Monthly Archives: November 2014

PERTEMUAN RUTIN JAKARTA BAHASA TOASTMASTERS

Jakarta Bahasa Toastmasters atau biasa disingkat JABAT, komunitas yang fokus pada pengembangan keterampilan berbicara di depan umum dan kepemimpinan, kembali mengadakan pertemuan rutin mingguan. Berlangsung di Menara Kuningan pada tanggal 29 November 2014, pertemuan tersebut mengambil tema “Budaya Indonesia”. Sedangkan kata acuan yang digunakan adalah “Adat Istiadat”. Kata acuan merupakan kata kunci yang digunakan dalam setiap pertemuan JABAT. Selama berlangsungnya acara setiap anggota dan tamu yang hadir disarankan untuk menggunakan kata acuan yang telah ditetapkan sebanyak-banyaknya. Tentunya kata acuan yang digunakan berhubungan dengan tema yang telah ditentukan. Oleh karena itu, dalam setiap pertemuan JABAT tema dan kata acuan yang digunakan selalu berubah. Hal ini dilakukan agar setiap pertemuan dapat berjalan dengan dinamis.

Karena tema yang digunakan budaya Indonesia, pengarah acara mengharuskan setiap anggota yang hadir menggunakan pakaian batik. Ada yang menarik terkait penggunaan busana batik tersebut. Jika di pertemuan rutin sebelumnya setiap anggota yang hadir bebas menggunakan pakaian yang dikehendaki (tentunya masih dalam koridor kesopanan dan kerapian), maka pertemuan kali ini terasa sedikit berbeda. Para anggota serasa menjadi PNS yang sedang lembur di hari Sabtu, memang selama ini familiar di masyarakat bahwa menggunakan pakaian batik saat bekerja adalah PNS. Saling mengomentari model batik yang digunakan juga menjadi “bumbu” pertemuan. Dan karena begitu eratnya kekeluargaan di klub ini, sampai ada anggota yang rela membawa batik lebih dari 1 buah untuk dipinjamkan ke anggota lain yang hari itu tidak membawa pakaian batik.

IMG-20141202-WA0018

Dan yang paling menarik perhatian dalam pertemuan tersebut adalah adanya hadiah berupa cokelat dari pengarah acara bagi anggota dan tamu yang dapat menjawab pertanyaan. Inovasi tersebut berhasil membuat pertemuan menjadi semakin meriah dan menyenangkan. Tak ayal lagi ketika pengarah acara melontarkan pertanyaan seperti, “Darimana asal alat musik sasando?” hampir semua anggota dan tamu yang hadir berebut mengacungkan tangan untuk dapat menjawab pertanyaan tersebut. Maka tak heran jika audiens yang cekatan dan pengetahuan budayanya luas bisa membawa pulang cokelat lebih dari satu buah.

Pada sesi pidato yang dipersiapkan ada 4 orang anggota yang tampil. Pertama, Aji Wibowo yang membawakan pidato “Lari Yuk” dari Buku Panduan Dasar (Proyek 2-Menyusun Naskah Pidato). Penggila olahraga lari ini berbagi cerita tentang manfaat lari bagi kesehatan. Lari sebagai olahraga yang murah dan sederhana sangat mudah dilakukan, tergantung dari komitmen tiap individu. Karena itu dia mengajak audiens untuk rajin berlari agar tubuh tetap sehat dan bugar.

Kedua, pidato “Kekuatan Keyakinan” oleh bankir muda asal Sidoarjo bernama Ade Herawan. Sama halnya seperti pidato pertama, pidato tersebut mengacu pada Buku Panduan Dasar (Proyek 2-Menyusun Naskah Pidato). Menceritakan pengalaman pribadi yang mengajarkan tentang pentingnya keyakinan. Bahwa kekuatan keyakinan dapat mengantar seseorang menuju sebuah kesuksesan. Meskipun dalam perjalanan menuju kesuksesan tersebut banyak terdapat rintangan, namun selama seseorang yakin terhadap kemampuan diri sendiri dan pantang menyerah maka hal-hal yang tidak mungkin pun dapat menjadi mungkin untuk dilakukan.

Ketiga, kembali bercerita berdasarkan pengalaman pribadi, Jimmy Syafrizal menyampaikan proyek Buku Panduan Dasar (Proyek 3-Langsung ke Inti Masalah) dengan judul “Berani Menemukan Hal Baru”. Pemuda yang mempunyai hobi mendaki gunung ini menginspirasi audiens lewat pengalamannya yang berani “mendobrak” tradisi keluarga. Dimana mayoritas keluarganya berprofesi sebagai pengajar, tetapi dia berani menemukan hal baru dengan berprofesi sesuai dengan hasratnya yaitu sebagai konsultan teknologi informasi. Awalnya banyak tentangan yang didapat, namun lewat penjelasan-penjelasan yang rasional dia berhasil meyakinkan keluarganya dan membuktikan bahwa menemukan hal baru bukanlah sesuatu yang sulit.

Keempat, persembahan Lesmana Nahar, ketua JABAT sekaligus berprofesi sampingan sebagai motivator membagikan ilmu kepada anggota dan tamu yang hadir melalui pidato berjudul “Mari Hilangkan Budaya Berbantahan”, dari Buku Panduan Lanjutan (Proyek 3-Menghadapi Kritik). Dalam menjalani aktvitas sehari-hari setiap orang pasti tidak bisa lepas dari adanya kritik dari orang lain. Menurut Lesmana ada beberapa tipe orang ketika menghadapi kritik. Meninggalkan orang yang mengkritiknya, mencari alasan, menanggapi balik dengan emosi atau mencari jalan keluar. Solusi paling tepat untuk menghadapi kritik dari orang lain yaitu membiarkan dia menyampaikan kritik, mengucapkan terima kasih atas kritik yang disampaikan, mencari solusi permasalahan kemudian berdamai dengan keadaan.

Menjelang berakhir acara seperti biasanya salah satu tamu yang hadir diminta untuk menyampaikan kesannya terkait pertemuan tersebut. “Menurut saya bagus sekali acara ini. Saya berharap lewat kegiatan ini bisa meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri saya dalam berbicara di depan publik”, kata Ana sebagai tamu yang berkesempatan menyampaikan pendapatnya.

Sesi terakhir dari pertemuan rutin ini berupa panggung kehormatan. Di sini ketua klub akan memberikan piala kepada pemenang tiap kategori. Pada sesi pidato yang dipersiapkan Ade Herawan terpilih sebagai pembicara terfavorit, pidato dadakan dimenangkan oleh Ana sedangkan Diella Dachlan berhasil menjadi yang terfavorit di kategori penilai individu.

 

 

Advertisements

PERTEMUAN RUTIN JAKARTA BAHASA TOASTMASTERS

 

IMG-20141202-WA0019

Sabtu, 22 November 2014, bertempat di Menara Kuningan, Jakarta Selatan, Jakarta Bahasa Toastmasters (JABAT) mengadakan pertemuan rutin mingguan. Pertemuan minggu ini mengangkat tema “Kenaikan BBM”. Menyikapi kebijakan Presiden Joko Widodo menaikkan harga BBM dalam negeri pada tanggal 17 November 2014, kebijakan tersebut menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat. Hal ini tidak lepas dari dampak kenaikan harga BBM yaitu naiknya harga barang dan jasa secara umum.

Dibuka oleh ketua klub Lesmana Nahar pada pukul 10.00 WIB, pertemuan JABAT berlangsung dengan lancar dan penuh rasa kekeluargaan. Hal inilah yang menjadi salah satu daya tarik klub ini sehingga menimbulkan “efek ketagihan” bagi anggota yang tidak bisa hadir dalam pertemuan tersebut. Selain anggota klub, pertemuan hari itu juga dihadiri oleh tamu. Tamu adalah sebutan untuk calon anggota.

Dalam setiap pertemuan JABAT terdiri dari 3 sesi. Sesi pidato yang dipersiapkan, pidato dadakan, dan penilaian umum. Di akhir acara akan diumumkan pemenang terfavorit dari setiap sesi tersebut.

Pembicara pertama pada sesi pidato yang dipersiapkan adalah Indri Lesmana, menyampaikan pidato dari Buku Panduan Dasar (Proyek 8-Alat Bantu Visual) dengan judul pidato “Anugerah Terindah”. Pidato tersebut bercerita tentang pengalaman Indri mengalami patah tulang ketika sedang bermain futsal bersama teman-temannya. Hikmah yang dapat diambil adalah bagaimana kita bisa bersyukur atas salah satu anugerah terindah yang Tuhan berikan yaitu berupa nikmat kesehatan. Kemudian dilanjutkan Diana Anggraini yang membawakan pidato “Menghargai Diri Sendiri” dari Buku Panduan Lanjutan (Proyek 3-Buat Mereka Tertawa). Pengusaha muda ini menceritakan pengalaman tidak menyenangkan yang sering dia alami selama ini, berupa sindirian dari orang-orang sekitar terkait tubuhnya yang mungil. Mau menghargai diri sendiri yaitu menerima kekurangan dan kelebihan diri kita adalah pelajaran bermakna yang didapat audiens dari cerita tersebut.

Sesi berikutnya yaitu pidato dadakan. Sesi ini bertujuan melatih kemampuan peserta dalam memberi respon secara cepat, tepat, dalam kalimat yang terstruktur dan tata bahasa yang baik serta benar untuk beberapa situasi, misalnya saat atasan di kantor meminta pendapat, menyampaikan pendapat kita di forum atau saat wawancara kerja. Karena tema pertemuan adalah “Kenaikan BBM” maka pertanyaan yang diajukan pun tak lepas dari tema tersebut. Salah satu pertanyaan menarik yang diajukan kepada peserta ialah “Apakah Anda setuju dengan kebijakan Presiden Joko Widodo menaikkan harga BBM? Apa alasannya?”.

Sedangkan sesi terakhir adalah penilaian umum. Di sini setiap penilai memberikan penilaian secara lisan dan tertulis terhadap penampilan individu di sesi pidato yang dipersiapkan. Di samping itu, juga disampaikan penilaian terhadap jalannya acara dari awal sampai akhir oleh penilai umum.

Setelah acara berjalan selama kurang lebih 2 jam, tibalah saat pengumuman pemenang terfavorit. Pemenang terfavorit pidato yang dipersiapkan adalah Indri Lesmana sedangkan untuk kategori pidato dadakan dan penilai individu diraih oleh Diella Dachlan. Pertemuan pun diakhiri dengan foto bersama oleh semua anggota dan tamu yang hadir.