PERTEMUAN RUTIN JAKARTA BAHASA TOASTMASTERS

IMG_4268

Setiap hari Sabtu pukul 10.00-12.00 WIB Jakarta Bahasa Toastmasters (JABAT) senantiasa rutin mengadakan pertemuan mingguan di Menara Kuningan Lantai F2/F3, namun pertemuan kali ini berlangsung di Restoran Rempah Iting, Jakarta Pusat. Tema yang diambil “Menyambut Natal dan Tahun Baru” dengan kata acuan “Resolusi”. Menjelang Natal dan Tahun Baru mayoritas masyarakat menyambut dengan antusias. Bagi yang merayakan Natal tentu momen tersebut merupakan media palin tepat berkumpul dengan anggota keluarga. Sedangkan bagi yang tidak merayakan, libur panjang tersebut dapat digunakan untuk berlibur bersama keluarga tercinta. Dan salah satu target yang ditetapkan seseorang menjelang pergantian tahun adalah resolusi. Sebuah tujuan yang ingin dicapai pada tahun depan agar lebih baik dari tahun sebelumnya.

Pertemuan yang diadakan di restoran membuat anggota dan tamu yang hadir menjadi lebih rileks. Karena disamping mengikuti jalannya acara, mereka bisa sambil menikmati makanan dan minuman yang disediakan pihak restoran. Dalam kegiatan ini Restoran Rempah Iting dan PT. Air Hidup menjadi sponsor bagi JABAT.

Di samping sebagai acara rutin mingguan, pertemuan tersebut juga sebagai ajang latihan bagi anggota JABAT yang akan memerankan drama “Kabayan Si MC Ngehits” dalam acara Akhir Tahun Divisi I Toastmasters Internasional yang akan berlangsung pada tanggal 20 Desember 2014. Sehingga sesi pidato dadakan serta pemilihan pembicara dan penilai individu terfavorit ditiadakan.

Pada kesempatan pertama Safrudiningsih menyampaikan proyek Buku Panduan Dasar (Proyek 9-Kemampuan Mempengaruhi) dengan judul “Afirmasi”. Afirmasi merupakan pengandaian seseorang tentang keinginan terhadap sesuatu. Jika kita ingin mendapatkan sesuatu maka dapat menggunakan afirmasi dengan beberapa cara, yaitu tulis keinginan, menyanyikan keinginan tersebut serta menegaskan dalam hati. Selanjutnya Diella Dachlan membawakan pidato “Lika-liku Evaluasi” dari Buku Panduan Lanjutan (Proyek 1-Berbicara untuk Menginformasikan). Diella menceritakan pengalamannya dalam memberikan evaluasi terhadap pidato seseorang. Dalam memberikan kritik sering kali seseorang merasa “tidak enak” sehingga segan untuk menyampaikan kritik secara objektif. Menurutnya teknik mengkritik yang tepat yaitu dengan menggunakan teknik “kue lapis”. Pada awalnya disampaikan dulu kelebihan dari orang yang dikritik, dilanjutkan dengan kekurangannya, dan diakhiri dengan sisi positifnya kembali sehingga kritik yang disampaikan tetap objektif tapi tanpa membuat orang yang dikritik tersinggung.

Setelah kedua pembicara selesai berpidato sesi selanjutnya adalah sesi berbagi. Inilah yang membedakan JABAT dengan klub-klub Toastmasters lainnya. Hanya di JABAT terdapat sesi khusus tersebut. Pada sesi berbagi salah satu anggota akan berbagi ilmu tentang kemampuan berbicara di depan umum, kepemimpinan, pengembangan diri atau pendidikan. Pada kesempatan tersebut Lesmana Nahar selaku ketua klub membagikan materi dengan judul “Pemimpin yang Mendampingi”. Menurut Lesmana pemimpin yang sukses harus memenuhi kriteria berikut : 1). Tidak melakukan semua tugas sendiri 2). Mampu memaksimalkan potensi anggota 3). Mampu mengarahkan anggota menuju visi organisasi 4). Mampu memotivasi anggota ketika sedang demotivasi. Dia juga menjelaskan bahwa seorang coaching beda dengan pelatih. Coaching merupakan seseorang yang mampu memaksimalkan potensi yang sudah ada dari coach-nya. Sedangkan pelatih adalah seseorang yang memberikan pelatihan kepada orang yang dilatihnya, tanpa harus orang tersebut mencapai hasil yang maksimal. Coaching juga berbeda dengan mentor. Jika mentor haruslah seseorang yang ahli di bidangnya, maka coaching tidak harus ahli di bidangnya. Dia hanya bertanya, bertanya, dan bertanya sampai orang yang dicoach menemukan jawabannya.

Memasuki pukul 11.00 WIB tibalah sesi latihan drama. Dengan penuh semangat dan antusias para pemain mulai berakting bak aktor dan aktris profesional. Tiga orang anggota JABAT terpilih sebagai pemain. Ade Herawan sebagai Kabayan, Safrudiningsih sebagai Iteung, dan Indri Lesmana sebagai Abah. Suasana latihan dipenuhi dengan canda tawa serta penuh keakraban. Apalagi ketika memasuki adegan-adegan lucu atau mesra. Meski baru melakukan latihan pertama kali, tetapi karena adanya kekompakan serta rasa percaya diri yang tinggi dari pemain, dalam waktu sangat singkat kekompakan diantara mereka sudah terbangun. Anggota JABAT lain yang tidak menjadi pemain juga turut membantu persiapan. Diantaranya sebagai sutradara, manajer panggung, seksi properti ataupun sebagai pemeran pengganti, seandainya pada hari H terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap pemain.

Dan sudah menjadi tradisi di Toastmasters, pertemuan diakhiri dengan foto bersama oleh anggota dan tamu yang hadir.

 

Advertisements

Posted on December 14, 2014, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: