Menyusun Naskah Pidato

Sesi Berbagi oleh : ACB/CL Hariyadi

Pernah mendengar pidato para calon presiden (capres) saat kampanye pemilihan presiden (pilpres) yang lalu?Mengapa capres-capres itu rela berkeliling Indonesia dan menyampaikan pidato di tengah-tengah teriknya matahari?Tak lain tujuannya untuk meyakinkan rakyat Indonesia bahwa dirinya pantas memimpin negeri ini.

Meyakinkan orang lain agar bersedia menerima opini anda adalah salah satu tujuan umum disampaikannya pidato. Mengapa sebuah pidato harus mempunyai tujuan?Agar pendengar tertarik untuk mendengarkan apa yang kita sampaikan. Pidato tanpa tujuan ibarat orang berjalan tanpa arah. Ujung-ujungnya, waktu, materi, dan energi terbuang sia-sia.

Di samping meyakinkan, bisa saja seseorang berpidato dengan tujuan agar pendengar mempelajari hal baru atau mendalami sesuatu yang selama ini mereka hanya tahu di permukaan. Contohnya adalah pidato tentang manfaat tempe bagi kesehatan. Selama ini, banyak orang telah mendengar bahwa tempe bermanfaat untuk menjaga kesehatan. Namun barangkali belum banyak yang tahu bagaimana proses terciptanya manfaat itu. Setelah mendengarkan pidato tentang topik ini, diharapkan pendengar lebih memahami MENGAPA tempe baik bagi kesehatan. Jadi bukan hanya sekedar ikut-ikutan tanpa tahu lebih dalam.

Saat ini klub-klub Toastmasters banyak yang akan atau telah menyelenggarakan lomba pidato humoristis. Tujuan pidato semacam ini adalah membuat orang lain terhibur. Dengan kata lain, setelah mendengarkan pidato humoristis, orang akan merasa terhibur hatinya, lepas segala beban yang dipikulnya (paling tidak untuk sementara).

Pernah mendengar pidato berisi pengalaman orang-orang yang berhasil keluar dari lembah kesulitan, untuk kemudian meraih kesuksesan? Dengan menyampaikan pidato ini, diharapkan orang lain dapat terilhami untuk berjuang meraih kesuksesan dan kebahagiaan. Salah satu contoh pidato yang bertujuan mengilhami pendengar adalah pidato pesta pernikahan.

Apapun tujuan pidato anda, yang jelas pidato tersebut harus diarahkan untuk kepentingan pendengar, bukan pembicara. Dengan kata lain, pendengar harus dapat memetik manfaat dari pidato yang kita sampaikan. Oleh karena itu, sebelum berpidato, penting bagi pembicara untuk mengenali profil pendengarnya. Jangan sampai pendengar tidak tertarik dengan pidato yang kita sampaikan lantaran isi pidato jauh dari realitas keseharian mereka. Sebagai contoh, mahasiswa barangkali tidak akan tertarik mendegar pidato berisi penawaran mobil model terbaru yang harganya selangit. Hal ini lantaran banyak mahasiswa yang belum mempunyai penghasilan sendiri. Kalaupun sudah punya, biasanya tidak besar.

Selain bermanfaat, tujuan pidato haruslah masuk akal. Artinya pesan-pesan yang disampaikan dalam pidato dapat dilaksanakan oleh pendengar sesuai dengan batas-batas kemampuan mereka. Sebagai contoh adalah seseorang yang menyampaikan pidato tentang keuntungan memiliki bisnis sendiri. Tentu tidak masuk akal jika tujuan pidato ini adalah agar orang segera keluar dari tempat kerja mereka lalu berbondong-bondong mendirikan usaha baru. Yang lebih tepat, setelah mendengar pidato ini, pendengar memahami keuntungan-keuntungan membangun usaha secara mandiri.

Dengan tujuan yang jelas, bermanfaat bagi pendengar, dan dapat dicapai, pidato yang akan kita sampaikan akan lebih efektif. Naskah pidatopun lebih mudah untuk disusun.

Diadaptasi dari buku “Competent Communication Manual” yang diterbitkan oleh Toastmasters International

Advertisements

Posted on August 29, 2014, in Artikel. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: