Monthly Archives: December 2014

PERTEMUAN RUTIN JABAT LIBUR SEMENTARA

Sehubungan adanya perayaan Natal 2014 dan Tahun Baru 2015 maka pertemuan rutin Jakarta Bahasa Toastmasters (JABAT) pada tanggal 27 Desember 2014 dan 3 Januari 2015 diliburkan. Pertemuan rutin akan kembali diadakan mulai tanggal 10 Januari 2015. Setiap hari Sabtu pukul 10.00-12.00 WIB di Menara Kuningan Lantai F3, Jakarta Selatan.

images (2)

Advertisements

JABAT RAIH GELAR PEMBICARA TERBAIK DI ACARA AKHIR TAHUN TOASTMASTERS INTERNASIONAL

IMG-20141224-WA0005

Sekali lagi, sebuah prestasi kembali ditorehkan oleh Jakarta Bahasa Toastmasters (JABAT), Ade Herawan yang juga menjabat sebagai sekretaris JABAT berhasil menjadi Pembicara Pria Terbaik di Sesi Pidato Dadakan dalam acara End Year Party Divisi I Toastmasters Internasional. Selain itu, JABAT juga meraih gelar Berbusana Wanita Terbaik melalui Diana Anggraini.

Acara yang mengambil tema “All Things New” tersebut berlangsung di Prasetiya Mulya Business School, Jakarta Selatan pada tanggal 20 Desember 2014. Berlangsung mulai pukul 14.00-17.00 WIB, acara yang dihadiri kurang lebih 100 orang ini berlangsung dengan meriah. Diikuti oleh klub Toastmesters se-Divisi I Distrik 87 Toastmasters Internasional. Diantaranya Jakarta Bahasa Toastmasters, Jakarta Toastmasters Club, Excellence Club, Sandoz Toastmasters Club, Metropolitan Toastmasters Club, dan lain-lain.

Dipandu oleh duo pembawa acara yang kocak Glenn Djangkar dan Barbara Sakura, acara diawali dengan pembukaan oleh Gubernur Divisi I Distrik 87 Toastmasters Internasional Michael Nicholson. Kemudian dilanjutkan mini seminar bergenre humor yang disampaikan oleh Steve Kosasih (CEO Transjakarta) dan Bryan Gunawan dengan judul “The Pink Panther, The Blue Elephant, and The Purple Cow”. Klub-klub yang hadir juga tidak mau kalah dengan memberikan berbagai persembahan. Seperti stand-up comedy, pertunjukan sulap, tari tradisional ataupun pementasan drama.

JABAT dalam perayaan tersebut menampilkan pementasan drama dengan judul “Kabayan Si MC Ngehits”. Drama tersebut menceritakan tentang keinginan Kabayan untuk mencari pekerjaan sampingan sebagai pembawa acara karena dia berkeinginan menjadi orang terkenal seperti selebritis. Namun keinginan tersebut sempat diremehkan oleh mertuanya dan dicemaskan istrinya Iteung. Akhirnya, Kabayan menemukan solusi tempat belajar menjadi pembawa acara handal yaitu di Jakarta Bahasa Toastmasters. Diperankan oleh Ade Herawan sebagai Kabayan, Safrudiningsih sebagai Iteung, dan Indri Lesmana sebagai Abah, sambutan penonton sangat antusias menyaksikan pertunjukkan tersebut. Hal ini terlihat dari keseriusan mereka selama menyaksikan pertunjukan, gelak tawa saat terdapat adegan atau dialog yang lucu ataupun tepuk tangan yang meriah dari penonton. Bahkan pasca pertunjukan, seorang penonton dari Sinar Mas Toastmasters Club berkomentar kepada pemain, “Bagus pementasannya tadi, latihan berapa kali? Sudah kayak artis beneran aja, cocok tuh jadi pemain sinetron”.

IMG-20141224-WA0004

Salah satu hal yang menarik dan juga lucu dalam rangkaian acara ini yaitu saat sesi tukar kado. Dalam undangan yang dibagikan, setiap peserta sudah mendapat informasi bahwa mereka diharuskan membawa kado saat hadir di acara. Nantinya kado tersebut akan saling ditukar dengan peserta lainnya. Saat pembawa acara memandu jalannya sesi penukaran kado, keriuhan pun mulai terjadi. Semua peserta yang hadir dibagi menjadi 2 grup. Mekanisme penukaran kado adalah tiap grup maju ke panggung. Mereka membentuk sebuah lingkaran dimana di tengahnya terdapat kado yang telah dikumpulkan. Kemudian sebuah musik dinyalakan dan semua peserta yang membentuk lingkaran tadi diharuskan berputar mengelilingi tumpukan kado sambil bergoyang. Ketika musik berhenti, saat itulah mereka bisa mengambil kado yang telah disediakan. Maka tak ayal lagi, ketika musik berhenti semua peserta saling berebut untuk bisa mendapatkan kado sesuai keinginan. Spontan saja aksi tersebut menimbulkan gelak tawa dari grup lain yang menjadi penonton ataupun dari peserta sendiri. Setelah selesai, mereka kembali ke tempat duduk masing-masing untuk membuka kado.

Di akhir acara pembawa acara membagikan hadiah kepada pemenang lomba dan juga hadiah undian kepada peserta yang beruntung. Acara akhir tahun tersebut berakhir pada pukul 17.00 WIB ditandai dengan penutupan oleh ketua panitia serta sesi foto bersama oleh seluruh peserta.

IMG-20141224-WA0006

PERTEMUAN RUTIN JAKARTA BAHASA TOASTMASTERS

IMG_4268

Setiap hari Sabtu pukul 10.00-12.00 WIB Jakarta Bahasa Toastmasters (JABAT) senantiasa rutin mengadakan pertemuan mingguan di Menara Kuningan Lantai F2/F3, namun pertemuan kali ini berlangsung di Restoran Rempah Iting, Jakarta Pusat. Tema yang diambil “Menyambut Natal dan Tahun Baru” dengan kata acuan “Resolusi”. Menjelang Natal dan Tahun Baru mayoritas masyarakat menyambut dengan antusias. Bagi yang merayakan Natal tentu momen tersebut merupakan media palin tepat berkumpul dengan anggota keluarga. Sedangkan bagi yang tidak merayakan, libur panjang tersebut dapat digunakan untuk berlibur bersama keluarga tercinta. Dan salah satu target yang ditetapkan seseorang menjelang pergantian tahun adalah resolusi. Sebuah tujuan yang ingin dicapai pada tahun depan agar lebih baik dari tahun sebelumnya.

Pertemuan yang diadakan di restoran membuat anggota dan tamu yang hadir menjadi lebih rileks. Karena disamping mengikuti jalannya acara, mereka bisa sambil menikmati makanan dan minuman yang disediakan pihak restoran. Dalam kegiatan ini Restoran Rempah Iting dan PT. Air Hidup menjadi sponsor bagi JABAT.

Di samping sebagai acara rutin mingguan, pertemuan tersebut juga sebagai ajang latihan bagi anggota JABAT yang akan memerankan drama “Kabayan Si MC Ngehits” dalam acara Akhir Tahun Divisi I Toastmasters Internasional yang akan berlangsung pada tanggal 20 Desember 2014. Sehingga sesi pidato dadakan serta pemilihan pembicara dan penilai individu terfavorit ditiadakan.

Pada kesempatan pertama Safrudiningsih menyampaikan proyek Buku Panduan Dasar (Proyek 9-Kemampuan Mempengaruhi) dengan judul “Afirmasi”. Afirmasi merupakan pengandaian seseorang tentang keinginan terhadap sesuatu. Jika kita ingin mendapatkan sesuatu maka dapat menggunakan afirmasi dengan beberapa cara, yaitu tulis keinginan, menyanyikan keinginan tersebut serta menegaskan dalam hati. Selanjutnya Diella Dachlan membawakan pidato “Lika-liku Evaluasi” dari Buku Panduan Lanjutan (Proyek 1-Berbicara untuk Menginformasikan). Diella menceritakan pengalamannya dalam memberikan evaluasi terhadap pidato seseorang. Dalam memberikan kritik sering kali seseorang merasa “tidak enak” sehingga segan untuk menyampaikan kritik secara objektif. Menurutnya teknik mengkritik yang tepat yaitu dengan menggunakan teknik “kue lapis”. Pada awalnya disampaikan dulu kelebihan dari orang yang dikritik, dilanjutkan dengan kekurangannya, dan diakhiri dengan sisi positifnya kembali sehingga kritik yang disampaikan tetap objektif tapi tanpa membuat orang yang dikritik tersinggung.

Setelah kedua pembicara selesai berpidato sesi selanjutnya adalah sesi berbagi. Inilah yang membedakan JABAT dengan klub-klub Toastmasters lainnya. Hanya di JABAT terdapat sesi khusus tersebut. Pada sesi berbagi salah satu anggota akan berbagi ilmu tentang kemampuan berbicara di depan umum, kepemimpinan, pengembangan diri atau pendidikan. Pada kesempatan tersebut Lesmana Nahar selaku ketua klub membagikan materi dengan judul “Pemimpin yang Mendampingi”. Menurut Lesmana pemimpin yang sukses harus memenuhi kriteria berikut : 1). Tidak melakukan semua tugas sendiri 2). Mampu memaksimalkan potensi anggota 3). Mampu mengarahkan anggota menuju visi organisasi 4). Mampu memotivasi anggota ketika sedang demotivasi. Dia juga menjelaskan bahwa seorang coaching beda dengan pelatih. Coaching merupakan seseorang yang mampu memaksimalkan potensi yang sudah ada dari coach-nya. Sedangkan pelatih adalah seseorang yang memberikan pelatihan kepada orang yang dilatihnya, tanpa harus orang tersebut mencapai hasil yang maksimal. Coaching juga berbeda dengan mentor. Jika mentor haruslah seseorang yang ahli di bidangnya, maka coaching tidak harus ahli di bidangnya. Dia hanya bertanya, bertanya, dan bertanya sampai orang yang dicoach menemukan jawabannya.

Memasuki pukul 11.00 WIB tibalah sesi latihan drama. Dengan penuh semangat dan antusias para pemain mulai berakting bak aktor dan aktris profesional. Tiga orang anggota JABAT terpilih sebagai pemain. Ade Herawan sebagai Kabayan, Safrudiningsih sebagai Iteung, dan Indri Lesmana sebagai Abah. Suasana latihan dipenuhi dengan canda tawa serta penuh keakraban. Apalagi ketika memasuki adegan-adegan lucu atau mesra. Meski baru melakukan latihan pertama kali, tetapi karena adanya kekompakan serta rasa percaya diri yang tinggi dari pemain, dalam waktu sangat singkat kekompakan diantara mereka sudah terbangun. Anggota JABAT lain yang tidak menjadi pemain juga turut membantu persiapan. Diantaranya sebagai sutradara, manajer panggung, seksi properti ataupun sebagai pemeran pengganti, seandainya pada hari H terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap pemain.

Dan sudah menjadi tradisi di Toastmasters, pertemuan diakhiri dengan foto bersama oleh anggota dan tamu yang hadir.

 

JABAT HADIRI TOASTMASTERS LEADERSHIP INSTITUTE II

IMG_4163

Berlangsung di Pertamina Corporate University, Jakarta Selatan pada tanggal 6 Desember 2014, Jakarta Bahasa Toastmasters (JABAT) hadir dalam acara Toastmasters Leadership Institute II (TLI II). TLI merupakan pelatihan kepemimpinan bagi pengurus atau calon pengurus klub Toastmasters. Acara diadakan setahun dua kali tepatnya pada bulan Juni dan Desember. Selain sebagai pelatihan kepemimpinan, TLI juga bertujuan sebagai media evaluasi terhadap kinerja setiap klub Toastmasters.

Dalam kesempatan tersebut JABAT diwakili oleh Lesmana Nahar (Ketua), Ade Herawan (Sekretaris), Harlina Indra (Kabid Pendidikan), Safrudiningsih (Kabid Humas), Diana Anggraini, Indri Lesmana, dan Jimmy Syafrizal. Selain JABAT hadir pula beberapa klub Toastmasters dari Divisi I dan J. Seperti Jakarta Toastmasters Club, Excellence Club, British Toastmasters Club, The Innovators Toastmasters, Essential Club, dan masih banyak lagi.

Acara pertama adalah sambutan dari Gubernur Divisi I dan J, Michael Nicholson serta Zilva Boaz. kemudian dilanjutkan “DCP Review”oleh Gubernur Distrik 87 Sutarno Kho. Dia menjelaskan kinerja dari Distrik 87 di level Toastmasters internasional serta kinerja masing-masing klub yang berada di distrik tersebut. Selanjutnya David Pranata menyampaikan materi “Building a Super Club”. Menurutnya ada beberapa kriteria sebuah klub Toastmasters dapat disebut sebagai klub super. Yaitu pertemuan yang rutin dan berkualitas serta mampu meningkatkan kemampuan anggotanya. Pembicara ketiga Mien Soenari, mantan Gubernur Distrik 87 berbagi pengalamannya selama aktif dalam kepengurusan Toastmasters, wanita paruh baya ini juga mendorong peserta yang hadir untuk berani mengajukan diri sebagai pengurus Toastmasters. Dan pembicara terakhir yaitu Ivy Lau dari Malaysia (Lieutenant Governor Marketing Distrik 87 Toastmaster internasional) dengan sangat enerjik wanita ini menyampaikan materi “Coaching and You”. Bagaimana seorang anggota Toastmasters bisa belajar menjadi coach bagi diri sendiri ataupun untuk orang lain.

Menjelang akhir acara, Awang Saifeluddin dari Malaysia menyampaikan presentasi tentang negara bagian Kuching, Malaysia, dimana pada tahun 2015 negara bagian tersebut menjadi tuan rumah konferensi tahunan Toastmasters internasional. Selain menjelaskan kesiapan panitia, serta hal-hal menarik apa saja yang bisa peserta dapatkan selama di sana, pria Melayu tersebut juga mengajak audiens untuk menghadiri acara tersebut. Dan acara sore itupun ditutup dengan pembagian penghargaan kepada klub berprestasi serta foto bersama. Dalam kesempatan tersebut JABAT menjadi salah satu klub Toastmasters yang berhasil mendapat penghargaan.