha di Indonesia?”

Di sesi ketiga yang merupakan sesi berbagi, Diana Anggraini menyampaikan materi dengan judul “Memenangkan Pidato Dadakan”. Diana adalah Juara I Lomba Pidato Dadakan Tahun 2014. Menurut dia ada satu hal penting yang harus diperhatikan dalam menjawab pertanyaan pada lomba pidato dadakan. Jawaban yang disampaikan harus terdiri dari pembukaan, isi, dan penutup. Dan harus ada pesan yang bisa dibawa pulang oleh audiens, jadi bukan merupakan curhat semata. Semakin kreatif jawaban yang diberikan juga dapat menjadi perhatian khusus dari juri.

Pada sesi terakhir yaitu penilaian umum, disampaikan laporan dari penilai umum terkait jalannya acara mulai dari awal sampai akhir. Juga ada laporan dari pencatat waktu, pemerhati tata bahasa serta pemerhati bunyi tanpa makna.

Setelah sesi penilaian umum, beberapa orang tamu menyampaikan kesannya terkait acara ini. Dwiana Kurniawati berpendapat, “Saya mendapat ilmu bagaimana caranya untuk menambah kepercayaan diri. Karena saya merasa masih gugup ketika berbicara. Saya berharap dengan bergabung di sini dapat meningkatkan kepercayaan diri saya ketika berbicara di depan umum”. Ada pula Futty Syalika yang berkomentar, “Saya suka dengan cara penyampaian di sini yang terstruktur dan rapi ketika berbicara di depan umum”.

Tidak ada pembicara yang terpilih sebagai pembicara terfavorit pada sesi pidato yang dipersiapkan karena waktu berpidato melebihi batas waktu yang telah diberikan. sedangkan pada sesi pidato dadakan Anindya Putra terpilih sebagai pembicara terfavorit serta terpilih pula Hariadi sebagai penilai indivisu terfavorit.

Pertemuan tersebut diakhiri dengan foto bersama oleh anggota dan tamu yang hadir, yang sudah menjadi ciri khas dalam setiap acara Toastmasters.

Advertisements

PERTEMUAN RUTIN JAKARTA BAHASA TOASTMASTERS

 

IMG_47161

Pertemuan rutin mingguan kembali diadakan Jakarta Bahasa Toastmasters (JABAT), komunitas yang memberikan kesempatan bagi para anggotanya untuk mengembangkan kemampuan komunikasi dan kepemimpinan dalam bahasa nasional Indonesia. Berlangsung di Restoran Rempah Iting, Jakarta Pusat pada tanggal 17 Januari 2015, pertemuan tersebut mengambil tema “Harapan yang Baru”. Sedangkan kata acuan yang digunakan adalah “Optimis”. Menjadi tantangan bagi anggota dan tamu yang hadir untuk menggunakan kata acauan tersebut sebanyak-banyaknya selama acara berlangsung.

Ada 2 orang anggota yang tampil pada sesi pidato yang dipersiapkan. Pertama, Hendra Lee yang membawakan pidato “Salam Kenal” dari Buku Panduan Dasar (Proyek 1-Mencairkan Kekakuan). Pengusaha paruh baya ini menceritakan latar belakang keluarga dan perjalanan hidupnya yang penuh dengan dinamika. Salah satunya, bagaimana dia bisa melewati kegagalan yang sempat membuatnya hampir putus asa menjalani kehidupan, hingga bisa sukses sebagai supplier ke kontraktor Jepang serta importir barang elektronik dari Cina seperti saat ini. Kedua, kembali bercerita berdasarkan pengalaman pribadi, Ade Herawan menyampaikan proyek Buku Panduan Dasar (Proyek 4-Ucapkan dengan Benar) dengan judul “Kejujuran Terkadang Menyakitkan”. Pemuda yang merupakan mantan pemain teater ini menginspirasi audiens lewat pengalamannya dibenci oleh teman-teman sekelas saat kelas II SMA karena menolak rencana mereka untuk berbuat curang saat ujian. Bagaimana dia bertahan terhadap prinsipnya untuk menjunjung tinggi kejujuran meski banyak pertentangan dari lingkungan sekitar. Hingga akhirnya teman sekelas bisa menerimanya kembali.

Panggung kehormatan menjadi sesi terakhir dari pertemuan rutin ini. Di sini ketua klub memberikan piala kepada pemenang tiap kategori. Pada sesi pidato yang dipersiapkan Ade Herawan terpilih sebagai pembicara terfavorit, pidato dadakan dimenangkan oleh Indri Lesmana sedangkan Lesmana Nahar dan Diana Anggraini berhasil menjadi yang terfavorit di kategori penilai individu.

 

JABAT MENYELENGGARAKAN PERTEMUAN RUTIN GABUNGAN DENGAN EXCELLENCE TOASTMASTERS

“Bagus sekali acaranya. Orang-orangnya juga luar biasa. Ternyata kita juga bisa menjadi motivator melalui pidato yang disampaikan. Saya tertarik untuk bergabung di Toastmasters karena di sini diajarkan cara menyusun pidato yang baik”

 

Komentar di atas disampaikan oleh Agustin, wanita lajang yang berprofesi sebagai presenter berita TVOne, saat pertama kali hadir sebagai tamu dalam pertemuan rutin Jakarta Bahasa Toastmasters (JABAT).

Bertempat di Menara Kuningan, Jakarta Selatan pada tanggal 10 Januari 2015, JABAT kembali mengadakan pertemuan rutin mingguan setelah sempat libur selama 2 pekan dikarenakan perayaan Natal dan Tahun Baru. Acara kali ini berbeda dengan pertemuan biasanya karena JABAT mengadakan pertemuan gabungan dengan Excellence Toastmasters. Karena merupakan pertemuan gabungan, maka salah satu hal yang menarik adalah penggunaan bahasa bilingual, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Hal ini dilakukan karena dalam pertemuan rutinnya JABAT menggunakan bahasa pengantar Bahasa Indonesia sedangkan Excellence Toastmasters menggunakan Bahasa Inggris.

Pertemuan minggu ini mengangkat tema “Hari Baru, Kita Baru”. Menyambut tahun baru 2015 tentunya memberikan harapan baru bagi semua orang. Harapan agar di tahun yang baru ini bisa menjadi manusia yang lebih baik daripada tahun sebelumnya. Salah satu kata yang sering diucapkan dalam rangka menyambut tahun baru adalah sumpah atau lebih popular kita sebut resolusi.

Pertemuan gabungan yang berlangsung meriah dan penuh suasana persahabatan tersebut dibuka oleh Indrijati Pudjilestari selaku Kepala Bidang Keanggotaan JABAT pada pukul 10.00 WIB. Begitu banyaknya jumlah anggota dan tamu yang hadir, semakin menambah semarak jalannya acara.

Pertemuan tersebut terdiri dari 2 sesi. Sesi pidato dadakan dan pidato yang dipersiapkan. Tingginya antusiasme audiens pada sesi ini, membuat pengarah acara harus menambah alokasi waktu untuk menampung aspirasi mereka. Salah satu pertanyaan yang diajukan, “Apa sumpah Anda di tahun 2015 ini?”.

Berikutnya yaitu sesi pidato yang dipersiapkan. Pembicara pertama pada sesi pidato yang dipersiapkan adalah Saras Walian, menyampaikan pidato dari Buku Panduan Dasar (Proyek 1-Mencairkan Kekakuan) dengan judul pidato “Antara Dua Budaya”. Pidato tersebut bercerita tentang latar belakang keluarga Saras yang terdiri dari dua budaya yang berbeda. Ayahnya berasal dari Jepang dan ibunya berasal dari Manado, Sulawesi Utara. Hikmah yang dapat diambil adalah bagaimana kita bisa beradaptasi terhadap perbedaan yang ada dan justru menjadikan perbedaan tersebut sebagai sebuah keanekaragaman. Kemudian dilanjutkan Ade Herawan yang membawakan pidato “Mental Juara” dari Buku Panduan Dasar (Proyek 3-Langsung ke Inti Masalah). Pecinta kuliner ini menceritakan pengalamannya saat berhasil menjadi juara dalam lomba karya tulis ilmiah tingkat nasional di Institut Pertanian Bogor. Dengan hanya kesiapan mental kita bisa menjadi seorang juara meskipun secara materi belum siap adalah pelajaran bermakna yang didapat audiens dari cerita tersebut. Penampilan terakhir oleh Indri Lesmana. Kembali menceritakan pengalaman pribadinya, penggemar olahraga futsal ini menyampaikan proyek Buku Panduan Dasar (Proyek 9-Kemampuan Mempengaruhi) dengan judul “Lika-liku Fitness”. Dia menjelaskan tentang teknik yang benar dalam melakukan fitness. Pentingnya menjaga kesehatan untuk menunjang aktivitas sehari-hari merupakan inspirasi yang bisa diperoleh audiens dari penampilan Indri.

Sebelum acara berakhir, disampaikan penilaian umum. Di sini setiap penilai memberikan penilaian secara lisan dan tertulis terhadap penampilan individu di sesi pidato yang dipersiapkan. Di samping itu, juga disampaikan penilaian terhadap jalannya acara dari awal sampai akhir oleh penilai umum.

Setelah acara berjalan selama kurang lebih 2 jam, tibalah saat pengumuman pemenang terfavorit. Pemenang terfavorit pidato yang dipersiapkan adalah Ade Herawan sedangkan untuk kategori pidato dadakan serta penilai individu terfavorit diraih oleh Evan dan Nana. Pertemuan pun diakhiri dengan foto bersama oleh semua anggota dan tamu yang hadir, baik dari JABAT maupun Excellence Toastmasters.

IMG-20150113-WA0007